Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Badai asmara


__ADS_3

Setelah kembali nya dari minimarket,Evan langsung menuju kamar nya sementara Ayu menyimpan barang-barang belanjaan nya di dapur.


Di kamar mandi nya,Evan berdiri menatap cermin dengan air keran yang masih menetes kan air nya setelah ia gunakan untuk mencuci wajah nya.


"masa iya Ayu usia nya sudah dua puluh dua tahun,...tapi kok kaya bocah ya, wajah nya baby face banget,apa karena dia yang tak pernah dandan,di tambah lagi postur tubuh nya yang mungil ,jadi terlihat kaya bocah " gumam nya


Setelah beberapa saat ia berdiam diri,Evan pun keluar dari kamar mandi lalu menuju tempat tidur nya.


Seperti kebiasaan nya Evan selalu membuka baju juga celana nya sebelum tidur,ia selalu merasa tak nyenyak jika tidur mengenakan pakaian lengkap, bertelanjang dada dengan hanya mengenakan ****** ***** adalah solusi nya,dan itu sudah berlalu sejak lama dan sudah menjadi kebiasaan nya sedari ia kecil.


Sebenarnya waktu berada di NTT waktu itu pun setiap malam ia tak pernah tidur nyenyak karena tak bisa setengah b*gil saat tidur,makanya ia selalu tahu jika Nuari suka diam-diam menghampiri Yoga ketika malam hari hanya untuk memandangi pria itu.


Tak membutuhkan waktu lama setelah ia menyisakan ****** ***** nya,Evan langsung tertidur.


Sementara di tempat lain


Nuari dan Yoga tengah menonton televisi di ruang tv sambil berbaring di kasur yang bisa di lipat menjadi sofa.


Dengan menjadikan lengan Yoga sebagai bantal, Nuari nampak menikmati acara televisi yang tengah menayangkan sebuah acara musik,bahkan sesekali terdengar nyanyian kecil dari bibir tipis itu.


Yoga hanya tersenyum mendengar nya,hingga sampai beberapa saat tak lagi terdengar suara yang keluar dari mulut istri nya, Yoga pun menoleh ,rupanya Nuari sudah tertidur.


Yoga membiarkan saja ,menunggu Nuari tidur dengan sangat pulas,agar pada saat ia memindahkan nya ke tempat tidur, Nuari tak sampai terbangun.


"Ya ampun....kamu cantik banget sayang,bahkan saat tengah tidur pun kamu masih terlihat cantik, terima kasih Ya Allah karena Engkau telah menciptakan makhluk mu dengan sangat cantik seperti ini " lirih Yoga dalam hati nya


Setelah beberapa menit ,ia merasakan pegal,bahkan sampai kesemutan lengan nya yang dibuat bantal oleh Nuari.


"seperti nya sudah nyenyak " gumam nya ,lalu perlahan mengangkat kepala Nuari dan menarik lengan nya


Setelah meregangkan otot-otot lengan bahkan kesemutan nya sudah mereda, Yoga lalu mematikan televisi, lalu perlahan dan sangat hati-hati ia mulai menyusup kan lengan kiri ke bagian pundak sementara lengan kanan ia susupkan ke bagian belakang kaki Nuari.


Bak mengangkat seonggok kapas , Yoga sama sekali tak terlihat keberatan ketika mengangkat dan menggendong Nuari menaiki tangga lalu menuju kamar mereka.


Perlahan tapi pasti , Yoga pun membaringkan Nuari di tempat tidur ,di susul ia yang juga berbaring di samping Nuari.


Di tempat lain di waktu bersamaan


Nampak seorang gadis dengan mengenakan pakaian seksi tengah kebingungan ditengah hinggar bingar nya keramaian orang-orang dengan kilatan lampu warna-warni yang ber kelap-kelip di tengah suasana gelap,juga suara music disko yang dimainkan oleh seorang Disc Jockey atau DJ membuat orang-orang itu nampak menggerak-gerakkan tubuh mereka mengikuti alunan music.


"s*al banget sih aku kenapa Meli malah bawa aku kerja di tempat seperti ini,mana bau alkohol semua orang-orang ini ,terus kemana dia " gerutuan nya yang tak terdengar karena suara music yang memekakkan telinga


Saat tengah dilanda kebingungan seseorang datang menyapa dan menggoda nya.


"hai cantik... orang baru itu ya,aku baru lihat kamu di sini ?" tanya nya


"i..iya ,saya baru bekerja di sini" jawab gadis itu


"siapa nama mu cantik?"


"Rina " sahut nya


"hm...nama yang cantik,secantik orang nya " ucap pria itu seraya memandangi Rina dari atas hingga bawah dengan tatapan mesum nya


Rina tersenyum senang ,sebab mendapat pujian dari pria itu ,Rina merupakan gadis yang selalu haus akan pujian,apalagi yang memuji nya seorang pria berwajah bule.


"maaf ,apa saya boleh tanya sesuatu?" tanya Rina


"boleh ,tanya kan saja apa yang ingin kamu tanyakan " ucap pria bule itu


"di sini biasa nya pekerjaan apa yang harus dikerjakan ?" tanya Rina polos

__ADS_1


"mudah saja sih " sahut pria itu


"apa?"tanya Rina lagi


"ayo,ikutlah dengan ku, akan aku tunjukan pekerjaan apa yang harus kamu kerjakan di sini" ajak pria itu menarik lengan Rina


Rina menurut saja,ia tak menaruh curiga atau prasangka buruk pada pria itu,hingga akhirnya ia melihat teman nya yang mengajak nya bekerja di tempat itu.


Rina membelalakan mata nya ketika melihat teman nya itu tengah berciuman mesra dengan seorang laki-laki ,juga seorang laki-laki lain yang nampak menggerayangi tubuh teman nya itu. Mereka melakukannya di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang menghentak-hentakan tubuh nya mengikuti music.


"astaga...apa yang Meli lakukan,katanya dia mau bekerja ,kenapa malah berlaku seperti itu ?" tanya nya dalam hati


"kenapa?" tanya pria itu ketika melihat Rina terdiam ,kemudian ia mengikuti arah pandang nya


"oh itu.... seperti itulah pekerjaan di sini " ucap pria itu menyunggingkan senyum


"hah... maksud nya?" tanya Rina nampak bingung namun ia sudah bisa menebak apa yang akan pria itu katakan


"ya ... seperti itu,kamu harus melayani setiap pelanggan yang datang,mau satu ,dua ,atau tiga ,bahkan lebih kamu harus siap akan hal itu " ucap nya lagi


"a...apa...tapi ...aku..."


"ayo kita keruangan ku saja, aku tahu kamu masih belum terbiasa dengan situasi seperti ini,di ruangan ku kamu bisa sedikit rileks tanpa harus mendengar suara berisik musik" ucap pria itu kembali menarik lengan Rina


Lagi-lagi Rina hanya patuh,ia membenarkan ucapan pria itu ,ia memang sedikit pusing dengan suara bising juga lampu yang kelap-kelip.


Hingga sampailah ia di sebuah ruangan berukuran luas, terdapat sebuah ranjang ukuran besar,dengan bedcover berwarna putih , televisi tipis yang menempel di dinding,kulkas dua pintu,sofa panjang tunggal ,dan ada satu sofa yang baru ia lihat ,sofa yang melengkung berada di depan tempat tidur.


Di sana juga terdapat meja dan kursi,nampak nya itu merupakan meja kerja.


"ayo duduk lah, mau minum apa?" tanya nya


Pria itu berjalan ke arah kulkas dan mengambil satu botol minuman beralkohol,dan menuangkan pada dua gelas berkaki.


"ayo diminum "ucap nya


Tanpa bertanya lebih dulu,Rina langsung meminum nya,terasa pahit juga manis di waktu bersamaan dan rasa terbakar di tenggorokan nya,hingga ia memejamkan mata setelah menelan minuman itu.


"akkkhhh...ini minuman apa ,kenapa rasa nya begini?" tanya nya


"tapi seger kan?"


"i...iya sih " sahut Rina


"oya, perkenalkan namaku Steven ,aku pemilik tempat ini " ucap nya


"oh... Steve...Steven..." ucap Rina terbata sebab tiba-tiba saja ia merasakan aneh pada tubuh nya,apalagi pas di bagian sensitif nya yang terasa berkedut


"auuhh....ada apa dengan ku,kenapa rasanya aneh sekali,panas ...gerah...dan ...." lirih nya membatin,ia tak sadar jika tangan kanan nya telah menelusup ke area sensitif nya


Steven nampak tersenyum menyeringai melihat reaksi Rina. Pria blasteran itu pun segera mendekati Rina yang nampak menggeliat di tempat duduk nya.


"aku akan membuat kamu menjadi liar agar semua tamu-tamu ku merasa puas " bisik nya di telinga Rina


Rina yang tengah berada dalam pengaruh obat pun ,tak dapat menolak ataupun marah,ia justru diam dan menikmati setiap sentuhan demi sentuhan dari pria yang baru dikenal nya.


Saat itu juga muncul satu orang pria sebaya dengan Steven dengan membawa sebuah kamera.


"ambil video nya dari berbagai sisi,tapi usahakan wajahku tidak terlihat " ucap nya memerintah


"tentu saja,tapi setelah kau selesai apa aku boleh mencicipi nya ?" tanya nya

__ADS_1


"memang nya pernah aku melarang mu menggunakan wanita bekas ku ?" tanya nya


"ok , cepetan, aku sudah tak sabar pengen juga " seru teman nya


"sabar ,aku akan berikan dia suntik KB dulu" sahut Steven yang langsung menyuntikkan obat itu pada bagian belakang Rina


"uuuucchhhh "Rina hanya melenguh dan nampak pasrah


Setelah itu,Steven langsung menggarap Rina,hingga Rina menjerit dan merintih penuh kenikmatan antara sadar dan tak sadar. Dan setiap adegan berhasil di abadikan dengan kamera.


Dan sesuai janji nya ,setelah Steven selesai ,teman nya kini yang bekerja.


"wah...dia masih virgin , beruntung juga kamu dapetin yang beginian,biasa nya suka zonk "teman Steven


***


Keesokan harinya


Rina terbangun ia menoleh melihat Steven yang juga tidur di samping nya,ada juga pria lain di sisi kiri nya , betapa terkejut nya ia ketika melihat tak ada satu helai pakaian pun di tubuh mereka.


Memori ingatan nya kembali teringat pada kejadian tadi malam.


"sudah bangun, semalam kamu hebat banget kita berdua sangat puas,selamat kamu sudah diterima di tempat ini, kedepannya kamu harus lebih hot dan ektrim lagi dari semalam" ucap Steven


"dan ini bayaran untuk mu karena kamu ternyata masih virgin" Steven memberikan sebuah amplop putih tebal pada Rina


"ah iya satu lagi,kamu tak usah khawatir,karena semalam sebelum kita melakukan nya ,aku sudah menyuntikkan obat pencegah kehamilan pada mu,jadi tak usah takut hamil, sebulan mendatang kamu harus kembali di suntik KB "


Ucapan Steven benar-benar membangunkan nya dari mimpi buruk yang ternyata adalah nyata,ia tak dapat berkata-kata.


Sementara Rina yang masih shock atas apa yang terjadi pada nya , berbeda dengan pasangan suami istri yang tengah dilanda badai asmara ,Nuari dan Yoga.


Keduanya kini tengah menikmati sarapan pagi mereka dengan selalu penuh dengan keromantisan.


"nanti siang aku ke kantor ya,kan hari ini aku libur ,aku mau bawakan makan siang untuk mu " ucap Nuari


"iya ,kamu hati-hati di jalan,aku akan menunggu mu " sahut Yoga sangat senang mendengar nya


"kamu mau aku bawakan makanan apa?" tanya Nuari


"apa saja asal kamu yang bawakan aku akan memakan nya ,termasuk memakan mu " jawan Yoga


"mulai deh...." ucap Nuari mencebik


"hehehehe..... kenapa,kamu gak mau jadi hidangan penutup?" tanya Yoga menaik turun kan alis nya


"ya mau lah , kenapa enggak "sahut Nuari hingga Yoga ternganga


Biasa nya Nuari akan malu jika di goda seperti itu,tapi kini istri nya itu malah menanggapi ucapan nya.


...***...


Yuhuuuuu......ada cerita baru nih,yuk mampir, tinggalkan jejak like , komentar,vote ,dan masukan ke favorit ya...



Semoga suka ya...


Ditunggu lho.....


☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2