Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 97


__ADS_3

Hari sudah semakin sore,lomba motor trail pun sudah selesai dengan juara satu dimenangkan oleh Syakira. Syakira juga baru saja pulang bersama kakak nya. Kini Atha,Lia dan juga Raffa- Vania hendak pulang.


Saat sudah di jalan terlihat Atha nampak melamun sambil menyetir.


"Abang kenapa ?" Tanya Lia


"Gak kenapa-kenapa,emang aku kenapa?"Tanya Atha balik


"Lah itu,Abang daritadi kaya ngelamun gitu ,apa ada masalah ?" Tanya Lia lagi


"Tadi Abang ketemu cewek " Jawab Atha jujur


"Cewek ? Cantik gak ?"Tanya Lia antusias


Namun bukan nya menjawab Atha justru tersenyum.


"Dih,malah senyum-senyum,aneh " Cebik Lia


"Kamu tahu gak,apa yang tadi cewek itu lakuin ?" Tanya Atha


"Apa?"


"Dia bisa ngusir monyet-monyet yang menganggu dengan mudah,keren nya lagi dia kaya bisa komunikasi gitu sama monyet itu " Ucap Atha sambil sesekali melihat pada Lia


"Ngomong monyet nya kok sambil lihat aku ,Abang ngeledek ya " Lia memicingkan mata pada kakak nya


"Hahaha....kamu baperan deh,siapa juga yang ngeledekin,orang aku cuman cerita " Atha tergelak ,ia jadi teringat saat ia juga mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Lia


"Kenapa aku lupa nanya nomor ponsel nya ya" Lirih Atha dalam hati


"Oh iya ,Tante Nagin tadi kenapa pas aku sama Shakira,Tante Nagin terlihat kalem ,biasanya kan pecicilan " Tanya Atha melirik pada Nagin yang berada di kursi belakang


"Aku, pecicilan? Sejak kapan ? Perasaan aku gak pernah pecicilan " Sangkal Nagin tak merasa


"Itu loh,ekor nya yang pecicilan ,gak bisa diem ,tapi tadi aku lihat ekor Tante Nagin anteng aja ,lagi kram ya ?" Tanya Atha lagi


"Itu karena aku sangat menghormati nya "Jawab Nagin singkat


"Menghormati gimana maksudnya?" tanya Lia


"Untuk itu maaf ,aku tidak bisa mengatakan nya ,suatu saat kalian pasti akan tahu sendiri"Ucap Nagin


"Apa sih Tante Nagin ? Bikin penasaran aja deh " Ucap Atha


Di mobil lain , Raffa menoleh pada Vania yang sudah terlelap.


"Kamu pasti cape ,maaf ya udah bikin kamu kecapekan " lirih Raffa seraya mengusap kepala Vania pelan dengan sebelah tangan , sementara sebelah tangan nya yang lain memegang kemudi


Sementara itu El Vando dibuat gemas oleh adik semata wayang nya.


"Kamu itu loh jadi perempuan anggun dikit kek,jual mahal apa jaim gitu sama cowok,bukan nya main pepet aja "


"Kelamaan kak ,entar keburu orangnya digaet cewek lain. Cowok seperti itu langka kak, limited edition.Biasa nya kebanyakan cowok deketin aku cuman modus doang,dia beda "Sahut Syakira


"Yakin banget kamu kalau dia baik dan beda dari yang lain "ucap El Vando mencebik

__ADS_1


"Kakak lupa kalau kita punya kemampuan baca fikiran orang?" Tanya Syakira


"Ya ,kakak tidak lupa " Sahut El Vando


"Dia ganteng kan kak " Celetuk Syakira sambil membayangkan wajah Atha


El Vando hanya menggeleng kan kepala dengan tingkah adik nya itu,"Emang bener-bener kamu ya " lirih nya


"Apa yang aku lakukan itu salah satu contoh emansipasi wanita kak,kalau aku gak maju duluan bukan hal yang mungkin kita bisa kenal dan dekat ,apalagi dia yang tak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali adik nya " Tutur Syakira


"Iya....iya terserah kamu saja ,asal kamu tidak melanggar apapun yang sudah ditentukan mama dan papa " Ucap El Vando


"Kakak tenang saja ,aku tahu batasan kok " Ucap Syakira tersenyum


Dari awal melihat Atha , Syakira sudah merasa tertarik pada nya. Gadis itu pun mencoba membaca fikiran Atha ,hingga akhirnya ia tahu jika Atha pria baik-baik,ia langsung gerak cepat untuk bisa dekat dengan pria itu ,termasuk dengan mengikuti lomba motor trail.


Beberapa Minggu berlalu,kini tiba saat nya ujian. Semua murid sudah bersiap mengerjakan lembar soal-soal yang sedang dibagikan guru.


"Pak Riki mana sih ,sudah beberapa Minggu gak datang ,katanya cuman satu Minggu. Apa dia bohong, jangan-jangan dia cuman mau PHP in aku " Batin Lia kesal


"Sudah semua kan?" Tanya guru ,Lia terkesiap


"SUDAH BU ......"jawab semua murid kompak


"Kalau gitu cepat kerja kan,ibu kasih waktu enam puluh menit untuk kalian mengisi jawaban nya,jika waktu nya sudah habis maka mau tidak mau , selesai atau belum maka harus tetap di kumpulkan. Mengerti !" Ucap guru itu penuh penekanan


"MENGERTI BU.... "


"Ok sekarang kerjakan ,jangan ada yang mencontek jangan ada yang berisik ! FAHAM ! "


Seketika keadaan menjadi hening karena semua murid sedang berkonsentrasi menjawab soal demi soal dari lembar pertanyaan.


Jika di sekolah sedang diadakan ujian ,lain hal nya dengan yang dilakukan Riki saat ini. Pria itu sudah kembali ke perusahaan. Ternyata selama ini Ferro sudah dibohongi oleh Rico,orang kepercayaan Riki di perusahaan. Rico juga lah yang saat itu menghampiri Riki di rumah sakit.


Berkat kecerdasan nya , perusahaan itu tidak benar-benar jatuh ke tangan Ferro. Rico sudah memanipulasi berkas-berkas perusahaan sehingga terlihat seperti asli ketika Ferro menandatangani berkas tersebut atas nama dirinya.


Mengetahui hal itu tentu saja Ferro murka ,ia menghancurkan segala apapun yang ada di dekat nya. Ia merasa tak terima dan ingin membalas dendam pada Riki. Ia yakin Riki memang sengaja melakukan hal itu. Apalagi ia juga sudah mengetahui tentang siapa pemilik saham terbesar sebenarnya.


"Brengsek ! Berani-beraninya dia menipu ku. Pantas saja dia tidak banyak protes saat aku minta tandatangan nya ,rupanya dia sudah merencanakan semua nya " Geram Ferro sambil mencengkram kuat gelas kaca hingga gelas tersebut menjadi retak


Kreekk'


Prannggh'


Gelas tak bersalah itu pun hancur lebur setelah dilempar oleh Ferro.


"Lihat saja ,kali ini aku tidak akan main-main,aku akan membuat mu menyesal karena sudah mempermainkan ku " Ucap nya dengan tersenyum menyeringai ,ia sudah memiliki sebuah ide untuk membalas Riki


Di perusahaan


"Aku tidak pernah menyangka jika kamu akan melakukan hal semacam itu " Ucap Riki pada Rico. Saat ini mereka sedang berada di ruangan Riki mereka duduk di sofa


"Itu sudah seharusnya saya lakukan pak,mengingat jasa almarhum pak Renaldy pada keluarga saya begitu besar. Jika bukan karena beliau tentu saya serta keluarga tidak akan berada di titik ini,sudah sepantasnya saya ikut mempertahankan apa yang sudah menjadi hak pak Riki " Ucap Rico tulus


Dulu saat Rico masih kecil ,ia dan keluarga nya merupakan keluarga tak mampu. Karena sebua fitnah membuat keluarga nya harus diusir dari kampung nya ,bahkan sampai mereka sampai di kota pun tak ada orang yang mau menyewakan tempat tinggal dengan alasan penuh. Padahal bukan itu alasan kenapa mereka ditolak. Namun karena melihat penampilan mereka yang mirip gelandangan.Orang-orang fikir mereka tak punya uang untuk membayar. Rico sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.Mereka hidup terlunta-lunta di jalanan ,hingga uang yang tadinya untuk mereka pakai menyewa tempat tinggal perlahan habis dipakai biaya sehari-hari.

__ADS_1


Singkat nya ,keluarga Rico pernah menolong Renaldy ,ayah dari Riki. Renaldy merasa berhutang nyawa pada keluarga Rico hingga Renaldy pun berusaha menyekolahkan Rico dan kedua adik nya. Tak hanya itu Renaldy pun memberikan tempat tinggal dan memberi kan pekerjaan yang layak pada ayah nya Rico. Meski saat itu keadaan ekonomi Renaldy masih pasang surut tapi pria itu tak pernah menyerah. Bersama ayah nya Rico akhirnya ia bisa mengembangkan perusahaan nya jadi sebesar saat ini. Namun kini ayah nya Rico sudah jarang pergi ke perusahaan,ada Rico yang dengan tulus menggantikan posisi ayah nya.


"Sekali lagi terima kasih,tapi ... bagaimana kamu melakukan hal itu tanpa disadari Ferro?"Tanya Riki penasaran


"Ferro itu contoh manusia paling bodoh ,dan serakah. Karena keserakahan nya itu lah ia jadi bodoh. Tanpa memeriksa keaslian berkas terlebih dahulu dia langsung saja percaya. Memang kalau orang sudah dibutakan masalah duniawi,sering lupa bagaimana rasanya bersyukur,hingga menjadikan nya orang yang kufur " Tutur Rico


"Iya kamu benar sekali. Ok sekarang apa sudah tidak ada lagi yang harus saya lakukan kan ?" Tanya Riki seraya melihat arloji di pergelangan tangan kiri nya


"Tidak,pak. Agenda hari ini hanya meeting bersama para staf saja " Jawab Rico seraya membuka buku catatan nya


"Ya sudah kalau begitu ,aku percayakan perusahaan pada mu ,aku pergi dulu "Ucap Riki beranjak


"Anda mau kemana pak?" Tanya Rico penasaran


"Ke sekolah .Sudah lama aku tak pergi ke sana " Sahut Riki


"Jika ada sesuatu segera hubungi saya " lanjut nya


"Baik pak " Rico mengangguk ,lalu Riki pun pergi meninggalkan ruangan nya


"Dia pasti sudah selesai ujian nya " Batin nya


Beberapa Minggu tak jumpa membuat nya merindukan sosok gadis cantik yang membuat jantung nya berdebar-debar kala melihat nya.


Riki pun melajukan mobil nya menuju sekolah tempat ia mengajar. Beberapa saat kemudian ia pun sampai. Setelah memarkirkan mobil nya di parkiran khusus guru ,ia pun segera keluar dan berjalan di koridor untuk menuju ke ruangan nya yang sudah cukup lama tak dikunjungi nya.


Akan tetapi saat ia sampai di depan kelas nya Lia ,ia menghentikan langkah nya. Matanya tertuju pada salah satu jendela yang mana di sana terlihat Lia yang sedang fokus mengerjakan soal ujian.


"Kalau sedang serius begitu jadi tambah cantik deh,gak sabar aku nunggu jawaban nya. Semoga aja dia menerima lamaran aku" gumam nya dalam hati


Setelah beberapa saat ia berada di posisi itu , akhirnya Riki pun memutuskan untuk kembali berjalan.


Hingga beberapa menit kemudian waktu yang ditentukan pun berakhir.Mau tidak mau para murid yang belum selesai mengerjakan nya pun harus pasrah ketika guru mengambil lembar jawaban nya.


"Yah, tinggal satu lagi padahal " Keluh murid lain


"Kamu tinggal satu,lah aku ada lima yang belum " timpal teman nya


"Udah deh ,aku mah pasrah aja ,pasti nilai nya jelek. Yang penting aku bisa lulus saja udah untung " lirih yang lain


"Justru keputusan lulus atau enggak nya itu kan tergantung dari nilai nya Oneng,kalau nilai nya jelek-jelek auto ngulang lagi alias tinggal di kelas " Mereka saling menimpali


"Alhamdulillah,untung selesai tepat waktu " Gumam Lia merasa lega ,ia yakin jika semua jawaban nya sudah benar


Mereka pun beristirahat sebentar sebelum kembali melakukan ujian mata pelajaran lain setengah jam lagi.


"Kantin yuk ,isi bahan bakar biar tidak oleng saat menghadapi soal yang susah !" Ajak Raffa


"Bahan bakar ,kamu kata kita kendaraan apa " Cebik Lia


"Hihihihi "Raffa cengengesan


Saat itu tak sengaja Lia melihat seorang pria yang berdiri bersandar pada kusen pintu ruangan nya sambil memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana. Pandangan mereka seketika bertemu.


Deg'

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2