Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Obat cepat sembuh


__ADS_3

Bu Nur Aini menggeleng karena merasa tingkah menantu nya itu sangat-sangat absurd.


Pada saat itu terdengar deru mesin mobil,Bu Nur Aini segera meminta Nuari bersembunyi di kamar nya.


"itu seperti nya anak nakal itu datang,cepat kamu sembunyi di kamar mama ,dan jangan keluar jika belum mama suruh "perintah nya


"ok mah ,aku mengerti " cepat Nuari beranjak dari ruang keluarga lalu menuju kamar mama mertua nya


Sedangkan Bu Nur Aini segera mengalihkan perhatian nya pada televisi yang sedari tadi menyala.


Dengan duduk selonjoran di sofa sambil memegang remote tv Bu Nur Aini terlihat fokus pada acara yang di siarkan.


"assalamualaikum.....maahh...." panggil Yoga masuk begitu saja karena pintu tak di kunci


"waalaikum salam .... "sahut Bu Nur Aini seraya menengok ,karena kini Yoga sudah di dekat nya


"loh...kamu sendirian,mana menantu mama?" tanya nya pura-pura


"mama jangan bercanda ya ,justru aku kesini mau nyusulin Ari,tadi dia kirim pesan mau pulang ke rumah mamah" ucap Yoga


"kalau Ari di sini mama gak mungkin nanya kamu lah " sahut Bu Nur Aini


"astaghfirullah..... Ari kamu dimana sayang ?"gumam nya frustasi


Sementara di kamar Nuari nampak terkekeh-kekeh,melihat ekspresi Yoga yang menyedihkan.


"rasain ,emang enak,makanya jangan bikin aku khawatir,sekarang sendiri nya kan yang khawatir "lirih Nuari pelan


Jika saat itu Nuari merasa sangat mengkhawatirkan Yoga bahkan sampai nangis-nangis dan pingsan karena pulang terlambat juga ponsel tak dapat dihubungi,berbeda dengan kali ini,mungkin firasat nya kali ini dengan saat itu berbeda.


"kamu serius tadi Ari kirim pesan mau ke sini? " tanya Bu nur Aini


"iya mah,nih mama baca sendiri pesan nya " Yoga memberi kan ponsel nya dan memperlihatkan isi chat dari Nuari


(sayang ,aku pulang ke rumah mama Nur,kamu susulin aja aku ke sana ) begitu lah isi pesan tersebut


"bukan nya mama nya juga sering di panggil Nur ,siapa tahu istri mu itu pulang ke rumah orang tua nya ,bukan ke sini "ucap Bu nur Aini lagi


"enggak mah,Ari memang ke sini kok,kalau tadi aku sudah ke rumah mama Nuri tapi gak ada ,lagian jika Ari pulang ke sana Ari bilang nya bukan mama Nur,tapi mama " tutur Yoga lagi


"lah terus ini sekarang Ari kemana?" tanya Bu Nur Aini pura-pura panik


"kalau terjadi sesuatu pada nya gimana, apalagi kan Ari sedang hamil " lanjut nya


Yoga nampak kesal dengan dirinya sendiri,ia menyesal karena ia malah memilih tidur ,bukan ke tidur nya sih ,hanya saja durasi tidur nya yang terlalu lama itu yang Yoga sesal kan.


"lagian kamu ini bisa-bisa nya kehilangan istri mu ,emang kamu habis dari mana saja hah ?" tanya Bu Nur Aini ,di kamar Nuari menyimak ia pun ingin tahu kemana Yoga dan apa yang dia lakukan hingga panggilan nya pun diabaikan


"tadi aku tidur di jalan " jawab Yoga ambigu


"hah....tidur ? maksudnya?"


"jadi tadi tuh saat di kantor aku merasa tak enak badan,seluruh badan ku terasa meriang,aku pergi ke klinik,terus minum obat ,abis itu aku nyamperin Ari di kebun binatang,nah pulang nya aku malah ngantuk mungkin pengaruh obat yang aku minum, akhirnya aku memutuskan untuk tidur barang sebentar,eh tahu nya malah kebablasan sampai mau Maghrib,itu pun warga yang bangunin aku " tutur Yoga menjelaskan


"ya ampun ,jadi kau sakit ,pantesan muka kamu pucet begini ,mama kira kamu pucet karena panik nyari Ari " ucap Bu Nur Aini


"ya karena itu juga mah " lirih Yoga


Nuari yang mendengar nya pun merasa bersalah,tak seharusnya ia membuat Yoga se khawatir itu pada nya,dengan menghela nafas , Nuari membuka pintu yang tak tertutup sempurna itu ,perlahan ia berjalan mendekati Yoga , sementara Yoga tidak menyadari nya karena posisi nya yang membelakangi kamar mama nya.


Greeb


Yoga terkesiap saat kedua tangan putih mulus memeluk nya dari belakang


"maaf kan aku " ucap Nuari pelan


"Ari...." gumam Yoga,ia mengurai pelukan Nuari lalu berbalik menghadap istri nya itu dan langsung memeluk nya balik


"Ya Allah sayang .... aku hampir sesak nafas mencari mu " ucap nya


"hiks...maaf ,aku tak tabu kamu sakit ,aku malah nambah-nambahin beban mu saja , huuuhhuuu...." Nuari menangis dengan menenggelamkan wajah nya pada d*da bidang Yoga

__ADS_1


"syyhhuuttt....kamu tak perlu minta maaf,ini bukan salah mu,aku yang harus nya minta maaf,tak seharusnya aku tidur sembarangan sampai telat jemput kamu " ucap Yoga seraya menciumi pucuk kepala nya


Bu Nur Aini hanya menggelengkan kepala melihat nya


"dasar " ia pun berjalan menuju dapur untuk membuat minuman hangat untuk anak sambung nya yang terasa anak kandung itu


"badan kamu panas sayang " ucap Nuari menarik diri dan menyentuh kening Yoga dengan punggung tangan nya


"aku gak apa-apa,cuman sakit segini gak berarti apa-apa,besok juga pasti sembuh " ucap Yoga


"gak apa-apa gimana kalau nanti kamu sakit serius bagaimana,aku gak mau kehilangan kamu ,ayo kamu istirahat,aku akan buat kan bubur untuk mu" ajak Nuari membawa Yoga ke kamar


"jangan berlebihan,aku beneran gak apa-apa kok " ucap Yoga


"udah kamu diam saja dan nurut,aku akan merawat mu sebagai permintaan maaf karena membuat mu harus mencari ku dalam keadaan sakit " ucap Nuari yang tak ingin kata-kata nya di bantah


"ya sudah terserah kamu saja, aku mau jadi raja dulu kalau begitu ,yang apa-apa selalu di layani permaisuri nya " ucap Yoga seraya merebah kan tubuh nya


"iisshh....jangan raja lah ,aku gak suka " bantah Nuari


"loh kenapa,raja kan keren "tanya Yoga


"justru karena terlalu keren dan berkuasa,raja kan banyak selir nya ,aku gak mau kalau aku banyak saingan nya ,aku hanya ingin satu-satunya saja " sahut Nuari


"woooo.....kalau itu sih udah jelas,sampai kapan pun hanya kamu satu-satunya wanita di hidup ku " ucap Yoga mengedip kan sebelah mata nya


"bener ya , janji "


"iya sayang ,cinta ku pada mu tak akan ada habis nya,sudah sana katanya mau bikinin aku bubur " ucap Yoga seraya memegangi tangan Nuari


"lepasin dulu dong tangan aku " ucap nya


"hehehehe....iya ya ,buat bubur nya yang enak ya ,tapi ingat jangan cape-cape ,kalau kamu lelah istirahat aja dulu,aku belum begitu laper kok "


"iya ,bikin bubur gak capek kok,palingan pegel karena berdiri terus " sahut Nuari seraya beranjak


"loh sayang ,kamu kok ke sini ,bukan nya temenin Yoga?" tanya Bu Nur Aini


"ini wedang jahe ,biasa nya kalau Yoga demam suka mama bikinin wedang jahe"


"oh..."


Kedua wanita berbeda usia itu pun sama-sama sibuk di dapur , sementara Yoga kini sudah terlelap.


Sementara itu Evan tengah bingung menjawab pertanyaan dokter Satria mengenai perasaan nya terhadap Ayu.


"emm.....itu...."


"tak usah gugup begitu,saya cuman tanya kok, walau bagaimanapun sekarang kan Ayu bukan anak kecil lagi,sementara saya semakin tua ,saya ingin ada seseorang yang juga bisa menjaga Ayu ketika saya tak bisa ada di dekat nya " ucap dokter Satria


"kalau gitu kenapa gak sewa bodyguard saja dok"ucap Evan


"hahaha...tadi nya begitu ,cuman Ayu nya gak mau "ucap dokter Satria tertawa


"sudah lah jangan bahas itu lagi ,ayo kita keluar , Ayu pasti sudah menunggu mu " kekeh dokter paruh baya itu mengajak Evan keluar ruangannya


Sesampainya di ruang keluarga,nampak Ayu tertidur di sofa ,jika masih berada di apartemen ,Evan pasti akan memindahkan Ayu ke kamar nya,tapi saat ini keadaan berbeda ,ia tak mungkin sembarangan menyentuh Ayu meski sekedar memindahkan nya ke dalam kamar.


"rupanya kita terlalu lama di dalam sana" gumam dokter Satria


"iya ,dok ini juga sudah malam ,kalau begitu saya pamit pulang "


"kenapa tak menginap saja ?" tanya dokter Satria tiba-tiba


"ah ,tak usah dok tak enak ,saya pulang saja " ucap Evan menolak


Akan tetapi tiba-tiba diluar turun hujan sangat lebat di sertai suara petir yang saling bersahutan.


"hujan lebat juga petir bahaya kalau nyetir malam-malam ,jarak pandang jadi berkurang ,lebih baik nginap saja,kamar tamu nya sebelah sana " tunjuk dokter Satria


"hehehe...ya sudah apa boleh buat ,maaf ya dok jadi merepotkan " ucap Evan tak enak

__ADS_1


"tidak apa-apa jangan fikirkan itu " ucap dokter Satria menepuk pelan pundak Evan


Evan pun berjalan menuju kamar tamu , sementara dokter Satria membangunkan pelan Ayu ,agar tidur nya pindah ke kamar.


Kembali ke Nuari


Setelah beberapa saat bubur buatan Nuari jadi,dan ia langsung membawa semangkuk bubur itu ke kamar,tak lupa Nuari juga membawa air putih hangat.


Saat melihat suaminya sudah terlelap,Nuari merasa tak tega membangun kan nya ,ia pun hanya menghela nafas sambil melihat hasil masakan nya.


Segelas wedang jahe pun masih utuh belum di sentuh.


Nuari menyentuh kening Yoga,hati nya meringis saat merasa kening nya terasa sangat panas di tangan nya.


Nuari beranjak menuju kamar mandi ,dan keluar kembali sambil membawa ember kecil dengan handuk kecil juga yang ia masukan ke dalam ember berair.


Nuari mengambil handuk basah itu dan memeras nya ,ia lalu melipat nya menjadi lipatan kecil lalu di letakan di kening Yoga.


Yoga menggeliat kening nya terasa dingin,tapi gak membuat mata nya terbuka.


"cepat sembuh sayang " lirih Nuari mengusap kepala Yoga lalu mengecup nya


Tepat pukul 01:00 Yoga terbangun karena merasa perut nya keroncongan,juga kantung kemih nya yang terasa penuh.


Ia bangkit lalu melihat ke samping nya,nampak Nuari tengah terlelap dengan memeluk lengan nya. Kemudian,Yoga baru menyadari jika ternyata kening nya tertempel kain kompresan.


Yoga tersenyum ,perlahan ia melepaskan pelukan pada lengan nya sebab rasa ingin buang air kecil membuat nya harus segera pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai dari kamar mandi, Yoga tercenung melihat semangkuk bubur yang sudah dingin,beserta dua gelas yang berbeda isi nya.


Jika biasa nya bubur yang ketika sudah dingin akan mencair dan tak menarik perhatian untuk di lihat apalagi di nikmati ,namun berbeda dengan bubur buatan Nuari, tekstur nya tetap padat dengan berbagai toping dan kerupuk yang sudah layu.


Yoga pun segera menyantap bubur itu dengan sangat lahap,meski dingin dan kerupuk nya sudah lembek tak mengurangi rasa nikmat pada lidah nya ,atau mungkin karena Yoga yang merasa sangat lapar jadi nya makanan apa pun terasa enak di lidah.


Tak butuh waktu lama untuk nya menghabiskan semangkuk bubur itu,ia lalu meraih minum ,lalu melirik pada Nuari yang masih damai dengan tidur nya.


"maaf ya sayang,karena aku kamu jadi repot,harus nya aku yang melayani mu dan direpotkan sekarang malah sebaliknya" gumam Yoga pelan sambil mengusap lembut kepala Nuari


"hm.... sayang kamu bangun ?" tanya Nuari mengerjap kan mata


"maaf ya ,aku jadi membangunkan mu " sesal Yoga


"enggak kok ,kamu habis makan ,kenapa gak bangunin aku biar aku ambil yang baru ,itu kan sudah dingin " ucap Nuari melihat mangkuk nya sudah kosong


"yang ini juga masih enak kok,tuh bukti nya bubur nya habis " ucap Yoga


"dingin ya " ucap Yoga seakan memberi kode


"iya ,diluar kan hujan ,malah tadi hujan nya lebat banget pake petir segala,tapi kamu saking lelap nya sampai gak kebangun " ucap Nuari yang seperti nya tak ngeh dengan ucapan Yoga


"tapi kok hujan nya masih belum mau berhenti ya " tambah nya


Hujan memang belum reda dan petir pun tak lagi terdengar ,hanya nampak kilatan cahaya nya saja yang terlihat ,meski kecil dan suara gemericik nya lumayan membuat gairah seseorang bangkit.


"suasana nya pas banget sayang, di luar hujan ,udara jadi dingin pasti akan sangat cocok jika aku tengokin junior kita " bisik Yoga seraya meniup tengkuk Nuari yang terhalang rambut


"hmm....tapi ...kamu kan sedang sakit " Nuari memejamkan mata karena hanya dengan satu tiupan saja mampu membuat buku roma nya berdiri


"justru itu adalah obat supaya aku cepat sembuh "


"jangan ngaco kamu ....aahhh...." d*sah nya pelan karena kini tangan Yoga sudah bergerilya di beberapa bagian sensitif Nuari


"mau ya... please..." suara nya pun sudah serak dan berat


Nuari mengangguk , Yoga pun senang ,ia segera beraksi mengukung Nuari yang langsung tak berdaya setelah mendapat serangan bertubi-tubi dari suaminya itu.


Malam dingin yang syahdu itu pun sukses membuat dua insan yang tengah di mabuk asmara meluapkan rasa cinta mereka dengan keringat yang membanjiri kedua nya,ruangan yang tadi nya dingin pun kini berubah menjadi panas hingga membuat cermin rias yang terletak di samping tempat tidur pun jadi berembun.


...***...


Hai....bab ini udah panjang banget loh ,seribu sembilan ratus sembilan puluh kata ,awas kalau masih bilang bab nya sedikit,bikin aja cerita sendiri,biar tahu gimana rasa nya ngetik sampe seribuan lebih,kriting gak tuh jari 🤭

__ADS_1


Maaf ya ...othor baper 🤭😅🙏🙏


__ADS_2