
Teriknya matahari tak membuat semangat anak-anak luntur. Atha ,Lia ,dan Raffa terlihat saling kejar-kejaran sementara Nuari dan yang lain tengah duduk di atas tikar besar dengan berbagai makanan dan minuman di tengah-tengah mereka.
"Anak-anak sudah dulu main nya kita makan " seru Nuari
"Iya mah "
"Iya Aunty " sahut Atha dan Lia bersamaan
Mereka datang menghampiri.
"Ya ampun kalian sampai berkeringat seperti itu " ucap Dewi
"Ini minum dulu,kalian pasti pada haus kan " ucap Dewi lagi seraya memberikan mereka jus melon yang sengaja ia buat
"Kok masih dingin Oma ?" tanya Atha , maksud Atha kenapa jus nya masih dingin sementara Oma nya membuat jus melon itu sejak dari pagi
"Itu karena saat membuat nya Oma gak pakai es sayang jadi pakai es nya sekarang " sahut Dewi
"Susu nya juga di pisah Oma ?" timpal Raffa
"Iya ,jadi jus nya gak basi " sahut Dewi lagi
"Ooh..." sahut ketiga nya
"Nah sekarang kita makan ya ,kalian pilih saja lauk nya sesuai selera ya " ucap Aranta
"Ok "saut ketiga nya
Para istri sibuk mengambil kan makanan untuk para suami,hanya Dewi saja yang mengambil sendiri makanan nya.
"Seandainya ada Bu Nur,ada temen jomblo aku " lirih nya ngebatin
"Loh mah,sini biar aku yang ambilkan " ucap Nuri
"Udah gak apa-apa,kamu ini gak capek apa tiap mau makan suka banget ngambilin buat mama " ucap nya
"Loh kok capek ,ya enggak dong mah,aku senang kok ngelakuin nya,sini" Nuri pun mengambil alih piring di tangan mertua nya itu
"Alhamdulillah Ya Allah....terima kasih ,engkau sudah memberiku menantu yang baik dan penyayang" batin nya
"Ini mah "ucap Nuri
"Iya , makasih ya nak "
"Sama-sama mah "
Melihat sikap mama nya ,Nuari jadi kefikiran mama mertua nya.
"Sayang ,kok kau gak ajakin mama sih ?" tanya Nuari yang mengira jika Yoga tak mengajak nya
"Aku udah ajak kok ,tapi mama bilang gak bisa ikut ,karena sibuk " sahut Yoga
"Bukan nya kamu juga sudah ngajakin mama kan?" tanya Yoga
"Hehehe....iya ,aku fikir kamu udah bujuk mama biar mau ikut "
Yoga menggeleng sambil tersenyum lalu mengusap kepala Nuari gemas.
"Mama udah kaya kucing ,suka banget di usap kepala nya sama papa " celetuk Raffa
__ADS_1
"Berarti itu tanda nya papa sangat menyayangi mama ,makanya kepala nya di usap seperti itu ,Raffa juga sering kan diusap kepala nya ?" tanya Nuri
"Oh gitu ya ,iya sih mama sama papa juga suka ngusap kepala aku ,nenek ,kakek dan kalian semua " ucap Raffa
"Apa kakek juga suka seperti itu ke nenek ?" tanya Raffa
"Tentu dong ,malah lebih dari itu" ceplos Rifki
"Mas " tegur Nuri menahan suara nya ,ia sampai mengerungkan kening nya menatap Rifki
"hehehe...."
"Lebih dari itu gimana kek ?"
"Nah kan ,makanya jangan asal bicara "bisik Nuri
"Hm...maksud kakek begini " Rifki pun dengan gemas mencubit pipi Nuri
"hahaha....kakek dan nenek lucu "ucap Lia
"Sudah-sudah ayo sekarang kita makan ,kapan makan nya kalau kalian ngobrol terus " ucap Aranta
"iya mah "sahut kedua anak nya
"hehe...iya Tante " sahut Raffa
Mereka pun menikmati makan mereka dengan sesekali di selingi candaan. Mereka nampak seperti keluarga bahagia, beberapa orang melihat ke arah mereka.
Selesai makan ,mereka yang berpasangan nampak berjalan-jalan , sementara anak-anak bersama Dewi.
"Kalian sama Oma saja ya ,biarkan orangtua kalian pergi berdua "ucap Dewi
"iya Oma " sahut anak-anak
"iya " sahut Aranta singkat
"Kita duduk " ajak Gibran membawa Aranta duduk di tepi danau ,mereka masih bisa melihat kedua anak nya yang sedang bermain bersama Oma dan sepupunya
"Senang ya bisa melihat anak-anak tumbuh sehat,dunia ku hampir runtuh ketika Lia dinyatakan tiada dulu, tapi bersyukur Allah masih mempercayai kita untuk mengurus putri kita " lirih Aranta
"iya sayang,makanya kita harus menjaga baik-baik apa yang Allah amanah kan pada kita , insyaallah mereka adalah tiket kita ke surga" ucap Gibran sambil meraih jemari istri nya lalu menggenggam nya
"Amiiin " Aranta mengamini
Sementara itu Nuari dan Yoga juga tengah berjalan-jalan menyusuri pinggiran danau. mereka berjalan dambil bergandengan tangan.
"Enak ya jalan-jalan berduaan gini tanpa diganggu anak" ucap Yoga
"Jadi kamu anggap Raffa itu pengganggu?" tanya Nuari salah faham
"Eh bukan begitu maksud nya sayang "ucap Tiga gelagapan
"Maksudnya tuh kita seperti bulan madu lagi,mesra berdua ,kalau ada Raffa kan kita gak bisa seperti ini,Raffa akan nyempil di tengah menghalangi tangan aku yang mau gandengan dengan mu " jelas Yoga
"Oh...kirain ,tapi iya juga sih,jadi kangan masa-masa itu ,tapi sekarang rasanya beda kalau kita pergi berdua gak ada Raffa ,rasanya tuh seperti ada yang hilang" ucap Nuari
"Iya kamu benar sayang " sahut Yoga,ia pun merasakan hal yang sama seperti yang Nuari rasakan ,rindu berduaan tapi saat tak ada anak rasanya tak nyaman
"Sayang ,aku mau itu dong, sepertinya enak " tunjuk Nuari pada salah satu pedagang gerobak
__ADS_1
"Ya sudah ,kamu nuntyu atau ikut?" tanya Yoga
"Ikut lah ,masa enggak " sahut Nuari
"Ya udah Yuk " mereka pun berjalan menghampiri pedagang itu yang sedang berjalan mendorong gerobak nya
"Mas tunggu " seru Yoga
Pedagang itu pun berhenti
"Ini apa pak ?" tanya Yoga
"Cuanki mas " jawab pedagang nya
"Cuanki ? baru denger aku ada makanan namanya cuanki "gumam Nuari
"Cari cuan jalan kaki ?" celetuk pedagang nya
"hahahaha... ada-ada saja mas nya " ucap Nuari dan Yoga terkekeh
"Hehehehe....becanda pak,asal mula nama cuanki berasal dari merk dagang panganan Tim Sam (dimsum) berkuah bernama bakso tahu kuah Choan Kie di daerah Bandung dan di produksi di Kota Cimahi. Choan Kie sendiri mengandung arti rezeki "tutur pedagang nya
"Oh gitu,emang cuanki ini isinya apa saja mas ?" tanya Nuari
"Isi nya ada tahu goreng ,tahu rebus ,bakso aci,dan siomay"
"Ya udah kita pesan dua porsi " ucap Nuari
"Sayang kamu yakin mau beli,kan baru saja kita makan berat loh " ucap Yoga
"Ya kan itu tadi,aku masih mau makan , seperti nya enak "
"Ya sudah kalau gitu , tapi kamu saja ya aku enggak " ucap Yoga
"Ya tapi kan aku udah pesan dua,gak enak loh sama mas nya " bisik Nuari
"Kalau dibungkus boleh ya ,buat nanti kalau mau lagi " ucap Nuari lagi
"Iya terserah kamu saja sayang " Yoga pun tak ingin terlalu banyak protes
Akhirnya cuanki pesanan Nuari pun jadi. Nuari segera memakan cuanki nya di tempat itu sementara Yoga hanya memperhatikan. Selama menunggu Nuari makan , pedangan pun membuat kan satu porsi lagi untuk dibungkus.
Rifki dan Nuri tengah menaiki perahu karet.
"Menikmati suasana seperti ini aku jadi pengen bulan madu lagi " celetuk Rifki
"Kita sudah tak muda lagi mas,juga bukan pengantin baru,kenapa sempet-sempet nya kefikiran kesitu " Nuri tak habis fikir
"Kalau difikir-fikir,kita kan sudah lama gak seperti ini,selama ini aku sibuk kamu pun sama,jadi gak ada salah nya kan kalau kita ngulang lagi bulan madu kita " ucap Rifki seraya tersenyum
"Memang nya mau bulan madu kemana ?" tanya Nuri
"Kita keliling Eropa gimana?" ide Rifki
"Mas serius ? terus gimana perusahaan ?" tanya Nuri
"Kan ada anak dan mantu kita ,kita buat mereka sibuk selama kita pergi" Rifki sambil memainkan alis nya
"Kamu tuh mas , ada-ada saja ,udah tua masih aja mesum "
__ADS_1
"Kok mesum sih ,aku tuh bukan nya mesum tapi romantis" ucap Rifki percaya diri
bersambung...