Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Bantuan Evan


__ADS_3

Nuari terkesiap saat mendengar Evan mengatakan jika ia menyukai nya,ia tak menyangka jika pria itu akan mengutarakan perasaan nya, meskipun ia tahu bagaimana perasaan pria itu pada nya.


"Evan...kau...." gadis itu tak dapat berkata apa-apa selain menatap wajah tampan yang kini tengah tersenyum pada nya,memperlihatkan lesung pipi yang nampak bolong tersebut


"aku tak meminta mu untuk menjawab perasaan ku,karena aku tahu ada pria lain yang sudah mendiami hati mu dari sebelum aku mengenal mu " ucap nya


"cinta tak perlu memiliki bukan, maka dari itu aku tak berharap balasan dari mu,karena aku sadar seperti apa pun usaha ku untuk mendapat kan hati mu ,jika di hatimu sudah ada pria lain maka sedikit saja tak akan ada celah bagiku untuk masuk ke dalam hati mu,melihat mu bahagia sudah cukup bagi ku" lanjut nya


"maaf kan aku Evan ,kau pria baik ,aku tak ingin menyakiti mu,maaf " lirih Nuari menunduk


"iya ,tak apa ,aku tidak akan terluka hanya karena kamu menolak ku,tapi sebaliknya...aku akan terluka jika melihat mu terus bersedih ,apalagi melihat mu menangis " ucap Evan lagi


"setelah ini, bersikap lah seolah aku tak pernah mengatakan apapun,aku tak mau pertemanan kita menjadi renggang hanya karena perasaan ku pada mu " ucap tulus Evan seraya memberikan jari kelingking nya di depan wajah cantik Nuari


"kita berteman bukan " ucap Evan ,Nuari pun tersenyum lalu melingkar kan jari kelingking nya di jari kelingking Evan


"sekali lagi maafkan aku ya,mungkin butuh waktu untuk ku membuka hati ku kembali,jangan menunggu ku,aku yakin di luar sana masih ada gadis lain yang mau menerima mu apa adanya , aku tak mau menyakiti mu,cukup aku saja yang merasakan sakit nya menunggu seseorang yang bahkan kini malah tak bisa ku raih ...."


Gadis itu menghela nafas karena rasa sesak kembali menyeruak di d*da nya , sementara Evan terdiam karena ingin mendengar kelanjutan dari ucapan nya.


Di sisi lain ada Yoga dan Renita yang juga tengah menikmati es kelapa muda ,bersama Joni dan Jono ,sedangkan Yudi tengah berbincang dengan pemandu mereka.


"hey.... lihat mereka terlihat dekat sekali ya " seru Renita membuat yang lain melihat pada Nuari dan Evan


Sebenarnya dari tadi Yoga pun terus memperhatikan,dan entah kenapa ia merasa tak terima melihat mereka duduk berdua an di bawah pohon seperti itu.


"mereka memang serasi" cetus Renita lagi


"ya ,mereka memang cocok,tapi sayang nya mereka hanya berteman,karena Nuari sepertinya sudah punya kekasih " ujar Joni dan Jono


"masa sih ?" Renita mengangkat kedua alis nya


"siapa kekasih nya, kenapa aku merasa tak nyaman seperti ini " batin Yoga


Rasa ingin marah,dan sakit saat melihat mereka berduaan,ia ingin menyangkal jika perasaan yang ia rasakan saat ini adalah rasa cemburu,akan tetapi sekuat apa pun ia berusaha menyangkal, kenyataan nya memang benar jika dirinya tengah cemburu.


Yoga pun berniat untuk menghampiri mereka,namun suara Renita menyadarkan nya.


"mau kemana?" tanya nya


"mau...buang air kecil " sahut Yoga ngasal


"oh ,ya sudah ,cari tempat yang aman , di sini kan gak ada toilet umum " ucap Renita yang percaya saja dengan ucapan Yoga


"hm...tentu saja" sahut nya

__ADS_1


Ia pun bergegas untuk menghampiri mereka,tapi lewat jalan lain karena tak ingin Renita melihat nya.


Yoga pun berhasil lolos dari pandangan Renita maupun yang lain nya, bahkan kini ia sedang berada di balik rumput ilalang yang nampak lebat dan tinggi tak jauh dari Nuari dan Evan berada ,hingga siapapun tak akan bisa melihat keberadaan nya.


Dalam diam Yoga mendengarkan obrolan Nuari dan Evan.


"entahlah ....semua nya jadi semakin rumit,aku berharap masih ada harapan untuk ku, kalau pun tidak, setidaknya aku masih tahu jika perasaan nya pada ku tak pernah hilang , meski ingatan nya tentang ku benar-benar sirna" lirih Nuari seraya menghembus kan nafas nya yang terasa sesak


Air mata nya pun tak dapat ditahan lagi,tapi meskipun begitu Nuari benar-benar terlihat tegar dimata Evan .


"ternyata berat juga ya,... tapi aku bangga pada mu,karena kamu bisa setegar ini,jika aku berada di posisi mu mungkin aku sudah menyerah dan mencari pengganti yang lain ,tetap semangat aku yakin suatu saat nanti dia akan kembali pada mu " ucap Evan menyemangati


"terima kasih ,kamu memang laki-laki baik ,maaf kalau aku malah membuat mu kecewa " lirih Nuari


"sudahlah jangan fikirkan itu ,sekarang yang terpenting aku tak mau melihat mu sedih lagi" sahut Evan


"sudahlah,kita ke sana yuk ,gak enak kalau kita berlama-lama di sini" ajak Evan


"baiklah"


Akhirnya mereka pun menghampiri yang lain , sedangkan Yoga kini malah tercenung memikirkan apa yang dengar.


"jadi maksudnya kekasih nya melupakan nya " gumam nya


"lagi buang air kecil katanya,tapi kok lama banget ya " Renita pun turut celingukan


Tak lama kemudian Yoga pun datang dari arah lain.


"nah ini dia orang nya " ucap Joni dan Jono


"ada apa?" tanya nya


"bukan apa-apa,hanya menanyakan mu saja " sahut Evan


"ya sudah kalau gitu kita lanjutkan lagi kegiatan kita,biar cepat selesai , apa persediaan obat nya masih aman ?" tanya Nuari


"untuk saat ini sih aman ,tapi tak tahu empat atau lima hari ke depan ,mungkin aku akan minta di temani warga untuk pergi mencari bahan nya ke dalam hutan , mudah-mudahan di hutan ini ada tumbuhan nya " sahut Yoga


"begitu ya ,ya sudah kita fikirkan itu nanti saja kalau sudah di rumah, sekarang ayo lita lanjut " ucap Nuari lagi


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah-rumah penduduk dan memeriksa hewan ternak mereka.


Hingga petang pun menyambut,semburat warna jingga terukir sangat indah di belahan bumi bagian barat.Nuari dan yang lain nya pun menyudahi kegiatan mereka.


Rasa lelah dan kantuk membuat Nuari tertidur saat mobil Jeep yang mereka tumpangi masih melaju.

__ADS_1


Terpaan angin membuat rambut nya yang tergerai bebas menutupi sebagian wajah cantik nya.


Sesekali Evan melirik pada gadis itu dalam hati ia pun berkata


"kamu tenang saja ,aku akan membantu mu mendapatkan kembali cinta mu "


Nuari memang sudah menceritakan masalah nya termasuk tentang Yoga,dan ia berjanji untuk bisa mengembalikan senyuman gadis itu.


Hingga mereka pun akhirnya sampai ,Nuari yang merasakan laju mobil sudah berhenti pun mengerjapkan mata nya.


"eh sudah sampai ya ,maaf aku ketiduran " ucap nya tak enak


"iya tak apa-apa,aku ngerti kamu pasti lelah kan" sahut Evan


"oh iya , Nuari ini langsung bawa ke dapur saja ?" tanya Joni dan Jono seraya menunjukan sekeranjang bahan makanan yang mereka dapatkan dari para penduduk


"oh iya langsung bawa saja ke dapur,nanti aku masak " sahut nya


Mereka pun mulai memasuki rumah penginapan mereka tepat saat itu pun waktu Maghrib pun tiba.


Nuari segera membersihkan diri nya tak lupa berwudhu,setelah itu langsung mengerjakan shalat Maghrib.


Sementara yang lain tengah sibuk mengantri untuk mandi .


Selesai shalat , Nuari pun segera menuju dapur dan langsung mengeksekusi bahan-bahan makanan itu.


Saat tengah memotong-motong sayuran tiba-tiba saja Yoga menghampiri


"kamu pasti lelah , istirahat lah ,biar aku yang kerjakan " ucap nya seraya meraih sayuran dan pisau di tangan Nuari


"tak apa,aku tadi sudah tertidur cukup lama di perjalanan , ayo sini kembalikan " pinta Nuari


"tidak ,biar aku saja yang kerjakan ,aku bisa kok masak ginian" ucap Yoga segera memotong sayuran nya


"ya sudah kalau gitu kamu potong-potong sayuran nya lalu cuci bersih,biar aku yang masak " ucap Nuari tak mau kalah


"baiklah "


Keduanya pun mengerjakan nya bersama-sama,sesekali di selingi candaan dari keduanya.Hingga tak sadar jika kegiatan mereka menjadi tontonan yang lain nya terutama Renita.


Gadis itu pun terlihat marah namun ia tak bisa masuk ke dapur karena mencium aroma bawang goreng membuat nya mual, akhirnya ia hanya bisa menghentakan kaki nya karena kesal.


"semoga dengan sering berdua seperti itu ingatan nya bisa cepat kembali " lirih Evan dalam hati nya


...***...

__ADS_1


__ADS_2