
Keesokan hari nya
Seperti yang di rencanakan semalam ,jika hari ini Yoga dan Nuari tak akan ikut menjelajahi desa untuk mengobati para hewan ternak sebab mereka hendak pergi ke hutan untuk mencari tanaman yang Yoga butuh kan.
Setelah kepergian Evan dan yang lainnya,Nuari dan Yoga beserta Renita menuju rumah salah satu warga yang warga nya sering masuk keluar hutan untuk berburu atau sekedar mencari sesuatu untuk di konsumsi.
"permisi .... " ucap Nuari kebetulan di depan rumah si pemilik rumah tengah menjemur pakaian
"eh ibu dokter dan pak dokter....ada apa ya Bu, pak?" tanya si ibu menghentikan pekerjaan nya
Meski Yoga sudah mengatakan jika ia bukanlah seorang dokter hewan para warga tetap saja memanggil nya seperti itu, Yoga pun hanya bisa meringis senyum.
"begini Bu......" Nuari pun menjelaskan maksud dan tujuan nya menyambangi ibu itu pagi-pagi sekali ,si ibu nampak manggut-manggut mengerti
"oh ....begitu ,kalau gitu tunggu sebentar ,saya panggil kan suami saya dulu kebetulan suami saya belum berangkat " ucap si ibu itu seraya memanggil suami nya
Beberapa saat kemudian si ibu datang bersama pria paruh baya dengan postur tubuh yang tinggi dan tegap,yang menonjol kan otot-otot di lengan nya.
"maaf menunggu lama,ini suami saya " ucap si ibu
"ah tidak lama kok Bu " ucap Yoga
"saya Hermanus,istri saya bilang kalian ingin diantar ke hutan ya,...kebetulan memang saya sering pergi ke hutan,dan rencana nya pagi ini juga saya mau berangkat,untung saja ya saya belum pergi " ucap pak Hermanus
"wah kebetulan sekali kalau begitu, tapi saya juga mau minta tolong yang lain " ucap Yoga
"apa itu?" tanya pak Hermanus
"saya mau menitipkan calon istri saya,dia tak akan ikut,kasihan kalau di rumah sendirian takut merasa bosan,kalau di sini kan ada ibu dan warga lain " ucap Yoga seraya melirik ke arah Renita
"Oalah...jadi ini calon istri nya ,ya tak masalah kok,tak merepotkan sama sekali " ucap si ibu tak merasa keberatan
Sebelum nya Yoga memang sering melihat jika di rumah tersebut sering berkumpul beberapa ibu-ibu maupun wanita muda,mereka tak hanya berkumpul untuk sekedar bergosip akan tetapi mengerjakan pekerjaan seperti menumbuk padi,menganyam rotan ,dan beberapa pekerjaan lain nya.
"ya sudah kalau begitu saya siap-siap dulu " ucap pak Hermanus segera meraih perlengkapan berburu nya seperti busur panah yang terbuat dari bambu,juga golok yang ia sampirkan di pinggang nya
Setelah berpamitan mereka pun pergi meninggalkan kedua wanita berbeda generasi itu.
"apa pak Hermanus akan berburu sesuatu?" tanya Yoga saat mereka sudah memasuki kawasan hutan
"tergantung apa yang ada di hutan,jika ada babi hutan ya saya tangkap,tapi kalau tidak, mungkin mencari bahan makanan saja seperti buah-buahan, umbi-umbian,sayuran pakis,atau apa saja " tutur nya
"anda sendiri mau mencari jenis tanaman apa, barangkali saya melihat dan bisa membantu memetik nya " tanya pak Hermanus
"banyak sih, sebentar ..." Yoga meraih sesuatu di kantong tas punggung nya
"ini .... apa di hutan ini ada tanaman seperti yang ada di gambar?" tanya Yoga seraya memberikan sebuah kertas yang terdapat gambar-gambar tanaman yang ia butuhkan
"oh....ini sih ada banyak , tapi tumbuh nya jauh di dalam hutan " ucap pak Hermanus
"benarkah " sahut Yoga
"iya ...tapi....."pak Hermanus nampak berfikir
"tapi apa pak?" tanya Nuari
"bukan apa-apa,nanti saja saya ceritakan sambil jalan ,baik lah, ayo kita berjalan ke arah sini " ajak pak Hermanus mengarahkan jalan
Ketiga nya pun melangkah masuk ke dalam hutan yang semakin lama semakin lebat dan gelap,karena lebat nya pohon membuat cahaya matahari tak dapat menembus.
__ADS_1
Suasana lembab dengan banyak nya akar pohon yang nampak mencuat keluar dari tanah membuat langkah mereka harus hati-hati agar tidak tersandung.
Suara binatang hutan pun mengiringi langkah mereka,dengan sesekali pak Hermanus berhenti karena melihat ada jamur yang langsung ia ambil dan memasukan nya pada tas yang terbuat dari rotan yang ia bawa punggung nya.
Semakin lama hutan yang mereka jelajahi semakin lebat dan gelap.Hal itu membuat mereka waspada jika saja ada hewan buas menyerang mereka,apalagi pak Hermanus mengatakan jika di sana banyak terdapat babi hutan yang ukuran nya cukup besar.
"kalian harus berhati-hati sebab babi hutan di sini ganas-ganas,tak seperti babi hutan pada umum nya yang memakan umbi-umbian namun babi hutan di sini pemakan daging " tutur pak Hermanus nampak menatap sekeliling dengan waspada
Mendengar itu tentu saja membuat Yoga menelan ludah,ia jadi merasa takut jika memang benar ada babi hutan seperti itu.
Bahkan Nuari pun sama tegang nya,ia baru kali ini mendengar jika ada babi hutan pemakan daging,yang ia tahu babi hutan seperti itu hanya ada di film-film luar negeri yang pernah ia tonton,ia tak pernah menyangka jika hal itu pun ada di dunia nyata.
Entah sadar atau tidak Nuari sudah memeluk lengan kekar Yoga dengan pandangan mengedar ke sekitar nya.
"kamu takut ?" tanya Yoga bersikap seolah ia tak takut
"menurut mu,diam lah jangan banyak tanya ,nanti babi hutan nya datang ,kita bisa celaka " bisik Nuari
"bukan nya kamu gak pernah takut dengan hewan buas, bahkan seekor ikan hiu saja berhasil kamu naiki " ucap Yoga membuat pak Hermanus tercengang mendengar nya
"menaiki ikan hiu....yang benar saja " tanya pak Hermanus
"ah... jangan dengarkan dia pak, dia hanya asal bicara saja " sergah Nuari
"oh gitu,ya sudah ayo kita lanjutkan lagi,takut nya babi hutan yang saya maksud bisa mengendus keberadaan kita " ujar pak Hermanus
"kau tahu ,aku baru mendengar kalau ada babi hutan seperti itu,makanya aku merasa takut , kalau harimau, singa, beruang,aku sudah biasa tapi babi hutan pemakan daging aku rasa tak ingin berhadapan dengan nya " lirih Nuari dengan tak melepaskan pelukan lengan nya
"ya ...aku juga baru mendengar nya, tapi bisa kau lepaskan tangan mu ,aku kesusahan berjalan kalau kamu seperti ini " cetus Yoga
"eh....maaf aku gak sengaja " ucap Nuari saat ia menyadari nya ,ia pun segera melapas kan tangan nya
"isshh....kau fikir aku wanita seperti apa sengaja memeluk lengan mu seperti itu,aku gak sengaja juga " ucap Nuari dengan wajah memerah karena malu
"ya...ya...ya...aku tahu kamu tak sengaja,eh...mana pak Hermanus?" tanya Yoga menengok ke belakang ,nampak pak Hermanus tak ada di sana
Mereka pun celingukan mencari keberadaan pria paruh baya itu.
"jangan-jangan babi hutan menangkap nya " lirih Yoga
"jangan ngaco kamu ,kalau babi hutan menyerang nya pasti pak Hermanus berteriak " seru Nuari
"iya juga ya...terus kemana pergi nya ?" lirih Yoga lagi
Hingga sebuah suara lengkingan terdengar mengejutkan kedua nya, mereka pun saling tatap lalu memperhatikan ke arah suara itu.
"pak Hermanus ...." panggil Nuari
"pak....pak Hermanus....." panggil nya lagi
"kamu tunggu di sini,biar aku lihat ke sana " ucap Yoga
"kau gila,kalau terjadi apa-apa dengan mu bagaimana,kalau babi hutan itu menyerang ku bagaimana ,tidak ....aku ikut bersama mu kita lihat bersama-sama " seru Nuari
"kamu mengkhawatirkan ku ?" tanya Yoga
"bukan begitu ....kita kan pergi bersama ,kalau ada apa-apa padamu bagaimana aku menjelaskan pada yang lain termasuk Renita" jawab Nuari cepat
"oh....kirain kamu khawatir pada ku" lirih Yoga menunduk
__ADS_1
"jadi kamu berharap aku mengkhawatirkan mu ... begitu...." Nuari mengangkat satu ujung bibir nya melihat reaksi Yoga
"sudah lah ,ayo kita lihat ke sana " Nuari menarik lengan Yoga membuat pria itu terpaku melihat lengan nya yang di tarik
Debaran di d*da nya membuat dia yakin jika ia telah jatuh pada pesona dokter cantik itu.
"tidak ada yang salah dengan perasaan ini,hanya saja aku tak mungkin menyakiti Renita,biarkan saja perasaan ini tumbuh tanpa dia tahu " batin Yoga ,sebab ia tak pernah merasakan seberdebar saat ini saat bersama Renita,perasaan nya pada gadis itu pun tak berbunga-bunga pada saat bersama Nuari
"hah....astaga pak Hermanus....aku fikir bapak kemana " seru Nuari terperanjat kaget setelah melihat pemandangan di depan mata nya
"besar sekali " gumam Yoga
"apa ini babi hutan yang bapak maksud ?" tanya Nuari pada seekor babi hutan berukuran sedang yang tengah terkapar dengan anak panah yang menancap di perut nya
"bukan ,ini hanya babi hutan biasa yang sering kami buru,babi hutan pemakan daging mempunyai taring panjang sementara ini tidak " jawab pak Hermanus
"lalu bagaimana bapak membawa babi hutan ini ,sementara kita masih dalam perjalanan" tanya Yoga
"saya akan simpan saja dulu di sini ,nanti pulang nya di ambil " sahut pak Hermanus
"apa tidak akan ada yang mengambil nya ?" tanya Nuari
"tidak akan ,kalau babi hutan nya kita gantung siapa pun yang menemukan nya tak akan berani mengambil sebab mereka sudah tahu jika babi nya suda ada yang memiliki" tutur pak Hermanus lekas menggantung babi hutan yang sudah tak berdaya tersebut
Sebenarnya Nuari merasa tak tega melihat nya ,namun ia juga tak bisa berbuat seenak nya saja,sebab pak Hermanus sudah biasa memburu babi hutan untuk dijadikan santapan bersama keluarga nya.
Setelah selesai dengan itu ,mereka pun segera melanjutkan perjalanan. Jalan yang terjal tak membuat mereka kesusahan dalam melangkah.
Hingga pada akhirnya mereka sampai di sebuah hutan yang terdapat telaga.Air telaga tersebut terlihat jernih dan bening membuat siapa pun takjub melihat nya.
Keberadaan nya yang di dalam hutan membuat telaga itu masih sangat asri sebab tak terjamah banyak manusia ,ditambah lagi dengan berbagai tanaman di pinggir nya membuat pemandangan telaga itu menjadi sangat menakjubkan.
Tatapan mata Yoga tertuju pada beberapa tanaman yang memang ia cari.
"itu kan yang kalian cari, tapi berhati-hati lah dengan langkah kalian,saya akan bantu memetik sebelah sana " ucap pak Hermanus
"iya pak ,terima kasih " ucap Nuari
Ketiga nya pun lalu mengambil tanaman itu sesuai kebutuhan,sebab akan sangat susah membawa nya jika terlamu banyak.
Saat tengah memetik tanaman tersebut, tiba-tiba terdengar suara gemerisik dari semak-semak serta suara seperti suara hewan.
Sontak saja ketiga nya pun terkesiap apalagi saat seekor babi hutan berukuran sangat besar keluar dari semak-semak itu dan bergerak cepat ke arah Yoga.
Nuari yang melihat nya pun sontak berlari ke arah Yoga.
"YOGA....AWASSS......"
Pada saat bersamaan pak Hermanus juga tengah berusaha mengarahkan anak panah nya pada babi hutan tersebut.
Seeeeettttt'
Anak panah pun melesat
Cleb'
"TIDAK.... NUARIIIIII......"
...***...
__ADS_1