
Para kyai melantunkan ayat kursi sementara Selina diminta untuk membaca beberapa surah seperti surah Al-fatihah, Al-Baqarah,Al-Falaq ,dan An-Nas.Di akhir bacaan gadis itu juga diminta membaca ayat kursi.
Nuri dan Laras pun turut membaca surah-surah tersebut, di depan mereka terdapat sebuah baskom kecil berisi air yang ditambahkan bunga tujuh rupa. Gibran pun tak ingin kalah ,ia turut ikut membaca surah-surah tersebut.
Setelah selesai membaca doa ,malam itu juga Selina dimandikan dengan air bunga tujuh rupa.
"Alhamdulillah sudah selesai,setelah ini kamu harus lebih rajin beribadah,sedekah nya juga jangan lupa. Insyaallah,Allah akan selalu melindungi mu dimana pun kamu berada " Ucap Laras
"Terima kasih Bu ,atas pertolongan kalian aku kini bisa hidup dengan tenang tanpa dihantui makhluk itu lagi " Ucap Selina tulus
"Bukan kita yang menolong,tapi Allah. Kita hanya membantu sebagai perantara saja.Baiklah,malam sudah larut seperti nya kamu pamit undur diri "Sambung Nuri
"Berapa aku harus membayar jasa kalian ?" Tanya Selina
Laras menoleh pada Nuri. Ia sudah hafal bagaimana kebiasaan Nuri yang selalu menolak bayaran. Nuri pun hanya menggeleng sebagai jawaban. Selina pun turut menatap Nuri.
"Kalau padaku ,kamu gak usah bayar. Aku ikhlas membantu mu,tapi jika padanya lain cerita "Ucap Nuri menoleh pada Laras. Laras sendiri tak menampik ,ia memang menggunakan kemampuan nya untuk mencari uang.
"Terserah pada mu saja , berapa pun nominal nya saya terima tapi jangan di bawah dua juta,sebab teman saya bahkan hampir mati tadi " Ucap Laras menoleh sekilas pada Nuri
Nuri hanya menggelengkan kepala. "Dasar nenek-nenek mata duitan " Cibir Nuri membatin
Setelah proses administrasi selesai Laras pun mengajak Nuri untuk pulang.
"Maaf ya Bu Laras ,aku pulang bersama suami. Bu Laras gak apa-apa kan pulang sendiri " Ucap Nuri tak enak hati , sebab tadi ia datang bersama nya
"Iya tak masalah,aku juga tak benar-benar sendiri kok,ada pak supir juga " Laras yang sudah lelah pun segera masuk ke dalam mobil nya
Nuri menatap mobil hitam nya Laras yang mulia menjauh dan hilang dar pandangan. Kemudian ia melangkah menuju tempat dimana suami ,berserta Nando dan ibu nya Selina berada.
"Mama,tunggu ! " Seru Gibran yang baru keluar dari rumah Selina ,tadi ia habis dari kamar mandi
"Mama fikir kamu sudah menemui papa mu" Ucap Nuri saat Gibran sudah menyusul nya
"Tadi aku langsung ke kamar mandi mah, kebelet "Jawab Gibran
"Mama mau ke tempat papa ?"
"Iya ,mau kemana lagi memang nya " ujar Nuri kembali melanjutkan langkahnya
Namun kemudian Gibran melihat sesuatu yang bergerak-gerak pada pohon mangga. Keusilan nya pun kembali kumat.
"Mama duluan saja ya ,aku ada perlu sebentar" Tanpa menunggu jawaban mama nya ,Gibran segera berlalu
"Hm....masih saja ,anak itu umur sudah berapa,anak udah dua masih saja suka bully setan " Gumam Nuri menggeleng kan kepala
__ADS_1
"Pantau terus anak asuh mu ,jewer saja telinga nya kalau dia keterlaluan ngebully tuh setan " batin Nuri pada Wewe
"Ehehehe.....tenang saja ,aku kan pawang nya " Sahut Wewe
"Ayo Wo !" Ajak Nuri pada Wowo
Nuri sudah sampai di salah satu rumah tetangga Selina,di mana suami nya berada saat ini.Sementara Gibran berjalan perlahan menuju pohon mangga yang nampak bergerak ranting nya.
Gibran meng endap-endap sampai tak terdengar langkah kaki nya. Hingga sampai lah ia di dekat sosok ber daster putih lusuh yang sedang duduk bertengger di dahan pohon yang tak tinggi. Tinggi nya saja hanya sebatas d*da Gibran.
Terdengar suara nyanyian lirih dari sosok itu. Kepala nya nampak bergerak seakan menikmati sebuah lagu dengan kaki yang ia ayunkan bersamaan.
"DOOORRR....."
Suara lantang Gibran mengejutkan hantu perempuan itu. Hingga hantu itu terjatuh.
Gdebuk'
"Aduh......sakiiiit....."
Di tempat lain
"Ma,papa nenek dan kakek kok belum pulang ?" Tanya Lia
"Sebentar lagi pasti pulang kok ,kita ke kamar yuk,ini sudah malam kamu harus segera tidur ,bang Atha juga udah tidur daritadi" Ucap Aranta
"Oh ya ?Tapi waktu papa dua hari di luar negeri kamu bisa tidur kan ?"
"Kan papa nemenin tidur nya lewat video call " Jawab Lia
"Ya sudah ,kalau gitu mama telpon dulu papa ya "Aranta pun segera menghubungi Gibran
Sementara itu, Nuari dan Yoga baru saja kedatangan tetangga nya yang protes dan meminta ganti rugi.
Hal itu di karena kan oleh kelakuan Raffa yang sudah melepaskan semua burung-burung mahal peliharaan tetangga nya.
"Anak mu itu loh ,ada saja ulah nya " Lirih Yoga
"Iya ,anak kamu juga " Sahut Nuari seraya beranjak
"Kamu mau kemana?" Tanya Yoga
"Ke kamar Raffa ,aku yakin dia belum tidur"
"Jangan marahi Raffa ya,dia kan gak sepenuhnya salah " Ucap Yoga yang merasa khawatir jika Nuari akan memarahi Raffa atas apa yang anak itu lakukan ,padahal apa yang dilakukan Raffa itu juga karena Yoga sediri. Ia pernah mengatakan pada putra nya
__ADS_1
"Kenapa kita gak pelihara burung pah? Tadi aku lihat di rumah teman nya aku ada burung nya ,kandang nya besar ,pokok nya bagus deh burung nya " Beberapa waktu lalu Raffa bersama teman-teman sekelasnya pergi menjenguk salah satu teman nya yang sakit bersama wali kelas
"Untuk apa ? Kasihan juga burung nya,burung tidak boleh ada dalam sangkar,burung harus terbang bebas ,kasihan tak bisa bermain dengan teman-temannya "
Lamunan Yoga buyar ,saat merasakan tepukan di bahu nya.
"Kamu kok malah bengong sih?" Tanya Nuari heran
"Enggak kok ,kamu jangan marahin Raffa ya !" Pinta Yoga lagi
"Nasihati saja pelan-pelan " Tambah nya
"Memang nya aku pernah marah-marah pada anak kita ?" Tanya Nuari bersedekap
"Setahu aku ....tidak " Ucap Yoga nyengir
Nuari hanya mengerucutkan bibir lalu pergi ke kamar Raffa.
Tok tok tok
"Raffa ,kamu sudah tidur belum nak ?" Tanya Nuari di balik pintu. Tak ada jawaban dari dalam Nuari pun membuka pintu perlahan
Cklek'
"Sudah tidur dia " Gumam nya pelan. Nuari pun berjalan perlahan menghampiri Raffa. Diusapnya kepala sang anak ,namun kemudian Nuari tersenyum ketika melihat mata sang anak nampak bergerak-gerak.
"Cie....yang pura-pura tidur " Nuari mencubit gemas hidung Raffa
"Hehehehe.....ketahuan " Raffa membuka mata dan tersenyum memamerkan deretan gigi nya yang putih bersih
"Sekarang cerita ke mama,kenapa kamu sampai kefikiran buat lepasin burung punya orang ?" tanya Nuari lembut
"Aku kan sedang nunggu abang-abang tukang es krim lewat sama bibi,sambil nunggu aku jalan kaki sampai depan sana ,eh aku lihat banyak burung dikandangin,aku ingat kata papa katanya papa burung itu harusnya terbang bukan di dalam kandang ,kan kasihan gak bisa main sama teman-teman nya " tutur Raffa menjelaskan
"Iya ,kasihan sih kasihan sayang,tapi kan itu burung punya orang ,yang punya nya marah. Gak boleh seperti itu lagi ya "Ucap Nuari sambil mengusap kepala putra nya
"Iya mah "
"Ya sudah sekarang kamu tidur, besok libur kita main ke rumah Tante ayu ,mau ?" Tanya Nuari
"Mau mah mau ! Ok aku tidur sekarang selamat malam mamah"
Nuari mengecup kening Raffa lalu menyelimuti putra nya,ia pun beranjak meninggalkan kamar tersebut. Tak lupa Nuari mengganti lampu dengan lampu tidur yang redup.
"Kan aku sudah bilang,jangan lepasin burung-burung nya ,kasihan mama papa kamu jadi sasaran kemarahan orang itu,untung saja orang itu bisa disogok pakai uang,kalau tidak ...."
__ADS_1
"Ya om jin yang beraksi,hehehe "
Bersambung....