
Rina menyeringai menatap pintu bilik toilet yang tertutup. Di dalam nya terdapat Ayu yang tengah buang air kecil.
Dengan senyum licik nya Rina menuang cairan pembersih lantai di lantai keramik hingga permukaan lantai pun jadi licin.
"Rasakan ! Biar Evan kecewa karena kamu kehilangan bayi mu lalu meninggalkan mu,atau lebih bagus jika kau juga ikut mati " Gumam nya dalam hati
Setelah itu ia pun melenggang pergi meninggalkan toilet. Karena tak ingin dicurigai Rina pun segera mengajak teman kencan nya untuk segera pergi.
Bertepatan dengan itu Evan yang merasakan tak enak hatinya segera beranjak menyusul Ayu.
Baru saja ia sampai di depan toilet ia dibuat terkejut saat mendengar suara Ayu yang berteriak meminta tolong.
"Toloooong......!"
Sementara itu Yoga yang baru sampai setelah memberikan keterangan di kantor polisi bisa bernafas lega. Karena Jupri resmi ditahan dengan bukti-bukti kejahatan nya. Apalagi Jupri mengakui jika kedatangan nya ke rumah Yoga untuk menculik Raffa. Hal itu tentu saja membuat Yoga emosi dan hendak memukul Jupri jika saja polisi tak menahan nya.
Dengan setengah kesal prpia itu segera meninggalkan kantor polisi untuk pulang.
Di tempat lain Renita nampak geram setelah mendengar suaminya kembali ditangkap polisi. Ia belum tahu apa alasan suami nya ditangkap polisi ,sebab kabar yang ia dengar dari tetangga nya hanya mengatakan Jupri ditangkap tanpa mengatakan selengkapnya.
"Dasar pengangguran,bukan nya cari kerja dan menghasilkan uang yang banyak ,malah kembali ditangkap polisi. Apa yang sudah dia lakukan " Desah nya terdengar frustasi
Nuari yang masih terjaga karena menunggu Yoga kembali tengah menunggu di ruang depan dengan harap-harap cemas. Pasalnya sudah satu jam lebih suami nya itu tak kunjung juga datang.
"Kenapa lama banget sih ? Apa yang sebenarnya terjadi,dan kenapa orang itu bisa berada di rumah ini "Gumam Nuari gelisah
Beberapa saat kemudian terdengar deru mesin mobil berhenti di depan rumah. Nuari mengintip dari jendela. Ia menghembuskan nafas lega setelah melihat siapa yang keluar dari mobil.
Tanpa menunggu Yoga sampai di depan pintu,Nuari segera membuka pintu dan langsung memberondong beberapa pertanyaan.
"Gimana sayang? Kamu tidak apa-apa kan ? Terus orang itu sudah benar-benar ditangkap kan? Lalu bagaimana sekarang?"
"Sabar dong sayang ,aku baru saja sampai ,kasih minum dulu kek ,apa sun gitu ,kamu malah nanya-nanya udah kaya petasan renteng " Ucap Yoga sambil mencapit bibir Nuari
Nuari pun langsung terdiam dengan mengatupkan bibirnya.
"Yuk ! Kita masuk dulu,nanti aku cerita kan di dalam "Yoga menggandeng lengan Nuari membawa nya ke dalam rumah
"Ayo cepatlah cerita !" Pinta Nuari setelah mereka berada di kamar
"Iya sayang , jadi cerita gini......" Yoga menceritakan yang sebenarnya tak kurang juga tak lebih
"Apa ? Dia mau nyulik Raffa ! " Pekik Nuari
"Iya ,tapi beruntung aku datang tepat waktu , dia belum sempat bawa Raffa kabur. Tapi aku bingung loh sayang,tadi pas aku buka pintu kamar nya Raffa ,aku lihat dia seperti orang linglung gitu,tadi juga di kantor polisi dia bilang kalau pintu dan jendela tiba-tiba hilang,kan gak masuk akal banget, karena keterangan nya pihak polisi akan memeriksa kejiwaan nya besok " tutur Yoga
"Apa ada kemungkinan dia terganggu kejiwaan nya ?" Tanya Nuari
"Bisa jadi ,tapi entahlah biar itu jadi urusan polisi saja" Jawab Yoga
"Iya kamu benar ,biar polisi saja yang tangani ,tapi aku beneran gak nyangka deh ternyata dia pelaku kebakaran Restoran. Sebenarnya dia ada masalah apa sih sama kita?"
__ADS_1
"Aku juga gak tahu sayang ,ya sudah ini sudah malam kita harus istirahat karena besok kita akan kembali ke Jakarta" Yoga berbaring di ikuti Nuari yang langsung memeluk Yoga
"Kalau kita kembali lalu bagaimana dengan restoran? Bukankah kamu akan membangun nya kembali?" tanya Nuari lagi
"Aku sudah percayakan pada Silvi dan keluarga nya lagipula aku gak mau Raffa terlalu lama bolos sekolah,aku juga gak mungkin kan ninggalin kantor terlalu lama " Nuari nampak manggut-manggut mendengar nya
"Ya udah deh terserah kamu saja gimana baik nya "
Yoga pun mendekap Nuari dengan sejuta perasaan cemas nya. Sebenarnya ia terlalu mementingkan perasaan dan keselamatan istri dan anak nya. Apalagi jika sudah bersangkutan dengan Jupri dan Renita. Bukan tidak mungkin jika Renita akan kembali mengusik rumah tangga mereka mengingat beberapa hari yang lalu Renita menghampiri nya di pagi hari.
Keesokan harinya
Yoga dan Raffa sudah bersiap. Ayah dan anak itu tengah menunggu Nuari yang masih sibuk merapikan tempat tidur. Meski Yoga sudah melarang nya karena nanti akan ada orang yang merapikan tapi Nuari bersikeras untuk merapikan nya sendiri.
Yoga sedang memanasi mesin mobil sewaan nya ,Raffa sedang mengumpulkan batu-batu kecil di halaman. Sesekali Yoga melirik putra nya. Tanpa menegur ia hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah nya.
Yoga menoleh saat mendengar seseorang menyapa nya.
"Pagi Yoga "
"Pagi " Sahut Yoga datar
"Pagi-pagi sekali udah manasin mobil,mau kemana ?" Tanya nya
"Kamu sekarang sukses ya ,sampai bisa kebeli mobil " Ucap nya ,namun sedikit pun Yoga enggan menanggapi
"Apa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk aku bisa masuk ke hidup mu ? Jujur aku masih sangat mencintai mu"
"Ini sudah pagi Renita ,matahari bahkan sudah naik kamu masih saja bermimpi" Ucap Yoga seraya melihat jam di pergelangan tangan nya
Yoga benar-benar merasa muak ,ingin ia meneriaki Renita atau bahkan menendangnya jauh-jauh ,tapi ia masih sangat waras jika harus meladeni wanita setengah gila itu.
"Wah itu anak mu ? tampan sekali mirip papa nya " Ucap Renita menoleh pada Raffa yang sudah mengantongi beberapa batu di saku celana nya,Raffa kini sedang berjalan ke arah nya . Kening Renita berkerut
Raffa diam memperhatikan Renita.
"Itu kan Tante yang kemarin " Batin Raffa
"Hai tampan,sini nak "Seru Renita bersikap serakah mungkin pada Raffa. Bertepatan dengan itu Nuari pun keluar dari dalam rumah
"Itu kan si belatung nangka ....ih ngapain sih bikin bad mood saja " Gumam Nuari dalam hati nya
Nuari melangkah menghampiri Renita.Dengan senyum tersungging Nuari meminta Raffa segera masuk ke dalam mobil.
"Kamu masuk ya ,mama mau bicara sebentar sama Tante itu " Ucap Nuari
"Iya mah " Raffa dengan patuh mengikuti perintah mama nya
"Om jin , menurut om jin mama mau apakan Tante itu ?" Tanya Raffa pelan
"Kita lihat saja dari sini" Jawab Ki Jamal
__ADS_1
"Kalau Tante itu macam-macam pada mama gimana ?" Firasat Raffa selalu kuat jika ada seseorang yang berniat buruk terhadap keluarga nya
"Kan ada Aki. Aki siap menolong" Sahut Ki Jamal cepat
"Ok ,om Jin memang keren " Puji Raffa seraya mengacungkan jempol nya
"Nuari ,maafkan atas apa yang terjadi dulu. Aku sungguh menyesal "lirih Renita menatap Nuari dengan tatapan mengiba
Nyari memutar bola mata malas
"Apa tujuan mu datang hanya untuk meminta maaf ? Atau ada hal lain yang mendasari mu menemui kami pagi-pagi sekali ?" Tebak Nuari
"Begini Nuari ,aku sebenarnya masih berharap bisa bersama dengan Yoga,jika kamu tak keberatan aku ingin jadi istri kedua nya ,aku sudah bicara pada Yoga kok"
Alis Nuari terangkat tinggi
"Oh ,memang nya kamu sudah bercerai dengan suami mu ?" Tanya Nuari berusaha untuk terlihat biasa saja meski ia terkejut dan geram dengan ucapan Renita
"Aku akan menggugat cerai ,dia payah ,tak pernah menafkahi ku dan putri ku ,kerjanya hanya bikin onar dan malu saja "
"Oh ,iya,anak kamu pasti sudah besar ya ,kalau gak salah mungkin sekarang usia nya tujuh tahunan kan?" Tanya Nuari
"Iya "
Yoga bergerak mendekati Nuari lalu merangkul pinggang nya. Nuari menatap Yoga begitupun Yoga yang selalu menatap Nuari dengan penuh cinta.
"Tadi kamu bilang mau jadi madu ku? begitu?" Tanya Nuari kembali menegaskan ucapan Renita tadi. Renita pun mengangguk
"Maaf Renita ,bagiku Yoga hanya milik ku,aku memang egois karena tak mau berbagi suami dengan mu atau dengan wanita manapun. Aku menghargai keberanian mu mengutarakan keinginan mu ,tapi maaf aku tidak sebodoh itu hingga mau menerima kamu. Tapi lain cerita jika Yoga juga ingin bersama mu ,aku akan terima "
Mendengar itu Renita tersenyum sementara Yoga melotot tajam pada istri nya itu. Bisa-bisa nya istri nya itu mengatakan hal demikian.Demi apapun ia tak mau menerima Renita kembali.
"Terima kasih "
"Sayang... "Yoga hendak protes namun Nuari kembali berucap
"Sabar ,aku belum selesai bicara. Kalau Yoga juga mau sama kamu aku pun akan menerima kehadiran mu ,tapi mungkin aku tak akan membiarkan mu hidup tenang dan nyaman. Karena aku mungkin akan memperlakukan mu seperti pembantu ,lumayan kan bisa ada orang yang aku suruh-suruh tanpa harus mengeluarkan uang untuk menggaji pembantu ,rumah ku kan besar dan luas ,aku yakin kamu pasti betah.Apalagi semua asisten rumah tangga ku sedang pulang kampung,atau kita berhentikan saja mereka ya sayang ,kan ada Renita yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah, mulai dari nyapu,ngepel ,bersihin debu,nyuci,masak,bersihin kolam renang,ngasih makan Harimau dan Singa kesayangan ku ,kamu pasti tak menyangka kan kalau aku pelihara hewan buas itu. Sebentar aku akan tunjukkan sesuatu " Nuari membuka galeri ponsel nya lalu tersenyum setelah mendapatkan foto yang akan ia perlihatkan pada Renita
"Lihat lah mereka lucu-lucu kan ,tapi kamu harus berhati-hati,dua hari yang lalu kedua hewan itu memangsa pembantu kami hingga tewas "
Gluk'
Renita menelan saliva ,entah kenapa mendengar nya lutut nya terasa lemas badan nya pun gemetar.
"Gimana sayang ,kamu mau merekrut Renita jadi istri kedua mu ? Lumayan loh kedua hewan kesayangan ku jadi punya pengasuh baru " Nuari mengulum senyum,sementara Yoga memijit kening nya
"Jangan bercanda sayang ,itu taruhan nya nyawa loh,kamu gak ingat betapa brutal dan ganas nya kedua kucing mu itu saat mencabik para pembantu kita, tapi kalau kamu mau gak apa-apa,aku setuju dengan usul istri tercinta ku. Gimana Renita kamu tetap mau jadi istri keduaku ,tapi maaf aku tidak bisa menolong mu jika sesuatu terjadi pada mu ,anggap saja itu takdir mu " Ucap Yoga yang sama gila nya menanggapi ucapan Nuari
"Kalau mau ,hari ini kami mau kembali ke Jakarta " Lanjut Nuari
"Gila,ini sih mereka mau membunuh ku " Renita membatin
__ADS_1
"Kok diam?"
bersambung...