
Setelah puas menuntaskan hasrat nya,Yoga kini ikut terlelap bersama Nuari yang sudah lebih dulu tidur karena kelelahan. Bagaimana tak lelah hampir dua jam mereka bertempur namun Yoga yang saat itu habis meminum sesuatu seolah tenaga nya tak pernah habis,meski Nuari sudah merengek-rengek minta berhenti Yoga terus saja melakukan aksi nya,namun tentu saja ia melakukan nya dengan sangat hati-hati.
Bibi art yang saat itu selesai memasak makan siang pun hendak memanggil kedua majikan nya,namun urung karena takut menganggu pasangan itu,bibi pun akhir nya hanya menutup makanan itu saja dengan tudung saji.
Sementara itu
Acara lamaran berjalan dengan lancar,namun hal tak terduga sama sekali tak dapat di sangka-sangka.
Dokter Satria dan ayah Evan nampak sumringah ketika kedatangan dua orang pria paruh baya berseragam batik sambil membawa tas jinjing hitam.
"silahkan masuk " ucap dokter Satria yang sebagai tuan rumah mempersilahkan masuk kedua tamu nya
Ayu ,Evan , juga ibu nya tak tahu siapa kedua tamu tersebut pun hanya diam,hingga kemudian dokter Satria berbicara dan mengatakan sesuatu yang membuat Ayu ,Evan dan ibu nya terkesiap,terutama ibu Evan dia yang terlihat sangat terkejut.
"jadi begini Yu, Evan....kedua bapak ini merupakan penghulu dan asisten nya " ucap dokter Satria
"penghulu?" tanya Evan dan Ayu hampir bersamaan
"kok ada penghulunya segala ,memang nya siapa yang akan nikah ?" tanya ibu Evan
"ya mereka lah ,siapa lagi " ucap ayah Evan sambil tersenyum menatap wajah shock istri nya itu
"tapi...bukan nya hanya lamaran ,kenapa langsung nikah?" tanya nya lagi
"lebih cepat kan lebih baik bu,kita kan gak tahu kedepan nya mereka akan bagaimana,kita hanya takut mereka khilaf,itu saja " tutur ayah Evan ,yang sebenar nya ia sengaja menikah kan anak nya setelah lamaran sebab ia tahu apa yang ada di fikiran istri nya itu,ia tak ingin karena ulah istri nya kebahagian Evan jadi terancam,ia pun langsung mengutarakan keinginannya pada dokter Satria dan langsung di setujui oleh nya
"jadi bagaimana ... apakah semua nya sudah siap?" tanya pak penghulu
"sudah siap ayo kita beralih ke dalam ,karena di dalam proses akad akan di langsung kan " ucap dokter Satria yang yang sudah meminta para art nya untuk menyiapkan tempat ijab kabul
"untuk kamu ,ini latihan saja dulu,hafal kan dengan benar " ucap dokter Satria memberikan Evan secarik kertas yang berisikan kalimat ijab kabul
Jantung Evan serasa ingin copot karena mendadak ia akan menikahi gadis pujaan hati nya,begitu pun dengan Ayu ,ia sampai tak bisa berkata-kata.
"sebaiknya kamu ganti kebaya mu dengan kebaya pengantin ,bibi sudah siapkan di kamar mu " ujar dokter Satria ,Ayu mengangguk dan segera menuju kamar nya
Di kamar
"astaga....apa aku mimpi " seru Ayu sambil berdiri menatap penampilan nya yang sudah mengenakan kebaya pengantin,bahkan kini kepala nya pun sudah di hias sebagaimana seorang pengantin dengan untaian bunga melati juga siger dan hiasan lain nya menambah kecantikan nya semakin terpancar
"Masya Allah.....cantik banget " puji seorang MUA yang mendandani Ayu
Entah kapan MUA itu sampai,karena ketika Ayu masuk kamar nya,sudah ada beberapa orang dari MUA di kamar nya itu bersama bibi art.
"iya non,non Ayu sangat cantik " timpal bibi art
"makasih bi " sahut Ayu
"non grogi ya ?" tanya bibi art
"iya bi,banget ,aku tak pernah nyangka jika akan menikah secepat ini, baru saja aku sadar dari keterkejutan karena baru tahu siapa yang yang datang melamar ,eh sudah dibuat terkejut lagi " saut Ayu
"loh, kok bisa non tidak tahu siapa yang akan melamar ,bukan kah selama ini den Evan dan bapak sering membahas masalah ini bersama non?" tanya bibi art nampak bingung
__ADS_1
"aku fikir Evan hanya berkonsultasi pada ayah,karena setahu ku Evan itu sudah di jodoh kan ibu nya " lirih Ayu yang kembali merasa sedih karena melihat raut ibu nya Evan yang sangat kontras terlihat tak suka
"apalagi melihat ekspresi ibu nya Evan seperti tak menyukai ku " tambah nya
"oalah...jadi non salah faham to...ya sudah sih menurut bibi ya jangan hiraukan ibu nya den Evan,kan yang menjalani rumah tangga non dan den Evan, apalagi selepas menikah kalian akan tetap tinggal di sini,jadi jangan terlalu khawatir dengan sikap ibu mertua " tutur bibi art memberikan sedikit semangat pada Ayu
"iya bi,bibi benar " ucap Ayu
"ya sudah kalau begitu ayo keluar,mereka pasti sudah menunggu " ajak bibi art
"iya bi "
Perlahan Ayu pun beranjak,jantung nya terus bertalun-talun seiring langkah kaki nya yang semakin mendekat.
Hal serupa pun sama terjadi pada Evan,pria itu nampak grogi dengan keringat dingin yang sudah membasahi wajah serta tubuh nya. Apalagi di sana sudah ada ketiga kakak dari Satria yang turut hadir menjadi saksi.
"santai saja Van ... jangan grogi begitu " ujar ayah Evan menggoda nya, Evan hanya tersenyum menanggapi
Hingga akhirnya Ayu sudah sampai di depan mereka semua,Evan menatap tak berkedip pada Ayu yang saat ini terlihat sangat cantik.
"husss.....jaga pandangan mu,lihat kan belum apa-apa sudah khilaf,belum muhrim jangan tatap Ayu seperti itu " cetus ayah Evan mengusap wajah Evan dengan telapak tangan nya
"hahahaha....." dokter Satria tertawa , sementara Ayu hanya tersipu malu
"ayo mempelai wanita segera duduk di samping mempelai pria,tapi ingat harus ada jarak dulu ya " ucap penghulu kembali membuat Ayu dan Evan tambah nervous
"baiklah mari kita mulai " Evan pun segera meraih tangan dokter Satria
Dokter Satria menyunggingkan senyum ketika merasakan telapak tangan Evan begitu dingin dan berkeringat,ia jadi mengingat momen dimana ia menikah dulu
Deg'
Jantung Evan terasa berhenti berdetak saat hendak mengucapkan kalimat ijab kabul tersebut.
Namun akhir nya dengan satu tarikan nafas Evan berhasil mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar.
"saya terima nikah dan kawin nya Ayunia Paramita binti Satria dengan maskawin tersebut tunai "
"bagaimana saksi sah?" tanya penghulu
"SAH "
"Alhamdulillah..." semua nya mengucap syukur , penghulu kemudian membacakan doa setelah ijab kabul ,di lanjut dengan mengucapkan kalimat wejangan agar pasangan pengantin baru itu bisa menjalani kehidupan berumah tangga dengan baik dan dapat menyelesaikan masalah dengan kepala dingin
Setelah proses ijab kabul selesai,mereka pun segera menikmati hidangan yang sudah tersedia. Meski acaranya sangat sederhana,namun suasana sakral sangat kental di rasa.
"huh...ngaku saja orang kaya ,masa nikah biasa seperti ini,minimal sewa orkes dangdut kek,biasanya kan orang-orang kaya nikahan di gedung ,lah ini kok masa di rumah mana gak ada hiasan apa-apa,tetangga juga gak pada datang " gerutu ibu Evan dalam hati
"jadi....karena sekarang kalian sudah sah menikah secara agama dan negara kita tinggal adakan resepsi nya,untuk segala keperluan biar saya yang tanggung " ucap dokter Satria setelah selesai menikmati hidangan
"resepsi?" tanya Ayu
"iya ,agar semua orang lain tahu jika putri ayah yang cantik ini sudah menikah " sahut dokter Satria
__ADS_1
"ayah tahu ini terlalu cepat untuk mu,tapi ayah melakukan ini juga demi kebaikan mu, kamu mengerti kan maksud ayah ?" tambah dokter Satria menatap Ayu
"iya ayah ,aku sangat mengerti "sahut Ayu mengangguk
Sementara Ayu dan Evan tengah berbahagia, pasangan Nuari dan Yoga masih berada di atas tempat tidur mereka.
Mereka sudah bangun,hanya saja baik Nuari maupun Yoga keduanya sama-sama masih enggan untuk beranjak. Nuari yang kondisi nya tengah hamil pun membuat nya lebih malas bangun kalau sudah tidur, sementara Yoga dia yang masih dalam efek obat pun masih merasa lemas.
Yoga terdiam setelah kembali mengingat hal yang hampir membuat nya menyesal seumur hidup. Namun ia tak ingin menceritakan hal tersebut pada Nuari ,bukan untuk menutupi hanya saja karena ia tak ingin istri nya kefikiran dan berdampak pada janin nya.
Sebelum nya, Yoga tengah melakukan pertemuan dengan salah satu klien nya di sebuah resto ,dia seorang perempuan,janda tanpa anak. Nampak nya perempuan itu merasa tertarik dengan Yoga,beberapa kali ia bertemu dan membicarakan pekerjaan membuat nya terus memikirkan Yoga dan ingin lebih jauh mengenal Yoga,akan tetapi Yoga selalu membuat jarak dan alasan jika ia mengajak nya bertemu. Ia tahu jika Yoga sudah menikah dan akan menjadi seorang ayah,namun karena rasa tertarik nya yang begitu dominan membuat nya nekad memasukkan obat p*rangsang pada minuman Yoga,ia berfikir setelah dia berhasil membuat Yoga tidur dengan nya ,ia akan meminta pertanggung jawaban Yoga dengan menikahi nya. Sungguh cara yang masih sangat klasik.
Dan ternyata Yoga pun meminum nya,hingga perempuan itu tersenyum penuh kemenangan.
"kenapa dengan ku,rasanya panas,dan seperti ingin.....ah....aku harus cepat-cepat pulang " batin Yoga setelah tak sengaja melihat seringaian licik dari klien nya itu
Sesuatu pada tubuh nya menegang,melihat gelagat Yoga perempuan itu semakin melebarkan senyum nya,ia langsung beranjak dan duduk di pangkuan Yoga,ia dapat merasakan sesuatu di bawah sana sudah mengeras.
Karena tempat yang mereka booking merupakan ruang VVIP dan tertutup membuat apa yang terjadi di dalam nya tak bisa di lihat orang dari luar.
"apa yang kamu lakukan,cepat menyingkir lah " ucap Yoga dengan setengah menggeram menahan syahwat nya yang terasa sudah di ubun-ubun
Tak menghiraukan kata-kata Yoga, perempuan itu malah melingkar kan tangan nya pada leher Yoga dan kini posisi nya sudah menghadap pada Yoga.
"aku tahu pak Yoga sudah tak tahan kan,jadi...biar aku puaskan ,aku jamin servis yang aku berikan dapat membuat pak Yoga puas " bisik perempuan itu,bahkan kini tangan nya sudah merayap turun hendak menyentuh benda keramat yang sudah jadi milik Nuari itu,dengan sigap Yoga menahan tangan itu,dan segera beranjak bangun hingga membuat perempuan itu terjatuh
"akkhh...." rintih perempuan itu
Nafas Yoga terdengar naik turun dengan sangat cepat ,wajah nya pun sudah memerah.
Perempuan itu tak menyerah begitu saja,ia lantas beranjak bangun dan memeluk Yoga dari belakang.
"jangan sok jual mahal pak,aku tahu istri pak Yoga tengah hamil,pasti tidak enak rasanya main dengan wanita hamil ,jadi pakai aku sebagai pelampiasan n*fsu mu " lirih perempuan itu
Jemari nya kembali meraba-raba tubuh Yoga hingga sampai pada titik sensitif Yoga. Yoga pun melenguh pelan merasakan sentuhan perempuan itu. Merasa Yoga sudah dalam pengaruh nya,perempuan itu hendak mencium Yoga, Yoga pun tersadar dan langsung mendorong nya.
"maaf ,aku tidak mau melakukan nya dengan sembarang perempuan,lebih baik tuntas kan dengan istri ku daripada menerima tawaran mu,melakukan nya dengan yang halal jauh lebih nikmat ketimbang dengan wanita yang bukan halal,satu lagi ,kerja sama kita batal " ucap Yoga segera pergi meninggalkan perempuan itu yang nampak geram karena rencana nya gagal total
"s*al....kenapa susah sekali menaklukkan nya" geram nya melihat kepergian Yoga
"sayang....kok kamu bengong,kenapa ?" tanya Nuari membuat Yoga mengerjapkan mata ,lalu menoleh
"tidak apa-apa,maaf ya karena aku kamu jadi kelelahan " ucap Yoga sambil mengecup kening Nuari
"sebenarnya ada apa sih ,kenapa kamu seperti tadi ?" tanya Nuari yang nampak penasaran
"oh iya ,tadi kenapa aku mencium bau parfum di baju mu,kamu kan gak pakai parfum semenjak aku hamil,aku sampai mual loh tadi ?" tambah nya
Yoga tercekat ,ia bingung harus berkata apa
"hm...jadi tadi tuh saat aku di kantor kan gak ada kerjaan,aku buka-buka sosmed,eh malah nemu video panas,aku jadi baper dan inget kamu,jadi nya aku buru-buru pulang,tapi tadi di jalan aku gak sengaja lihat orang jatuh makanya aku berhenti sebentar buat nolongin, ternyata orang itu sedang jualan parfum,jadi mungkin parfum nya mengenai baju ku " alasan Yoga , dalam hati ia berucap lirih
"Ya... Allah....maafkan aku ya sayang ,aku sudah bohong,aku tak mau kamu sedih dan kefikiran ,ini terlalu sensitif buat mu " Yoga kembali mengingat kejadian yang menimpa Nuari beberapa bulan yang lalu yang mana kejadian itu membuat nya stres dan tak percaya diri
__ADS_1
...***...