Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 47


__ADS_3

Sepulang nya dari rumah Ayu,ibu Evan nampak murung. Raut wajah nya berbeda ketika saat berangkat tadi.


"Kenapa Bu? Kok pulang cepet?" Tanya suami nya


"Gak jadi " jawab nya singkat ,ia enggan untuk menceritakan nya karena merasa malu sudah terus memperjuangkan Rina dan mengelu-elu kan gadis itu selama ini. Setidaknya untuk saat ini ia tak ingin membahas nya


"Ya sudah kalau gitu kita siap-siap katanya mobil yang mau jemput kita sudah di jalan,cek semua pintu dan jendela ,jangan sampai ada yang terlewat" Ucap suami nya


"Iya pak " Sahut istri nya tanpa ada bantahan


Beberapa saat kemudian mobil jemputan pun datang ,kedua nya segera menaiki mobil tersebut dengan barang bawaan yang sudah dibawakan oleh supir.


Sepanjang perjalanan tak banyak percakapan di antara pasangan suami istri tersebut. Ibu Evan masih merasa kecewa dengan kenyataan yang baru ia ketahui.


"Kenapa aku baru tahu sekarang,jika saja aku tahu dari lama, mungkin aku tak akan bersikap terus mengharapkan nya "Batin ibu Evan ,entah kenapa tiba-tiba ia teringat akan menantu nya,Ayu. Menantu yang sering kali ia abaikan jika tak ada siapa pun di dekat nya. Ia akan bersikap hangat jika ada suami juga anak nya,jika tidak hanya tatapan tak suka yang ia berikan pada Ayu.


"Maafkan ibu ,ibu janji setelah ini akan bersikap baik pada mu" Batin nya lagi seraya terus merutuki dirinya sendiri


"Dasar bodoh kamu Tini , bisa-bisa nya kamu tertipu oleh wanita itu ,beruntung Evan iman nya kuat ,jika tidak mungkin Evan sudah terkena mantra sihir nya " Lirih nya. Ia sering kali memberikan air jampi-jampi yang ia dapat dari seorang dukun agar Evan berpaling pada Rina. Hal itu dilakukan ketika ia datang menemui Evan. Tak tahu saja jika selama ini Ayu lah yang selalu menggagalkan usaha nya itu.


Tadinya Ayu tak ingin berfikiran yang bukan-bukan mengenai ibu mertua nya itu ,tapi melihat ibu mertua nya sering membawa air dalam kemasan botol diam-diam ke dapur dan membawa nya pada Evan membuat rasa curiga di hati nya kian besar. Ada saja tindakan nya yang membuat minuman itu tak di minum Evan.


Pertama Ayu berpura-pura terpeleset dan menyenggol gelas di tangan ibu mertua nya ,kedua ketika ibu mertua nya mencampur kan air itu pada kopi Evan ,Ayu memasukan garam ke dalam nya ,hingga Evan yang baru menyentuh kopi itu dengan bibir nya langsung urung meminum nya ,ketiga ketika ibu mertua nya lengah Ayu membuang air dalam botol itu dan mengganti nya dengan air galon ,hingga seterusnya usaha Ayu selalu berhasil menggagalkan niat buruk sang mertua.


Suami nya merasa heran karena tak biasanya istri nya itu bersikap manis dengan duduk anteng tak banyak kata keluar dari mulut lemes nya. Bisanya selalu ada saja yang ia bicarakan dan dia bahas tentang apa yang ia lihat di jalan.


"Kamu baik-baik saja kan Bu ?" Tanya nya kemudian


Istri itu menoleh "Memang aku kenapa ?" Tanya nya


"Dari tadi bapak perhatikan ibu diam terus ,ada masalah?"


"Gak ada ,aku hanya capek saja " Jawab istri nya singkat

__ADS_1


"Oh capek toh,ya sudah ibu tidur saja perjalanan juga masih jauh " Istri nya mengangguk dan segera memejamkan mata nya


"Aku yakin ,pasti ada sesuatu. Tak mungkin tidak ada apa-apa tapi sikap nya jadi aneh begitu.Padahal tadi pagi sebelum berangkat ke rumah Rina dia masih biasa saja ,sepulang dari sana jadi aneh " batin suami nya sambil menatap istri nya yang sudah memejamkan mata.


Di tempat lain


Raffa tengah merajuk karena ia tak ingin pulang sementara hari sudah sore.


"Nanti kita ke sini lagi ,kita pulang yuk kasihan Vania harus istirahat"Bujuk Nuari


"Tapi mah ...."


"Ya udah Raffa nginap saja" Cetus Evan tiba-tiba


"Tuh kan mah,kata om Evan juga boleh nginep "


"Pokok nya gak boleh,nanti malah ngerepotin ,besok kan harus sekolah mama gak mau ya direpotin nganter baju dan perlengkapan sekolah" Ucap Nuari


"Ya Allah ,Raffa ...makin pinter ya sekarang. Sudah ayo pulang gak ada nginep-nginep,kalau masih ngeyel mama akan ngelarang kamu deket-deket Vania " Ancam Nuari tegas


"Kalau gitu aku gak bisa nikah sama Vania dong " Lirih Raffa


Evan dan Ayu tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka.


"Ya makanya kamu pulang yuk,masa mau nginep di rumah calon istri ,gak baik ,yuk pulang" ajak Nuari lagi


"Ya udah deh iya ,aku pulang " Ucap Raffa kemudian ia pun menghampiri Vania yang diletakan di box bayi


"Vania cantik ,aku pulang dulu ya,nanti aku ke sini lagi ,jangan nangis kalau aku gak ada " Ucap Raffa seraya mengusap kepala Vania yang terbungkus kain bedong


"Kenapa keponakan aku jadi begini ? Bucin sama bayi " lirih Gibran dalam hati ,Wewe dan makhluk lain yang mendengar pun terkikik,para hantu itu juga tak habis fikir dengan anak seusia Raffa bisa berfikiran ke arah sana


"Kita amin kan saja ,semoga mereka berjodoh" celetuk Rifki

__ADS_1


"Hahaha....iya mudah-mudahan kita jadi besan ya ,biar hubungan kekeluargaan kita makin erat " Ujar Evan merasa lucu dengan tingkah Raffa


"Aku malah malu dengan kelakuan nya " lirih Yoga


"Nama nya juga anak-anak,kalau udah pada gede juga pasti lupa ,udah biarkan saja" Ucap Satria


"Hehehe ...iya dok,jadi malu " Nuari meringis senyum lalu bergumam sambil menggaruk alis nya " Kenapa anak ku jadi begini"


"Ya sudah yuk Raffa kita pulang " Ajak Nuri


Akhirnya mereka pun pulang ,kini rumah kembali sepi karena Vania terus tertidur. Satria sendiri memilih beristirahat setelah beberapa hari berada di rumah sakit meski di rumah sakit ada Evan juga tapi pria paruh baya itu sama sekali tak ingin beranjak. Ia benar-benar ingin menebus rasa bersalahnya karena tak bisa merawat Ayu sedari bayi ,ia ingin terus berada dekat cucu nya,mendengar suara tangis nya,menggendong disaat Ayu dan Evan tak bisa intinya ia ingin ikut merasakan momen yang dulu tak pernah ia dapatkan.


Di kamar nya Evan tengah menatap Ayu yang sudah tertidur. Bayi mungil mereka juga nampak tidur di dalam box bayi.


"Terima kasih sudah berjuang untuk anak kita " Dengan hati-hati pria yang baru dinobatkan sebagai ayah itu mengusap kepala istrinya kemudian ia beralih pada bayi mungil yang nampak menggeliat


Tatapan nya mengabur sebab air mata yang sudah menggenang. Setetes bening meluncur disertai rasa syukur dan haru yang menyelimuti diri nya. Bayi mungil yang ia idam-idamkan dari dulu akhirnya kini berada ditengah-tengah keluarga kecil nya.


"Selamat datang di dunia anak ku,kamu pelita hidup kami. Tumbuh lah jadi anak yang baik,pintar ,dan tentunya solelah "Lirih nya ,ada banyak kata yang tak dapat ia ungkapkan karena rasa haru yang membuat dirinya tak dapat berkata banyak. Hanya lelehan air mata bahagia dan senyum yang terus tersungging yang dapat ia lakukan saat ini


Waktu berjalan begitu cepat ,memasuki waktu Maghrib orangtua Evan baru sampai. Mereka ingin langsung melihat cucu mereka namun Evan melarang. Bukan karena apa,ia berfikir jika kedua orangtuanya habis dari luar tentunya akan banyak kuman dan bakteri yang menempel pada tubuh mereka,maka Evan menyarankan agar kedua orangtua nya membersihkan diri terlebih dahulu.


"Kamu pelit ,ibu mau lihat cucu ibu saja gak boleh " Ibu nya berbicara dengan ketus lalu berjalan meninggalkan Evan menuju kamar tamu


Evan tersenyum melihat ibunya. Hal yang paling membuat nya tersenyum adalah ketika ibu nya datang hal yang ditanyakan nya adalah Ayu.


"Gimana kondisi Ayu sekarang ?"


Hal yang sangat jarang dan bahkan tak pernah ibunya tanyakan. Tapi kali ini untuk pertama kali nya sepanjang pernikahan nya,ibu nya menanyakan kondisi istri nya.


"Semoga ini awal yang baik " Gumam nya pelan


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2