Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Ayu galau


__ADS_3

Flashback


Beberapa tahun yang lalu,seorang pemuda tengah kesulitan di pinggir jalan, nampak nya motor yang di kendarai nya mengalami mogok,maklum motor tua.


Motor tersebut merupakan kenangan terakhir dari sang ayah yang sudah meninggal karena penyakit jantung,pemuda itu enggan untuk menjual nya sebagaimana yang di inginkan sanak saudara nya yang lain,alasan nya nanti uang hasil penjualan nya akan dibagikan kepada ketiga saudara kandung nya ,memang tak seberapa namun untuk tidak menimbulkan rasa iri di setiap anak almarhum maka motor itu harus dijual ,namun Satria yang saat itu masih berusia belasan tahun menolak nya mentah-mentah,ia lebih memilih memberikan uang tabungan nya kepada ketiga kakak nya itu,dengan kata lain dia membeli motor tersebut,namun ia tak mau mengambil uang bagian nya,ia hanya menginginkan motor itu.


Singkat cerita ,ketika Satria remaja tengah mendorong motor tua nya,suara gemuruh entah berasal dari mana mengejutkan nya,ia yang berada di jalan bawah tebing pun menyadari jika sesuatu akan terjadi,ia melihat ke tebing itu,nampak bebatuan kecil berjatuhan ,jalanan yang ia pijak pun terasa bergetar, pohon-pohon mulai bergerak turun beserta tanah nya yang ikut merosot ,ia sadar jika saat itu tengah terjadi tanah longsor,maka dengan sekuat tenaga ia pun mendorong motor nya menjauhi lokasi.


Akan tetapi sekuat apa pun Satria mencoba menghindar ia tetap saja terkena longsoran tanah tersebut,tubuh nya terdorong beserta motor kesayangannya hingga akhirnya ia berhenti di tepi jurang, sementara motor nya sudah terjatuh ke dalam jurang yang entah berapa meter ketinggian nya.


Satria bergelantungan di bibir jurang,dengan berpegangan pada akar pohon yang timbul.


Entah kenapa hari itu jalanan sangat sepi tak ada pengendara motor atau mobil yang melintas,kawasan nya pun jauh dari pemukiman,jadi saat kejadian itu tak ada yang mengetahui jika ada seseorang yang tengah dalam bahaya.


Satria berusaha untuk tenang agar tenaga nya tak habis begitu saja,ia harus bertahan untuk keselamatan nya,dan tentu saja ia berharap akan ada seseorang yang datang dan menolong nya meski kemungkinan itu sangat lah kecil,mengingat sangat sepi nya jalanan itu.


Perlahan Satria menggerakkan tangan nya untuk meraih batang pohon seukuran genggaman tangan nya yang berada di atas nya,dengan susah payah ia pun berhasil dan mulai merangkak naik ke permukaan.


Tetapi nahas ,suara gemuruh itu kembali terdengar dan kali ini terdengar jauh lebih besar dan kuat guncangan nya,ia terkesiap ketika melihat ada tanah,juga bebatuan yang ukurannya cukup besar tengah meluncur ke arah nya, ingin ia menghindar namun rupanya akan sia-sia.


Dengan memejam kan mata ia pasrah


"Ya Allah jika sudah saat nya aku menghadap mu,aku ikhlas,asalkan aku bisa bertemu dan bersama dengan ayah " lirih nya dalam hati


Tak terelakan lagi tubuh lemah nya langsung dihantam batu dan tanah yang langsung membawa nya jatuh ke dasar jurang.


"ayah....tunggulah aku " batin Evan ketika tubuh nya melayang bersama bebatuan dan tanah juga pohon-pohon yang terbawa longsor


Bruuuukkk'


Satria tergeletak di tanah dengan luka di kepala akibat benturan ketika batu besar menghantam nya. Tubuhnya tak bergerak sama sekali bahkan kini Satria pun sudah tak sadarkan diri.


Keesokan hari nya berita longsor tersebut sudah tersebar,bahkan kini para polisi dan tim SAR tengah mengamankan TKP dan mencari korban,namun mereka tak menemukan korban satu pun,maka para tim SAR dan polisi mengumumkan jika tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Jauh dari dasar jurang ,tubuh Satria masih tergeletak dengan posisi sama seperti kemarin.


Seekor anjing milik seseorang nampak menggonggong dan berlari ke arah Satria,pemilik nya pun sampai berlari mengikuti anjing nya itu.


"Bruno....kembali lah ,kau mau kemana ?" teriak nya


Namun anjing nya itu tak menghiraukan teriakan nya. Dia bersama beberapa teman nya sedang melakukan camping dan kebetulan hari ini merupakan hari terakhir mereka melakukan kegiatan itu.


Setelah berjalan cukup jauh, pemilik anjing itu terdiam setelah melihat tubuh seseorang yang sudah tergeletak bersimbah darah di samping nya nampak anjing nya tengah mengendus-ngendus lalu menggonggong ke pada nya.


Takut dan ragu pria yang masih seumuran dengan Satria itu pun mendekat,ia memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Satria.


"masih hidup " gumam nya


"astaga apa yang terjadi pada nya" ucap nya lagi

__ADS_1


Dia memang tahu jika kemarin sore terjadi longsor, namun ia sama sekali tak menduga jika pemuda yang ia temukan merupakan korban longsor,sebab yang ia tahu tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Mengetahui orang itu masih hidup,maka pemuda itu langsung menggendong Satria di punggung nya dan membawa nya ke rumah sakit,ia melakukan itu karena tak ingin terlalu menunda jika terlambat maka orang tersebut bisa kehilangan nyawa nya' begitu fikir nya


Di rumah sakit bersama beberapa teman nya , pemuda tadi menunggu dengan harap-harap cemas di depan UGD,bahkan ia juga yang membayar administrasi nya agar Satria bisa cepat di tangani,tak hanya itu bahkan dia juga mendonorkan darah nya.


"kamu yakin dia akan selamat Rud?" tanya teman nya


"kita berdoa saja " sahut nya


Hingga beberapa saat kemudian pintu UGD terbuka. Rudi bisa bernafas dengan lega karena pemuda yang ia tolong ternyata baik-baik saja setelah di tangani dokter,maka hari itu juga Satria langsung di pindahkan ke kamar inap.


Dan dari semenjak itu lah Satria dan Rudi (ayah Evan ) menjadi dekat ,Satria sangat berterima kasih dan berhutang nyawa pada Rudi, meski jarak menjauhkan kedua nya namun rasa kekeluargaan dan persahabatan mereka tetap lekat,mereka jarang bertatap muka namun sering berkomunikasi lewat telpon.


Dan ketika Satria menikah hingga kehilangan anak istri nya,Rudi pun tak melewati momen itu,ia merasa turut bersedih dengan sahabat nya itu. Untuk mengobati rasa sedih nya Satria sering menemui Evan kecil dan selalu membawa nya jalan-jalan ketika dia ada waktu senggang. Namun rupanya Evan lupa akan kenangan masa kecil nya dengan Satria,sebab semakin hari kesibukan Satria semakin menyita waktu nya hingga ia jarang dan bahkan tak lagi menemui Evan,ketika Evan beranjak dewasa dan masuk kuliah di sana lah ia bertemu kembali dengan Satria,dia langsung mengenali Evan sebab ia sering melihat foto-foto Evan dari masa ke masa dari Rudi.


Flashback of


Malam yang dingin karena di luar tengah hujan,meski tak lebat hanya gerimis yang tak kunjung berhenti membuat suara gemericik nya terus terdengar.


Nuari menatap lirih sekujur tubuh Yoga yang nampak lebam di beberapa bagian. Dengan menitikan air mata,Nuari mengoleskan obat pada luka memar nya.


Yoga yang duduk memunggungi Nuari pun tak mengetahui jika istri nya itu tengah menangis karena nya, Nuari pun tak mengeluarkan isakan nya dia hanya diam seraya menahan sesak di hati nya.


"ya ampun....banyak banget luka lebam nya ,ini pasti sakit, padahal kamu baru saja sembuh " batin Nuari dengan air mata yang bercucuran


bertanya


"sayang ,kamu nangis....kenapa ,ada yang sakit ?" tanya nya


Nuari menggeleng


"kalau gak ada yang sakit , lalu kamu kenapa nangis hem?" tanya Yoga lagi seraya menyentuh pipi kiri Nuari


"tubuh kamu pasti sakit,luka lebam nya banyak di tubuh mu " lirih nya ,kembali air mata nya meluncur


"ya ampun sayang aku gak apa-apa kok,cuman luka gini doang , insyaallah aku bisa tahan,yang tidak bisa kalau aku melihat mu yang terluka " ucapan Yoga seraya mendekap Nuari yang semakin sesegukan


Kondisi Nuari yang tengah hamil itu pun membuat nya lebih sensitif dan mudah nangis.


"sudah jangan nangis terus,aku gak apa-apa kok,besok juga pasti udah hilang lebam nya ,kan kamu yang obati "ucap Yoga lagi


"sudah ya ,kasihan junior kita,pasti dia juga ikutan sedih kalau kamu terus nangis begini " lanjut nya


Nuari pun berhenti menangis namun tetap saja ia masih sesegukan.


"sekarang kita tidur yuk !" ajak Yoga


Nuari mengangguk , lalu mereka pun tertidur dengan saling berpelukan,bahkan Nuari sangat erat memeluk Yoga seakan tak ingin terlepas.

__ADS_1


Sementara di tempat lain


Evan sedang memberi tahukan niat nya meminang Ayu pada kedua orang tua nya,ayah nya senang namun berbeda dengan ibu nya,ia tetap ingin Rina lah yang mendampingi Evan,bahkan kini mereka tengah berdebat.


"pokok nya ibu mau Rina yang jadi mantu ibu bukan Ayu atau gadis manapun " kekeuh nya


"Bu....sekarang ayah kembali kan ke ibu ,jika ibu di paksa harus menikah dengan laki-laki lain sementara ibu ingin nya dengan laki-laki yang ibu cintai apa ibu terima ? " skak ayah Evan


Ibu Evan nampak terdiam,begitu pun Evan yang juga hanya diam sementara layar ponsel masih terus menghubungkan mereka.


"memang nya apa bagus nya si Ayu kenapa kamu malah memilih nya ketimbang Rina?" tanya ibu nya menatap layar ponsel


"terus ibu kenapa malah milih ayah buat jadi suami ibu ,daripada si Pramono itu ?" tanya ayah Evan yang menyambut pertanyaan ibu nya


"ya karena ibu cinta lah sama ayah,kalau enggak mana mungkin ibu mau " cetus nya


"nah itu juga yang dirasakan Evan,Evan mencintai Ayu,bukan Rina " ucap ayah Evan lagi


"ah iya ayah....aku belum bilang ke ayah , sebenarnya Ayu itu putri kandung dokter Satria " ucap Evan membuat ibu nya menoleh kembali pada layar ponsel


"benarkah ...?" tanya ayah Evan terkejut


"iya ayah " sahut Evan


"kenapa Satria tak menghubungi ku dan memberitahu ku " gumam ayah Evan dalam hati


"jadi... Ayu anak nya dokter Satria ?" tanya ibu Evan


"iya Bu ,ya sudah kalau gitu kita sudahi saja ya video call nya,aku mau istirahat dulu,besok aku harus kembali kerja " ucap Evan yang merasa sudah cukup berbicara dengan kedua orang tua nya,biarlah kedua paruh baya itu yang berdebat,yang terpenting ia sudah memberi tahukan niat nya tersebut' begitu fikir nya


"iya ,kamu istirahat saja , mudah-mudahan besok atau lusa ayah juga bisa pulang "


Panggilan video call pun berakhir,Evan menghela nafas lalu meletakan ponsel nya di nakas,ia tersenyum kala mengingat dirinya akan melamar dan menikahi Ayu ,gadis mungil yang ia anggap masih remaja.


"Ya Tuhan....jantung ku semakin berdebar saja " lirih nya


Sementara Ayu belum mengetahui rencana nya itu, dokter Satria juga Evan pun belum membicarakan nya pada Ayu.


Saat ini Ayu tengah galau,ia tak dapat memejamkan mata setelah ia mendengar sekilas ucapan Evan pada ayah nya.


"tak usah dok , aku ingin acara pernikahan nya sederhana saja,yang penting sah " ucap Evan


Kata-kata itu yang terdengar oleh nya,hingga ia merasa tak tenang.


"jadi Evan mau menikah dengan pilihan ibunya itu ?" fikir nya


"lalu apa arti kedekatan kita selama ini,apa kebaikan nya pada ku tak berarti apa-apa, mungkin kah dia hanya menganggap ku tak lebih dari seorang adik " gumam nya lagi


...***...

__ADS_1


__ADS_2