Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 43


__ADS_3

Saat tiba di pelabuhan Nuari dan para rekan nya menunggu di salah satu warung makan tak jauh dari pelabuhan. Panas nya cuaca hari ini terasa sangat ekstrim sampai-sampai siapa pun merasa tak tahan berlama-lama diluar ruangan.


"G*la,panasnya bikin nampol ,gak tahan aku"Ucap Susan ,ia dokter magang dibawah naungan Nuari


"Iya nih,kenapa panas nya sampai seperti ini,ini sih kaya nya hampir seratus derajat,panas banget " Sahut Wildan ,dokter magang juga


"Wajah mu juga sampai merah begitu "Tambah nya melihat wajah Susan


Nuari sendiri hanya diam sambil mengipasi dirinya dengan kipas angin mini yang selalu ia bawa di dalam tas nya.


"Minuman nya mana sih ,kok lama banget " Tanya Susan yang sudah tak tahan dengan rasa haus dan gerah di tubuh nya ,ia sampai mengipasi dirinya dengan kardus bekas yang ia dapatkan dari kursi sebelah yang kosong


Tak lama minuman mereka pun siap. Mereka segera meminumnya begitu minuman di sajikan.


"Kamu kok diam saja ,lagi sariawan ya ?" Nuari yamg ditanya pun menoleh dan tersenyum


"Memang nya aku harus bagaimana? Salto sambil teriak gitu ? Cuaca panas banget bikin males ngapa-ngapain apalagi salto " Canda Nuari


"Hahaha....kamu bisa saja jawab nya, ngomong-ngomong kapal nya kok lama banget sih datang nya ,tau gini kita berangkat agak siangan tadi "Ucap Evan


"Iya bener dok,mana panas banget ini ,perasaan baru jam sepuluh kok berasa udah tengah hari saja "Timpal Wildan


"Iya padahal kan Indonesia tidak termasuk negara yang terkena gelombang panas" Ucap Nuari yang sedari tadi hanya diam


"Masa sih gak termasuk ? Orang panas nya kebangetan begini" Tanya Susan


"Iya. Menurut BMKG Indonesia tidak termasuk negara yang terkena gelombang panas,alasan nya karena fenomena panas di Indonesia tidak termasuk kategori gelombang panas "Tutur Nuari


"Secara karakteristik fenomena suhu panas di Indonesia,merupakan fenomena akibat dari gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun"Tambah nya


"Kok tahu sih ?"tanya Evan


"Kemarin aku lihat beritanya di tv " Jawab Nuari


Beberapa saat kemudian kapal yang ditunggu pun datang. Mereka beranjak ketika pintu kapal mulai terbuka. Satu persatu kontainer khusus mulai diturunkan. Kontainer tersebut memiliki beberapa lubang di setiap sisi agar para satwa di dalam nya dapat bernafas. Satwa-satwa itu akan di kirimkan ke kebun binatang namun akan di tampung terlebih dahulu di tempat karantina.


Setelah kontainer tersebut di turunkan ,Nuari beserta yang lain menghampiri. Mereka sudah tahu hewan-hewan apa saja yang ada di dalam nya jadi mereka sangat berhati-hati.


Tak lama sebuah truk pengangkut hewan pun datang ,dan segera membuka pintu belakang yang langsung diarahkan ke pintu kontainer yang perlahan mulai terbuka.


Setelah kedua pintu terbuka barulah satwa-satwa tersebut terlihat masuk ke dalam truk.


"Astaghfirullah,ternyata kucing ganas isi nya "


"Iya ,kucing yang sangat menggemaskan " Cetus Nuari


Kucing yang dimaksud merupakan cheetah dan singa. Cheetah tersebut berjumlah tiga ekor ,dan singa empat ekor dua jantan dan dua betina.


Susan dan Wildan saling tatap mendengar ucapan Nuari yang mengatakan kucing menggemaskan. Kedua nya sudah mendengar kabar tentang Nuari sejak mereka masih duduk di bangku SMP . Ditambah beberapa video tentang Nuari yang selalu jadi trending topik di berbagai media membuat mereka tertarik dengan dunia perhewanan.


Susan dan Wildan pun sebenarnya tidak berasal dari sekolah yang sama. Mereka bertemu saat keduanya masuk dunia perkuliahan.


Setelah satwa-satwa itu berpindah tempat ,Nuari mendekat ke truk pengangkut cheetah.


"Sepertinya mereka baik-baik saja " Ucap Nuari yang memperhatikan hewan buas itu. Setelah itu Nuari pun beralih pada truk pengangkut singa

__ADS_1


Hoaaarrrrr......


Salah satu singa nampak menyeringai ketika Nuari menghampiri.


"Diam ! Aku gak mau ngapa-ngapain kamu kok. Galak bener tatapan nya " Seru Nuari lalu memindai satu persatu singa di dalam nya


Truk-truk tersebut menggunakan tralis besi jadi para hewan itu tak dapat lepas begitu saja kecuali pintu nya terbuka.


"Semua nya aman kan kalau kita jalan sekarang?" Tanya Evan di samping Nuari


"Aman kok " Jawab nya


Tak menunggu lama Evan segera memberitahu para petugas untuk segera berangkat menuju penangkaran.


Sementara itu,Ayu yang tak sengaja tertidur setelah selesai makan siang tak sadar jika sofa tempat nya tertidur sudah basah.


Art yang saat itu melintas melihat majikan nya tertidur hendak merapikan makanan yang berceceran di meja. Akan tetapi ia terkejut saat melihat nida basah di sofa.


"Ini basah apa? Masa iya non Ayu pipis " Batin nya


"Tapi kok gak bau pesing. Apa jangan-jangan......" Bibi art nampak terkesiap dengan pemikiran nya sendiri,ia pun segera membangunkan Ayu


"Non,...non Ayu ! Bangun non " Ucap nya pelan


"Ugh,.... iya mbok Sum,ada apa ? Maaf aku ketiduran " Sesal Ayu lalu menegakan tubuh nya duduk


"Maaf non itu basah apa ya,apa non Ayu gak sengaja menumpahkan air ?" Tanya nya


"Basah ? Air ? Man....loh iya basah " Kejut Ayu setelah meraba sofa yang ia duduki


"Ini basah apa ya ?" Tanya nya bingung


"Apa non Ayu merasa mulas ?" Tanya mbok Sum lagi


Ayu menggeleng lagi "Enggak mbok,emang nya kenapa?" Tanya Ayu polos


"Ya Allah non, jangan-jangan itu air ketuban non Ayu" Ucap Mbok Sum panik


"Masa iya sih mbok,kok aku gak ngerasain apa-apa" Ucap Ayu bingung


"Senengar mbok panggil tuan dulu " Baru saja mbok Sum hendak beranjak satria sudah berada di belakang nya


"Kenapa mbok ?" Tanya Satria yang melihat giray kepanikan di wajah pembantu nya itu


"Itu tuan,saya curiga itu air ketuban " Jawab mbok Sum sambil menunjuk ke arah Ayu


"Iya kah? " Satria terkejut dan segera memeriksa nya. Meski ia pun tidak tahu tapi ia cukup panik juga


"Kita ke rumah sakit ! Mbok tolong bawakan perlengkapan melahirkan Ayu yang di dalam tas di kamar Ayu" Perintah nya , Ayu dan Evan memang sudah menyiapkan nya jauh-jauh hari,agar pas tiba waktu nya mereka tak kebingungan menyiapkan nya,karena mereka yakin jika waktu nya tiba pasti kepanikan akan melanda mereka


"Baik tuan "Mbok Sum mengerti dan segera berlari ke kamar Ayu. Sementara Satria segera membopong Ayu keluar untuk dimasukkan ke mobil


"Tapi ayah ,aku tidak merasakan apapun"


Deg'

__ADS_1


"Justru itu yang harus kita waspadai nak, sudah jangan banyak bicara,kita ke rumah sakit sekarang ,ayah akan hubungi Evan begitu kita sampai di rumah sakit " Ucap Satria tegas


Beberapa saat kemudian mbok Sum pun datang terpogoh-pogoh sambil membawakan tas perlengkapan bayi.


"Ini tuan "Ucap mbok Sum dengan suara bergetar


"Iya mbok ,makasih " Satria segera memacu kendaraan nya menuju rumah sakit


"Sekarang apa yang kamu rasakan ?" Tanya Satria


"Aku gak merasakan apapun ayah " Jawab Ayu


"Astaghfirullah" lirih Satria . Fikiran nya sudah kemana-mana,sebab ia tahu bagaimana kondisi calon bayi nya. Menurut dokter kandungan yang menangani Ayu,terdapat lilitan di leher janin juga posisi janin yang melintang meski usia kandungan nya sudah memasuki trimester terakhir


Padahal Ayu selalu menuruti nasehat dokter agar posisi bayi bisa sesuai dengan usia kehamilan ,seperti menungging di pagi hari ketika bangun tidur ,juga olahraga yoga khusus ibu hamil. Tapi tetap saja posisi janin nya tak pernah berubah setiap di USG. Ayu yang tak mengerti pun tak diberitahu hal itu karena Satria tak ingin membuat putri nya cemas dan akan berpengaruh pada kehamilan nya, termasuk lilitan di leher janin pun Ayu tak tahu.Hanya Satria dan Evan saja yang tahu.


"Apa kamu merasakan gerakan bayi mu?" Tanya Satria mencoba setenang mungkin


"Tadi sih sempet bergerak , tapi kok sekarang enggak ya,apa mungkin Dede nya sedang tidur" Ucap Ayu sambil mengusap lembut perut nya


"Ya Allah ! Semoga semuanya baik-baik saja, lindungi lah anak dan calon cucu ku Ya Allah" batin dan Satria


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di rumah sakit. Setelah Ayu di bawa ke ruangan untuk diperiksa,satria teringat dengan menantu nya. Ia pun segera menghubungi Evan.


Panggilan terhubung


"Evan ,segera ke rumah sakit. Sepertinya Ayu akan segera melahirkan " Kata-kata singkat Satria di awal mampu membuat tubuh Evan membeku untuk sesaat


"Kau mendengar ku Evan ?" Tanya Satria


"I...iya ayah ,aku segera ke sana , bagaimana kondisi Ayu?" Tanya Evan


"Kondisi nya cukup baik, segeralah ke sini "Ucap Satria tak ingin menceritakan yang terjadi. Ia tak ingin menantu nya kenapa-kenapa di jalan karena khawatir,jadi ia akan memberitahu nya nanti setelah Evan sampai


"Ya sudah,aku ke sana sekarang " panggilan telpon pun terputus


"Semoga semuanya baik-baik saja " Lirih Satria sambil menyandarkan punggung dengan mata terpejam


Namun seketika ia membuka mata saat merasakan tangan nya di genggam seseorang, bahkan rasanya sangat dingin.


Satria melihat ke arah tangan nya. Nampak tangan putih pucat tengah menggenggam tangan nya. Mata nya kemudian bergerak untuk melihat pemilik tangan pucat itu.


Tiba-tiba tubuhnya meremang, matanya pun mulai mengeluarkan air mata yang menggenangi kedua matanya.


"Istriku ... Ayunia,kau kah itu?" Lirih nya terbata


Tanpa menjawab,sosok yang disebutnya sebagai istri nya itu hanya tersenyum.Hingga tepukan di pundak nya membuat nya tersadar.


"Maaf,dokter Satria, pemeriksaan sudah selesai. Putri anda harus segera di operasi, segera ke ruang administrasi agar putri anda bisa segera ditangani" Ucap seorang suster


"Baiklah,tapi bagaimana kondisi anak dan cucu saya sus?" Tanyanya


"Putri anda sudah dibawa ke ruang operasi. Tapi mohon doa nya,sebab tiba-tiba saja kondisi putri anda ngedrop,bayi dalam kandungan nya pun seakan tak merespon apapun" Jelas suster tersebut


Deg'

__ADS_1


"Astaghfirullah,...."


bersambung ....


__ADS_2