
Malam semakin larut ,rasa gatal dan bentol di seluruh tubuh juga wajah cantik nya pun sudah berkurang,sebab tak hanya obat luar saja ,Nuari pun meminum obat alergi yang selalu ia bawa.
Gadis itu tengah tercenung di dekat jendela.Udara dingin yang masuk lewat jendela yang pintu nya di buka pun menerpa kulit nya,namun tak membuat nya merasa kedinginan.
Sementara Renita sudah masuk ke alam mimpi sejak satu jam yang lalu.
"huuuuh......"
Gadis itu menghela nafas ,lalu menatap bulan yang nampak malu-malu menampakan diri.
"Tante Lasmi .... " lirih nya
Tiba-tiba ia teringat akan sosok kuntilanak merah yang dulu sering bersama nya
"apa yang harus aku lakukan? boleh kah aku egois untuk perasaan ku "lirih nya lagi
Nuari pun melirik pada jam dinding
"ternyata sudah malam banget,tapi kenapa aku tak ngantuk juga ,apa aku shalat saja kali ya,siapa tahu sehabis shalat perasaan ku jadi tenang,dan bisa tidur " gumam nya ,ia pun beranjak menuju kamar mandi
Saat ia keluar dari kamar nya,ia melihat Yoga yang tertidur dengan selimut yang tak menutupi nya dengan benar,ia pun melihat Evan dan Yudi yang nampak sudah tertidur lelap.
Perlahan gadis itu menghampiri Yoga,dan meraih kedua ujung selimut lalu menarik nya hingga ke bagian d*da pria itu.
"sampai kapan kita seperti ini,kau tahu ,betapa tersiksa nya aku karena merindukan mu,aku selalu menunggu mu dengan segala kesakitan di hati ku,tapi apa balasan nya untuk ku....aku terluka ...entah aku bisa menyembuhkan luka ini atau tidak,semoga ingatan mu cepat kembali "ucap nya pelan
Air mata mulai menggenang,Nuari pun cepat-cepat beranjak menuju kamar mandi.
Tanpa ia sadari Evan mendengar ucapan nya barusan ,karena rupanya ia belum tidur.
"apa maksud ucapan nya tadi ,apa mungkin sebelum nya mereka memang ada hubungan " fikir nya
Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu terbuka,Evan pun dengan cepat menutup mata nya dan berpura-pura tidur.
Setelah memastikan jika Nuari sudah masuk ke dalam kamar nya,Evan pun kembali membuka mata dan melirik pada Yoga.
"aku tahu ,bagaimana cara nya mengetahui hubungan mereka " gumam nya
Terdengar helaan nafas dari pria berlesung pipi tersebut.
"aku memang menyukai mu,tapi aku tak bisa melihat mu seperti ini " lirih Evan seraya memandangi pintu kamar dimana Nuari berada
Sedangkan di kamar nya ,Nuari kini tengah melaksakan shalat ,agar hatinya merasa lebih tenang.
Dalam setiap sujud nya ,Nuari tak henti-hentinya berdoa dan mengadukan segala keluh kesah nya pada Yang Maha Kuasa.
Hingga ia pun selesai lalu merapikan alat shalat dan segera merebahkan diri di tempat tidur.
**
"Ari......kemari lah "seru seorang wanita berparas cantik melambaikan tangan pada Nuari yang tengah memetik bunga
Nuari menoleh ,lalu tersenyum melihat wanita itu . Gadis itu pun berlari dan memeluk wanita itu.
"Tante Lasmi ,kenapa baru mengunjungi ku,aku kangen " tanya Nuari mendongak menatap wajah cantik perempuan bernama Lasmi
"maaf kan Tante sayang,bukan Tante tak ingin sering-sering mampir ke mimpi mu ,tapi memang peraturan nya yang mengharuskan Tante untuk tidak terlalu sering menjenguk mu" ucap Lasmi seraya mengusap kepala Nuari
"Tante ,aku sudah bertemu dengan nya "ucap Nuari tersenyum ,namun kemudian ia terlihat murung
"kenapa ?" tanya Lasmi seraya mengangkat dagu Nuari dengan jemari nya yang nampak hangat
"dia masih tak mengingat ku,bahkan dia akan menikah " lirih Nuari
__ADS_1
"bersabarlah sedikit lagi, cepat atau lambat kebahagiaan pasti akan datang untuk mu " ucapan nya yang begitu menenangkan membuat Nuari memejamkan mata nya
Akan tetapi saat gadis itu membuka mata,sosok kuntilanak merah bernama Lasmi sudah tak ada,kini ia pun sudah kembali berada di kamar nya.
"huuuh....kenapa cepat banget " lirih Nuari ,lalu bangun dari tidur nya dan beranjak menuju kamar mandi,sebab sudah masuk waktu shalat subuh
Saat matahari sudah bersinar menghangat kan bumi,Nuari sudah berkutat dengan kegiatan nya di dapur,apa lagi kalau bukan memasak.
Kemampuan memasak yang ia pelajari dari mama dan kakak ipar nya , benar-benar bermanfaat bagi nya,sebab dalam situasi seperti saat ini benar-benar cukup membantu.
Jauh dari orang tua mengharuskan nya menjadi wanita yang mandiri dan tangguh.
Selama lebih dari tiga puluh menit , akhirnya Nuari berhasil memasak beberapa menu untuk sarapan,gadis itu pun segera membawa nya ke ruang tengah.
Namun ia menggelengkan kepala sebab jam sudah menujukan pukul 07:30 belum ada satu orang pun yang sudah bangun.
Pandangan nya kemudian tertuju pada sosok pria yang selalu membuat hatinya meringis pilu.
Dengan menghembuskan nafas kasar,Nuari meraih piring dan sendok ,lalu ia memukul-mukul piring tersebut hingga mengeluarkan bunyi yang nyaring.
ting'
ting'
ting'
"bangun.....bangun.....ayo cepat bangun.....sudah siang .....kenapa masih saja betah mimpi sih ....ayo bangun....." teriak Nuari
Mendengar suara bising tersebut mereka pun segera mengerjapkan mata.
"hoaammm....maaf aku kesiangan " ucap Evan dengan nada yang serak
"astaga ,kenapa aku kesiangan " kejut Yoga langsung bangun dan berlari ke kamar mandi,namun karena ia bangun dengan kondisi terkejut,nyawa nya pun belum kumpul ,membuat nya malah menabrak pintu kamar mandi yang tertutup
duk'
Melihat itu tentu saja Nuari juga terkejut,ia langsung berlari dan membantu Yoga
"maaf ,aku sudah mengejutkan mu " ucap Nuari seraya mengusap kening Yoga
Yoga yang nampak masih linglung pun mendadak dejavu.
"kenapa rasanya aku pernah mengalami hal ini " batin nya
"ekhem ...." suara deheman Yudi menyadarkan nya
"eh ,iya tidak apa-apa ,maaf aku harus cepat ke kamar mandi " Yoga pun cepat-cepat bangkit dan membuka pintu kamar mandi lalu berjalan memasuki nya
Setelah pintu tertutup,Nuari pun kembali ke dapur untuk membawa yang belum ia siapkan.
Sementara Evan hanya bisa menatap nya tanpa ekspresi.
Singkat cerita ,kini mereka sudah bersiap untuk kembali memulai kegiatan nya,mobil Jeep pun sudah di panasi.
Satu persatu dari mereka pun mulai berjalan keluar dengan masing-masing membawa alat-alat medis dan obat-obatan.
Tak tertinggal Renita,gadis itu pun sudah nampak siap bersama Yoga yang hendak menaiki Jeep nya.
Hingga akhirnya mereka pun berangkat.
Sesampainya di lokasi mereka pun mulai berjalan menghampiri setiap rumah penduduk yang jarak dari satu rumah ke rumah lain nya cukup berjauhan.
Sementara Nuari dan teman-teman nya melakukan pekerjaan mereka,kita beralih dulu pada Gibran dan Aranta.
__ADS_1
Di tempat bekerja nya yang baru,yaitu di sebuah puskesmas daerah,Aranta yang tengah menangani pasien anak-anak pun di buat kualahan sebab sebagian besar anak-anak itu semua nya menangis ketakutan.
Kebetulan Aranta menangani pasien anak-anak sekolahan dasar yang sebelum nya sudah join dengan sekolahan tersebut.
Di bantu wali kelas nya, anak-anak tersebut dibawa masuk ke ruangan Aranta.Para orang tua nya pun juga ikut mengantar ke dalam.
"selamat pagi cantik , kenapa nangis hem?" tanya Aranta pada anak perempuan yang nampak menggemaskan
"takut ya ?" tanya Aranta lagi ,karena anak itu tak menjawab nya
"gak usah takut ,kan hanya di periksa saja, nanti kalau tidak diperiksa gigi nya rusak , nanti kalau rusak jadi sakit gigi deh, mau makan pun susah ,ayo buka mulut nya ,dokter mau lihat gigi nya ada yang rusak atau tidak" bujuk Aranta
Perlahan anak itu pun membuka mulut nya.
"katakan Aaaa" pinta Aranta ,anak itu pun menurut
"hm...giginya bagus kok ,gak ada yang bolong,tapi ini yang depan goyang-goyang,dokter cabut ya,gak sakit kok,nanti dokter kasih hadiah deh ,mau kan ?" bujuk Aranta lagi
"beneran gak sakit ?" tanya anak itu pelan
"ehm...iya "
"janji ya dokter gak sakit" tanya anak itu memastikan
"iya "
Aranta pun segera melakukan pekerjaan nya dengan sangat hati-hati ,hingga beberapa saat kemudian Aranta tersenyum setelah berhasil mencabut gigi anak tersebut.
"nah ,sudah ....gimana gak sakit kan " tanya Aranta menunjukan gigi yang berhasil di cabut nya
"iya ,gak sakit ya....dokter hebat deh,sekarang mana hadiah nya " tanya anak itu
"oh...hadiah ya ... sebentar ,dokter ambilkan dulu" Aranta pun berjalan menuju meja kerja nya lalu meraih sesuatu dari dalam tas besar nya
"nah ini hadiah nya,semoga suka ya,dan jangan takut lagi ke dokter gigi" ucap Aranta seraya memberikan satu buah kado
"terima kasih dokter " anak itu nampak senang menerima nya
"iya sama-sama cantik "
Seperti itu lah cara Aranta setiap menghadapi pasien anak-anak ,ia bahkan selalu menyediakan hadiah setiap harinya.
Hal itu pun menjadi daya tarik nya di tempat bekerja nya yang baru,bahkan sampai ada salah satu dokter yang tertarik dan selalu mencari perhatian nya,tanpa ia tahu jika Aranta sudah menikah.
Kembali ke Nuari
Di saat matahari sudah semakin terik ,Nuari memilih berteduh di bawah pohon yang cukup rindang.
Semilir angin yang sepoi-sepoi membuat sebagian rambut nya tertiup.Tiba-tiba seseorang memberikan nya minuman.
"panas terik begini enaknya minum es kelapa muda " ucap nya
"wah terima kasih , dapat darimana?" tanya Nuari
"tuh ada yang jualan keliling " tunjuk Evan
"ternyata di sini ada juga yang jualan gerobak keliling, baru sekarang aku lihat " ucap Nuari
"aku mau bilang sesuatu padamu " ucap Evan
"bilang saja ,aku akan mendengarkan" sahut Nuari tanpa menoleh
"aku suka kamu "
__ADS_1
"hah...."
...***...