Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 29


__ADS_3

Nuari merasa miris ketika melihat perempuan tadi yang memperlakukan anak nya dengan kasar. Ia bahkan sampai mengusap d*da.


"Dia mah emang begitu Bu, saya sering melihat anak nya selalu dibentak bahkan tak jarang memukul dan mencubit seperti tadi " Tutur ibu penjual es


"Apa ibu tetangga nya ?" Tanya Nuari


"Bukan Bu,saya kak sering jualan di area sekolah jadi suka lihat perempuan tadi " Jawab si ibu lagi


Pada saat itu nampak anak-anak keluar dari dalam kelas. Semua wali kelas nya mengantarkan anak-anak didik nya sampai pintu gerbang ketika melihat para orangtua yang hendak menjemput. Tapi jika orang tua belum datang menjemput wali kelas pun akan menelpon orangtua murid nya. Setiap wali kelas pun dituntut untuk menghafal wajah dan nama orangtua murid. Hal itu sengaja diberlakukan agar tak ada orang yang datang mengaku-ngaku orangtua murid nya ,bahkan jika ada saudara lain nya menjemput nya maka wali murid akan meminta konfirmasi dari orangtua si murid.


"Mama...." teriak Raffa yang di gandeng wali kelas nya


"Bu saya permisi " ucap Nuari berpamitan pada si ibu penjual es


"Iya Bu,silahkan "


Nuari pun menghampiri putra nya yang berada di depan gerbang.


"Assalamualaikum...." ucap Nuari


"Waalaikum salam ,silahkan Bu sekolah sudah selesai" Ucap wali kelas nampak basa basi


"Iya ,terima kasih ya Bu "


"Sama-sama " Sahut wali kelas nya. Tak lama kemudian Aranta juga datang. Anak-anak nampak berlari menghampiri nya


"Mama..." Seru kedua anak nya


"Assalamualaikum sayang ,gimana hari ini belajar nya ?" tanya Aranta berjongkok mengimbangi tinggi kedua anak nya


"Seru mah,tadi kami belajar berhitung dengan bahasa Inggris " Jawab Lia


"Alhamdulillah.... yang pinter ya kalian" Kemudian Aranta menoleh pada Raffa


"Hai embul nya Tante....gimana dengan mu,belajar apa tadi ?" tanya nya ,Raffa memang berbeda kelas dengan Atha juga Lia ,makanya ia bertanya seperti itu


"Hari ini kita belajar menggambar ya Bu guru " Sahut Raffa sambil menoleh pada wali kelas nya. Wali kelas nya pun nampak mengangguk


Sementara wali kelas Atha dan Lia sudah mengurus anak-anak lain yang belum di jemput.


"Loh sayang itu puding nya masih ada?" tanya Nuari yang melihat Raffa membawa cup berisi puding buatan nya


"Chika gak masuk sekolah " Sahut Raffa


"Mah, aku mau menjenguk Chika boleh gak ,katanya Chika sakit ?" tambah nya langsung mengutarakan keinginannya


"Gimana mah ,boleh kan?" tanya Raffa lagi karena Nuari tak kunjung menjawab nya


Sebenarnya Nuari tengah mempertimbangkan keinginan anak nya,sebab ia sadar jika dirinya merupakan perempuan bersuami ,akan tak pantas jika ia berkunjung ke rumah seseorang yang berstatus duda. Ia takut muncul fitnah sementara mereka sama sekali tak melakukan apapun.


Saat ia tengah tercenung tiba-tiba Atha dan Lia mengatakan jika mereka pun ingin ikut menjenguk Chika.


"mama, kita juga ingin menjenguk Chika ,boleh kan ?" tanya Lia


"Iya mah boleh kan?" timpal Atha


Aranta menoleh pada Nuari ,Nuari pun akhirnya mengangguk. Menurut nya tak masalah jika kakak ipar nya juga ikut karena jika ada apa-apa Aranta bisa menjadi saksi.


"Kalau gitu aku titip anak-anak ya " Ucap Aranta diluar perkiraan nya

__ADS_1


"Loh emang kak Ara mau kemana?" tanya nya


"Kembali ke rumah sakit , takut nya ada pasien " jawab nya


"Kakak ikut lah ,aku gak enak kalau pergi sendiri" pinta Nuari memelas


"Loh ,bukan nya kamu pergi dengan anak-anak ,kok sendirian?" tanya Aranta


"Masalah nya papanya Chika itu duda ,aku gak enak kalau sendiri gitu loh " Nuari pun mengatakan apa yang menjadi ganjalan hati nya


"Oh...hahaha...ya sudah aku temani, lagipula kalau ada pasien pasti dari rumah sakit nelpon " Aranta pun akhirnya ikut bersama Nuari dan anak-anak


Beberapa saat kemudian mereka pun berangkat,Nuari pun sudah mendapatkan alamat rumah Chika dari wali kelas.


"Ini rumah nya ?" tanya Aranta ketika mereka sudah turun dari mobil dan memperhatikan dari depan rumah yang nampak sederhana tanpa adanya pagar ,namun terlihat nyaman karena banyak nya tanaman hias serta kolam ikan di samping rumah


"Dari alamat nya sih iya kak,tuh mobil nya juga ada " Sahut Nuari seraya menunjuk pada mobil putih yang terparkir di dekat kolam


Mendengar suara mobil berhenti di depan rumah nya,Arjun pun membuka pintu. Bersamaan dengan itu anak-anak pun keluar dari dalam mobil dan segera berhamburan ke arah Arjun.


"Assalamualaikum om "Ucap ketiga anak-anak itu


"Waalaikum salam,kalian datang untuk menjenguk Chika?" tanya Arjun


"Iya om ,apa kami boleh bertemu dengan Chika ? Aku mau ngasih puding ini" Ucap Raffa


"Tentu saja boleh ,ayo kalian semua masuk" ajak nya


Melihat anak-anak masuk ke dalam rumah ,Nuari dan Aranta pun berjalan kebarah Arjun.


"Assalamu'alaikum "


"Anak-anak ingin mejenguk Chika. Memang nya Chika sakit apa bukan nya waktu itu sudah sembuh ?" Tanya Nuari


"Iya,semalam Chika kembali demam " Sahut Arjun


"Tapi sudah di bawa ke dokter kan ?" Tanya Nuari lagi


"Sudah ,tadi pagi "


"Oh iya kenalkan ini kakak ku,mama nya Atha dan Lia " ucap Nuari memperkenankan Aranta


"Oh yang kembar tadi ?" tanya Arjun memastikan


"Iya " jawab Aranta


Wajah Atha dan Lia memang serupa ,hanya beda nya di rambut saja ,Atha pendek dan Lia rambut nya panjang. Tapi meskipun wajah mereka sama namun keduanya terlihat cantik dan tampan.


"Ayo masuk ,maaf rumah saya berantakan "Ucap Arjun tak enak hati


"iya gak apa-apa kok"sahut Nuari


Mereka pun berjalan mengikuti Arjun. Ketika sampai di depan kamar putri nya,Arjun lalu membuka perlahan pintu tersebut.


"Papa boleh masuk? Ada teman-teman mu datang menjenguk " Ucap Arjun pelan


"Apa Raffa yang datang ?" Tanya nya. Ia bisa bertanya seperti itu karena hanya Raffa teman yang dekat dengan nya di sekolah


"Iya sayang "

__ADS_1


Setelah itu Arjun pun meminta Nuari dan Aranta juga anak-anak untuk masuk.


"Assalamualaikum cantik " Ucap Nuari ketika memasuki kamar Chika


"waalaikum salam Tante "


"Chika , bagaimana keadaan kamu ? Udah berobat ?" tanya Raffa


"Udah dong ,itu obat nya " sahut Chika sambil menunjuk obat sirup di meja nakas


"Oh iya,ini aku bawakan puding. Mama yang buat ,ini enak loh " Raffa memberikan puding yang ia bawa daritadi


"Wah puding nya lucu , seperti lumut " Ucap Chika


"Iya nama nya juga puding lumut " ujar Raffa lagi


"Hm...puding nya enak , Tante hebat bisa bikin puding seenak ini" puji Chika seraya terus memakan puding nya sampai habis


"Senang kalau kamu suka,nanti Tante buatkan lagi ya "


"Iya Tante mau "sahut Chika senang


"Bilang apa sama Tante?" tanya Arjun


"Terima kasih ya Tante "


"Sama-sama sayang " sahut Nuari sambil menyentuh pipi Chika


Aranta hanya diam memperhatikan anak-anak nya bermain mainan punya Chika di samping tempat tidur.


"Atha,Lia ,kalau sudah main nya nanti di bereskan lagi ya nak !"


"Iya mah " sahut kedua nya


Ketika itu seseorang datang dan langsung masuk ke kamar Chika.


"Eh ,ada tamu , teman-teman nya Chika ya ?"


"Oma..." ucap Chika


"Iya sayang " rupanya Oma nya yang datang ia membawa buah-buahan juga boneka lalu meletakkan nya di meja


"Loh mama kok gak bilang dulu mau datang ,tau gitu nanti aku jemput " ucap Arjun


"Tak usah , kalau kamu jemput mama ,siapa yang akan menjaga cucuku " sahut nya


Mata nya melirik Nuari ,namun nampaknya ia kurang menyukai Nuari. Hingga perempuan paruh baya itu dengan sengaja menggeser Nuari dengan kasar. Meski tak ada yang sadar akan hal itu.


"belum lama putriku meninggal dia sudah seenaknya bawa perempuan lain kerumahnya" batin nya


"Kamu sakit apa sayang ?" Tanya nya


"Cuman demam mah " sahut Arjun


"kamu jangan menganggap sepele,demam itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor "


"Iya mah ,tadi dokter sudah menjelaskan katanya Chika hanya butuh istirahat dan minum obat " tutur Arjun


"lalu dia siapa ?"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2