Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 67


__ADS_3

Ketika j pulang sekolah sudah tiba ,Lia ,Atha dan Raffa hendak mengerjakan tugas kelompok mereka di ruang yang sudah ditentukan.


Mereka pun berpisah.Lia bersama dua teman nya ikut ke rumah Maya , sementara Atha dan Raffa memboyong teman-teman nya ke rumah mereka. Raffa pun sudah meminta izin terlebih dahulu pada kedua orang tua nya ,dan mereka juga mengizinkan. Atha pun sama sebelum ia mengambil keputusan ia meminta izin pada Aranta jika pulang sekolah akan membawa teman-teman nya pulang untuk mengerjakan tugas kelompok,Aranta pun mengizinkan ,dengan catatan mereka mengerjakan tugas di paviliun belakang.


Paviliun tersebut baru dibangun beberapa bulan yang lalu.


Di perjalanan Lia nampak kegerahan karena di mobil Maya tidak terdapat AC seperti di mobil nya ,maklum saja Maya hanya berasal dari keluarga menengah hingga mobil yang ia miliki merupakan mobil biasa.


"Jendela nya buka saja ! Maaf ya kalian pasti gak nyaman " Ucap Maya merasa minder ,walau bagaimanapun ia merasa tidak percaya diri karena ia tahu teman-temannya itu seperti apa ,tersebut Lia namun karena sikap Lia yang tidak pernah membedakan status membuat nya nyaman.


"Ah enggak kok ,ini sih gak seberapa kalau dibandingkan naik angkot,udah panas harus berdesakan pula " Sahut Lia


"Kamu pernah naik angkot?" Tanya Widi


"Pernah , beberapa kali sih " Sahut Lia


Di tempat lain Riki baru saja pulang. Ia segera menyimpan mobil di garasi karena ia merasa tak akan keluar rumah lagi,masalah kantor ia hanya akan memantau nya saja dari rumah. Rumah nya pun terlihat sangat sederhana jauh dari kata mewah. Jika ia mau ia bisa saja menempati rumah mewah yang ketika kecil dulu menjadi tempat tinggal nya bersama almarhum ayah nya yang saat ini ibu nya tempati ,hanya saja ia tidak merasa nyaman ,entah kenapa hatinya selalu menolak untuk tinggal di rumah itu semenjak kepergian ayah nya.


"Huuuuuffftt, sangat melelahkan " Gumam nya mendudukkan diri nya di kursi ruang tengah


Ia melihat seisi rumah nya yang nampak rapih." Seperti nya bibi baru selesai beres-beres rumah " Ucap nya lagi


Riki meminta bantuan bi Tuti tetangga sebelah nya untuk membersihkan rumah nya selama satu Minggu sekali.


Beberapa saat kemudian Riki pun beranjak menuju kamar nya.Ia lalu membuka kancing kemeja nya satu-satu,hingga ia selesai melepas kemejanya, tiba-tiba ia menoleh pada jendela. Tepat nya pada rumah yang berada di sebrang rumah nya. Rumah nya yang tidak dipasang pagar pun jadi bisa dengan jelas melihat apapun yang melintas di depan rumah nya ,termasuk rumah tetangga di depan nya.


"Itu seperti nya Lia ,apa yang dia lakukan di rumah itu ?" Gumam nya


"Aih,....iya ya aku lupa dia kan satu kelas dengan Maya ,dia pasti mau kerja kelompok" Ucap nya lagi


Bersikap cuek dan acuh ,Riki beranjak ke kamar mandi. Ia yang merasa gerah pun hendak mandi. Tak lupa ia memesan makanan terlebih dulu.


"Bebek bakar seperti biasa ya ,sambel nya jangan lupa " Ucap nya pada teman nya yang punya usaha kuliner tak jauh dari rumah nya


"Ok "


Setelah itu Riki pun bergegas ke kamar mandi. Tak lama ia membersihkan tubuh nya, di saat bersamaan pesanan nya pun datang.


Riki segera berjalan menuju pintu yang diketuk dari luar.


Sementara di sebrang rumah ,Lia dan ketiga teman nya sedang mengerjakan tugas kelompok,namun selama mengerjakan mereka malah kebanyakan bercanda dan ngobrol nya.


"Hahaha.... parah, parah ....." Gelak tawa mereka menggelegar hingga sampai ke rumah Riki


"Beneran itu ?"Tanya Lia pada Widi


"Beneran ,gila sih malu nya sampai sekarang tau gak " Ucap nya meringis


"Lagian kamu mah aneh ,masa jalan sambil liatin hp ,nyungsep got kan jadinya ,hahaha" tawa Alfin

__ADS_1


Riki yang melihat nya hanya menggeleng kan kepala.


"Dasar ,katanya mau ngerjain tugas malah ngegosip " batin nya


"Makasih ya ,ini kembalian nya ambil saja , itung-itung ongkir " Ucap Riki pada si pengantar makanan


"Iya makasih ,mas " ucap nya seraya mengantongi uang tersebut


Selepas orang itu pergi ,Riki tak langsung masuk ke dalam rumah ,ia malah berdiri memperhatikan para remaja itu.


"Eh,itu seperti pak Riki deh " ucap Widi yang tak sengaja melihat ke arah Riki


"Mana ?" Tanya Alfin ,Riki pun segera masuk ke dalam rumah karena perut nya terus berbunyi.


"Itu tadi ,apa itu rumah nya ?"tanya Widi menoleh pada Maya


"Gak tahu. Emang yang punya rumah itu gak pernah keluar ,pintu nya saja selalu ketutup,gak pernah sekalipun aku lihat pintu nya terbuka ,apalagi yang punya rumah " Sahut Maya. Yang dikatakan Maya memang benar, selama Riki tinggal di rumah tersebut Riki memang tak pernah keluar,jadi wajar jika tetangga sekitar bahkan warga banyak yang tahu siapa pemilik rumah itu.


"Tapi masa iya pemilik nya pak Riki " ucap Maya lagi


Lia dari tadi hanya diam menyimak ,kini ia ikut bersuara. "Masa kamu gak pernah tahu orang yang tinggal di rumah itu sih ?" Tanya nya


"Ya kan aku juga sudah bilang tadi,rumah itu selalu tertutup,jangan kan aku orangtua ku saja tidak tahu " Sahut Maya


"Kok misterius banget sih,kaya nya gak pengen orang lain tahu gitu " timpal Widi, Maya hanya menggidikan bahu


Sementara itu di rumah Raffa. Raffa meminta bibi art membawakan cemilan dan minuman untuk teman-teman nya. Ia mengajak mereka di ruang keluarga.


"Ayo diminum dulu "Ucap Raffa


"Makasih ya ,tahu saja aku lagi haus " Ucap Wulan segera menyambar gelas yang berisi minuman dingin


"Iya ,tak usah sungkan lah ,kalau kurang bisa ambil lagi di belakang ,bak mandi kebetulan penuh " Canda Raffa


"Ah rese kamu ,masa iya air bak " Wulan mendengus sebal


"hihihihi " Erna cekikikan


"Tante Nuari mana ,kok sepi ?" Tanya Chika


"Biasa lah , panggilan pekerjaan " Sahut Raffa. Ia sebelum nya diberi tahu oleh Nuari jika ia akan pergi menangani buaya.


Mendengar Chika menanyakan keberadaan Nuari membuat teman-teman nya semakin yakin dengan kedekatan keduanya ,bahkan mereka beranggapan jika Raffa dan Chika ada hubungan spesial.


"Mama kamu kerena ya Raffa ,suatu saat aku juga ingin jadi dokter hewan seperti mama kamu yang bisa jinakin hewan " celetuk Wulan ,Raffa hanya tersenyum menanggapi


"Aku tinggal dulu ya ,mau ganti baju dulu gerah " Ucap Raffa hendak beranjak


"Ok santai saja " Sahut Erna dengan mulut yang tengah mengunyah makanan

__ADS_1


Raffa yang hendak ke kamar nya pun malah tiba-tiba melangkahkan kaki nya ke arah luar ,ia menghubungi seseorang.


Panggilan terhubung.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam salam ,ada kak ?" tanya Vania


"Enggak ada apa-apa,kangen saja. Kamu lagi apa ?" tanya Raffa


"Aku lagi belajar membedah katak kak,kakak mau juga di belah " Gurau nya


"Mau dong ,biar kamu bisa lihat didalam tubuh aku semua organ nya ada tulisan nama kamu " Ucap Raffa sambil mengulum senyum


"Ih,kak Raffa mah , gombal terus ih,udah ah kalau gak ada yang penting aku tutup nih ,lagi sibuk "


"Eehh ...tunggu ! Ya sudah kamu belajar nya yang rajin ya ,tadinya aku mau minta kamu datang ke rumah ,mumpung ada teman-teman aku ,mau aku kenalin ,tapi kalau kamu gak bisa gak apa-apa" Ucap Raffa


"lain kali saja ya kak "sesal Vania


"Iya gak apa-apa"


Disaat Raffa masih sibuk bertelepon,Chika yang ingin buang air kecil tak tahu harueencari kamar mandi kemana ,para art di rumah itu pun nampak tak terlihat.


"Apa aku samperin saja ya Raffa nya ,gak tahan banget ini " gumam nya lirih


"Kalian kerjakan berupa dulu ya ,aku mau ke kamar mandi dulu,udah gak tahan" Ucap Chika pada Wulan dan Erna


"Ok " sahut kedua nya


Chika pun berjalan menapaki tangga ,ia tadi melihat Raffa menaiki tangga ,jadi ia yakin kamar Raffa ada di lantai atas .


Ketika sampai di salah satu kamar ,mendadak ia ragu." Apa ini kamar nya ,kalau bukan gimana " gumam nya pelan


Chika pun mencoba mengetuk pintu sambil memanggil Raffa.


Tok tok tok


"Raffa ...."


Hingga beberapa menit tak ada sahutan ,apalagi yang membuka kan pintu.


Chika pun memberanikan diri membuka pintu kamar.


Cklek'


"Raffa "Panggil Chika lagi ,matanya beredar memindai seluruh isi kamar ,dinding bercat biru muda dengan beberapa foto tertempel pada dinding menjadi daya tarik bagi Chika untuk melihat nya ,namun ada satu foto yang palingenarik perhatian nya ,yaitu foto yang terdapat pada meja nakas. Perlahan ia mendekat dan meraih nya.


"Sedang apa kamu di sini?"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2