Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 105


__ADS_3

Melihat Aman yang tiba-tiba pingsan tentu saja Chika dan Arjun terkejut. Arjun pun meminta bantuan tukang kebun dan satpam kompleks yang kebetulan lewat depan rumah nya untuk menggotong Aman ke kamar tamu.


Arjun sudah membantu dengan mengusap minyak angin di kening dan dada pria itu. Tak hanya itu Arjun pun menaruh jari tangan nya yang terkena minyak angin di depan lubang hidung nya.


Melihat dada Aman yang bidang dengan ditumbuhi bulu tipis membuat Chika mendadak panas dingin dan salah tingkah. Gadis itu pun melihat ke segala arah.


"Pah,ini gimana ? Kok dia gak bangun-bangun sih " lirih Chika ketika Akan yang tak kunjung siuman


"Ya papa juga gak tahu sayang. Tapi kamu beneran yakin mau menerima lamaran nya ?" Tanya Arjun lagi


"Insyaallah yakin pah " Jawaban Chika terlihat sangat mantap


"Ya sudah ,kalau gitu papa hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu. Semoga kamu akan selalu bahagia " Ucap Arjun


Pria itu merasa miris melihat putri nya. Pasalnya meski Chika tak pernah mengatakan secara gamblang tentang perasaan nya pada Raffa ,tapi sebagai seorang ayah apalagi ia yang mengurus Chika sendiri dapat merasakan apa yang putrinya rasakan. Sedikit pun ia tak pernah melewatkan apapun tentang putri nya.


"Ya Allah, semoga keputusan nya memang benar-benar yang terbaik untuk nya. Lindungilah terus putri ku ,dimana pun ia berada "Lirih Arjun di dalam hati nya


Beberapa saat kemudian akhirnya Aman pun tersadar dari pingsan nya. Ia mengerjapkan mata sambil menyentuh pelipis nya. Pandangan nya masih kabur dan berkunang-kunang,ia lantas mengingat-ingat kembali apa yang terjadi padanya sebelum nya.


"Ya Allah apa tadi itu benar , dan bukan halusinasi ku ? Dia benar-benar menerima lamaran aku "Lirih nya membatin


"Alhamdulillah " Lirih Chika ketika ia memasuki kamar,tadi ia dan Arjun pergi ke luar


"Papa.... ustadz Aman sudah bangun !" Teriak Chika pada Arjun yang berada di rumah tamu


Mendengar suara Chika ,seketika Aman menoleh ke arah pintu.Hatinya berdesir dengan degupan jantung yang bertalun-talun.


"Ustadz tidak apa-apa?" Tanya Chika menghampiri ,tak lama Arjun pun datang


"Aku...tidak apa-apa" jawab nya lirih


"Syukurlah kamu sudah bangun ,kami sempat khawatir dan bingung kalau kamu tak bangun-bangun,takut terjadi sesuatu pada mu,nanti kita yang disalahkan" Ucap Arjun kemudian duduk di tepi tempat tidur. Aman pun mengubah posisi nya menjadi duduk


"Euh....iya. Maaf sudah membuat kalian khawatir dan kerepotan " lirih Arjun tak enak


"Tak apa-apa. Sayang ,tolong ambilkan minum ya buat nak Aman " Pinta Arjun


"Baik,pah "Chika pun segera pergi ke dapur


"Tadi...apa saya tidak salah dengar om?" Tanya Aman


"Yang mana ya ?" tanya Arjun mengerut kan kening nya


"Apa Chika benar-benar menerima lamaran saya ?"Tanya Aman lagi


Arjun tersenyum,"Iya, seperti nya keputusan putri ku memang sudah mantap untuk menerima lamaran kamu " Jawab Arjun


"Alhamdulillah,jadi saya beneran tidak halu " Ucap Aman penuh syukur


"Maksud nya ,halu bagaimana ?" Tanya Arjun tak mengerti


"Itu,...karena dari awal aku tidak berharap lebih. Tadinya aku fikir Chika tidak akan menerima ku,jadi aku sudah menyiapkan hati apabila lamaran ditolak. Tapi tadi rasanya seperti mimpi ,tak percaya ternyata apa yang di harapkan ternyata benar-benar terwujud " Lirih Aman menjelaskan


"Masya Allah,om sampai terharu mendengar nya" lirih Arjun


"Terima kasih karena nak Aman sudah menaruh hati pada putri om satu-satunya,om harap perasaan yang kamu miliki benar-benar tulus " Lanjut nya


"Amin ,om tenang saja. Aku akan menjaga , menyayangi dan mencintai Chika dengan sepenuh hati,tak akan aku biarkan dia bersedih " Janji Aman


"Iya,om pegang kata-kata mu. Kalau begitu ,gimana kalau kalian segerakan saja akad biar nanti om bisa tenang kalau Chika di luar negeri karena sudah ada suami yang menjaga nya "Cetus Arjun


"Waduh ,kalau itu sih jujur saya mau om,tapi bagaimana dengan Chika nya ,dia siap gak nikah sama aku dalam waktu dekat" Ucap Aman nampak semangat


Chika yang hendak masuk pun mendadak menghentikan langkah nya.


"Ini adalah keputusan aku,aku harus menerima nya " Batin Chika meyakinkan dirinya


"Jika mencintai terasa begitu menyakitkan,maka lebih baik aku dicintai. Aku yakin seiring berjalan nya waktu aku pasti akan bisa melupakan Raffa dengan membuka hati untuk ustadz Aman " Lanjut Chika membatin


"Ekhem,maaf menunggu lama " Chika berjalan memasuki kamar tersebut

__ADS_1


"Ini ustadz diminum dulu " Ucap Chika seraya meletakan air minum di atas meja


"Iya,terima kasih " Aman pun segera meraih air minum tersebut


"Sayang , apa kamu tidak keberatan kalau kalian segera menikah sebelum kamu berangkat ke Paris?" Tanya Arjun hati-hati


"Aku gimana baik nya saja,jika memang itu yang terbaik insyaallah aku siap " Jawab Chika mantap tanpa ragu sedikitpun


"Baiklah ,papa akan rundingkan dulu dengan orangtuanya nak Aman ,kapan hari yang tepat untuk kalian menikah sebelum kamu berangkat ke Paris " Ujar Arjun yang memang memiliki kontak Febry


Di lain tempat, Nuri beserta keluarga nya sudah sampai di sebuah villa di puncak beberapa saat yang lalu ,sementara Raffa dan Vania masih di perjalanan. Mereka tentunya tak berangkat sendiri ada Satria juga Evan dan Ayu bersama mereka hanya saja mereka berbeda mobil.


"Kamu mau beli apa dulu ,mumpung kita masih di jalan nih ?" Tanya Raffa menawari Vania


"Apa ya ? Aku bingung " Gumam Vania bingung


"Ya udah ,kalau kamu bingung nanti kalau ada yang kamu mau bilang saja ya "Ucap Raffa seraya mengusap kepala Vania


"Iya kak " sahut Vania tersenyum


Di mobil lain


"Aku kok jadi khawatir sama mereka " Ucap Ayu


"Mereka siapa sayang ?" Tanya Evan


"Siapa lagi kalau bukan Vania dan Raffa " Jawab Ayu


"Iya,ayah juga sebenarnya merasa khawatir dan was-was dengan mereka. Mereka itu loh masih bau kencur lah masa udah nempel banget kaya gitu ,apalagi Raffa kelihatan banget bucin nya. Kalau dulu mungkin ayah tidak terlalu anggap pusing ,tapi sekarang mereka mulai beranjak dewasa,apalagi diusia mereka yang sekarang itu sedang lucu-lucunya,tingkat keingintahuan nya labuh tinggi.Ayah takut jika mereka akan melakukan hal yang tak semestinya mereka lakukan karena merasa penasaran " Timpal Satria


"Iya juga ya. Wah bisa gawat kalau begitu cerita nya " Gumam Evan jadi merasa khawatir


"Lalu gimana,masa iya kita pisahkan mereka ,kan gak mungkin " Ucap Ayu


"Tak perlu dipisahkan,justru nanti mereka akan nekat, terlebih Raffa " Kata Satria


"Lalu kita harus bagaimana ayah ?" Tanya Ayu menoleh ke belakang


"Kita nikahkan saja mereka ,itu lebih baik " Cetus Satria


"Tapi kita tidak punya pilihan lain selain menikahkan mereka" Ucap Satria lagi


"Daripada mereka melakukan hal yang tak seharusnya. Apa kalian mau Vania hamil di luar nikah ?" Tambah nya


Keduanya pun terkesiap,"Astaghfirullah....jangan sampai yah " Lirih Evan


"Aku percaya kok sama mereka. Mereka yakin mereka gak mungkin melakukan itu " Ucap Ayu yang sebenarnya ia juga tak yakin


"Yakin ? Ayah sih gak yakin. Sebaik-baik nya Raffa ,dia itu pria normal. Pasti sedikit nya dia bisa merasakan sesuatu yang biasa di rasakan pria dewasa terhadap lawan jenis. Apalagi jika didukung dengan situasi dan kondisi. Ayah yakin kalian juga mengerti maksud ayah " Tutur Satria


Ayu dan Evan pun terdiam ,mereka membenarkan ucapan pria itu.


"Kalau begitu benar kata ayah, sebaliknya kita nikahkan saja mereka " Ucap Evan


"Tapi kan Vania belum cukup umur,dia juga masih sekolah. Bagaimana dengan sekolah nya kalau dia nikah " Ayu menyela


"Kita nikahkan secara agama saja dulu ,baru sah kan secara negara jika dia sudah cukup umur dan lulus SMA " Ujar Satria


"Kalau Vania hamil bagaimana ayah ? Aku gak bisa membayangkan jika Vania harus hamil sementara dia masih sekolah ,aku takut orang-orang menggunjing nya" Tanya Ayu yang memang sangat mencemaskan putri semata wayang nya


"Kita bisa minta pada mereka untuk menunda kehamilan"Jawab Satria


Ayu menatap pada Evan ,begitu pun dengan Evan yang juga menatap Ayu.


"Kita bicarakan ini lagi nanti. Lebih baik kita juga meminta saran dari keluarga Raffa ,bagaimana baik nya " Ucap Evan , Ayu dan Satria pun setuju


Beberapa saat kemudian,mereka pun sampai di villa. Kedatangan mereka segera disambut sepasang suami istri penjaga di villa tersebut.


"Makasih ya ,mang ,bi. ini untuk kalian " Ucap Raffa ketika pasangan tersebut membantu membukakan pintu mobil,Raffa lalu memberikan oleh-oleh untuk pasangan itu


"Wah,makasih loh den Raffa,jadi enak tiap datang ke sini pasti bawain kami oleh-oleh" Ucap bi Narti

__ADS_1


"Iya ,bi. Sama-sama,kami ke dalam dulu ya " Ucap Raffa menggandeng Vania


"Iya,den. Ibu dan yang lain sudah ada di belakang " Ucap mang Narto


"Permisi " Ucap Ayu sopan ketika melewati pasangan itu


Mereka pun mengangguk.


Di belakang villa nampak Aranta,Nuari ,dan Nuri sedang menyiapkan bumbu-bumbu,sementara para lelaki sedang menyiapkan tungku. Mereka sengaja menggunakan tungku tradisional agar rasa bakaran mereka terasa lebih nikmat dengan aroma asap.


Adapun bahan bakaran nya yaitu daging sapi ,ikan ,ayam ,jagung dan sosis. Beberapa mereka jadikan sate.


"Assalamualaikum "Ucap Raffa,Vania ,beserta Evan, Ayu,dan Satria bersamaan


"Waalaikumsalam, akhirnya kalian sudah sampai " Ucap Nuri


"Maafkan kami ya sayang ,kami tidak sempat hadir di acara kamu" Sesal Nuari


"Iya ,Tante ,tidak apa-apa kan udah ada kak Raffa yang wakilin " Ucap Vania yang tidak mempermasalahkan nya


Vania lalu menoleh ke arah Syakira yang sedang membantu Atha membuat sate.


"Dia siapa ?" Batin nya


Syakira pun menoleh ke arah nya ,lalu tersenyum.


"Eh,dia senyumin aku " Batin nya lagi


Singkat cerita,hari sudah berganti malam. Setelah selesai melaksanakan sholat berjamaah,Nuri mengajak semua nya ke belakang villa.


Para laki-laki segera mengurus panggangan, sementara para wanita menyiapkan minuman. Di sudut lain ada Lia yang tengah gelisah. Daritadi ia menunggu kedatangan Riki ,namun sampai matahari tenggelam pria itu belum juga menampakan batang hidung nya.


"Telpon dong ,tanyain masih dimana ? Datang enggak ?" Celetuk Raffa


"Apa sih "ketus Lia


"Apa nya yang apa,aku cuman nyaranin daripada kamu gelisah begini " Ucap Raffa lalu duduk di samping Lia sambil memakan tomat yang dia ambil dari tempat perbumbuan


"Siapa yang gelisah ,orang aku biasa aja kok " Ucap Lia menyangkal


"Heleh,biasa aja tapi kok muka nya kelihatan banget lagi nungguin seseorang " ledek Raffa


"Ck,Raffa sok tahu ! Sana deh jauh-jauh jangan ganggu,kamu ganggu saja Vania sana !" Lia mencebik kesal karena tebakan Raffa benar adanya


"Iya juga ya,kenapa aku malah gangguin orang yang lagi galau ,mending gangguin ayang embeb "Gumam Raffa


"Ya udah,selamat menikmati kegalauan karena ayang embeb nya gak datang-datang " Raffa malah semakin meledek Lia


"Tapi apa mungkin pak Riki gak datang ya, mungkin masih sibuk jadinya lupa mau ke sini. Eh tapi apa mungkin jika saat ini pak Riki sedang bersama perempuan lain,soal nya kan pak Riki lumayan ganteng juga, cewek-cewek banyak yang suka ,meski tidak menandingi kegantengan ku sih " Ucap Raffa sengaja ingin mengompori


"Dasar kompor meleduk " Umpat Syakira membatin


Lia yang dari awal tak ingin menanggapi ucapan sepupunya itu ,seketika menggeram kesal dan menatap tajam Raffa.


"Raffa " Gemas Lia seraya menyipitkan mata menatap nya


"Uuuu....takut.....kabur ah " Ucap Raffa dengan nada yang meledek namun bukan nya pergi,ia malah terus meledek Lia


"Raffasha Yogaswara....awas kamu ya !" Teriak Lia ,Raffa pun seketika ngacir karena takut terkena amukan Lia


"Kamu apain Lia hah ?" Tegur Gibran


"Hehehe....aku cuman bercanda eh dia nya marah " Cengir Raffa menggaruk tengkuknya


"Kamu sih cari perkara,orang mah lihat dulu kalau mau bercanda ,orang lagi galau begitu dibecandain " Sambar Atha


"Oh,iya. Mana Riki ? Bukan nya katanya dia mau nyusul kok belum datang juga,masa iya dia nyasar " Tanya Nuari


Saat itu ni Narti datang untuk menyampaikan jika ada seseorang datang.


"Maaf Bu ,di luar ada yang mencari non Lia " Ucap nya sopan

__ADS_1


Lia seketika menoleh,"Akhirnya......datang juga " gumam gadis itu girang


Bersambung.....


__ADS_2