Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 10


__ADS_3

"om hebat "puji Raffa


"tentu saja om nya siapa dulu dong" ucap Gibran seraya mengacak rambut Raffa


"assalamualaikum...."ucap Nuari dan Yoga bersamaan


"waalaikum salam ...."


"kamu kenapa senyum-senyum begitu sayang ?" tanya Yoga heran melihat anaknya


"bukan apa-apa kok pah,aku hanya lagi senang saja " sahut Raffa lalu menarik Yoga ke dalam rumah


"gimana semalam apa ada yang aneh lagi dengan suami mu?" tanya Gibran


"Alhamdulillah enggak kak ,makasih ya kak berkat kakak ....."


"bukan kakak ,tapi Allah lah yang menyembuhkan nya ,kakak cuman perantara nya saja " sahut Gibran memotong ucapan Nuari seraya merangkul adik nya itu ,jika di depan Raffa ia terkesan jumawa , berbeda jika di depan adik nya ataupun orang lain ,Gibran akan merendahkan diri jika mendapat pujian


"yuk masuk dulu,masih terlaku pagi juga " ajak nya


"mama, papa dan nenek mana kak ? kok sepi ?" tanya Nuari, keadaan rumah memang benar-benar sepi


"sebentar lagi mereka pasti turun,kalau nenek ada di meja makan bersama anak-anak"


"kalau gitu kita langsung ke meja makan deh,sekalian numpang sarapan kita buru-buru jadi gak sempet sarapan " Nuari pun segera melangkah kan kaki nya menuju ruang makan,Gibran mengikuti dari belakang


"assalamualaikum...." ucap Nuari ketika memasuki ruang makan ,di sana ada Aranta yang tengah menyiapkan sarapan dibantu bibi art ,Dewi dan juga Atha dan Lia


"waalaikum salam aunty...aunty sendirian saja ? mana uncle ?" tanya anak-anak bergantian


"uncle sedang bantu Raffa ganti pakaian ,duh...kalian makin gemesin " Nuari yang merasa gemas itu pun tak tahan jika tak mencubit pipi kedua keponakan nya itu


"ih aunty ,jangan keras-keras sakit " keluh Lia


"hehehe...maaf abis nya gemes " Nuari pun menoleh pada kakak ipar dan nenek nya


"pagi nek, pagi kak "


"pagi juga " sahut keduanya


"wih...makanan sudah siap ,jadi lapar " ucap Nuari lalu duduk di samping Dewi


"ih sabar dulu dong aunty,kan nenek sama kakek belum datang" seru Atha


"iya ,uncle dan Raffa juga belum datang ,kita tunggu mereka dulu baru kita makan " timpal Lia


"iya...iya...nih aunty juga mau nunggu kok "


Sementara itu di kamar


"anak papa udah besar ya ,sudah bisa pakai baju sendiri" ucap Yoga ketika Raffa selesai memakai seragam nya


"tentu dong pah "


"eh...tapi... tas sekolah aku apa papa dan mama tidak lupa ?" tanya nya karena ia tak melihat kedua orangtuanya membawa tas sekolah nya


"tentu saja tidak dong sayang,ada tuh di mobil , sudah selesai kan di bajunya ?" Raffa mengangguk


"kalau gitu ayo kita keluar,yang lain pasti menunggu "


"lets go " seru raffa


Di kamar lain


"sayang ....sudah ih ayo kita keluar masa mau begini terus ,Ari pasti sudah sampai daritadi " keluh Nuri ketika Rifki terus saja memeluk nya dan menciumi leher Nuri


"gak mau "

__ADS_1


"mas...udah ah , aku udah mandi ,udah keramas juga , baru aja kering nih rambut "


"memang nya kita mau ngapain sayang ?" tanya Rifki


"hm...pura-pura ,aku tahu ending nya kalau kamu sudah begini ,aku kenal kamu bukan satu dua hari ya mas " ucap Nuri gemas


"hehehe...."


"udah ah perut ku sudah lapar ,nanti malam aku kasih servis lagi deh sekarang aku mau makan dulu,ngisi amunisi " cetus Nuri


"ok ,tapi yang hot ya " ucap Rifki seraya menaik turun kan alis nya


"emang nya selama ini aku gak pernah hot ?" tanya Nuri


"hehehe....hot banget ,tapi malam ini kamu yang mimpin "


"iya aja deh biar cepet " sahut Nuri seraya menyambar jilbab instan lalu memakai nya


"kok gitu ?"


"gitu gimana,udah ah yuk kita keluar ? Nuri menoleh lalu menarik lengan suami nya


"ya sudah"


"kamu harus ingat ya mas ,di depan anak cucu kita kamu harus jaga sikap ,gak boleh seperti ini " ucap Nuri memperingatkan


"iya ,aku ingat kok "


Kedua nya pun akhirnya menuju ruang makan


Singkat cerita acara sarapan pagi pun selesai. Rifki , Gibran,Aranta ,termasuk Nuari dan Yoga mereka berangkat namun tentu nya setelah berpamitan terlebih dahulu pada Nuri dan Dewi.


Hari ini Nuri tak ada kegiatan pun hanya akan di rumah menemani mama mertua nya.


"mah ... pah ,mama papa masih ingat gak sama teman aku yang boneka nya tak sengaja aku rusak ?" tanya Raffa tiba-tiba


"sudah mah, tapi..."


"tapi kenapa nak?" tanya Yoga melirik sekilas karena ia tengah mengemudikan mobil nya


"Chika belum mau maafin aku ,boneka dari mama saja belum di terima " lirih anak itu


"kenapa bisa begitu?" tanya Nuari


"karena boneka yang rusak itu ternyata pemberian mama nya ,dan aku harus minta maaf dulu pada mama nya baru setelah itu Chika mau maafin dan Nerima boneka nya" tutur Raffa


"oh gitu,... kalau gitu kamu minta maaf saja pada mama ,gampang kan " ucap Yoga


"tapi ....mama nya sudah meninggal"


"innalilahi wainailaihi rojiun..... " lirih Nuari dan Yoga


"tapi kata Chika dia mau antar aku ke makam mama nya , kebetulan hari ini sepulang sekolah kata nya dia mau jenguk makam mama nya ,aku boleh ikut kan mah,pah?" tanya Raffa ,ia sangat berharap jika orangtuanya mengizinkan nya pergi


"tentu saja boleh sayang,kamu berangkat sama mama saja gak apa-apa kan sayang ,soal nya papa ada meeting yang gak bisa ditinggal " ucap Yoga merasa bersalah


"iya ,pah gak apa-apa kok ,tapi papa harus janji "


"janji apa ?" tanya Yoga


"untuk menendang Tante nenek sihir jauh-jauh kalau perlu sampai luar angkasa " ucap Raffa lantang


"kenapa kamu seperti nya gak suka sama Tante Erika nak ?" tanya Nuari


"karena dia jahatin mama, aku gak suka " jawab nya


"jahatin gimana sayang?" tanya Yoga,Nuari pun penasaran

__ADS_1


"mama ingat kejadian waktu mama hampir terjatuh saat di kantor? " tanya Raffa


"ingat sayang "


"nah itu tuh karena Tante nenek sihir itu yang sengaja buat lantai nya licin agar mama jatuh " tutur nya jujur


"iya kah ?" tanya Yoga cukup terkejut mendengar nya


"iya pah,ada saksi nya kok " sahut Raffa ,namun kemudian dia terkesiap dan menutup mulut nya


"ups...aku kelepasan "


"siapa saksi nya ?" tanya Yoga lagi


"haduh...gimana jawab nya ya,kalau aku bilang saksi nya Tante hantu apa mereka akan percaya ,tapi kalau aku bohong kan dosa " batin nya


"bilang saja tukang bersih-bersih " ucap Ki Jamal yang duduk di bangku belakang


"hm...tu... tukang bersih-bersih pah" jawab Raffa tergugu


Akhirnya mereka pun sampai di sekolah ,Raffa langsung berlari setelah menyalimi kedua orang tuannya.


"kamu kenapa gak pernah cerita kamu hampirur jatuh di kantor sayang ?"


"bukan gak cerita tapi kamu yang sedang oleng karena Erika hanya bersikap biasa saja ,sakit tau gak digituin " ucap Nuari mencebik


"astaghfirullah......maafin aku sayang ,sungguh aku sama sekali tak menyadari sikap ku,maaf aku sudah menyakiti mu " lirih Yoga seraya menggenggam tangan kanan Nuari dengan sebelah tangan nya


"iya ,aku masih memaklumi karena kamu tidak sengaja ,tapi untuk sekarang dan kedepannya kamu tak boleh meleng lagi ,harus tetap fokus dan selalu mengingat Allah agar kamu tak lagi oleng" ucap Nuari


"iya sayang ,aku janji akan berhati-hati lagi"


"yang aku mau itu bukti bukan janji" ucap Nuari


"iya sayang ,akan aku buktikan kalau aku tak akan oleng lagi " Yoga pun mengecup punggung tangan Nuari kaku membawa nya ke depan d*da nya


"aku turun di depan saja sayang ,mau mampir dulu ke minimarket" pinta Nuari


Nuari hendak berangkat bekerja sebagai dokter hewan di rumah sakit milik dokter Satria yang kini kepemimpinan nya sudah beralih pada Evan,namun meski begitu dokter Satria masih tetap masuk meski tak sesering biasa nya.


Nuari tak pernah membawa jas kebesaran nya ke rumah.


"ya sudah tapi kamu hati-hati,eh tapi nanti kamu jemput Raffa pakai apa sayang kan kamu berangkat bareng aku ?" tanya Yoga yang baru menyadari nya


"gampang ,aku pakai taksi online saja "


"ya sudah "


Nuari pun turun di depan minimarket,dan segera masuk setelah Yoga pergi.


Sesampainya di kantor,Yoga langsung menuju ruanganya, sebelumnya ia sudah memerintahkan orang kantor untuk mengeluarkan meja Erika dari dalam ruangan nya.


Erika pun sudah ada di sana,ia nampak marah ketika meja nya digotong keluar dan diletakkan di tempat semula.


"heh...apa yang kalian lakukan ? Kenapa meja nya dibawa keluar ?"


"maaf Bu,tapi ini atas perintah pak Yoga "


"tidak mungkin ,kamu pasti bohong ,pak Yoga tidak mungkin melakukan itu ! "


"kenapa tidak mungkin ?"tanya Yoga


Erika pun menoleh


"pak Yoga ....


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2