Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Rencana bulan madu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapan pagi yang kesiangan,Nuari dan Yoga bersiap untuk pulang.


Dengan berjalan sedikit meringis Nuari berusaha terlihat biasa saja,meski raut wajah nya tak dapat menyembunyikan rasa itu,tapi ia tetap berusaha terlihat baik-baik saja.


Yoga tentu saja peka, sebab ia lah penyebab nya. Tanpa banyak bicara Yoga menggendongnya,tentu saja mendapat perlakuan mendadak seperti itu Nuari merasa terkejut.


"aakkhh....Yoga....kamu apa-apa an,cepat turunkan aku... malu dilihatin " seru Nuari


"biarkan saja mereka melihat,agar mereka tahu kalau kita itu pasangan pengantin baru"sahut Yoga tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang melihat nya


"ih kamu tuh ya..." betapa malu nya Nuari saat ini,ia bahkan menyembunyikan wajah nya di d*da Yoga dengan kedua lengan nya ia pelukan ke leher suami nya itu


Yoga terus berjalan hingga sampai di depan pintu mobil nya yang terparkir di basemen.


"ah...kau membuat ku malu saja " lirih Nuari namun dengan bibir mengulum senyum


"tapi seneng kan ?" tanya Yoga tersenyum


"iya sih,...." jawab Nuari malu-malu


"sudah yu kita masuk,orang rumah pasti sudah menunggu kita " ujar Yoga sambil membuka kan pintu mobil bagian depan


Setelah Nuari masuk ,barulah ia berpindah ke sisi lain.


"maaf ya ...karena aku kamu jadi kesakitan begitu " ucap Yoga setelah ia berada di dalam mobil ,lebih tepat nya di balik kemudi


"si... siapa yang kesakitan..." sangkal Nuari


"itu....tadi kamu jalan nya sedikit ngangkang gitu " ucap Yoga


"karena kamu benar-benar masih gadis jadi saat aku berhasil membobol gawang mu kamu akan merasa kesakitan,kau lihat bercak darah di tempat tidur tadi pagi....itu bukti nya kalau aku yang pertama yang mendapatkan mu,jadi mungkin akan terasa sakit sampai saat ini" tambah Yoga membuat wajah Nuari terasa panas sepanas panas nya,ia bahkan sampai menolehkan kepala nya ke sisi kiri menghindari tatapan Yoga


"hey....aku disini....bukan di sana " Yoga menarik pelan dagu Nuari hingga kembali menghadap nya


"aaahhh.....Yoga....jangan bahas itu lagi ....aku malu...." rengek Nuari sambil terus mencubit lengan dan perut Yoga


"hehehe.... jadi kamu malu hem..." ucap Yoga langsung menarik Nuari dalam pelukan nya , Nuari mengangguk


"ya sudah,aku gak akan bahas lagi deh " ucap Yoga terkekeh


"udah ah....kapan pulang nya kalau gini terus " ucap Nuari menarik diri dari pelukan Yoga


"ok...ok ....ayo kita pulang" Yoga pun segera menghidupkan mesin mobil nya


Di perjalanan,nampak hening tak ada yang bersuara, Yoga pun melirik Nuari yang nampak memejam kan mata nya,ia berfikir jika istrinya itu sangat mengantuk karena kelelahan padahal tidak sama sekali. Nuari sama sekali tidak tidur.


Gadis yang sekarang sudah tak gadis lagi itu pun bergumam dalam hati nya


"harus nya aku bangga dan senang karena bisa memberikan kesucian ku pada orang yang aku cintai, tapi kenapa bayang-bayang laki-laki brengsek itu masih saja terlintas di fikiran ku,dan itu yang membuat ku merasa bersalah pada Yoga, seandainya.... seandainya aku bisa mempertahankan bibir,leher dan d*da ku ,pasti aku akan merasa sangat bahagia tak dibayangi rasa bersalah seperti ini"


Kembali hati nya terasa nyeri ketika mengingat nya, sebenarnya ia sudah tak ingin lagi mengingat kenangan buruk itu,tapi tetap saja sejauh mana ia berusaha melupakan maka perasaan sakit itu masih terus saja merongrong jiwa nya.


Terdengar tarikan nafas yang panjang meski mata nya tertutup,terlihat pula air mata yang keluar tanpa permisi . Yoga pun akhirnya menepikan mobil nya,ia khawatir jika Nuari kembali bermimpi buruk.


Merasakan laju mobil berhenti,Nuari mengerjap-ngerjap kan mata nya


"kamu tidak apa-apa sayang ?" tanya Yoga


"eng....engga apa-apa ....memang nya aku kenapa ?" tanya Nuari gelagapan

__ADS_1


"ini kamu nangis ,kenapa hem,mimpi buruk lagi?" tanya Yoga seraya mengusap air mata itu dengan lembut


Nuari menggeleng namun tatapan mata nya berkata lain


"jangan seperti ini ,hati aku sakit melihat mu seperti ini, tersenyum dan lupakan semua nya,aku tahu itu pasti tidak akan mudah untuk mu, tapi aku yakin cepat atau lambat kamu pasti akan bisa melupakan semua kejadian buruk yang menimpa mu" Yoga pun kembali merengkuh tubuh yang kini bergetar


Yoga tahu istri nya itu kembali menangis ,ia pun tak banyak bicara ,hanya mencoba menenangkan dengan mengusap punggung serta kepala Nuari,sambil sesekali di kecup nya.


"aku janji akan selalu membuat mu tersenyum,bahkan melupakan kejadian itu" lirih Yoga dalam hati nya


Tak bisa dibayangkan dalam benak nya jika Jupri benar-benar berhasil merenggut kesucian nya,entah apa yang akan terjadi pada Nuari saat ini,hanya sebagian tubuh nya yang berhasil di jamah pun Nuari sudah terpuruk seperti saat ini ,apalagi jika itu benar-benar terjadi.


"jangan sedih lagi ya...kamu lupa aku kan sudah menghapus jejak mesum laki-laki itu di sini ,di sini ,dan di sini ,jadi sekarang jejak itu sudah hilang,yang ada hanya jejak-jejak bibir seksi ku kalau perlu aku tambahin lagi jejak nya ,gimana ?" ucap Yoga menyentuh bagian-bagian yang dia maksud dengan masih memeluk Nuari


Nuari terkekeh lalu kembali terdiam


"tapi aku selalu merasa tak enak pada mu " lirih nya


"hey....kenapa mesti tak enak, aku malah keenakan kok ,saking enak nya aku bahkan kepingin lagi sekarang,gimana... kita mau main di sini,apa nanti setelah sampai di rumah ?" Yoga tersenyum genit dengan ngedipkan kan sebelah mata nya


"iisshh.....apa sih kamu,masa di sini sih,lagian aku kan capek,masih sakit juga ini nya " ucap Nuari


"hehehehe..... aku becanda kok,aku tahu saat ini kamu masih sakit,tapi nanti malam lagi ya "


"hm..." sahut Nuari menunjukan raut malas ,namun hati nya bersorak


"sakit sih ...tapi enak " batin Nuari mengulum senyum


"istri cantik ku kenapa senyum-senyum hem...lagi ngebayangin kita ....."


"ih apa sih ,sudah yuk jalan lagi " Nuari benar-benar dibuat malu oleh Yoga


"Ya Allah....terima kasih karena Engkau telah memberikan ku suami yang sangat mencintai dan menyayangi ku,yang mau menerima ku setelah apa yang sudah terjadi pada ku " batin Nuari dengan terus menatap wajah Yoga yang tengah menyetir


Sementara itu


"dokter Evan ,bisa kita bicara sebentar " ujar dokter Satria ketika Evan baru saja keluar dari ruangan nya


"boleh,ada apa ya dokter ?" tanya Evan


"kita bicara di ruangan ku " ajak dokter Satria


"baik lah " Evan pun mengikuti langkah dokter paruh baya itu menuju ruangan nya


"silahkan duduk " ujar dokter Satria lalu beralih menuju lemari es,ia pun mengambil dua minuman teh dalan kemasan botol ,lalu meletakan nya di meja


"ada apa ya dokter ?" tanya Evan penasaran


"huuuuh....jadi begini....kamu masih ingat kan dengan ucapan ku dulu,tentang putri ku yang hilang saat masih bayi?" dokter Satria langsung pada inti nya


"iya dok, lalu apa dokter sudah mendapatkan titik terang keberadaan nya ?" tanya Evan


"justru aku mau menanyakan nya pada mu " ucap dokter Satria membuat kening Evan berkerut dalam


"maksud dokter?" tanya Evan


"Ayu....siapa Ayu dan dari mana dia berasal?" tanya dokter Satria ,kedua alis Evan saling bertautan


"saat itu......."

__ADS_1


Evan menceritakan awal pertemuan nya dengan Ayu,dari mulai ketika ia melihat nya di panggung,hingga akhirnya Ayu berada di apartemen nya.


"jadi begitu lah kejadian nya dokter,Ayu diasuh oleh om angkat nya,tapi om angkat nya itu tak pernah memperlakukan nya dengan baik,begitu yang Ayu cerita kan pada ku " tambah Evan


"sebenarnya aku sangat penasaran dengan nya,karena wajah nya mirip sekali dengan mendiang istri ku,aku bahkan sempat berfikir jika dia adalah putri ku yang hilang itu ,tapi ... melihat dari usia nya seperti nya tak mungkin " lirih dokter Satria


"iya ....aku pun berfikiran seperti itu awal nya,karena melihat wajah nya dan dokter ada kemiripan tapi ya gitu....usia mereka berbeda " timpal Evan


Terdengar helaan panjang dari dokter paruh baya itu yang kini sudah menyandarkan punggungnya di sandaran sofa seraya memejam kan mata . Evan pun merasa kasihan melihat nya,namun ia juga tak bisa berbuat apa-apa.


"seandainya memang benar Ayu putri nya dokter Satria" batin Evan


**


Nuari dan Yoga kini sudah sampai di rumah. Kedua nya langsung di sambut meriah,bahkan keluarga dari nenek dan kakek nya dari kampung pun sudah datang.


"selamat datang pengantin baru....." seru semua orang di sana


"kakek....nenek....om Ifel...om Dede....kalian kenapa baru datang...." seru Nuari lalu memeluk mereka satu persatu


"kamu yang malah menikah tak memberi tahu kami,kami baru tahu pas hari pernikahan kamu" ucap nenek nya


"maaf nek,jangan kan nenek,aku saja juga tak tahu bakal menikah kemarin" balas Nuari


"oh ya ...kok bisa gitu " tanya Ifel


"tuh pelaku utama nya " tunjuk Febry pada Yoga yang nampak kikuk di sana,Febry memang hadir di acara pernikahan kemarin namun hanya menghadiri akad nya saja karena ia harus kembali bekerja


Semua orang menatap Yoga


"ini.... Yoga yang dulu sama-sama celaka bersama Ari kan,yang lupa ingatan itu?" tanya Desi ,istri dari Ifel (adik nya Nuri )


"iya Tante ,dia Yoga" ucap Nuari


Yoga pun memperkenalkan diri nya pada keluarga mama mertua nya dari kampung. Bersamaan dengan itu Bu Nur Aini pun datang,dan menjadi makin ramai lah rumah itu.


Di sela-sela obrolan, tiba-tiba Desi berceletuk


"apa kalian sudah ada rencana bulan madu ?"


Mereka pun hening ,semua mata kini tertuju pada sepasang pengantin baru itu


"ada dong,besok kita akan pergi bulan madu ke puncak,aku sudah booking salah satu vila di sana selama satu Minggu " ujar Yoga


"kenapa gak keluar negeri, orang-orang kan ramai banget pergi bulan madu ke luar negeri,atau jangan-jangan uang mu tak cukup buat ke luar negeri ?" tanya Desi lagi


Ifel menyikut istri nya,sementara yang lain merasa gemas terhadap istri Ifel itu


"bukan tak cukup ,bagi kita yang penting bisa pergi berdua menghabiskan waktu bersama tak perlu jauh-jauh,di dalam negeri pun masih banyak tempat-tempat bagus dan eksotis,bahkan lebih minim budget,daripada kita hambur-hamburkan uang demi kesenangan lebih baik kita sumbangkan uang itu pada yayasan dan orang yang benar-benar membutuhkan,itu lebih bermanfaat" ucap Nuari yang merasa tersentil dengan ucapan Tante nya itu,memang terdengar menyakitkan tapi memang begitulah sifat nya,yang terlalu ceplas-ceplos tanpa memikirkan dulu perasaan orang


"Ari benar,jika ada tempat yang masih bagus untuk di datangi kenapa mesti jauh-jauh ke luar negeri segala,kita juga pergi bulan madu ke Borobudur dulu,ya kan sayang " timpal Gibran seraya merangkul Aranta


Aranta hanya tersenyum


Tak lama terdengar suara adzan berkumandang


"Alhamdulillah....sudah masuk waktu dhuhur rupanya ....ayo kita shalat berjamaah " ajak Rifki


Mereka pun pergi ke kamar masing-masing untuk berwudhu,lalu akan berkumpul kembali di mushola rumah itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2