Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 33


__ADS_3

Riswan sangat merindukan suasana rumah Nuri yang sudah ia anggap ibu kandung nya sendiri. Ia bersama para laki-laki sedang berada di belakang rumah di depan kolam. Di sana sudah dibuat semacam gazebo untuk tempat santai-santai.


Sementara Merlin sedang sibuk bercengkerama bersama para perempuan. Aranta sendiri sudah kembali. Hari ini Aranta dan Nuari tak masuk kerja.


"Gak banyak yang berubah ya ,hanya warna cat rumah dan tempat ini saja yang berbeda dari sebelumnya" Ucap Riswan


"Iya ,papa sebenarnya sudah ngajak mama mu untuk pindah ke rumah yang lebih besar tapi mama mu itu kompak banget sama nenek ,mereka pada gak mau pindah. Bahkan papa mau renovasi ulang saja dilarang. Yang boleh hanya memperbaiki yang rusak saja " Tutur Rifki


"Tapi itu para algojo masih setia saja ya " Ucap Riswan lagi. Yang dimaksud adalah para makhluk astral


"Yah begitulah ,apalagi sekarang Atha ,Lia juga Raffa ,ketiga nya sama-sama nurunin sikap Gibran,suka banget main sama hantu,jadinya rumah ini selalu saja ramai dengan 'mereka' " Ucap Rifki lagi


"Wah ,mereka juga bisa lihat hantu ? Amazing" cetus Riswan


"Tapi kamu jangan bilang-bilang Ari dan Yoga. Mereka gak tahu soal Raffa yang bisa lihat hantu " Timpal Gibran


"Kenapa mesti dirahasiakan dari Ari dan Yoga?" Tanya Haris


"Karena kalau sampai mereka tahu,bukan rahasia lagi namanya " Ucap Rifki


"Ah dasar ,kirain apaan,udah serius banget ini " Haris pun memukul pelan bahu Rifki


Jika Nuari tengah berkumpul dengan keluarga nya,lain hal nya dengan Yoga. Sesampainya dia di restoran ia langsung mengurus semua kerusakan yang ada. Hampir delapan puluh persen restoran nya hangus terbakar ,dan yang lebih parah yaitu di bangunan depan. Jelas kebakaran itu bukan berasal dari dapur. Melainkan dari bagian depan restoran.


Bu Sina,pak Muhidin ,Silvi dan kedua adik nya sudah dimintai keterangan oleh polisi. Keluarga itu merupakan keluarga yang pernah dibantu oleh Yoga,dan juga yang menjalankan restoran tersebut.


"Mas Yoga datang sendirian saja ,mbak Nuari gak ikut?" Tanya Silvi


"Tidak ,dia juga harus bekerja " Sahut Yoga


"Ini kejadian nya bagaimana sih ,kenapa bisa jadi kebakaran seperti ini?" Tanya Yoga


"Kami juga tidak tahu mas, kami berada di rumah saat restoran kebakaran. Bapak sendiri dikabari oleh warga sini. Maafkan bapak yang tidak bisa menjaga kepercayaan mas Yoga " Lirih pak Muhidin. Ia sangat merasa bersalah atas insiden kebakaran restoran tersebut.


"Iya tidak apa-apa pak, yang penting kalian tidak apa-apa,para pegawai lain juga aman " Ucap Yoga


"Tapi mas Yoga aku kok curiga sesuatu ya" Ucap Silvi tiba-tiba


"Curiga apa?" Tanya Yoga penasaran


Sebelum menjawab Silvi terlihat menengok sekitar terlebih dahulu


"Kemarin aku lihat orang gerak geriknya mencurigakan. Awal nya aku biasa aja gak ada fikiran jelek tentang nya ,tapi kok lama-lama mencurigakan banget "

__ADS_1


"Apa memang?" Tanya Yoga semakin penasaran dan tak sabar


"Pertama dia datang di jam istirahat makan siang ,otomatis kan restoran rame,orang itu terlihat berdiri di depan resto. Dia gak masuk pergi juga enggak. Hingga kira-kira satu jam orang itu pergi. Nah di jam tiga sore orang itu datang lagi dan dia juga melakukan hal yang sama ,cuman berdiri memperhatikan ke dalam restoran,malam juga pas resto ini tutup orang itu kembali terlihat tapi kali ini orang itu berada di depan toko baju itu" Tutur Silvi


"Lalu apa kamu mengatakan itu ke polisi ?" Tanya Yoga


"Iya "


"Ya sudah,semoga saja polisi bisa cepat mengusut kasus ini,andai saja cctv nya gak rusak "


Cctv di sana memang sedang mengalami kerusakan sehari sebelum kebakaran itu terjadi.


Malam pun menjelang. Yoga memilih tinggal di rumah nya yang dulu. Mumpung ia berada di sana Yoga pun bermaksud untuk melihat peternakan nya besok pagi.


Rumah nya pun meski kosong tapi tetap dibersihkan oleh orang yang sengaja di mintai tolong untuk merawat rumah tersebut. Tentu nya Yoga menggaji orang itu di setiap bulan nya.


"Ahh....sudah lama sekali aku tidak datang ke sini" Gumam nya


Meski tempat itu merupakan kampung halaman ibu tiri nya tapi sudah seperti kampung halaman nya sendiri. Apalagi keluarga Bu Nur Aini yang tak pernah menganggap Yoga orang lain membuat nya betah berada di sana. Yoga sendiri asli orang Jakarta.


"Huuuuuffftt.....telpon yayang ah " Yoga pun segera menghubungi Nuari via video call


Keesokan harinya


Setelah selesai mandi,Yoga berjalan kaki menuju peternakan. Sepanjang jalan ada saja yang menyapa nya,


"Pagi juga Bu,iya nih anak istri gak ikut " jawab Yoga


"Loh kok gak ikut,rumah tangga nya baik-baik saja kan ?" Ibu itu mulai kepo dan menyebalkan


"Alhamdulillah,rumah tangga kami baik-baik saja , mereka tak ikut karena anak saya sekolah , istri juga kerja " Sahut Yoga


"Loh sudah punya suami kok masih kerja ? memang nya masih bisa ngurus rumah pasti gak akan sempet" Ibu itu semakin menyebalkan


"Alhamdulillah,untuk urusan rumah termasuk masak sudah ada beberapa asisten rumah tangga yang kerjakan ,meski begitu istri ku juga jago masak dan selalu menyempatkan diri di sela-sela kesibukan nya untuk memasak" Tutur Yoga


"Memang nya pekerjaan istri nya apa ?" Ibu itu semakin kepo maksimal


"Istri ku seorang dokter " Jawab Yoga dengan penuh rasa bangga


"Wah hebat ya ,terus mas Yoga sendiri kerja nya apa ?"


"Ya salam " batin Yoga

__ADS_1


"Alhamdulillah,karena mertua ku baik, beliau memberikan ku kepercayaan mengelola usaha nya " Tutur Yoga tak ingin menjelaskan secara gamblang pekerjaan nya


"Kalau boleh tahu usaha apa ya mas? maaf kepo,ibu kak punya anak sedang nganggur kali saja bisa kerja ditempat nya mas Yoga " Ucap ibu itu mengutarakan maksud nya


"Kalau begitu nanti anak ibu buat saja surat lamaran nya ,terus datang ke tempat ini ,tapi mohon maaf sebelum nya ,mungkin aku tak akan ikut campur ,masalah diterima atau tidak itu murni keputusan perusahaan "Ucap Yoga seraya memberikan ibu itu kartu nama nya


"Oh ya sudah makasih ya mas Yoga "


"Iya Bu, sama-sama,kalau gitu aku permisi dulu, assalamualaikum"


"Waalaikum salam "


Yoga pun berlalu meninggalkan ibu itu yang terkesima melihat Yoga.


Beberapa saat kemudian ,Yoga pun sudah sampai.


Ketika Yoga hendak memasuki area peternakannya,seorang laki-laki kisaran usia 20 tahunan datang menghampiri.


"Maaf ,ada yang bisa saya bantu pak ?" Tanya nya


"Saya ingin melihat-lihat ke dalam " Ucap Yoga


"Baiklah mari saya antar " laki-laki itu nampak nya tak tahu siapa Yoga,karena ia merupakan warga pendatang dari pulau Jawa yang berpindah domisili karena isteri nya orang Pontianak


Yoga mengangguk lalu mereka pun berjakan beriringan. Dalam setiap langkah nya, laki-laki itu selalu menjelaskan sapi-sapi di sana dari jenis juga cara perawatan nya.


Yoga hanya mengangguk saja sambil terus memperhatikan peternakan milik nya.Bapak satu anak itu nampak nya sangat puas dengan apa yang ia lihat dan dengar ,itu artinya orang-orang yang ia beri kepercayaan menjaga amanah nya dengan sangat baik.


"Jadi bapak berminat untuk membeli sapi yang mana?"Tanya laki-laki itu


Satu alis Yoga terangkat ,ia merasa lucu saat ditanyai seperti itu,namun kemudian ia faham jika laki-laki di dekat nya ini tak mengenali nya.


"Kan saya sudah bilang,saya hanya mau melihat-lihat. Sudah lama saya tidak datang berkunjung "Ucap Yoga


"Maaf pak,tapi ini bukan tempat wisata yang bisa dikunjungi ,jika bapak sendiri tidak berniat membeli lebih baik bapak meninggalkan peternakan ini "


Mendengar ucapan nya itu bukan membuat Yoga kesal nun justru Yoga malah tertawa.


"Hahahaha "


"Lah,malah ketawa ,dikira ada yang lucu"Gumam laki-laki itu dalam hati


Akan tetapi seseorang datang

__ADS_1


"Ya ampun mas Yoga !"


bersambung...


__ADS_2