Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 41


__ADS_3

Suara ledakan yang berasal dari luar cukup kencang hingga menggetarkan rumah mewah itu. Semua art bahkan Yoga pun sampai berlari ke luar.


"Sayang ,ada apa ? Suara ledakan apa itu tadi ?" Tanya Yoga ketika melihat istri dan anak nya berdiri mematung


"Aku juga gak tahu "Sahut Nuari


"Sepertinya dari luar Bu " Ucap salah satu art


"Ya sudah kalian tunggu di sini biar aku yang lihat" Perintah Yoga


"Aku ikut ! " Seru Nuari cepat


"Raffa kamu sama bibi dulu ya ,jangan keluar takut nya bahaya " Ucap Nuari menoleh pada Raffa


"Yah , padahal aku mau ikut " Keluh Raffa mencebik


"Mama benar ,kamu di sini saja sama bibi ,Raffa kan anak pintar " ucap Yoga


"Ya udah deh " pasrah Raffa kemudian ia melirik pada Ki Jamal yang baru muncul ,tatapan mata nya seakan menanyakan apa yang terjadi


Yoga dan Nuari pergi ke luar. Keduanya saling tatap ketika beberapa orang berlarian.


"Ada apa ya ?" Tanya Nuari pelan


"Entah lah sayang, yuk kita ke sana " Ajak Yoga , keduanya pun berjalan mendekati kerumunan di depan gerbang rumah nya


"Maaf, ini ada apa ya?" Tanya Yoga ,namun belum sempat orang yang ditanya menjawab ,netra nya sudah lebih dulu melihat potongan tubuh seseorang berceceran di tanah serta darah yang juga mewarnai permukaan jalan


"Astaghfirullah "


"Ini apa yang terjadi ?" tanya Nuari sangat shock melihat nya


"Saya kurang tahu pak,saya juga keluar setelah mendengar suara ledakan,saya juga kaget pas lihat di sini banyak tercecer darah dan potongan tubuh manusia"


"Ya Allah kenapa bisa seperti itu ,siapa korban nya ?" Lirih Nuari


"Sayang lebih baik kamu masuk ya,tunggu saja di dalam " Ucap Yoga sambil mendekap Nuari yang masih sangat shock melihat nya. Saking shock nya tubuh Nuari sampai bergetar


"Iya ,aku ke rumah saja" Nuari yang merasa tak akan sanggup berlama-lama di sana pun memutuskan untuk kembali ke dalam rumah

__ADS_1


Ketika melihat orang-orang hendak mengumpulkan potongan tubuh itu , Yoga mencegah nya.


"Jangan di sentuh ! "Teriak nya lantang


"Loh kenapa pak Yoga?" Tanya mereka saling bersahutan


"Iya kenapa?"


"Kita tunggu polisi datang ,apa sudah ada yang hubungi polisi?" Tanya Yoga


"Sudah pak,barusan saya lapor , mungkin sebentar lagi sampai "


Beberapa saat kemudian polisi pun datang. Mereka segera mengevakuasi potongan tubuh tersebut. Para ahli forensik pun turut serta.Garis polisi juga sudah dipasang agar proses pengevakuasian berjalan lancar.


Para warga hanya bisa menyaksikan proses tersebut.Salah satu warga sedang ditanyai petugas. Rupanya ia merupakan saksi ketika peristiwa itu terjadi. Yoga sedikit mendekat karena penasaran.


"Jadi tadi tuh jalanan sekitar sini sangat sepi ,saya yang baru pulang jogging melihat anak remaja usia sekitar tujuh sampai delapan belas tahunan mengenakan ransel di punggung nya. Remaja itu bukan warga sini ,karena saya hafal betul setiap warga di kompleks perumahan ini. Dari awal memang gerak-gerik nya mencurigakan hingga saya pun diam-diam memperhatikan dari jauh , namun tiba-tiba saja tubuh remaja itu meledak " Tutur saksi ia seorang pemuda


Beberapa saat kemudian proses evakuasi sudah selesai. Potongan tubuh tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Sebagian warga sudah membubarkan diri ,namun masih ada beberapa yang berada di sana untuk melihat proses penyelidikan polisi.


Ketika Yoga hendak kembali masuk ke rumah nya ,namun ia melihat sebuah benda tersangkut di pagar rumah nya.


"Ini apa ?"Gumam nya. Saat hendak mengambil nya ia pun terbelalak ketika ada jari telunjuk juga menempel di benda itu sontak saja ia berteriak memanggil petugas polisi


"Gimana sayang ?" Tanya Nuari


"Polisi sedang menyelidiki nya.Oh iya kalian gak boleh dekat-dekat ke sana ya "Yoga memperingatkan beberapa art nya


"Baik pak " sahut mereka kompak


"Ya sudah kalian lakukan aktivitas seperti biasa "Ucap Yoga lagi


Mereka pun membubarkan diri hingga kemudian celetukan Raffa membuat Nuari dan Yoga saling tatap.


"Korban penculikan yang di bom itu kasihan sekali , gara-gara permasalahan orangtua nya kakak itu jadi korban "


"Raffa ,kamu bicara apa ?" Tanya Yoga


"Enggak kok pah,tadi aku keinget sama " berita di tv " Sahut Raffa berbohong

__ADS_1


"Kalau gitu aku ke kamar ya mah,pah" Tanpa menunggu jawaban kedua orangtua nya anak itu segera pergi ke kamar nya


"Kami percaya dengan ucapan anak kita ?" Tanya Yoga


"Entah lah,aku kok merasa ada yang lain dari anak kita " sahut Nuari


"Maksud kamu sayang?" tanya Yoga


"Melihat tingkah nya aku jadi keinget kak Gibran "


"Kenapa dengan kak Gibran ?" Tanya Yoga bingung


"Karena mereka sama persis seperti itu. Seakan mengetahui sesuatu yang orang lain tak tahu. Seperti tadi ,dia mengatakan seseorang yang di bom , sementara di luar saat ini sedang heboh dengan suara ledakan dan hancurnya tubuh seseorang,dapat dipastikan kan ,kalau itu korban bom. Apa ucapan Raffa ada kaitan nya dengan kasus yang baru saja terjadi ?" Lirih Nuari


"Itu cuman perasaan mu saja kali sayang " Ucap Yoga


"Enggak. Aku yakin ada sesuatu pada anak kita,tak hanya kali ini ia bersikap seperti itu ,tapi berkali-kali,bahkan aku sempat beberapa kali memergoki nya ngomong sendiri. Kalau Atha dan Lia aku sudah tak heran karena kedua orangtua nya memang indigo,tapi Raffa ?"


"Kamu jangan lupakan kedua orangtua mu ,terutama mama. Darah mama mengalir juga pada Raffa ,bisa jadi Raffa juga mewarisi keindigoan nenek nya " Ucap Yoga


"Iya juga ya "


Siang berganti malam ,di kediaman Nuri.


"Kamu udah tanya Ari belum sayang masalah bom bunuh diri itu?" Tanya Rifki


Kejadian tadi siang di komplek perumahan tempat tinggal Nuari sudah ramai diberitakan di berbagai media televisi. Pihak kepolisian sudah mengklarifikasi jika kejadian itu merupakan bom bunuh diri. Saat mengetahui berita tersebut apalagi lokasinya tepat di depan rumah putri nya ,Rifki dan Nuri segera menghubungi Nuari untuk menanyakan keadaan anak ,cucu ,dan menantu nya.


"Udah mas , Alhamdulillah Ari dan yang lain nya tidak apa-apa. Kebetulan pas kejadian mereka berada di dalam rumah , keadaan di luar rumah pun sepi jadi tak ada korban lain selain pelaku" Jawab Nuri


"Syukurlah kalau begitu" Ucap Rifki penuh rasa syukur


Malam ini Raffa cepat-cepat masuk ke dalam kamar nya setelah selesai makan malam.


Di kamar nya Raffa menatap sosok remaja pria dengan tubuh yang tak lagi utuh. Semuanya hancur hampir di setiap bagian tubuh nya. Hanya menyisakan kepala yang terlepas dari tubuh nya. Kepala tersebut dipegangi tangan hantu itu sendiri.


"Kakak ingat orang yang sudah masang bom pada kakak?" Tanya Raffa ,kepala yang di tenteng itu nampak menggeleng


"Bisa ya seperti itu,padahal kepala kakak terlepas dari tubuh kakak,tapi masih bisa menggeleng. Hebat !" Puji Raffa ,mata hantu itu nampak melotot bahkan saking melotot nya sampai bola mata nya itu hendak terlepas ,saat itu juga Raffa dapat melihat sebuah gambaran dimana sosok hantu itu masih hidup

__ADS_1


"Oh, seperti itu "


bersambung....


__ADS_2