Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Lupa ( Evan )


__ADS_3

Beberapa kali Yoga menelan ludah nya dengan kasar. Hanya melihat nya saja ia sudah bergidik geli,apalagi memakan nya ,tapi kini ia diminta untuk memakan nya.


"sayang...kan yang pengen kamu,kenapa aku yang harus makan ?' tanya Yoga lirih


Sedangkan si ibu dan menantu nya hanya mengulum senyum.


"iya tapi aku mau kamu makan duluan,kalau kamu bilang ini enak ,aku percaya dan akan memakan nya " sahut Nuari


Yoga pun menghela nafas sambil tersenyum meringis


"baiklah " ucap Yoga pasrah


Perlahan ia meraih satu tusuk,dengan menahan nafas ia mulai mendekat kan sate keong itu ke mulut nya.


"tenang Yoga...ini demi istri mu dan calon anak mu ,anggap saja ini sate kambing atau ayam " batin nya bergejolak


Perlahan tapi pasti, Yoga mulai membuka mulutnya lalu menggigit sedikit ujung nya.


Yang pertama dirasakan nya memang enak ,karena bumbu kacang membuat sate itu terasa lebih nikmat,namun tetap saja rasa mual ia rasakan ketika tiba-tiba saja ia terbayang seekor keong tengah merayap.


Dengan sudah payah Yoga berusaha menelan nya,hingga akhirnya satu gigitan berhasil lolos melewati kerongkongan nya.


"bagaimana sayang ,rasanya enak ?" tanya Nuari


Dengan wajah yang sudah memerah menahan rasa mual,Yoga pun mengangguk dan berusaha terlihat biasa saja.


"iya enak kok " sahut Yoga


"beneran ?" tanya Nuari lagi


"iya sayang ,ini rasanya enak " sahut Yoga lagi


"ok kalau gitu kita bawa pulang saja,buat nanti kamu makan lagi di rumah " cetus Nuari membuat Yoga tiba-tiba merasa mulas


"duh sayang...aku ke toilet sebentar ya,udah gak nahan " ucap Yoga


"kamu mau pipis ya ?" tanya Nuari yang di jawab anggukan oleh Yoga


"ya udah sana ,nanti malah pipis di sini ,hihihi "Nuari terkikik


Tak membuang waktu Yoga pun segera berlari ke kamar mandi yang terletak di bagian belakang,dekat dapur.


"ya ampun....ternyata bumil kalau udah ngidam absurd banget, tadi kata nya mau sate keong , udah ada malah aku yang di minta makan ,nasib...nasib....kudu ekstra sabar " gumam Yoga seraya mencuci mulut nya


Rasa mual yang ia rasakan perlahan reda,setelah mencium aroma teh melati yang tercium di indera penciumannya.


Maka Yoga pun bergegas mencari sumber aroma itu,yang ternyata berasal dari dapur, nampak nya menantu si ibu tengah menyeduh teh melati dalam satu teko besar,asap nya sampai mengepul memenuhi ruangan dapur.


"eh mas...." menantu si ibu nampak terperanjat

__ADS_1


"maaf mbak ,bisa buat kan saya teh manis nya,tapi jangan terlalu banyak gula nya,cukup satu sendok teh saja gelas yang ini " pinta Yoga


"iya mas bisa , sebentar saya buat kan dulu,oh iya nama saya Nengsih "ucap nya


"iya mbak,ibu sudah bilang tadi nama nya mbak " sahut Yoga


"oh gitu...ah iya mas ,mas dan istri nya sudah berapa lama menikah nya ?" tanya Nengsih mulai kepo


"sudah mau masuk satu bulan dan alhamdulilah saat ini istri saya tengah mengandung dua Minggu " sahut Yoga yang tak merasa ada yang aneh dengan pertanyaan Nengsih


"kalau aku sendiri menikah sudah mau jalan empat tahun, tapi kami belum juga dikaruniai anak, suami saya juga kerja nya jauh terus dan lama pulang nya,jadi gak ada waktu bikin anak " oceh Nengsih yang mulai membuat Yoga merasa tak nyaman setelah mendengar kata 'membuat anak'


"maaf mbak,teh nya sudah jadi belum?" tanya Yoga mencoba menghindari percakapan lebih lanjut


"oh iya mas sebentar tinggal di aduk " ucap Nengsih dengan terus curi-curi pandang pada Yoga, sementara Yoga sendiri tak memperhatikan karena mata nya terus melihat pada Nuari yang tengah memakan sate keong


Posisi pintu dapur dengan tempat duduk Nuari sejajar,jadi baik Nuari maupun Yoga ,keduanya bisa saling melihat satu sama lain.


"duh tampan banget sih,coba saja kalau aku belum jadi istri orang udah aku kejar-kejar dia,gak peduli deh mau dia udah nikah juga,siapa tahu jadi istri simpanan nya hihihi" batin Nengsih tertawa membayangkan hal yang memang tak mungkin terjadi


"ini mas teh nya " ujar Nengsih menyerahkan segelas teh manis buatan nya


"iya mbak makasih " ucap Yoga seraya meraih nya lalu membawa nya menuju Nuari


"lahap bener sayang makan nya enak ya " tanya Yoga duduk di samping nya


"ehm...ini sangat lezat,kamu mau lagi ?" tawar nya


Selama menunggu Nuari memakan makanan nya, Yoga pun sibuk dengan gadget nya untuk mengecek email yang masuk.


Ia tak sadar jika sedari tadi Nengsih memperhatikan nya sambil melayani pembeli mie ayamnya.


Beberapa saat kemudian Nuari pun selesai makan hanya tinggal beberapa tusuk lagi karena ia sudah merasa kenyang.


"sayang ini aku bungkus ya sisa nya " ucap Nuari yang lagi-lagi ingin membawa pulang sate keong itu


Yoga menelan ludah


"i...iya sayang ,gak apa-apa asal nanti kamu yang makan " ucap Yoga


"loh emang nya kamu gak mau,kata kamu ini enak " ucap Nuari


"iya enak ,tapi yang mau kan kamu,bukan aku nanti kalau aku makan,kamu gak kebagian,kan susah juga dapetin makanan nya " ucap Yoga berhati-hati agar istri nya itu tak salah tanggap


"iya juga ya ,ya sudah deh buat aku saja,tapi kamu gak apa-apa kalau aku makan semua nya ?" tanya Nuari


"gak apa-apa " sahut Yoga seraya tersenyum manis


"ok kalau gitu kita bungkus " ucap Nuari

__ADS_1


Setelah selesai Yoga dan Nuari pun hendak berpamitan pada si ibu dan menantu nya,sebagai ucapan terima kasih Yoga pun memberikan uang sebagai ganti keong nya yang harus nya ibu itu jual.


Awal nya ibu itu menolak dengan alasan ikhlas ,tapi baik Yoga maupun Nuari keduanya merasa tak enak jika hanya mengucapkan terima kasih saja. Hingga Yoga pun memaksa ibu itu untuk menerima uang nya begitu pun dengan Nengsih. Yoga juga membayar terlebih dahulu mie ayam nya.


Namun Yoga mengerutkan kening ketika Nengsih berbisik seraya memberikan nya secarik kertas.


"mas...ini nomor ponsel saya,siapa tahu nanti istrinya kepingin makan mie ayam lagi " ucap nya


"oh...iya makasih " sahut Yoga terpaksa menerima nya


"yang jual mie ayam kan banyak,masa iya aku harus jauh-jauh dari Jakarta ke Malang hanya untuk beli mie ayam " gerutu Yoga dalam hati


Setelah itu Yoga dan Nuari pun pergi meninggalkan warung mie ayam tersebut dan kembali ke proyek. Tak lupa ia membuang asal kertas kecil berisi nomor ponsel Nengsih,karena baginya itu tidak penting.


Saat kedua nya kembali ke proyek keadaan sudah mulai gelap,para pekerja pun sudah berhenti bekerja.


Nuari melihat ke arah ular anaconda besar itu,sudut bibirnya terangkat kerena ular itu masih di tempat nya.


Nuari dan Yoga bergegas mencari mushola untuk mengerjakan shalat Maghrib.


Selesai mengerjakan shalat,keduanya kembali ke lokasi proyek. Kini suasana nya benar-benar gelap tak ada penerangan sama sekali.


Pak Andi terlihat kembali menghampiri kedua atasan nya,ia merasa tak enak jika ia tak datang menemani kedua nya.


Sekitar satu jam lama nya mereka menunggu akhirnya para petugas kebun binatang pun datang dengan menggunakan mobil boks yang di dalam nya sudah terdapat kandang besar untuk mengangkut ular-ular itu.


Nuari pun membantu para petugas untuk mengevakuasi ular itu,karena nampak nya mereka pun cukup ketakutan melihat betapa besar dan panjang nya ular anaconda itu.


Nuari bisa bernafas lega setelah ular-ular itu diangkut ke dalam mobil boks,Nuari juga sudah cukup mengenal para petugas itu ,jadi tak ada alasan untuk nya merasa khawatir.


Yoga pun memutuskan untuk mencari hotel atau penginapan ,karena tak mungkin baginya untuk kembali ke Jakarta di malam hari sementara dirinya sudah sangat lelah dan ngantuk.


Di tempat lain ,Evan yang sepulang kerja ketiduran di kursi ruang tengah,ia baru mengerjapkan mata nya,dilihat nya sekeliling ruangan yang nampak gelap,ia pun beranjak menuju saklar,dan sekali tekan lampu pun menyala dan ruangan jadi terang benderang.


"huuuuuffftt....." Evan menghela nafas ,ia lalu mengusap perut nya yang terasa keroncongan


"Yu....makanan sudah siap belum ?" teriak nya tanpa sadar


Hening tak ada jawaban sama sekali ,sedetik kemudian ia pun tersadar dan langsung menepuk kening nya.


"astaga ...aku lupa ,sekarang kan Ayu sudah pulang ke rumah ayah kandung nya " lirih nya


Evan pun terkekeh pelan,lalu meraih ponsel nya untuk memesan makanan via online. Selama menunggu pesanan nya sampai pria itu pun melangkah ke kamar nya untuk kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Beberapa menit kemudian ia sudah selesai mandi , baru saja ia selesai berpakaian terdengar suara pintu dan bel berbunyi bersahutan.


Evan pun melangkah mendekati pintu,tanpa melihat siapa yang datang dari lubang kecil pada pintu, Evan langsung membuka nya karena ia fikir yang datang adalah pengantar makanan.


Ckleek'

__ADS_1


"hai..."


...***...


__ADS_2