
Matahari begitu terik menyinari bumi,membuat suasana kota menjadi semakin panas,apalagi ditambah hingar bingar nya kendaraan yang mengepulkan asap dari knalpot membuat udara semakin pengap dan sesak.
Namun tidak bagi Evan yang kini tengah berada di ruangan nya yang ber AC,ia baru saja selesai memeriksa seekor anjing yang menderita penyakit kulit.
Rencana nya siang ini ia akan pulang ke apartemen nya,entah kenapa ia saat ini sangat merindukan masakan Ayu,atau lebih tepatnya Ayu.
Dengan penuh semangat ia bergegas keluar ruangan nya,akan tetapi ketika ia hendak membuka pintu ruangan nya,dokter Satria sudah ada di depan nya dan hendak mengetuk pintu.
"eh dok " ucap Evan terkejut
"mau pergi makan siang ?kebetulan saya juga hendak pergi makan siang,bagaimana kalau kita pergi makan siang bareng, kebetulan ada hal yang ingin saya bicarakan dengan mu" ujar dokter Satria
"iya dok ,mari " sahut Evan yang harus merelakan kepulangan nya batal
Kedua dokter berbeda usia itu pun pergi menuju kafe di sebrang rumah sakit.
Setelah memesan makanan,dokter Satria berbicara
"saya masih merasa mengganjal di hati tentang Jhony teman ku,apa ini suatu kebetulan atau memang dia pelaku nya " lirih nya
"maksud dokter ?" tanya Evan
"apa kamu bersedia membantu ku menyelidiki kasus penculikan Ayu dua puluh dua tahun yang lalu ?" tanya nya
"tapi bukan nya sekarang Ayu sudah kembali dok?" tanya Evan
"iya memang,tapi aku masih merasa penasaran kenapa Ayu bisa diasuh dan dibesarkan oleh nya " jelas dokter Satria
"lalu bagaimana saya membantu dokter ?" tanya Evan
"kamu selidiki rumah sakit tempat istri ku melahirkan Ayu,aku yakin ada bukti-bukti tentang siapa yang telah menculik Ayu waktu itu,aku curiga ada orang dalam yang turut membantu nya,sebab saat itu pihak rumah sakit menolak keinginan ku untuk memeriksa kamera cctv ,alasan nya kamera cctv tengah di perbaiki" ujar dokter Satria ,Evan nampak mengangguk kan kepala nya
"baiklah dok,akan saya usahakan " ucap Evan
Akhirnya Evan pun tak jadi pulang ke apartemen nya untuk makan siang,dan memilih makan siang bersama dokter Satria di kafe.
Sementara itu
Yoga masih terpana akan penuturan Nuari tentang keluarga nya ,ia masih belum percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut istri nya itu.
__ADS_1
"jadi secara garis besar keluarga mu itu mempunyai kemampuan yang tak orang lain punya,lalu kamu sendiri?" tanya Yoga
"dulu aku juga sama,meski hanya bisa melihat menggunakan cermin,aku bahkan juga punya penjaga sosok kuntilanak merah" ucap Nuari
"kuntilanak merah ?" tanya Yoga seraya menelan ludah
"iya ,nama nya Tante Lasmi,tapi semenjak kejadian bersama mu waktu itu,semua nya pergi,Tante Lasmi , penglihatan ku, juga Santi kucing kesayangan ku ,ditambah kamu juga malah melupakan dan meninggalkan ku, kamu bisa bayangkan bagaimana kesepian nya aku saat itu " lirih Nuari
"maafkan aku karena aku malah melupakan mu,dan bersikap tak baik pada mu waktu itu " sahut Yoga yang kembali mengingat sikap acuh dan jutek nya pada Nuari ketika ia kehilangan ingatan nya dulu
"tak apa,kamu tak salah, mungkin itu ujian yang harus aku jalani agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih sabar dan kuat" ucap Nuari
"kamu memang wanita ku yang paling terbaik,aku sangat beruntung bisa mendapatkan mu" Yoga pun langsung mendekap Nuari erat sesekali ia menciumi pucuk kepala nya
"jadi...ternyata istriku ini mantan indigo?" tanya Yoga melonggarkan dekapan nya
"bukan aku yang indigo,tapi mama dan kak Gibran,aku hanya bisa melihat dan berkomunikasi dengan suatu perantara,kau tahu sayang ,bahkan kak Gibran bisa melihat masa lalu seseorang maupun benda hanya dengan sekali lihat " tutur Nuari
"benarkah ?" tanya Yoga nampak tak percaya
"he'em, pernah beberapa kali ada orang yang menawarkan kak Gibran untuk tampil di tv dengan membawakan kisah horor bahkan Oma Laras pun sering membujuk nya untuk gabung acara nya ,tapi kak Gibran menolak nya,kakak tidak mau kemampuan yang ia miliki jadi konsumsi banyak orang" tutur Nuari lagi
"lalu papa?" tanya Yoga
"kalau papa sih setahu ku,ia bisa melihat makhluk tak kasat mata setelah mati suri"
"mati suri ?" Yoga terkesiap
"hm...iya ,waktu itu kejadian nya saat kak Gibran baru beberapa hari dilahirkan,kebayang gak sih bagaimana sedih nya mama waktu itu" jelas Nuari yang hanya mengetahui jika kemampuan papa nya ketika papa nya bangkit kembali dari kematian
"aku benar-benar tidak menyangka akan hal itu sampai-sampai aku tak bisa berkata-kata" ucap Yoga
"tak hanya itu,kak Aranta juga sama,bisa melihat makhluk tak kasat mata juga" tambah nya
"wah.... benar-benar ajaib keluarga mu sayang" ucap Yoga
"tadi mama bilang Wowo,Wowo siapa ?" tanya Yoga lagi
"Wowo itu penjaga nya mama,sosok genderuwo ,tubuh nya tinggi besar berbulu lebat berwarna hitam di sekujur tubuh nya,meski kak Wowo itu makhluk astral tapi dia itu hantu yang baik " tutur Nuari membuat buku kuduk Yoga berdiri
__ADS_1
"sayang jangan bercanda kamu "
"kok bercanda ,aku gak bercanda kok,memang mama punya penjaga gaib sesosok genderuwo ,kak Gibran juga punya penjaga gaib ,bahkan kak Gibran sudah diasuh dari bayi oleh sosok Wewe gombel,namanya nek Wewe,tak hanya itu kak Gibran bahkan punya dua makhluk lain nya di rumah,siluman ular dan Buto ,dan mereka selalu menjaga rumah dari gangguan makhluk jahat kiriman seseorang ,ah iya ada bang Popo juga " seru Nuari
"bang Popo makhluk apa lagi itu ?" tanya Yoga yang semakin merinding mendengar nya
"pocong, .... dan tempat kegemaran nya di tembok pagar depan rumah,mau keadaan panas,hujan,siang, atau malam pun bang Popo gak pernah meninggalkan tempat nya, kecuali jika mama mengajak nya pergi , baru pocong itu beranjak dari sana " ucap Nuari yang terlihat tanpa beban menceritakan nya padahal saat ini Yoga sudah tak karuan rasanya
"duh ,aku jadi takut berkunjung ke sana kalau gitu " lirih nya
"sayang kamu kenapa?" tanya Nuari
"tidak kok ,aku gak apa-apa" jawab nya
"oh iya sayang, ngomongin mereka aku jadi rindu rumah mama, nanti sore kita ke sana ya,aku mau menginap pasti seru,sebab kak Gibran dan kak Ara juga saat ini tinggal di sana " ucap Nuari tiba-tiba
"euuh....i... iya...tapi jangan terlalu sore ya,agak siangan ke sana nya " sahut Yoga terperanjat
Nuari hanya mengangguk saja
Kini jam menunjukkan pukul 15:15 , Nuari dan Yoga bersiap pergi menuju kediaman Nuri. Sementara itu Evan yang yang masih di sibukkan dengan pasien hewan nya di meja operasi bersama dokter lain nya nampak begitu serius,sebab hewan yang ia operasi saat ini adalah seekor orang utan hewan langka yang terancam punah.
Orang utan tersebut tak sengaja menelan pecahan beling karena kecerobohan seorang pengunjung kebun binatang yang melemparkan pecahan beling ke arah orang utan itu.
Orang utan itu pun memungut pecahan beling tersebut lalu memasukan nya ke dalam mulut nya karena disangka makanan.
Orang utan itu terluka di tenggorokan nya,karena kejadian itu pun pengunjung kebun binatang itu akhirnya dimintai pertanggungjawaban nya di kantor polisi.
Evan dan tim dokter lain nya akhirnya bisa bernafas dengan lega sebab pecahan beling yang bersarang di tenggorokan orang utan itu sudah berhasil di keluarkan dan kondisi orang utan tersebut pun sudah kembali normal setelah beberapa saat yang lalu sempat drop.
Setelah orang utan itu di pindahkan ke ruangan khusus,Evan pergi menuju ruangan nya sambil melepas jas putih nya.
"huuuuuffftt.....lelah sekali rasa nya " lirih nya sembari menyandarkan punggung nya ke kursi putar nya
Evan memejam kan mata dengan kepala setengah mendongak namun tiba-tiba ia membuka mata ketika ia mengingat Ayu yang berada di apartemen nya.
Ia lalu melihat arloji di pergelangan tangan nya,lalu ia pun menyambar jas dan tas kerja nya dan bergegas meninggalkan ruangan nya.
"tunggu aku pulang " gumam nya dengan langkah lebar
__ADS_1
...***...