Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 87


__ADS_3

"Jadi di rumah nya tak ada siapapun kecuali perempuan setan itu ?" Tanya Ferro.


Perempuan setan yang ia maksud adalah mama Riki. Kenapa Ferro sampai menyebut nya demikian,itu karena beberapa waktu lalu ia pernah mendatangi rumah itu untuk meminta sertifikat rumah dan tanah itu,akan tetapi respon Arin (mamanya Riki) sungguh diluar dugaan nya.


Biasanya Arin,hanya akan terisak ketika Ferro berbicara kasar terhadap nya ,namun kala itu ,Arin justru bersikap sebaliknya. Memang tak banyak kata yang diucapkan Arin pada saat itu,hanya dengan memelototi Ferro saja,pria itu sudah dibuat gemetar.Bagaimana tak gemetar,karena tak hanya melotot,Arin bahkan merubah wajah nya menjadi sosok menyeramkan,darah dan nanah menjadi satu hampir menutup seluruh wajah nya. Dari semenjak itulah Ferro menyebut Arin sebagai perempuan setan. Akan tetapi meski begitu,ia tak pernah berhenti untuk mendapat kan apa yang ia inginkan.


"Apa bos akan ke sana lagi ?" Tanya anak buah nya


"Tentu saja ! Cepat kamu hubungi dukun yang waktu itu,kita akan pergi sekarang juga " Jawab Ferro datar


"Baik bos !" Sahut anak buah nya segera menjauh untuk menghubungi dukun yang dimaksud


Sementara di sekolah,Lia menjadi tak fokus dalam mengikuti mata pelajaran. Fikiran nya terus teringat pada Riki juga hantu wanita yang mengaku adalah art nya.


"Berarti sekarang pak Riki sedang mengurusi jenazah nya " fikir nya


Setelah beberapa menit berlalu ,kini tiba saat nya jam istirahat. Lia segera mengajak Atha dan juga Raffa untuk menemui Yuli.


"Sabar napa,aku beresin buku aku dulu" Raffa nampak sedang merapikan buku-buku di atas meja nya


"Memang nya kalian mau pada kemana ?" Tanya Chika


"Ada sesuatu yang harus segera diselesaikan " Jawab Lia


"Ayo Raffa,jam istirahat gak lama !"Ajak Lia lagi


"Iya ....iya ! Gak sabaran banget !" Raffa pun beranjak setelah selesai merapikan buku-buku nya


"Abang ! Ayo ! " ajak Lia juga pada Atha


"Iya "


Mereka pun pergi mencari hantu Yuli yang saat ini masih setia menunggu di bawah pohon Flamboyan.


Chika yang saat ini tengah berada di mode sensitif,merasa tak enak hati karena mereka pergi tanpa mengajak nya. Chika pun memilih pergi ke kantin,berharap bisa mengalihkan fikiran nya.


Sementara kini Lia dan kedua saudara nya sudah sampai di tempat hantu Yuli berada.


"Ngelamun aja,entar kesambet loh. Ngelamunin apa sih ?" Celetuk Raffa pada Yuli yang nampak melamun


"Kamu tuh,dia kan hantu. Masa hantu kesambet sih " ucap Atha


"Ya kali aja ada hantu kesambet. Lucu kali ya kalo ada " Raffa malah mengkhayalkan nya


"Ishhh,gak jelas banget kamu " Seloroh Lia sambil menepuk lengan Raffa


"Eh iya Mbak,coba ceritain kenapa mbak bisa jadi seperti sekarang " Ucap Atha

__ADS_1


Mereka kini berjongkok di depan Yuli,hanya Lia saja yang berdiri.Jika dilihat-lihat mereka seperti sedang berdiskusi.


"Jadi tuh gini cerita nya ....."


Singkat cerita ,setelah Yuli menceritakan kejadian yang menimpa nya, bel sekolah kembali berbunyi.


"Mbak tenang saja ,kebetulan paranormal yang mbak maksud itu adalah nenek kami. Insyaallah nenek mau bantu. Kalau gitu kita pergi ke kelas dulu" ucap Lia


Mereka pun bergegas kembali ke kelas.


Di tempat lain Riki sudah menghubungi keluarga Yuli di kampung,ia mengucapkan permintaan maaf karena ia tidak bisa menjaga Yuli hingga kejadian nahas itu menimpa nya. Beruntung keluarga Yuli bukan termasuk orang pendendam. Mereka menganggap jika kecelakaan yang membuat anak mereka kehilangan nyawa merupakan takdir. Mereka pasrah dan ikhlas menerima nya,meski dada mereka terasa sesak.


Riki tak ikut mengantar jenazah ke rumah duka ,sebab ia harus menjaga mama nya yang kini sedang dalam keadaan tak baik-baik saja.


"Maafkan saya ya pak,bukan saya tak ingin ikut ,tapi kondisi mama saya sedang sakit,tak ada siapa-siapa di rumah yang menjaga nya" Lirih Riki pada ayah nya Yuli


Ayah Yuli datang bersama kerabat nya begitu ia mendapat kan kabar dari Riki.


"Iya nak,tidak apa-apa,bapak mengerti,maaf juga bapak tidak bisa menjenguk ibu nya nak Riki " ayah Yuli merupakan kerabat jauh almarhum kakek nya Riki


"Semoga ibu nya nak Riki cepat sembuh " lanjut nya


"Iya pak ,terima kasih " Ucap Riki seraya bersalaman dengan ayah Yuli


Berhubung sebelah kaki Yuli sudah ditemukan,maka jenazah pun akan segera di antar menuju rumah duka menggunakan ambulan.


Sirine ambulan pun menguar-nguar ditengah kebisingan kendaraan lain nya ,memecah jalanan diantara puluhan kendaraan roda empat di jalan raya.


Sedangkan saat ini Ferro sudah berada di dalam rumah mama nya Riki. Ia memiliki kunci cadangan rumah tersebut hingga ia bisa dengan mudah masuk meski rumah dalam keadaan terkunci.


"Dimana letak kamar nya ?" Tanya seorang pria berpakaian serba hitam. Di leher nya terdapat kalung yang merupakan tasbih berwarna hitam dengan ukuran besar-besar sebesar ukuran telur puyuh


"Di sana Ki " tunjuk Ferro pada kamar Arin


Arin yang sedang tertidur tiba-tiba membuka mata.Namun kilatan mata nya menunjukan jika ia bukan lah Arin,tetapi sosok yang mendiami tubuh nya.


"Mau apa lagi dia datang ,belum cukup membuat nya menderita " Suara Arin terdengar serak


Brakkk'


Pintu kamar dibuka dengan kasar,Arin menatap tajam pada Ferro serta dukun yang ia bawa.


"Hihihihi........." Arin terkikik membuat bulu kuduk merinding


"Sialan ! Baru kali ini aku merinding menghadapi setan " Umpat dukun itu dalam hati


"Siapa pun kamu aku minta kerja sama nya,bantu aku untuk mendapatkan surat tanah dan rumah ini "Ucap si dukun sesuai yang Ferro perintah kan kepadanya

__ADS_1


"Hihihihi......." Hanya suara cekikikan Arin yang menjawab ucapan si dukun


Dukun tersebut kemudian berkomat-kamit merapalkan doa agar sosok dalam tubuh Arin menurut pada nya.


"Hmmm......"Arin melotot lalu mengibaskan tangan nya membuat benda apapun di dekat nya melayang ke arah dukun tersebut


Dukun itu pun dengan cepat menghindari nya.


Brakkk'


"Kurang ajar ,berani menyerang ku !" Geram dukun itu hendak memukul Arin ,akan tetapi sebuah tendangan terlebih dahulu mendarat di bagian perut dukun itu


Buk'


"Aduh " rintih dukun itu membungkuk sambil memegangi perut nya


"Berani menyakiti nya ,ku patah kan leher mu " Ancam Riki


"Mau apa lagi kamu ? Belum cukup dengan apa yang kamu lakukan selama ini?" Tanya Riki menatap tajam Ferro


"Aku tak akan pernah puas sebelum melihat mu benar-benar hancur " Ucap Ferro


"Aku tak habis fikir dengan mu,padahal kita ini saudara tak harus nya kamu bersikap seperti ini"


"Cuih....tak sudi aku bersaudara dengan mu ! Bagiku kamu hanyalah anak haram yang telah merusak kebahagiaan ibu ku " Ucap Ferro menunjuk tepat ke wajah Riki


"Tutup mulut mu ! Aku bukan anak haram seperti yang kamu katakan. Kamu tidak tahu kejadian yang sebenarnya" Seru Riki mendadak kesal


"Anak haram tetap saja anak haram,sekarang serahkan aurat tanah dan rumah ini.Rumah ini adalah hak aku dan mama ku,kalian tidak berhak atas apapun " Cetus Ferro


"Kenapa tidak berhak ,aku anak pertama dan mama ku adalah istri nya, tentu kami berhak "sahut Riki


"Aku tekan kan sekali lagi ,aku bukan anak haram seperti yang kamu tuduhkan ,tanyakan pada mama Ina (mama Ferro), bagaimana cerita sebenarnya dan siapa anak haram yang sebenarnya " Ucap Riki


Mendengar kata-kata Riki ,membuat darah Ferro seketika mendidih ,ia sangat benci ketika Riki mengatakan jika dirinya berhak atas rumah tersebut,sementara Ferro sendiri yakin jika Arin lah yang sudah menjadi orang ketiga diantara kedua orangtua nya ,makanya ia sangat membenci Arin juga Riki. Ia tak rela jika mereka juga menerima sebagian harta almarhum papa nya.


Selama ini Ferro sudah salah faham karena nenek nya (ibu dari mama nya )yang sudah menceritakan hal yang sebalik nya.


"Kamu mau mengatakan jika aku lah anak haram itu ? Begitu ?" Seru Ferro melotot


"Sudahlah,jangan bikin ribut ,mama aku sedang sakit ,dia butuh istirahat. Sebaiknya kamu pergi dan bawa dukun itu !" Riki langsung mengusir Ferro


Ia tak ingin membuat keributan disaat mama nya sedang dalam tak baik-baik saja.


Nafas Ferro nampak naik turun,ia tak terima dengan ucapan Riki.


"Lihat saja,jika aku tidak bisa mendapatkan rumah ini,aku pastikan kamu akan kehilangan orang yang kamu sayangi " Batin Ferro. Otak licik nya segera bekerja ketika ia kembali teringat pada Lia , gadis yang tengah dekat dengan Riki

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2