Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 48


__ADS_3

Malam hari Vania terus saja menangis Ayu sudah menyusui bahkan ia sudah bergantian menggendong nya dengan Evan tapi bayi nya itu tetap saja menangis.


Mendengar tangisan bayi, Satria,serta kedua orang tua Evan sampai menghampiri.


Tok tok tok


Evan membuka pintu.


"Kenapa cucu ayah ?" Tanya Satria di belakang nya ada kedua orangtua Evan


"Gak tahu yah "Jawab Evan


Mereka pun menerobos masuk


"Kenapa dengan Vania Yu?"Tanya ibu Evan


"Gak tahu Bu,dari tadi gak mau berhenti nangis nya " Sahut Ayu dengan suara bergetar karena ikut menangis


"Sini biar ibu yang gantian gendong" Pinta nya


"Cup cup cup cucu Oma,cantik nya Oma "


Evan memberi Ayu minum agar istri nya merasa lebih tenang.


"Sawan mungkin " Cetus ayah Evan


"Terus gimana cara nenangin nya Yah?" Tanya Ayu


Terdengar suara lantunan merdu sholawat dari ibu mertua nya.Dalam sekejap bayi mungil itu pun berhenti menangis.


"Lain kali kalau menjelang Maghrib itu jangan biarkan bayi kalian tidur sendiri,dekap dan temani.Meski ini di kota tapi yang nama nya makhluk halus tetap ada ,mungkin Vania diganggu "Ucap ibu Evan setelah ia selesai bersholawat


"Iya Bu,tadi Vania aku tinggal ke kamar mandi sebentar " Ucap Ayu menyesal sementara tadi Evan berada di dapur saat Ayu di kamar mandi


"Lain kali jangan ya" Ucap ibu Evan


"Iya bu "


"Apa ini hanya perasaan ku saja atau memang ibu sudah berubah " batin Ayu yang merasa ibu mertua nya terasa lebih hangat dari sebelumnya,ia lalu melihat ibu mertua nya yang sedang menidurkan Vania ke box bayi


"Sudah kalian istirahat ,kami mau kembali tidur ,kalau nangis lagi panggil ibu saja "


Selesai mengatakan nya ibu Evan kemudian pergi.Diikuti suami dan besan nya.Ayu dan Evan pun segera naik ke tempat tidur.


Sementara di tempat lain


Raffa tiba-tiba terbangun dari tidur nya. Mulut nya komat kamit menggerutu.


"Awas saja kalau berani ganggu Vania aku ,aku suruh om jin buat gantung dia di alun-alun "


"Kenapa harus aku " Ucap Ki Jamal yang berada di dalam guci


"Memang nya siapa yang berani gangguin bayi itu ?" Tanya nya lagi berbicara sendiri


Rupanya tadi Raffa bermimpi ada makhluk halus yang menganggu Vania dan bahkan ingin membawa nya. Dalam mimpi nya Raffa melempari makhluk itu dengan batu hingga makhluk itu pergi karena kesakitan.


Keesokan hari nya


Raffa sudah rapih dengan pakaian seragam nya. Anak itu sedang duduk di meja makan bersama kedua orang tua nya dengan sepiring nasi goreng dihadapan nya.


"Mah nanti pulang sekolah aku mau lihat Vania lagi ya" Pinta nya memelas


Nuari menoleh pada Yoga

__ADS_1


"Boleh, tapi jangan lama-lama ya,kasihan Vania nya kalau terus diganggu gak bisa bobo" Yoga yang menyahut


"Aku gak ganggu kok pah,cuman mau lihat ,abis Vania gemesin ,aku jadi mau Dede bayi deh,mama sama papa kapan buatkan Dede bayi ?" Tanya Raffa menatap keduanya


"Raffa berdoa saja ya,semoga Allah mengabulkan " Ucap Nuari


"Memangnya gak bisa cepet buat nya ya mah?" Tanya nya lagi


"Sayang ,emang nya Dede bayi gorengan bisa dibuat cepet-cepet, ada-ada saja kamu.Sudah cepetan makan nya nanti terlambat sekolah nya " Ucap Yoga lalu meneguk air minum


"Iya,pah "


Beberapa saat kemudian Raffa sudah berada di sekolah. Nuari dan Yoga sudah meninggal kan kawasan sekolah.


"Selamat pagi Raffa " Ucap Chika


" Selamat pagi Chika ,kamu itu bawa apa?" Tanya Raffa


"Oh ,ini aku bawa manisan ,nenek aku yang buat. Ini untuk kamu ,yang dua ini mau aku kasih ke Atha dan Lia " Ucap nya


"Makasih ya " Ucap Raffa menerima nya


"Iya sama-sama" Keduanya pun masuk ke dalam kelas.


Yoga mengantarkan Nuari ke rumah sakit setelah itu ia pun pergi ke kantor. Saat sedang menunggu di depan lift, Yoga membuka ponsel nya karena sebuah notifikasi masuk.


Pada saat itu pula seseorang berdiri di belakang nya dan menyapa.


"Selamat pagi pak " Yoga menoleh dan mengerutkan kening


"Kamu sedang apa di sini?" Tanya nya


"Saya bekerja di sini,pak" Jawab nya


"Sudah hampir satu tahun " Jawab nya lagi


"Emang di divisi mana ?" Tanya Yoga


"Saya kerja dibagian pemasaran pak "Jawab nya


"Oh,saya baru tahu " lirih Yoga


"Kalau begitu saya duluan pak ,mari " Pamit nya


"Oh ,iya iya " Sahut Yoga lalu masuk ke dalam lift karena saat itu pintu lift terbuka


"Kok aku baru tahu ya ,kalau Arjun kerja di kantor ini " Gumam nya


"Tapi bagus deh,biar dia tahu diri juga dengan begitu kan dia bakal berfikir seribu kali kalau mau macam-macam sama istri ku " Gumam nya lagi


Sebagai seorang pria tentu Yoga sangat peka dengan tatapan Arjun pada Nuari ,ia sangat waspada jika suatu saat Arjun atau siapa pun mendekati Nuari. Arjun sendiri memang saat pertama melihat Nuari merasa tertarik apalagi beberapa kali bertemu Nuari nampak sendiri , hal itu pun membuat nya berharap jika Nuari tidak terikat hubungan apapun dengan seorang pria. Akan tetapi saat ia tahu fakta jika Nuari perempuan bersuami,apalagi suami nya merupakan atasan nya membuat nya ingin mengubur perasaan nya yang baru tumbuh itu.


Jam kini sudah menujukan pukul sebelas. Raffa,Atha ,dan Lia sedang menunggu orang tua masing-masing untuk menjemput.


"Kok mereka lama ya?" Tanya Lia cemberut


"Iya ya,biasanya kan gak pernah telat jemput " Sahut Atha


"Kita tunggu saja sebentar lagi pasti datang kok " Ucap Raffa sementara Chika sudah dijemput nenek nya beberapa menit yang lalu


"Balum ada yang jemput?" Tanya wali kelas nya


"Belum Bu " jawab anak-anak itu kompak

__ADS_1


"Ya sudah ,ibu temani ya " Wali kelas nampak ikut bergabung bersama anak-anak,namun tiba-tiba seorang pria datang mengaku orang suruhan Gibran untuk menjemput ketiga anak itu


"Om siapa ?" Tanya Raffa


"Om teman nya pak Adnan "


"Kenal dimana ?" Tanya Lia


"Kenapa om yang diminta jemput?" Timpal Atha


"Memangnya mama kemana?" Tanya Raffa


"Mana bukti nya kalau om memang teman papa ku?" Tanya Atha lagi


"Maaf ,pak ! Saya tak mengizinkan anda membawa anak-anak "Ucap wali kelas ,ia sama sekali tak mempercayai pria itu sebab selama ini baik Nuari , Yoga ataupan Gibran dan Aranta mereka tak pernah meminta siapapun untuk menjemput,kalaupun supir yang jemput wali kelas pun sudah tahu mengenai supir nya tersebut


"Tidak bisa Bu,saya sudah diminta orang tua mereka untuk menjemput,saya bisa kena marah kalau telat menjemput mereka " Ucap pria itu kekeh ingin membawa anak-anak


Ketiga anak itu menlihat pada Nagin dan Ki Jamal untuk menanyakan kebenaran nya. Meski tak terucap kedua makhluk astral itu mengerti. Kedua makhluk itu menggeleng kan kepala tanda kalau orang itu bukan orang suruhan orangtua mereka.


"Itu tanda nya apa sih,mereka gak tahu atau mereka ngelarang kita ikut ?" Bisik Raffa pada kedua sepupu nya


"Seperti nya mereka ngelarang kita ikut ,tuh om jin saja ngacungin jempol nya " Bisik Atha


"Sudah ya Bu,saya diburu waktu karena orangtua mereka meminta saya untuk segera membawa anak-anak,jika tidak saya pasti kena marah " Desak pria itu segera meraih pergelangan tangan Atha dan Raffa


"Om tunggu sebentar " Ucap Raffa


"Kenapa ?" Tanya pria itu nampak cemas


"Perit aku mules ,mau ke WC dulu ya " ucap nya memelas sambil memegangi perut nya


"Ayo ibu antar " ucap wali kelas


"Jangan Bu,ibu di sini saja jagain Atha dan Lia ,aku sebentar kok " Raffa menarik lengan nya


"Gak ada,kamu tahan saja ya "Tilak pria itu mengeratkan pegangan nya pada lengan Raffa ,Lia tiba-tiba berceletuk


"Kok aku gak dipegangi om? Nanti aku ketinggalan loh "


"Iya juga ya,tapi tangan om cuma dua ,kamu jalan di depan om saja ya " Ucap pria itu semakin gelisah dan cemas


"Gak mau ,aku mau dipegangi juga ,masa mereka dipegangi aku enggak,kan aku perempuan sendiri, perempuan kan makhluk lemah,gimana sih " Lia nampak protes


"Ya sudah " Pria itu melepas tangan nya yang memegang lengan Atha


"Kok tangan ku dilepas ?"


"Terus gimana caranya megang dia ,kamu cowok gak usah dipegangi " sahut pria itu beralih memegangi Lia


"Kalau gitu aku juga dilepas dong,kan aku juga anak cowok " Ucap Raffa


"Kalian jalan didepan om ya " Pria itu sudah melepas tangan Raffa


"Gak mau ,aku mau digendong " tolak Raffa


"Aku juga " Timpal Atha


Pria itu nampak menggaruk kepala nya sementara wali kelas diam-diam mengirimkan pesan pada Nuari tentang kedatangan pria asing yang ngotot bawa Raffa dan dua keponakan nya.


"Duh ,nih bocah ribet amat ya,bisa ketahuan lama-lama begini" keluh nya membatin


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2