Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Selalu belatung nangka


__ADS_3

Sesampainya di apartemen,Evan pun menekan tombol bel, meskipun itu apartemen milik nya tapi ia masih bersikap sopan sebab di dalam nya ada orang tua nya yang tinggal.


Ting tong


Tak lama pintu pun terbuka


"assalamualaikum Bu " ucap Evan


"waalaikum salam...looh Evan....Rina sini masuk,kamu kemana saja sih kenapa di hubungi susah banget" ibu Evan segera merangkul Rina dan membawa nya masuk tanpa menghiraukan Ayu , sementara Ayu hanya terdiam di tempat nya.


"sayang ,kamu gak apa-apa kan ?" tanya Evan yang melihat raut sedih nya Ayu


"enggak ,aku gak apa-apa ,yuk masuk " sahut Ayu kembali tersenyum


"maafin sikap ibu ya ,aku yakin suatu saat nanti ibu pasti akan berubah baik pada mu " ucap Evan yang merasa tak enak pada istri nya


"iya " sahut Ayu pelan


Evan pun segera meraih jemari Ayu dan menggenggam nya,kemudian kedua nya masuk.


"loh pengantin baru kenapa malah ke mari , seharusnya kalian menghabiskan waktu berdua " ucap ayah Evan


"ayah sih gak ngasih tahu sebelum nya kalau aku akan langsung nikah,jadi nya aku gak ada baju ganti " ucap Evan


"jadi kamu mau ambil baju-baju mu?" tanya ayah Evan


"iya yah "sahut Evan


Saat ini Evan memakai pakaian milik dokter Satria sewaktu muda.


"hehehehe....nama nya juga kan kejutan " ucap ayah Evan


Sementara di ruang Tv nampak ibu Evan dan Rina tengah berbicara hal yang serius


"hah...jadi...Evan dan si pembokat itu sudah nikah? kok bisa ,ibu kok gak ngasih tahu aku sih,katanya aku yang akan menikah dengan Evan ,kenapa jadi si Ayu " ucap Rina nampak protes


"ini semua di luar kendali ku,tadi nya cuma mau lamaran saja ,eh tahunya malah langsung ijab kabul,kamu nya juga sih susah banget di hubungi " ucap ibu Evan yang tak ingin di salah kan


"padahal kalau kamu bisa di hubungi ,ibu mau kamu datang dan menggagalkan lamaran nya " tambah nya lagi


Rina terdiam,ia sadar jika selama ini ponsel nya tak pernah ia aktif kan selama dia melayani tamu nya,ia begitu karena tak ingin pekerjaan nya terganggu.


"iya ,itu karena aku sedang kerja bu" lirih nya


"terus bagaimana sekarang?" tanya Rina kemudian


"kamu tenang saja,ibu akan lakukan apa pun agar mereka bertengkar dan akhirnya berpisah,tapi kamu juga harus ada usaha dong jangan sibuk terus bekerja " ucap ibu Evan sedikit berbisik


"ya mau gimana lagi bu,kerjaan ku lumayan banyak, tapi baiklah untuk mendapatkan Evan aku akan berusaha membagi waktu ku "ucap Rina membuat ibu Evan tersenyum


Pada saat itu juga Evan dan Ayu melintas hendak menuju kamar.


"Evan....kamu bukan nya nyapa Rina malah cuek saja dari tadi " ucap ibu Evan ,Evan pun menghentikan langkah nya


"tadi sudah kok di depan ,ya sudah kita berdua ke kamar dulu " ucap Evan sama sekali tak ingin menggubris ucapan ibu nya


"huh....tuh kan kamu lihat sendiri ,Evan biasanya tak pernah bersikap seperti itu ,tapi baru saja dia nikah dengan perempuan itu,sikap nya sudah tak sopan begitu " ucap ibu Evan


"ibu tenang saja,aku yakin pernikahan mereka tak akan bertahan lama" ucap Rina dengan sangat percaya diri


Sementara itu di dalam kamar,Evan tengah memilih baju-baju yang hendak di bawa nya ,ia tak akan membawa semua nya,Ayu pun membantu memasukan ke dalam koper,namun gerakan tangan nya terhenti ketika ia melihat beberapa ****** ***** milik Evan di tumpukan baju,wajah nya merona karena tiba-tiba ia teringat dengan apa yang mereka lakukan tadi malam.


Evan menoleh ,ia mengerut kan kening melihat Ayu yang diam saja dengan wajah yang memerah.


"kenapa ,kamu sakit?" tanya Evan menyentuh kening Ayu


Ayu terkesiap ,ia tiba-tiba gelagapan


"eh...hm..ti..tidak...aku tidak s..sakit "

__ADS_1


"kalau tak sakit terus kamu kenapa,kenapa wajah kamu merah seperti itu ?" tanya Evan lagi


"enggak kok aku gak apa-apa,beneran deh" sahut Ayu lagi


Namun tiba-tiba saja mata nya tertuju pada tumpuk beberapa ****** ***** nya,Evan tersenyum simpul ,ia jadi mengerti apa yang terjadi pada istri mungil nya itu.


"jangan cuman di lihat,ayo masuk kan ke koper,atau...kamu mau lihat isi nya ?" goda Evan seraya menaik turun kan alis nya


"isi nya ?" tanya Ayu menatap Evan ,dari tatapan nya terlihat sekali raut bingung dari nya


"iya isi nya ,nih " Evan dengan sengaja melepaskan celana nya membuat Ayu berlonjak dari tempat nya


"Evan apa-apa an sih ,pake lagi gak celana nya,aku....malu "lirih nya sambil menundukkan kepalanya


"hehehehe....kenapa mesti malu ,bukan nya semalam kamu sudah lihat sendiri ,bahkan kamu juga memegang nya " Evan terkekeh sambil kembali menarik celana nya ,rupanya ia hanya ingin menggoda Ayu saja


"aahh....sudah jangan bahas itu ,aku malu tahu " ucap Ayu lagi


"hehehe....kamu tuh bikin aku gemas saja " ucap Evan seraya mencubit pelan kedua pipi Ayu


Di tempat lain


Tanpa merasa bosan Nuari terus menunggu Yoga selesai rapat,ia pun menyalakan televisi dan duduk selonjoran di sofa.


Ketika Nuari tengah asyik nonton acara talk show di salah satu stasiun televisi,pintu tiba-tiba terbuka. Nuari yang tengah asyik itu pun tak menyadari nya. Hingga sebuah suara feminim mengganggu keasyikan nya.


"pak Yoga ...bapak tidak bisa membatalkan kerja sama kita begitu saja,bapak bisa kena pinalti kalau main batalkan kerja sama kita "


Nuari menoleh


"maaf anda salah orang,saya istri nya ,jika anda ada perlu pada suami saya anda bisa menunggu, sebentar lagi pasti selesai rapat nya " ucap Nuari sopan


"oh...jadi ini istri nya yang tengah hamil itu "batin nya seraya memindai penampilan Nuari dari atas hingga bawah , lalu tatapan nya tertuju pada perut Nuari yang sedikit buncit


"huh....hanya menang di cantik saja tapi penampilan nol,pasti dari kalangan biasa " batin nya lagi ,ia menilai begitu karena memang penampilan Nuari sangat biasa dan sederhana,hanya mengenakan dress selutut dengan cardigan lengan panjang serta sandal karet biasa


"oh...iya baiklah saya akan menunggu " ucap perempuan itu seraya duduk di kursi di depan meja kerja


"ah tidak usah repot-repot segala,gak apa-apa saya tak haus kok ,oh iya perkenalkan nama saya Devi "ucap perempuan bernama Devi itu mengulurkan tangan nya


"Nuari "ucap Nuari membalas uluran tangan nya


"hanya karena perempuan biasa seperti ini dia dengan sombong nya menolak ku " batin Devi mencemooh Nuari namun ia terus berusaha terlihat ramah di depan Nuari


"kalau gitu saya tinggal ke toilet sebentar gak apa-apa kan" ucap Nuari


"iya silahkan,gak apa-apa kok "ucap Devi ,Devi beralih ke sofa dan duduk di sana


Beberapa saat kemudian Yoga pun datang


"sayang....." ucap Yoga segera menghampiri Devi yang ia kira adalah Nuari


Namun begitu Devi menengok ,Yoga begitu terkejut


"kamu...kenapa bisa ada di sini,mana istri ku ?" tanya Yoga


"kenapa .... kaget ya ?" tanya Devi tersenyum


"silahkan keluar jika tidak ada hal yang penting "ucap Yoga mengusir nya terang-terangan


"ada kok,aku datang ke sini untuk membicarakan masalah kerja sama kita " ucap Devi beranjak dan perlahan menghampiri Yoga


Yoga yang tak ingin hal kemarin terulang kembali pun menghindari nya dan berjalan ke arah pintu.


"sudah tak ada lagi yang perlu di bahas ,kerja sama kita memang sudah batal " ucap Yoga


"tidak semudah itu pak Yoga,aku benar-benar bertanggung jawab atas kerja sama ini,saya mohon pertimbangkan kembali keputusan pak Yoga " ucap Devi


"setelah apa yang kamu lakukan pada ku kemarin,kamu fikir bisa di maaf kan ?" tanya Yoga

__ADS_1


"iya aku minta maaf, aku seperti itu karena aku menyukai pak Yoga , tapi kenapa bapak tak tertarik pada ku ,dan malah mempertahankan istri pak Yoga,padahal aku yakin aku lebih dari dari segalanya dari istri pak Yoga itu"cetus nya,Yoga pun semakin geram di buat nya


"kamu ingin aku mempertimbangkan keputusan ku ?" tanya Yoga,Devi nampak mengangguk


"kalau begitu sampaikan pada atasan mu,jika masih mengirim mu untuk kerja sama ini,maka sampai kapan pun aku tak akan mau kerja sama ini terjalin "ucapan Yoga kali ini benar-benar tegas ,ia tak mau berlama-lama bicara dengan perempuan itu , Yoga pun membuka pintu lebar-lebar seraya berucap


"silahkan ,anda tahu kan jalan keluar nya "


Dengan kesal Devi pun menghentak kan kaki dan hendak pergi ,namun langkah nya terhenti ketika ada seseorang di ambang pintu tengah bersedekap d*da.


Devi tersenyum tipis


"pak Rifki " sapa Devi membungkuk


"ada apa ini?" tanya Rifki


"pak ,tolong jangan batalkan kerja sama nya,aku tak ingin kehilangan pekerjaan hanya karena kerja sama nya batal" ucap Devi memohon pada Rifki


"memang nya kenapa harus dibatalkan kerja sama nya ?" tanya Rifki yang sebenarnya ia sudah mendengar ucapan Yoga dan Devi,hanya saja ia ingin tahu penyebab nya


"hm...i..itu...itu karena saya sudah terang-terangan mengatakan suka pada pak Yoga "tutur Devi menunduk ,ia bahkan terlihat gugup dengan meremas jemari nya


Yoga menatap jengah pada Devi


"hanya itu ?" satu alis Rifki terangkat


Ragu, Devi mengangguk


"apa hanya itu ,menantu ku ?" tanya Rifki melirik pada Yoga


"HAH....menantu?" Devi terkesiap mendengar nya,ia lalu mendongak melihat pada Yoga


"tak hanya itu pah, perempuan ini kemarin hampir saja membuat ku jadi pria brengsek" sahut Yoga


"maksud nya ?"


"dia memasukan sesuatu pada minuman ku dan mencoba merayu ku " ucap Yoga


Deg'


Devi sungguh tak bisa berkata-kata setelah Yoga memberi tahu kan yang sebenarnya.


Nuari yang sedari tadi diam ,ia perlahan menghampiri suami dan papa nya


"papa....kapan papa datang ?" tanya Nuari berhambur ke pelukan Rifki


"baru saja ,acara di sana sangat membosankan kan,makanya papa dan kakak mu langsung pulang meski acara belum selesai " jawab nya


Tatapan Nuari beralih pada Devi


"jadi kamu yang membuat tingkah suami ku aneh kemarin,lalu untuk apa kamu masih berada di sini"ucap Nuari sinis


"pergi lah ,kali ini kamu aku maaf kan ,tapi jika kamu ulangi lagi untuk mencoba mengganggu suami ku,jangan harap aku akan memaafkan mu " ucap Nuari menatap tajam Devi


Devi pun pergi dengan perasaan malu juga kesal


"bagus deh belatung nangka sudah terhempas ,tapi aku harus bersiap menyingkir kan belatung-belatung nangka lain yang akan datang,hah...nasib punya suami tampan pasti ada saja belatung berdatangan " batin Nuari menatap punggung Devi yang semakin menjauh


"kalian sudah makan siang belum?" tanya Rifki


"belum pah,aku baru saja selesai rapat " jawab Yoga


"kalau gitu ayo kita makan siang bersama,papa traktir " ucap Rifki


Ketiga nya pun melangkah ke luar ,Nuari nampak bahagia ia menggandeng tangan Rifki sementara Yoga berjalan di belakang nya.


"astaga.....aku di cuekin ,dasar anak papa " kekeh Yoga dalam hati sambil menggeleng kan kepala nya


Para staf di sana nampak memperhatikan mereka terutama pada Nuari, mereka bertanya-tanya melihat Nuari yang malah menggandeng lengan pemilik perusahaan bukan Yoga yang merupakan suami nya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2