Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 32


__ADS_3

Nuri sama sekali tak menyangka jika Riswan dan Merlin tiba-tiba datang ke rumah nya.


"Sayang,kenapa kalian gak kabari mama kalau mau datang,Ya Allah seneng nya " Nuri langsung memeluk Riswan lalu beralih ke Merlin


"Mas,....Gibran ,Aranta ,mama....cepat ke sini lihat siapa yang datang !" teriak Nuri yang begitu kegirangan melihat kedatangan mereka


Tak lama mereka yang dipanggil pun muncul


"Ya Allah,Riswan Merlin,kalian kapan datang kok gak bilang-bilang?" Tanya Dewi memeluk mereka bergiliran


"Kemarin siang nek " Jawab Riswan


"Masha Allah....anak kalian udah besar ,Ridwan kelas berapa sekarang ?" Tanya Nuri pada anak sulung Riswan dan Merlin


"Kelas empat nek " Jawab nya


"Lalu si cantik Luna ,sudah sekolah apa belum?" Tanya Nuri pada anak kedua Riswan dan Merlin


"Sudah nek kelas satu " jawab Luna


"Alhamdulillah, pintar-pintar ya kalian " Nuri lalu memeluk kedua nya


"Oh iya ,papa mama mu mana? Gak ikut kesini ?" Tanya Rifki menanyakan Haris dan Bu Fuji


"Mungkin masih dijalan pah,tadi sih katanya masih di rumah " Jawab Riswan


"Gimana kabar Amanda ,sudah lama gak denger kabar tentang nya ?" Amanda merupakan putri nya Haris dan Bu Fuji ,usianya sudah memasuki 15 tahun. Amanda sendiri sedang mondok di sebuah pesantren di Jogja. Amanda sudah mondok sejak keluar sekolah dasar.


"Alhamdulillah baik katanya ,kita mau nengok tapi katanya gak bisa sembarangan nengok ,harus buat janji dulu "jawab Riswan lagi


"Ya, begitulah namanya juga di pesantren. Kalau gak gitu para orang tua akan lebih sering nengokin anak nya ,jadinya si anak bukan nya fokus belajar malah jadi ingin pulang,kondisi pondok pun pasti akan ramai para orang tua ,kalau diatur kan bisa mencegah membludak nya para orangtua" Tutur Aranta ,ia yang sudah berpengalaman tinggal di pondok pesantren pun faham akan aturan tersebut ,dan setiap pondok pesantren pasti akan memiliki peraturan nya masing-masing


"Hai bro ! Waduh makin kece saja bapak dua anak ini "Celetuk Riswan pada Gibran


"Ya iya lah , kamu sendiri kenapa makin maju itu perut"


"Ah kamu mah , ngelihat saja tuh mata" Kata Riswan sebal


"Ya kan aku punya mata " Ucap Gibran. Riswan pun terkekeh lalu mereka saling berpelukan


"Aranta ,aku kangen " Merlin langsung memeluk teman nya itu


"Sama ,aku juga "


"Kamu kok tambah cantik saja sih,tetap langsing ,lah aku kamu bisa lihat sendiri kan bentuk tubuh aku sudah gak karuan begini" ucap Merlin jadi merasa minder melihat penampilan Aranta


"Ah kamu bisa saja ,kamu juga tetap cantik kok ,meski badan kamu ...." Aranta tak melanjutkannya kata-kata nya ,tapi Merlin sama sekali tidak tersinggung


"Ah ,sudahlah ,nanti aku akan diet ,eh mana si kembar katanya mereka sudah masuk sekolah TK ?" Tanya Merlin


"Lah iya ,mana mereka? Sebentar aku lihat dulu,mungkin masih pada sarapan "Aranta pun pergi untuk melihat anak-anak nya

__ADS_1


Sesampainya di meja makan Aranta dibuat shock melihat kelakuan kedua anak nya ,ia sampai menggeleng-gelengkan kepala.


"Masya Allah,kalian ngapain di sana ?" Tanya Aranta ketika melihat kedua anak nya berada di kolong meja makan


"Hehehe....kami lagi main petak umpet mah" Sahut Lia


"Petak umpet sama siapa?" Tanya Aranta yang tak melihat siapapun di sana ,bahkan Wewe dan hantu lain nya tak ada di sana


Karena biasa nya Atha dan Lia selalu bermain petak umpet bersama hantu-hantu itu.


"Sama itu mah "Tunjuk Atha


Aranta pun membalikkan tubuh nya.


"Allahu Akbar !" Aranta sangat terkejut ketika melihat sosok anak kecil perempuan tanpa kepala


"Ayo sudah dulu main nya,kita ke depan ada Tante Merlin dan om Riswan di luar,kalian juga harus berangkat sekolah kan "ucap Aranta


"Iya mamah,kami berangkat sekolah dulu ya ,kamu gak boleh ikut,nanti dibully hantu di sekolah ,mereka tukang bully " Ucap Lia. Hantu tanpa kepala itu pun mengacungkan jempol tangan nya tanda setuju


Sementara itu Nuari yang sudah mengantar kan Raffa ke sekolah hendak pergi ke rumah orangtuanya,entah kenapa tiba-tiba saja ia merindukan mereka.


Mobil Nuari berpapasan dengan mobil Aranta saat hendak memasuki gerbang komplek. Merekapun saling menyalakan klakson sebagai tanda kalau mereka saling sapa.


Beberapa saat kemudian Nuari memarkirkan mobilnya di samping mobil Riswan.


"Mobil siapa ini? Apa sedang ada tamu " Gumam nya pelan


Nuari lalu keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah.


Nuari menutup mulut nya ketika melihat Riswan.


"Kak Ris-ris ! " Seru Nuari langsung berlari menghambur ke pelukan pria yang sudah ia anggap kakak kandung nya


"Hey,apa kabar ? Mana jagoan kakak?" Tanya Riswan sambil membalas pelukan Nuari


"Kabar aku baik ,kak. Raffa sudah berangkat sekolah baru saja aku antar " Jawab Nuari seraya melepaskan diri


"Hay kak Merlin " Nuari juga memeluk Merlin


"Hay juga,cantik ,mana suami mu tak ikut ?" Tanya Merlin


"Yoga sedang pergi kak ,restoran di Pontianak kebakaran jadi dia mau lihat langsung kondisi restoran nya " Jawab Nuari


"Ya Allah ,jadi restoran itu milik kalian?" Tanya Riswan ,ia dan Merlin baru saja melihat berita kebakaran sebuah restoran di kota Pontianak sebelum berangkat ke rumah Nuri. Makanya mereka kaget karena ternyata restoran tersebut milik Nuari dan Yoga


"Iya kak,rencana nya kalau Yoga lama di sana aku mau nyusul. Raffa juga merengek terus minta ikut saat papa nya berangkat "Jawab Nuari lagi


"Apa penyebab nya sudah ketahuan ?" Tanya Dewi


"Belum nek ,polisi masih menyelidiki nya, Yoga juga belum ada kabar ,mungkin masih di pesawat" Sahut Nuari

__ADS_1


"Suami mu kan pakai jet pribadi kita,pasti dia baru sampai " Cetus Rifki


Tak lama ponsel Nuari berbunyi


"Nah ,panjang umur , baru aja diomongin "Ucap Nuari


"Siapa sayang?" Tanya Nuri


"Yoga mah, sebentar aku angkat dulu "Nuari pun berjalan menjauh


Beberapa saat kemudian Nuari kembali.


"Yoga baru saja sampai. Kebakaran nya parah banget tapi untuk penyebab nya masih di selidiki " Ucap Nuari


"Tapi apa tidak ada korban jiwa ?" Tanya Dewi


"Alhamdulillah tidak ada ,karena kejadian nya tepat sesudah restoran tutup " Jawab Nuari lagi


"Apa jangan-jangan ada yang sengaja menyabotase ?" Tanya Riswan


"Entah lah kak ,tapi mudah-mudahan sih gak ada "


Saat itu Haris dan Bu Fuji pun sampai


"Assalamualaikum "


"Waalaikum salam "


"Maaf telat datang nya ,jalanan udah mulai macet "Ucap Haris


"Ya maklum saja lah nama nya jam berangkat kerja " Sahut Rifki


Mereka tak terlalu antusias dengan kedatangan Haris dan Bu Fuji ,sebab hampir setiap hari mereka bertemu.


"Kalian sudah sarapan ?" Tanya Dewi


"Udah kok nek ,sebelum berangkat ke sini,kami semua sarapan dulu di rumah "Jawab Riswan


"Tapi aku lapar lagi pah "Cetus Luna


"Ya sudah kalau gitu kamu makan lagi saja ,yuk Oma temani "Ajak Dewi


"Boleh gak mah?" Luna meminta izin terlebih dahulu pada mama nya


"Iya boleh , tapi jangan ngerepotin Oma nya ni ya "


"Iya mah ,siap "


"Kamu juga mau makan lagi ?" Tanya Dewi pada Ridwan


"Enggak Oma , makasih aku masih kenyang " Tolak nya

__ADS_1


Dewi pun membawa Luna ke meja makan. Sementara yang lain sibuk mengobrol. Bibi art pun segera menyiarkan minuman dan makanan ringan untuk teman mereka kumpul.


bersambung...


__ADS_2