
Matahari mulai merangkak naik ,jam pun kini sudah menunjukan pukul 12:00 ketika Nuari dan Raffa tiba di kantor.
Kedua nya segera di sambut hangat oleh para staf ,namun sebagian dari mereka hanya ingin mencari muka saja.
Sesampainya di depan ruangan suaminya,Nuari mengerutkan kening melihat tak ada meja sekretaris nya Yoga di sana.
"kok meja nya gak ada,apa pindah ruangan" gumam nya
"mah ayok " ajak Raffa
"eh iya sayang" lantas Nuari mengetuk pintu
Tok tok tok
"masuk "
"yuk sayang " ucap Nuari yang sedari tadi menggandeng lengan Raffa lalu membuka pintu
Ceklek'
Deg'
Di tempat lain Aranta dan kedua anak nya pun sedang berada di kantor Gibran,mereka tengah menikmati makan siang mereka di ruangan nya.
"kalian datang kok gak bilang-bilang sih ?" tanya Gibran
"kan nama nya juga kejutan sayang " jawab Aranta seraya menyiapkan makanan yang ia bawa di meja
Ketika mereka tengah menyantap makan siang nya ,tiba-tiba putri mereka Athalia yang kerap dipanggil Lia itu bertanya
"mah,ini kok bisa sih namanya sayur budeg ? memang nya yang makan bikin budeg ya, kalau gitu aku gak mau ah " cetus Lia
" bukan budeg nak,tapi gudeg " ucap Aranta
"oh bukan budeg ya" ucap Lia lagi seraya memperhatikan makanan di depan nya
"sayang besok mulai sekolah lagi kan?" tanya Gibran
"iya pah,kenapa memang nya ,papa mau sekolah juga ?" tanya nya
"enggak lah,nanti papa jadi murid paling tua dong ,kan malu " jawab Gibran
"ya gak apa-apa pah,biar makin pintar, nanti papa duduk nya bareng aku "
"hahaha sayang papa kan harus kerja , kalau papa ikut sekolah nanti gimana dengan perusahaan papa ?" ucap Aranta gemas
"ya kan ada kakek dan uncle gimana sih " Lia nampak mencebik
"mah,mama belum jawab pertanyaan ku loh" ucap Lia lagi
"pertanyaan apa ?" tanya Aranta
"ini kok nama nya budeg bukan sayur nangka?"
"gudeg nak ,kok budeg lagi " ucap Gibran tak habis fikir
"iya budeg ,kok nama nya budeg ?"
__ADS_1
Gibran nampak menghela nafas,sementara Aranta hanya bisa terkekeh karena kelakuan putri nya itu.
"hadeuuhh.... mulai deh " Atha menepuk kening nya
" mulai apa?" tanya Gibran
"mulai bikin orang gemes pah" sahut Atha
"hahaha....iya iya " Gibran tergelak mendengar ucapan putra nya itu ,ia jadi teringat ketika dirinya di bikin senewen oleh putrinya,bagaimana tidak ketika itu ia hendak mengajari putri nya berenang,berbagai gaya di jelaskan oleh nya, ketika ia menjelaskan gaya kupu-kupu,Lia malah beranjak dan membuat Gibran kebingungan, tak lama kemudian Lia datang dengan membawa satu toples kaca bening berisikan beberapa kupu-kupu ,tanpa bicara sepatah kata pun gadis kecil itu membuka tutup toples yang di lubangi itu lalu memasukan kupu-kupu itu ke dalam air kolam, tak lama setelah nya, Nuari datang setengah berlari menanyakan toples kupu-kupu milik nya,namun sayang semua kupu-kupu hasil persilangan nya malah mati mengenaskan ditangan keponakan nya
Tak hanya itu putri nya bahkan sering membuat nya geleng-geleng kepala,dengan tingkah-tingkah nya.
"ya sudah yuk lanjutin makanannya" ucap Gibran
**
Nuari memicingkan mata melihat asisten suami nya berada dalam satu ruangan bersama suami nya itu. Bahkan meja nya pun dibuat saling berhadapan.
"seperti nya ada yang aku tak tahu ,baru dua hari aku gak datang ke kantor ,sudah ada kemajuan rupanya " sindir Nuari menatap sinis sekretaris itu ,namun yang ditatap seolah menantang nya ,ia menyunggingkan sebelah bibir nya
Yoga terkesiap
"sayang,maaf aku belum bilang pada mu, rencana nya aku baru mau mengatakan nya padamu jika ..."
"jika kalian satu ruangan... kok ya bisa sih kalian satu ruangan,memang nya kalau di luar kenapa?" tanya Nuari
"sayang,dia kan baru bekerja jadi sekretaris ku ,jadi ada banyak hal yang harus dia pelajari ,jadi biar lebih memudahkan ketika Erika bertanya sesuatu yang tak ia mengerti" ucap Yoga mencoba memberi penjelasan
Erika merupakan sekretaris baru Yoga yang baru bekerja dua Minggu yang lalu,menggantikan sekretaris nya yang lama.
"apa salah nya memberikan nya kesempatan sayang ,tanpa kesempatan itu orang tak akan punya pengalaman apa-apa" tutur Yoga
"iya kamu benar " lirih Nuari ,namun kemudian ia bertanya
"sejak kapan kamu seperti ini ? aku hampir tak mengenali mu ,kau berubah cukup drastis semenjak kepulangan mu dari luar kota "
"aku masih sama seperti dulu sayang,sudah lah jangan bicara terus dan nuduh macam-macam ,aku masih banyak kerjaan " cetus Yoga tak sadar jika perkataan nya itu sudah menyinggung perasaan Nuari ,dan Erika justru tertawa dalam hati nya
"sayang kita keluar yuk ,papa sedang sibuk ,jangan di ganggu" cetus Nuari langsung menggandeng lengan putera nya dan pergi
Sementara Yoga hanya menatap nanar punggung Nuari yang semakin menjauh
"katanya mau makan bareng papa " tanya Raffa ketika mereka sudah berada di dalam lift
"gak jadi, mending kita cari makan di luar saja berdua ya "ucap Nuari menahan sesak di d*da nya
"yaaah....padahal ada yang mau aku bilang ke papa " lirih Raffa
"bilang apa ? nanti saja di rumah kalau papa sudah pulang ya " ucap Nuari yang diangguki Raffa
Tak membutuhkan waktu lama ,kini Nuari dan Raffa sudah berada di sebuah restoran , Nuari segera memesankan makanan kesukaan Raffa yaitu Ayam goreng madu , ia pun memesan makanan yang sama.
Setelah beberapa saat menunggu makanan pun siap.
"ayo...baca doa dulu sebelum makan "
"iya mah" Raffa pun mengangkat kedua tangan nya lalu membaca doa sebelum makan
__ADS_1
"amiiin...."
Raffa kemudian memakan makanan nya dengan sangat lahap.
"sekretaris itu harus diberi pelajaran,memang nya aku gak tahu apa yang sudah dia lakukan " geram Nuari membatin
Ia tak mungkin berlaku kasar di depan putera nya. Ia tahu jika seorang anak kecil adalah peniru yang ulung,ia tak ingin jika apa yang ia lakukan akan ditiru putera nya di kemudian hari.
Setelah selesai , Nuari pun segera mengajak putera nya untuk pulang,namun saat ia beranjak Raffa tiba-tiba tersenyum sambil melambai kan tangan nya, Nuari tak melihat nya sebab ia sedang menunduk meraih kunci mobil nya yang tak sengaja terjatuh.
"yuk sayang kita pulang "ajak nya
"iya mah "
Di tempat lain
"Ara dan anak-anak mana sayang ,kok rumah sepi banget?" tanya Rifki ketika ia baru memasuki rumah,ia pulang untuk makan siang
"loh kalian gak ketemu? Ara baru saja pergi ke kantor bersama anak-anak " ucap Nuri
"aku dari tempat klien langsung meluncur ke sini jadi gak ketemu " jawab Rifki
"oh gitu ,ya sudah kita makan siang bertiga saja ya mas ,mama udah nunggu di ruang makan " ucap Nuri diangguki Rifki
Seperti biasa Nuri akan mengambil kan nasi untuk suami nya itu.
"makasih sayang "
"kembali kasih " sahut Nuri lalu mengambilkan pula nasi untuk mama mertua nya
"makasih ya ,padahal mama bisa ambil sendiri "ucap Dewi
"iya mah,gak apa-apa kok aku senang melakukan nya ,jadi mama terima saja"sahut Nuri yang sama sekali tidak keberatan
Mereka pun makan dengan dengan di selingi obrolan hangat.
"jadi ingat saat awal-awal kalian menikah ya,kita makan bertiga seperti ini tanpa adanya anak-anak" celetuk Dewi
"iya mah ,rasanya tuh sepi,tapi ketika ada anak-anak dan sekarang nambah cucu jadi tambah rame ,coba kalau Ari dan Yoga juga tinggal di sini ,pasti lebih rame lagi " ucap Rifki
"tak terasa ya sekarang kalian sudah punya cucu ,tiga lagi ,mama jadi merasa makin tua " ujar Dewi setelah menelan makanan nya
"memang sudah tua kok , gak sadar diri " celetuk Wowo yang langsung mendapat tatapan tajam dari Nuri dan Rifki
"hehehe ....maaf , keceplosan " genderuwo itu langsung pergi karena tak ingin mendapat amukan dari pasutri itu
Namun tiba-tiba Rifki menangkap sesuatu gelagat aneh dari istri nya ,ia pun bertanya
"sayang ,aku perhatiin seperti nya kamu sedang memikirkan sesuatu ? apa ada masalah ?" tanya nya
"entahlah mas ,aku merasa ada sesuatu yang tengah terjadi ,tapi aku pun tak tahu apa itu ,firasat ku mengatakan jika salah satu anak kita sedang dalam masalah"
Rifki terdiam
"jika mengenai anak-anak tak mungkin Gibran dan Aranta ,pasti terjadi sesuatu dengan Ari dan Yoga ,aku harus cari tahu " gumam Rifki membatin
bersambung...
__ADS_1