Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Perhatian


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nuari dan Yoga sudah pergi untuk berjalan-jalan di sekitaran villa. Mereka sangat menikmati momen itu, beberapa kali mereka mengambil gambar dengan pemandangan perkebunan teh yang terlihat basah karena embun.


"kita ke sebelah sana yuk " ajak Nuari


"yuk "


Nuari berdiri bersandar di batu yang lumayan besar dengan beberapa lumut hijau memenuhi sebagian permukaan batu itu.


Dengan senyum merekah dan berfose membuat nya semakin cantik terlihat di layar ponsel.


Setelah satu foto di ambil,Yoga pun mendekat dan mereka berfoto bersama. Kedua nya mengambil beberapa foto dengan sangat mesra.


Beberapa orang yang hendak memetik daun teh baru saja sampai,mereka melihat pasangan tersebut dan merasa baper dibuat nya.


"mereka siapa?"


"seperti nya pasangan pengantin baru yang menyewa villa nya tuan Yosep "


"oh....mereka pasangan yang serasi ya "


"iya betul itu "


Para pemetik teh yang kebanyakan kaum ibu-ibu itu pun segera memulai aktivitas mereka setelah sedikit membicarakan pasangan baru itu.


Meski begitu sesekali mata mereka terus melirik ke arah Nuari dan Yoga.


Merasa dirinya jadi perhatian, Yoga pun mengajak Nuari untuk kembali berjalan.


"kita lanjut jalan yuk " ajak Yoga


"ehm... ayo "sahut Nuari


"permisi Bu....selamat pagi ...." sapa Yoga pada para ibu-ibu pemetik teh , sementara Nuari hanya memberikan senyuman nya menatap ibu-ibu itu


"eh.... selamat pagi juga ....." sahut mereka bersama


Sementara pasangan pengantin baru itu tengah berjalan-jalan menikmati pagi yang sejuk dan cerah ,berbeda dengan yang terjadi pada Evan.


Pria itu merasa kesal sebab semalaman ia harus membiarkan Ayu tidur di sofa ruang tengah ,sebab kamar nya di pakai Rina dan ibu nya.


Di tambah pagi ini ibu dan gadis yang digadang-gadang kan sebagai calon istri nya itu pun banyak bertingkah.


Betapa tidak, pagi-pagi sekali Rina sudah membangunkan Ayu hanya untuk dibuat kan teh manis,sedang kan ibu nya minta dibuat kan roti panggang. Setelah itu ibu nya meminta Ayu mencuci kan pakaian nya yang kemarin ia pakai,bahkan tak hanya itu, Ayu diminta untuk pergi membelikan beberapa barang yang Evan sendiri tak tahu apa.


"Bu...jangan ibu fikir Ayu ini memang pembantu lantas ibu bisa dengan bebas memerintah nya,kasihan Ayu Bu "ucap Evan mencoba meminta pengertian pada ibu nya, pasal nya ia sangat tahu dengan konsisi Ayu saat ini


"loh kok kasihan sih ,memang sudah seharusnya kan seorang pembantu di suruh-suruh " seloroh ibu nya


"iya Bu tapi kondisi Ayu sangat tidak memungkinkan untuk keluar rumah sendirian "


"memang nya kenapa dengan pembantu itu,aku lihat dia baik-baik saja " cetus Rina yang langsung duduk di antara ibu dan anak itu


Sementara Ayu sudah pergi beberapa saat yang lalu


Evan merasa risih lalu berdiri,ia berjalan menuju meja lalu menyambar ponsel nya, terlihat ia mengetikan sesuatu


"hari ini saya berangkat agak siangan,ada sesuatu yang harus aku urus "bunyi pesan tersebut


Setelah mengirim pesan tersebut ,Evan pun beranjak


"mau kemana ?" tanya ibu nya


"mau berangkat kerja "jawab nya lalu menyambar jas putih nya


Setelah Evan pergi


"seperti nya Evan tak pernah menyukai ku Bu" lirih Rina

__ADS_1


"kamu yang sabar,Evan memang begitu orang nya,semenjak adik nya meninggal dia jadi dingin dan cuek pada siapa pun, tapi kamu tenang saja ,cepat atau lambat Evan pasti akan menyukai mu,kalau perlu kamu tinggal saja di sini besok ibu pulang, agar kamu bisa mengambil hati nya" ujar ibu Evan tiba-tiba


"tapi bagaimana dengan pembantu itu Bu,Evan sepertinya peduli sekali pada nya " ucap nya


"halah ,cuman pembantu saja,sudah jangan kamu fikirkan,kamu fokus saja pada Evan,oh iya,ibu hampir lupa , sebentar ya " ibu nya Evan pun sedikit berlari ke kamar lalu kembali tak lama kemudian dengan membawa air dalam kemasan botol.


"ini air jampi-jampi dari Mak Yati ,kamu tahu kan Roni dan Yuli yang menikah karena di jodohkan?" tanya ibu nya Evan ,Rina nampak diam dan berfikir lalu kemudian mengangguk


"Yuli yang tadinya pacaran sama anak ABG kampung sebelah ,yang orang tua nya tak setuju ,lalu menikah dengan si Roni ,kenapa memang nya" tanya Rina


"tadi nya kan si Yuli nolak buat dinikahkan dengan si Roni ,tapi akhirnya mau juga,nah itu tuh berkat air jampi-jampi dari Mak Yati, kamu juga berikan air ini untuk diminum oleh Evan,biar Evan klepek-klepek sama kamu " tutur ibu nya Evan yang masih saja percaya akan hal seperti itu


Jika suami nya tahu ,ia pasti akan kena omel dan ceramah panjang,karena biar bagaimanapun ayah nya Evan itu sangat taat agama dan tidak membenarkan hal-hal yang berbau perdukunan.


"baiklah Bu,akan aku usahakan merebut hati Evan " ucap Rina tersenyum senang


Evan yang sudah berada di luar pun mengedarkan pandangan nya,mencari sosok gadis mungil yang entah kenapa ia merasa khawatir pada gadis itu.


"kemana pergi nya,apa iya dia sudah jauh,lagian apa sih yang di suruh ibu belikan,kenapa harus ke pasar segala " gumam nya cemas


Evan terus memperhatikan sekitar nya sambil terus berjalan,hingga tatapan nya terhenti pada seseorang yang nampak duduk di bawah pohon dekat parkiran khusus motor.


Ia langsung dapat mengenali gadis tersebut dan segera menghampiri nya


"ternyata kamu di sini" ucap nya ikut duduk di samping gadis itu


"Evan.....aku bingung dan takut " lirih Ayu


"iya aku tahu,makanya aku menyusul mu,ayo katakan apa yang diminta ibu ku ?" tanya nya


"ketan hitam,kacang hijau,buah kelapa,dan gula Jawa " sahut Ayu


"hanya itu ?" kening Evan berkerut


"iya "


"ya ampun, aku fikir beli apaan,kalau hanya itu sih di minimarket juga ada,yuk aku antar kamu ke sana " ajak Evan


"pasar di sini tak seperti pasar di desa,ayo lah sama saja ,biar aku nanti yang bilang ke ibu" ajak Evan seraya menarik lengan Ayu menuju minimarket di samping gedung apartemen


Ayu pun menurut dan membiarkan saja Evan membawa nya.


Sementara itu Yoga dan Nuari yang selesai jalan-jalan pagi memutuskan untuk bersantai di depan tv ditemani setoples pop corn.


"setelah ini kita mau ngapain ?" tanya Yoga


"terserah saja lah,tapi seperti nya aku mau di villa saja deh" sahut Nuari yang merasa enggan untuk keluar ,apalagi cuaca sudah mulai terik meski waktu masih menunjukan pukul 10:00


"ide bagus, lebih baik kita menghabiskan waktu di villa saja " ujar Yoga seraya tersenyum penuh arti Nuari pun menyipit kan mata menatap Yoga


"kenapa kamu menatap ku seperti itu ?" tanya Nuari ketika Yoga malah menatap nya tanpa berkedip


"kamu cantik" ucap Yoga dengan tatapan tertuju pada bibir tipis berwarna pink milik istri nya itu


"aku tahu "sahut Nuari menyandarkan punggung ,namun tiba-tiba Nuari terkesiap


"Yo....Yoga...." lirih Nuari ketika Yoga mendekatkan tubuh nya hingga memepet pada Nuari


"hem....."


"k...kamu....mau apa ?" tanya nya gugup


"aku.....mau makan kamu " cetus Yoga langsung menyerang Nuari


"aaakkkhhh.....Yoga...."


"aku mau kamu sayang .... " suara Yoga berubah berat dengan hembusan nafas yang juga terasa berat

__ADS_1


"tentu , lakukan lah hm..... apa pun yang kau ingin kan dengan tubuh ku ini,semua nya.... ssshhh.... milik mu " lirih Nuari saat merasakan sengatan di tubuh nya ketika bibir hangat Yoga menc*mbui leher nya


Sebelum nya Yoga sudah mengunci rapat pintu,jadi dia bisa lebih leluasa melakukan apa pun saat ini, terlebih ia sudah berpesan pada penjaga villa untuk tak datang mengganggu nya.


"apa....kita akan... melakukan nya di sini?" tanya Nuari dengan tatapan yang sudah sayu, kedua nya sudah setengah polos


"iya....kamu tenang saja ....tidak akan ada yang akan datang mengganggu kegiatan kita " jawab Yoga


"tapi..... aakkhhh...." tiba-tiba Nuari memekik ketika Yoga menenggelamkan wajah nya pada inti Nuari yang masih terbalut kain segitiga


Siang itu pun kedua nya melakukan ritual panas di hari yang semakin panas di ruang tv.


Meskipun Nuari masih merasa risih dengan pemandangan di luar yang terlihat beberapa orang lalu lalang,namun kembali ia teringat jika dinding kaca itu tak bisa dilihat dari luar.


Bahkan suara nya pun tertahan karena tak ingin orang lain mendengar suara *rangan dan d*sahan nya.


"lepas kan saja sayang,...aku suka dengan suara d*sahan mu, itu membuat ku semakin gila " ucap Yoga


"nanti orang-orang akan mendengar,aku malu" jawab Nuari terengah


"villa ini memakai peredam suara,jadi kamu tak usah khawatir jika suara seksi mu sampai terdengar ke luar " ucap Yoga di tengah aktifitas nya menc*mbui Nuari


Maka setelah mendengar penuturan Yoga tentang peredam suara,Nuari pun tak dapat lagi menahan suara nya,ia melepaskan semua rasa yang ia rasakan ketika sentuhan-sentuhan Yoga membuat nya melayang,dan tentu saja mendengar d*sahan dan *rangan Nuari membuat darah di dalam tubuh nya semakin terbakar dan memicu libido nya menjadi semakin memanas.


Sementara pasangan pengantin baru tengah bergumul di depan tv,lain hal nya dengan pasangan yang tengah berbahagia dengan kehamilan yang sudah lama di idam-idamkan.


Dengan penuh perhatian,Gibran membuatkan susu khusus ibu hamil di pantry kantor nya, sebenarnya di ruangan nya ada dispenser,namun rupanya ia lupa memberitahu kan pihak OB untuk mengisi air galon nya yang habis.


Banyak para staf kantor yang merasa kagum dan iri melihat perhatian Gibran pada istrinya,mereka pun sampai berbisik membicarakan atasan mereka itu.


Setelah selesai Gibran pun membawa segelas susu itu menuju ruangannya dimana Aranta berada saat ini.


"maaf ya lama nunggunya" ucap Gibran ketika ia masuk ke ruangan nya


"iya ,tidak apa-apa kok , makasih ya sudah repot-repot bikinin aku susu " ucap Aranta seraya meraih gelas susu itu


"sama-sama sayang " sahut Gibran lalu duduk di samping Aranta


gluk'


gluk'


"Alhamdulillah......seger rasa nya " ucap Aranta setelah menghabiskan susu nya


"karena sekarang kamu sudah minum susu ,lebih baik kamu tidur sana,aku mau lanjut kerja " ucap Gibran seraya mengusap pucuk kepala istrinya


"haisshhh....kenapa aku selalu di suruh tidur sih,aku gak ngantuk,lagian ya kalau aku kebanyakan tidur juga gak baik buat kesehatan ku juga janin kita,jadi biarkan aku duduk di sini saja,aku janji gak gangguin kok " ucap Aranta yang sudah sangat jengah dan bosan karena baik di rumah maupun di kantor ia selalu di minta istirahat


"ya sudah,tapi kalau kamu ngantuk tidur ya " ucap Gibran akhirnya


"ehm...iya tuan suami " sahut Aranta lalu dengan gemas menciumi pipi Gibran


"kok cuman pipi nya saja sih ,yang ini enggak,nanti ngiri loh " ucap Gibran menunjuk bibir nya


"kalau yang ini nanti malam saja,aku kasih yang plus-plus "


"hem..... baiklah ,aku tunggu bibir plus-plus mu " Gibran pun membalas ciuman Aranta pada pipi nya ,lalu beranjak menuju meja kerja nya


Gibran pun kembali di fokuskan pada layar laptop dan beberapa dokumen di meja nya.


Aranta yang memperhatikan pun merasa kagum pada suami nya itu,ia tak menyangka jika Gibran akan menggeluti bisnis bersama papa nya ,dan kehebatan nya pun setara dengan Rifki . Ia fikir Gibran akan mengikuti jejak profesi mama nya yang seorang paranormal meski mama mertua nya tak ingin di bilang seorang paranormal,namun semua orang tahu siapa Nuri dengan kemampuan nya,apalagi mama mertua nya itu sering ikut dalam acara mistis di televisi bersama paranormal artis bernama Laras( bagi yang sudah ngikutin cerita ku dari awal pasti tahu siapa Laras, bagi yang belum tahu baca juga Teror Guna-Guna,dan juga The Indigo ya ! )


Ketika Aranta tengah fokus memperhatikan suami nya itu ,terdengar suara pintu di ketuk,Gibran yang memang tengah menunggu seseorang perwakilan yang akan bekerja sama dengan nya pun,segera tahu siapa yang datang,sebab asisten nya sudah memberi tahu perihal kedatangan nya beberapa saat yang lalu.


"masuk " seru Gibran


Akan tetapi begitu pintu terbuka ,baik Gibran maupun Aranta,kedua nya sama-sama terkesiap.

__ADS_1


"astaghfirullah....."


...***...


__ADS_2