Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 Episode 91


__ADS_3

Acara terus berlangsung,dengan alunan musik jazz banyak dari para tamu yang melakukan dansa.


"Tau gini tadi aku ajak Vania saja ,pasti akan sangat romantis" gumam Raffa sambil berkhayal


Akan tetapi tiba-tiba bayangan nya buyar karena ulah seseorang. Raffa terperanjat dan langsung mencari sosok orang yang tiba-tiba muncul di benak nya.


"Kenapa dia bisa nyelip di bayangan aku sih,gak penting banget " Gumam nya kesal


Sementara yang sedang dilihat Raffa nampak cekikikan.


"Hihihihi, ada-ada saja " Ia menganggap jika apa yang dihayalkan Raffa merupakan hal konyol


"Syakira,kamu kenapa ? Jangan bilang kamu iseng lagi ya " Tuduh kakak nya


"Hehehe ...dikit kak,pis " Ucap Syakira sambil mengangkat tangan dengan dua jari tengah dan telunjuk berbentuk huruf V


"Kamu tuh,ingat mereka itu bukan orang-orang sembarangan,kamu lihat sendiri para penjaga nya " Bisik El Vando pada adik nya itu


"Hehe,iya...iya,aku diem "Gadis itu tersenyum sambil memamerkan deretan gigi nya yang rapih


"Kamu kenapa ?" Tanya Atha pada Raffa


"Gak ! Gak kenapa-kenapa. Aku mau telpon Vania dulu kali aja dia mau aku jemput " Ucap Raffa


"Telat ,tuh orang nya baru saja muncul " Ucap Atha sambil menunjuk ke arah pintu


"Lah iya ,kebetulan kalau begitu " Gumam Raffa seraya merapikan rambut dan pakaian nya yang sebenarnya sudah sangat rapih


"Eeeh,...mau kemana ?" seru Atha seraya menarik belakang kerah baju Raffa


"Dih,dikira anak kucing ! Kamu nanya aku mau kemana ,ya mau nyamperin yayang embeb lah ,mau kemana emang " Sahut Raffa lalu ia pergi menghampiri Vania


Vania datang bersama kedua orang tua nya yang juga diundang oleh Rifki. Meski mereka bukan dari kalangan pebisnis seperti keluarga Rifki,namun mereka sudah dianggap keluarga sendiri ,apalagi Raffa cucu nya sudah mengklaim jika Vania adalah calon istri nya.Jika keduanya menikah maka semakin erat lah hubungan kekeluargaan mereka.


"Selamat datang tuan putri ,sudi kah kiranya tuan putri berdansa dengan pangeran tampan ini" Ucap Raffa yang tiba-tiba berlutut dengan satu kaki yang ditekuk sementara tangan nya meminta uluran tangan gadis itu


Vania dibuat berdebar dengan aksi dadakan pria di hadapan nya ,ia tak menyangka jika pria itu akan melakukan hal tersebut di depan semua orang.


"Kak Raffa "lirih Vania


Ayu dan Evan pun bertukar pandang melihat aksi pria muda tersebut.


Vania menoleh pada kedua orang tuanya. Senyuman kedua orangtuanya menandakan jika mereka mengizinkan nya.Maka tanpa ragu lagi Vania mengulurkan tangan nya yang segera disambut kecupan di punggung tangan nya membuat dada nya semakin berdebar-debar.


"Astaga,kak Raffa so sweet banget ,ya ampun ,ini tidak baik buat jantung aku " jerit Vania dalam hati


Setelah mengecup punggung tangan nya ,Raffa segera membawa Vania ke tengah-tengah bergabung dengan para tamu yang masih berdansa.


"Rupanya Allah mengabulkan hayalan ku " Bisik Raffa saat keduanya mulai menggerakkan tubuh mereka mengikuti alunan lagu


"Hayalan ?" Tanya Vania bingung


"Iya,tadi aku sempat berkhayal bisa berdansa dengan mu " jawab Raffa sambil tersenyum


"Masa ?"


"Iya ,sayang.Tadinya aku ingin langsung jemput kamu tapi ternyata kamu yang malah datang " Jawab Raffa lagi

__ADS_1


Harinya bertalun-talun mendengar Raffa memanggil nya dengan kata sayang."Kenapa kakak tidak menjemput ku ?" tanya Vania cemberut


"Maaf " Lirih Raffa ,ia bingung untuk menjelaskan alasan nya ,karena jujur ia sendiri lupa. Ia pun tak mungkin mengatakan jika ia lupa mengajak Vania ,takut gadis itu merasa tersinggung karena selama ini tak pernah sekalipun Raffa mengabaikan nya ,bahkan di setiap acara sekolah pun Raffa selalu mengajak nya ,hanya saja Vania yang selalu menolak dengan berbagai alasan ,padahal alasan sebenarnya Vania merasa minder karena usia nya yang masih sangat muda.


"Iya ,kak. Gak apa-apa" Ucap Vania


"Sayang,malah bengong " Ayu menepuk lengan Evan pelan


"Bukan bengong sayang,hanya saja aku merasa kalah dari Raffa. Bagaimana kalau kita juga dansa " Ajak Evan mengikuti apa yang Raffa lakukan pada putrinya


"Astaga ,sayang ! Jangan begitu ,malu diliatin tuh " Lirih Ayu melihat sekeliling nya


Nampak orang-orang juga memperhatikan keduanya." Gak usah mikirin orang sayang,jika mereka bicara macam-macam itu karena mereka iri " Ucap Evan


"Ya tapi jangan begini dong ,aku malu ! Ingat usia " rengek Ayu


Melihat pasangan itu berdebat di depan pintu masuk ,Gibran dan Yoga sontak mengikuti hal yang serupa ,membuat para pasangan mereka terkesiap namun kemudian mereka tersenyum dan menyambut tangan pasangan masing-masing.


"Tuh,lihat saja mereka juga " Ucap Evan. Dengan malu Ayu pun mengulurkan tangan nya menggenggam tangan Evan


"Ya Rabb....ujian macam apa ini.Sayang cepat lah datang ! " lirih Rifki yang merasa iri melihat mereka berdansa bersama pasangan masing-masing


Atha berjalan menghampiri kakek nya


"Yang sabar ya kek ! Nenek sedang berjuang membantu orang " Bisik Atha sambil terkekeh ,ia sangat tahu bagaimana tingkat kebucinan kakek nya


"Diam kamu !"Sengal Rifki


"Wow....kalem bro " Dengan sengaja Atha malah menggoda kakek nya


Sementara di tempat lain ,saat ini Nuri sedang berusaha mengeluarkan sosok di tubuh Arin yang merupakan saudari kembar nya. Alin berontak tak ingin dikeluarkan meski Nuri sudah membujuk dengan cara baik-baik.


"Astaghfirullah,MAMA...!" seru Riki terkejut


"Turun kamu ! Ngapain kamu cosplay jadi tokek begitu " Seru Nuri dengan terus menggenggam bandul kalung nya


"Hmmmm.....pergi kamu !" Teriak Arin


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu keluar dari tubuh nya. Bismillahirrahmanirrahim......" Nuri kemudian membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an,hingga Arin menjerit kencang


"Aaaaaakkkkhhhh......hentikan ....hentikan ...aaaakkkhhhh.....! "


Lengkingan nya sampai membuat telinga terasa sakit ,bahkan jendela kaca pun turut retak.


Yuli yang ketakutan memilih untuk menghindar ,ia pergi keluar rumah. Namun ketika ia sudah sampai di luar ia nampak tertegun melihat Ferro yang datang bersama warga.


"Ngapain dia datang ke sini malam-malam begini,bawa orang banyak lagi " Gumam nya


"Wah ,gak bisa dibiarkan ini ,mas Riki harus tahu. Ya aku harus memberi tahu nya " Ucap nya hendak kembali ke dalam ,namun seketika ia terdiam karena baru sadar jika Riki tidak akan melihat nya


"Aduh,lupa aku. Kan mas Riki gak bisa lihat aku " lirih nya sambil menepuk kening


Saat itu nampak warga bersama Ferro berjalan menabrak nya.


"Woy, jalan tuh lihat-lihat pake mata ! Gak lihat apa,ada hantu kece baru di sini ,main tabrak aja " gerutu Yuli sambil mengepalkan tangan nya pada mereka yang tak dapat melihat keberadaan nya


Wowo yang mengetahui kedatangan Ferro segera bertindak.

__ADS_1


DUARRR'


Sebuah ledakan berhasil mengalihkan perhatian warga. Mereka yang tadinya termakan hasutan segera berlarian mencari sumber ledakan tersebut. Dan aneh nya ledakan itu hanya dapat didengar lelah mereka saja ,tidak dengan Ferro ,hingga pria itu merasa kebingungan karena tiba-tiba saja warga malah pergi begitu saja.


"Loh,mereka malah pergi. Pak ...pak , bapak-bapak ! "teriak Ferro namun para warga tak menghiraukan nya


"Ini dia bilang kerok nya,aku harus ngasih dia pelajaran " Ucap Wowo sambil melipat kedua lengan nya di depan dada


"Memang nya apa yang akan kamu lakukan ?" Tanya Yuli


"Yang pasti akan membuat nya tidak bisa berbuat apa-apa. Manusia serakah dan tamak seperti nya memang harus dikasih faham " tutur Wowo lagi


"Etdah,gaya bener kata-kata nya " lirih Yuli menutup mulut nya


Ferro tak kalah akal meski kini ia sendirian,pria itu menyiapkan ponsel nya dengan keadaan kamera menyala. Bukan tak apa ia melakukan itu.Pria itu sangat yakin jika Riki dan perempuan berhijab yang ia lihat tadi sedang melakukan sesuatu.


Akan tetapi begitu ia melewati pintu,bukan ruang tamu yang dilihat nya ,melainkan sebuah ruangan yang kecil, pengap dan bau pesing. Tepat di depan nya terdapat sebuah kloset duduk yang sudah bernoda hitam di bagian lubang yang tergenang air.


"Huuueeekkk....bau banget ! Kenapa aku jadi berada di sini ? Ini kan toilet umum " Tanya nya sendiri ,ia kemudian membuka pintu dan segera keluar


"Hah ! Kok bisa ?" Ferro nampak terkejut saat mendapati dirinya berada di depan rumah tadi


Penasaran, Ferro kembali masuk dan lagi-lagi ia berada di dalam toilet umum.


"Apa ada yang salah dengan ku " lirih nya lalu ia kembali keluar dari toilet tersebut ,akan tetapi kali ini ia malah berasa di rumah nya ,lebih tepat nya di dalam kamar nya


"Apa aku mimpi ?" Tanya nya kebingungan,ia melihat sekeliling kamar nya ,ia sendiri berada di atas tempat tidur


"Perasaan dari tadi siang aku belum pulang, bagaimana mungkin aku bisa tidur coba " gumam nya lagi


Kemudian ia teringat dengan mobil nya ,ia pun segera berlari untuk melihat mobil nya.


"Harusnya sih mobil nya ada kalau aku memang sudah pulang " Gumam nya sambil membuka pintu


"Loh,mobil aku ada. Tapi kapan aku pulang nya ?" Ferro benar-benar merasa bingung ,karena pada kenyataan nya ia belum pulang sama sekali


Kembali pada Nuri.


Perempuan yang sudah tak lagi muda itu terus berusaha mengeluarkan Alin. Alin sendiri sudah merasa kewalahan menghadapi Nuri. Hingga pada akhirnya Nuri berhasil memisahkan mereka.


Alin terlempar menabrak dinding dengan kepala yang menembus dinding sementara tubuh nya tidak. Arin langsung terkulai lemas tak sadarkan diri ,saat itu pula Riki menangkap tubuh mama nya agar tak jatuh.


"Mah,mamah " Ucap Riki nampak khawatir


Alin yang segera pergi meninggalkan tempat itu ,segera dikejar oleh Wowo


"Harus sampai dapat Wo, jika tidak dia bisa aja datang lagi dan kembali merasuki nya " Ucap Nuri


Wowo pun sangat mengerti. Genderuwo tersebut mengejar Alin,sementara itu Nuri segera membersihkan Arin dari pengaruh saudari kembar nya.


"Apa mama saya tidak apa-apa Bu?" Tanya Riki cemas


"Tenang saja ,mama mu tidak akan kenapa-kenapa,ia hanya kelelahan ,setelah ini jangan biarkan mama mu mengosongkan fikiran nya ,ajak dia ngobrol dan bercanda" Ucap Nuri


"Baik Bu "


Setelah itu Nuri pun segera merapalkan beberapa doa dan surah Al Qur'an untuk melakukan pembersihan pada Arin.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2