Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Gombal terus


__ADS_3

Tiada hal yang lebih membahagiakan selain selalu bersama mu. Kehilangan mu seakan kehilangan semangat dalam diri, merindukan mu dikala jauh cukup membuat ku tersiksa. Percayalah jika rasa ini tulus padamu.


...***...


Suara cipratan air bersatu dengan suara tawa dua orang yang tengah dilanda asmara.


Nuari nampak menikmati kegiatan nya memandikan sapi. Dengan penuh kasih sayang ia terus mengusap dan menggosok bagian-bagian tubuh dari sapi-sapi yang ia mandikan.


Hal yang sama dengan yang Yoga lakukan, kedua nya sama-sama memandikan sapi meski sebagian tubuh mereka terendam air tak membuat mereka merasa jijik karena bersatu dengan air kotor yang berasal dari tubuh sapi-sapi tersebut.


Para pegawai nya pun ikut memandikan sapi-sapi nya. Meski mereka bekerja tatapan mereka selalu teralihkan oleh tingkah Yoga dan Nuari.


mereka pun saling berbisik


"mas Yoga terlihat bahagia sekali ya,berbeda ketika bersama si Renita "


"ho'oh ,mbak Nuari sangat berbeda dengan Renita,kalau dia mah boro-boro mau terjun ke air bareng sapi-sapi,hanya sekedar masuk ke dalam peternakan saja dia mah ogah"


"astaga....bahkan mbak Nuari tak jijik mencium sapi "


Apa yang di katakan nya memang benar ,saat ini Nuari tengah menciumi sapi yang ia mandikan hingga membuat Yoga menggerutu sebal.


"bisa gak jangan sapi nya yang kamu cium,aku cemburu loh ,aku saja tak pernah dapet ciuman mu ,eh sapi itu malah segampang itu dapet ciuman dari mu"


"hahahaha....sabar nanti jika waktu nya sudah tiba aku akan mencium mu sampai kau puas tuan " seloroh gadis itu seraya menyirami Yoga menggunakan kedua telapak tangan nya


"baiklah aku pegang kata-kata mu dan akan aku tagih jika saat nya tiba" balas Yoga yang juga menyirami nya


"aakkhhh.... Yoga aku jadi basah kuyup " pekik nya


"sama aku juga basah karena ulah mu ,maka jangan salahkan aku jika aku membalas nya " tanpa ampun Yoga terus menyirami Nuari hingga gadis itu tak sengaja terjatuh dan membuat Yoga menghentikan kejahilan nya


"kau tak apa-apa,maafkan aku " ucap Yoga seraya membantu Nuari berdiri


Namun dengan seringai nya Nuari malah melompat ke tubuh Yoga hingga pria itu terhuyung ke belakang dan


Byuuurrr'


Kedua nya terjatuh ke air dan saling tertawa bersama


Hal itu pula jadi tontonan para pegawai nya, mereka hanya bisa menatap pasangan itu dengan kikuk.


"jadi ngiri aku tuh "


"sama "


Di sudut lain tak jauh dari tempat itu Renita nampak menatap benci pada keduanya terutama pada Nuari


"s*al....awas kau ya "


Dengan perasaan kesal dan marah ia menghentakkan kaki lalu pergi dari tempat itu.


Setelah selesai memandikan sapi-sapi, Nuari dan Yoga kini berada di sebuah lapangan sepak bola yang luas,letak nya yang berada di pinggir hutan membuat lapangan tersebut jarang di jamah manusia,hanya di saat-saat tertentu saja warga akan datang menggunakan lapangan tersebut,misal nya jika ada pertandingan sepak bola antar dusun,ritual adat dan lain sebagainya.


Kondisi lapangan yang banyak ditumbuhi rumput ilalang karena tak terawat pun sering dijadikan warga untuk mengembalakan sapi atau ternak lain nya.


"kamu pasti kedinginan " ucap Yoga seraya memasangkan handuk di pundak Nuari


Kondisi keduanya sama-sama basah kuyup saat ini.


"hm...makasih ,ini handuk nya sengaja kamu bawa ?" tanya Nuari


"tidak,tadi aku meminta bawakan pada salah satu pegawai ku " jawab Yoga, Nuari nampak mengangguk


"makan lah agar tak masuk angin " Yoga menyiapkan makanan yang ia bawa dari rumah


Kedua nya pun menikmati makan siang mereka di bawah pohon mangga yang rindang. Hembusan angin yang menerpa tubuh kedua nya membuat kedua nya menggigil kedinginan.


Jika Nuari dan Yoga tengah mengembalakan sapi dengan kedinginan lain hal nya dengan Evan yang baru keluar dari klinik.


Semalaman ia tak bisa tidur dengan nyenyak karena harus menginap di klinik tersebut,sebab gadis yang ia tolong tak juga membuka mata,dan baru siang ini gadis itu tersadar dari pingsan nya.


"maaf ... kamu mau bawa aku kemana?" tanya gadis itu was-was


"ke apartemen ku,tenang saja aku tidak akan apa-apa kan kamu " jawab Evan lalu membuka kan pintu mobil bagian depan untuk gadis itu


"tapi...."

__ADS_1


"sudahlah ,jangan banyak tapi,aku sudah sangat ngantuk semalaman tak bisa tidur dengan nyenyak,kau ini pingsan apa tidur sih " keluh Evan


Mau tidak mau gadis itu pun masuk ke dalam mobil,mau menolak pun ia tak tahu harus ke mana.


"oh iya nama mu tadi Ayu kan ?" tanya Evan lagi


"i...iya " sahut nya mengangguk


"aku Evan " ucap Evan seraya menghidupkan mesin mobil nya lalu mulai menggerakkan mobil nya menjauhi klinik tersebut


Selama di perjalanan tak ada obrolan apa pun, keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing.


"seperti nya dia memang orang baik,tapi tetap saja aku merasa takut ,dia kan orang asing yang baru aku kenal ,bisa saja dia pura-pura baik karena punya maksud lain " Ayu membatin ,sesekali ia melirik Evan dengan tak tenang


"kenapa dia terlihat gelisah begitu,apa dia takut padaku" batin Evan yang melihat nya dari ujung mata


"kita makan dulu,perut ku sudah sangat lapar" ucap Evan memecah kesunyian,ia pun menepikan mobil nya di sebuah rumah makan sederhana


"ayo " ajak Evan


"a....aku ....aku masih kenyang" tolak Ayu


"ck,kenyang dari mana , tadi kan hanya makan bubur itu juga cuma beberapa suap saja,pantas saja tubuh mu ringan sekali " Evan berdecak


"tapi....aku tidak punya uang buat bayar makanan nya" jawab nya polos


"aku yang bayar ,ayo..." ajak Evan lagi


"ba..baiklah "


Kedua nya pun segera keluar dari dalam mobil dan memasuki rumah makan tersebut.


Saat makanan sudah dihidangkan, keduanya pun segera menyantap makanan nya,Evan menaikan kedua alis nya melihat cara makan Ayu.


"sudah berapa lama kamu tak makan?" tanya nya


"eh...maaf ,aku...aku memang lapar ,dari kemarin aku belum makan " jawab nya,membuat Evan mengerut kan kening


"pantas saja pingsan nya lama banget,aku fikir dia pingsan karena shock "gumam Evan membatin


"hm...aku gak suka bubur " jawab Ayu menunduk


Tak lama kemudian kedua nya sudah keluar dari rumah makan.


"apa kamu akan mengantarkan aku kembali ke desa ku?" tanya Ayu ketika mereka sudah berada di dalam mobil


"memang nya kamu mau ditangkap lagi sama mereka?" tanya Evan menilik wajah Ayu yang masih terlihat lebam


"tidak ,aku tidak mau " jawab nya cepat seraya menggeleng


"maka dari itu ,kau ikut saja dengan ku,di tempat ku kau akan aman " sahut Evan lalu menjalankan mobil nya


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di sebuah apartemen.


"masuk lah ,ini kamar mu dan itu kamar ku ,jika butuh apa-apa bilang saja ,dan untuk pakaian mu akan aku pinjam kan pakaian ku ,meski akan sedikit kebesaran di tubuh mu yang mungil itu,nanti aku belikan jika sudah ada waktu,aku mau istirahat dulu,jika ada yang datang jangan dibukakan pintu nya " tutur Evan lalu beranjak menuju kamar nya


"tunggu" seru Ayu tiba-tiba


Evan menghentikan langkah nya


"kenapa ?" tanya nya


"bagaimana dengan kekasih mu atau istri mu jika melihat ku berada di sini?" tanya Ayu dengan menundukkan wajah nya menatap kaki nya sendiri


"tenang saja ,tak ada kekasih ataupun istri,aku masih single" sahut Evan kemudian ia menghilang di balik pintu kamar nya


Ayu pun segera masuk ke kamar yang di tunjuk Evan pada nya.


"kamar nya bagus" lirih nya ,entah kenapa ia masih merasa takut,dengan perlahan ia menuju ke tempat tidur dan membaringkan tubuh nya


"pokok nya kalau dia memang berniat jahat aku harus segera meninggalkan tempat ini,pertama aku harus mencari kantor polisi lalu setelah itu aku harus mencari tampat teraman " fikir nya yang sudah merencanakan apa yang harus ia lakukan nanti


Kembali pada Nuari dan Yoga


Baju yang mereka kenakan sudah kering dengan sendirinya,kini mereka tengah menggiring sapi-sapi milik Yoga menuju peternakan.


Setelah sapi-sapi berhasil di kandang kan,Yoga dibantu Nuari segera memberikan pakan yang sudah di campur ramuan buatan Yoga. Ramuan itu bertujuan untuk menjaga daya tahan tubuh sapi-sapi nya.

__ADS_1


"akhirnya selesai juga,cape juga ya tapi seru ,apa kamu sering melakukan nya ?" tanya Nuari setelah keduanya keluar dari peternakan ,saat ini mereka tengah berjalan kaki untuk pulang


" tidak sering sih,hanya sebulan atau dua bulan sekali itu pun tak semuanya" jawab Yoga apa ada nya


"hm... seperti itu,tapi nanti jika kita sudah menikah kamu akan tetap tinggal di sini ,hm...maksud ku kita ?" tanya Nuari


"tergantung,jika kamu mau tinggal di sini bersama ku kita akan tinggal di sini,tapi bagaimana dengan pekerjaan mu di Jakarta?" tanya Evan


"aku bisa keluar dari pekerjaan ku" jawab Nuari tanpa berfikir panjang


"gak bisa gitu dong,sudah susah payah kamu berada di posisi saat ini masa kamu mau tinggal kan begitu saja "


"terus bagaimana ,aku gak mau hubungan jarak jauh,apalagi banyak banget gadis yang naksir kamu " ucap Nuari tiba-tiba gelisah


"gadis mana , perasaan aku gak ada deh" sangkal Yoga


"ck...kamu tuh pura-pura tak tahu apa gak peka " decak Nuari seraya mengerungkan wajah


"emang aku gak tahu siapa yang naksir aku selain kamu dan...."


"Renita " lanjut Nuari


"ya...itu kamu tahu "


"masih ada kok ,ah iya aku mau tanya sesuatu pada mu " ucap Nuari seraya menghentikan langkah nya, Yoga pun turut berhenti


"apa?" tanya Yoga


"kamu dan Silvi sedekat apa?" tanya Nuari


"sedekat apa ? " kening Yoga nampak berkerut


"iya ,Silvi bilang kalian sangat dekat sewaktu sekolah,bahkan saking dekat nya kalian sering bolos bareng " tutur Nuari mengeluarkan apa yang menjadi ganjalan di hati nya


"Silvi pasti sudah mengarang nya,begini ya sayang ku ,cinta ku ,permata hatiku yang paling baik dan cantik dengarkan aku baik-baik "


"ck ,gak usah pake gombal segala,cepat katakan saja " potong Nuari seraya berdecih


"bukan gombal tapi memang itulah kenyataannya " ucap Yoga


"iya cepetan ,atau aku pergi nih" seru Nuari mengancam


"cie....cantik nya aku galak bener " canda Yoga membuat Nuari semakin kesal


"Yoga ih....kamu mau jelasin atau tidak " nada suara Nuari mulai bergetar,antara kesal dan cemburu membuat nya ingin menangis


"oke... oke...aku jelasin ,jadi begini, aku dan Silvi tidak pernah sedekat yang kamu katakan tadi,kenal juga lewat bapak nya,kita memang satu sekolah yang sama tapi kita tak pernah saling tegur sapa sebab waktu sekolah aku belum mengenal bapak nya,aku bicara apa adanya,terserah kamu mau percaya aku atau pada Silvi " jelas Yoga


"beneran kamu jujur nih ?" tanya Nuari meragu


"bener ,sumpah deh demi kamu aku rela mendaki gunung , nyebrangin lautan ,manjat Monas pun aku sanggup"


Nuari terkekeh


"isshh kamu tuh,gombal terus " Nuari merona dan segera berjalan meninggalkan Yoga yang malah tersenyum melihat tingkah kekasih nya itu


Di Bandung


Seorang pria paruh baya tengah mengamuk karena Ayu gadis yang selalu ia jadikan ladang uang sudah pergi entah kemana,karena itu pula kini pria itu babak belur sebab di hajar habis-habisan oleh anak buah juragan Barja.


"aakkhhh.....pergi kemana perempuan sialan itu,lihat saja akan aku cari kemana pun,dimana pun dia bersembunyi aku pastikan akan menemukan nya "


"tapi tunggu bukan kah kata Sarno seseorang membawa nya pergi " pria itu terdiam saat mengingat lagi ucapan Sarno si botak pada juragan Barja


"jadi orang yang membawa Ayu merupakan orang kota ?" tanya juragan Barja


"iya juragan,saya masih ingat plat nomor nya berasal dari Jakarta" sahut Sarno


Pria itu kembali mengerjap kan mata


"baiklah akan aku cari dia ke Jakarta,seluas apa pun kota Jakarta akan aku ubek-ubek sampai ketemu perempuan itu"


Namun tiba-tiba terlihat gurat kekhawatiran di wajah pria paruh baya itu ketika mengingat kota Jakarta.


"seperti nya itu tidak akan terjadi,Jakarta kan luas,dan juga tak ada identitas lain dari perempuan itu tak mungkin mereka akan bertemu,meski bertemu dia tidak akan mengenali Ayu" pria paruh baya itu pun segera merebahkan tubuh nya yang terasa sakit semua akibat pukulan dari anak buah juragan Barja


...***...

__ADS_1


__ADS_2