
Di tempat duduk nya,Yoga melihat-lihat foto yang baru saja ia ambil bersama Nuari di atas bukit.
Tatapan nya penuh binar dengan bibir yang terus melengkung menampakan sebuah senyuman.
"kamu memang selalu cantik, dulu atau pun sekarang,tapi bukan kecantikan mu yang membuat ku tergila-gila pada mu,tapi kebaikan dan ketulusan mu yang sudah menarik hati ku untuk terus melukiskan nama mu di hati ku " batin nya tersenyum menatap foto pada layar ponsel nya
Namun tiba-tiba ia terdiam dan terskesiap ketika ia melihat foto lain yang baru ia gulir di layar ponsel nya.
"ini kan....Renita dan Jupri ! Kenapa mereka juga berada di sana ,tatapan itu...." perasaan Yoga benar-benar tak enak sekarang,apalagi setelah melihat ekspresi kedua orang yang tak sengaja tertangkap kamera ponsel nya ,terlihat seperti amarah dan benci ,tatapan yang penuh kebencian lebih terlihat pada Renita
Sontak Yoga pun mengangkat wajah nya yang menunduk menatap ponsel,ia edarkan pandangan nya ke seluruh warung makan tersebut.
"kenapa Ari lama sekali ya " ia baru sadar jika gadis itu sudah sangat lama meninggal kan nya ke toilet
Dengan cepat ia menyambar tas selempang milik Ari lalu membawa nya menuju toilet wanita,namun baru saja ia akan masuk seseorang menahan nya.
"maaf mas,ini toilet wanita,untuk pria sebelah sini" ucap seorang pelayan warung rumah makan itu yang kebetulan tengah berada di sana
"saya mau menyusul calon istri saya,dia sudah lama sekali masuk toilet dan tak kembali,saya khawatir terjadi sesuatu pada nya " jelas Yoga
"oh begitu,baiklah silahkan masuk tapi seperti nya toilet nya kosong " ujar pelayan itu lagi
"hah" Yoga terkejut lalu dengan cepat memasuki toilet wanita
"Ari....Ari....Ari....sayang ...kamu dimana?" Yoga membuka satu persatu pintu toilet yang ada di dalam nya ,namun dari tiga bilik toilet tak ada satu pun bilik toilet yang menandakan keberadaan Nuari
Hal itu tentu saja membuat nya khawatir bukan kepalang
"Ya Tuhan.... Ari kamu dimana ?" lirih nya sejenak ia terdiam dan kembali teringat akan Renita dan Jupri yang ia lihat pada foto di ponsel nya
"apa jangan-jangan kekhawatiran ku benar,mereka berdua yang menculik Ari,tapi untuk apa ....apa tujuan mereka ?" gumam nya,ia sangat yakin kedua orang itu punya niat buruk dan hilang nya Nuari memang mereka lah yang jadi pelaku nya
Perasaan nya benar-benar kalut saat ini,ia tak ingin terjadi sesuatu pada kekasih nya,ia ingin pergi dan mencari nya,namun ia pun bingung ingin mencari kemana,ia takut langkah nya salah,jika ia pergi ke arah barat namun rupanya Nuari berada di arah timur justru akan membuat nya kesusahan.
Yoga pun kembali ke luar dari toilet tersebut sebab ada beberapa orang wanita yang akan menggunakan toilet tersebut,namun suara seorang wanita yang baru masuk membuat langkah nya yang sudah di ambang pintu terhenti.
"ini kalung siapa,bagus sih tapi sayang imitasi,kalau asli kan lumayan,buang saja deh,lagian siapa juga yang peduli barang kw begini " ucap wanita itu seraya hendak memasukan sebuah kalung yang ia temukan ke dalam tempat sampah
Yoga dengan cepat menyergah
"maaf ,boleh saya lihat " tanya Yoga
"memang nya kenapa,ini hanya benda tak berharga?" tanya wanita itu dengan nada meremeh menatap kalung dengan bandul dia hati berbeda ukuran
Tanpa menyahut Yoga langsung merebut kalung tersebut hingga wanita itu terkesiap.
__ADS_1
"ini kalung Ari, berarti sesuatu memang sudah terjadi pada nya " gumam nya seraya mengepalkan kedua tangan nya, bahkan tatapan nya kini berubah bak singa yang marah karena kehilangan mangsa nya
Wanita yang tadi sempat terpesona melihat ketampanan Yoga pun mendadak gemetar ketakutan melihat raut wajah pria itu,dengan tubuh nya yang tiba-tiba kaku wanita itu mencoba menggerakkan kaki nya untuk segera masuk ke dalam bilik toilet dan berniat bersembunyi di dalam nya.
"Renita....Jupri ....awas kalian " geram nya lalu beranjak dari tempat itu membuat wanita yang sudah berada di depan pintu bilik toilet pun menghela nafas lega
"huuuuuffftt...... akhirnya dia pergi juga,g*la....serem banget tadi wajah nya, padahal tadi aku sempat terpesona dan berniat menggoda nya " lirih nya
Yoga berlari ke luar dan menengok ke sama kemari ,tatapan nya tajam mengedar ke setiap titik berharap bisa melihat Renita maupun Jupri.
"aaah....s*al....kemana mereka membawa Ari " umpat nya marah
Yoga pun kembali masuk ke rumah makan itu untuk menanyakan apakah terdapat cctv di sana,tapi sayang rumah makan itu sama sekali tak di pasangi cctv,tentu saja hal itu membuat Yoga semakin ketar-ketir dilanda khawatir,apalagi ditambah tak ada yang melihat Nuari yang dibawa kedua orang itu.
"lebih baik aku ke kantor polisi saja " ucap Yoga yakin, ia pun bergegas menuju kantor polisi yang jarak nya hanya tiga ratus meteran dari rumah makan itu
Sebuah mobil pick up dengan bak tertutup terpal meluncur dengan kencang ketika Yoga hendak menyebrang. Beruntung pria itu menyadari laju mobil pick up itu sebelum nya hingga ia mengurungkan niat saat hendak buru-buru menyebarang jalan. Setelah mobil pick up itu lewat baru lah Yoga menyebarang,tentu saja sembari ia berjalan ia juga menanyakan Nuari pada setiap orang yang lewat dengan menunjukkan foto nya,siapa tahu ada yang melihat begitu fikir nya.
Beberapa saat kemudian Yoga pun sampai di kantor polisi untuk melaporkan kehilangan Nuari.
"maaf pak ,sebelum 24 jam laporan anda belum bisa kami proses, tunggu lah sampai batas waktu tersebut,jika dalam 24 jam kekasih anda belum di temukan juga datang lah kembali ke sini,maka kami akan segera memprosesnya " ucap seorang petugas kepolisan dengan nada santai nya
"menunggu 24 jam....jika sebelum 24 jam itu kekasih saya sudah kenapa-kenapa bagaimana ? ada apa dengan kalian,begitu menyepelekan sebuah kasus kehilangan,jika hal ini terjadi pada anak atau istri mu bagaimana hah,apa kalian akan tetap menunggu 24 jam dan berharap orang yang hilang itu tidak apa-apa sebelum 24 jam " Yoga yang kesal dengan respon polisi pun menggebrak meja hingga membuat petugas polisi tersebut melonjak kaget,bahkan rekan-rekan nya yang lain pun turut terkejut
"maaf pak dilarang membuat keributan di sini" tegur salah satu anggota polisi lain
"aku tidak akan seperti ini jika kalian tidak seperti ini, peraturan macam apa ini ,percuma saja aku datang meminta bantuan pada kalian " dengan menggeretakan gigi Yoga pun memilih pergi dari kantor polisi dengan segudang kekesalan dan amarah yang bercampur dengan rasa takut dan khawatir
"tapi ini sudah peraturan nya begitu,kami hanya melakukan tugas dengan prosedur yang ada " lirih petugas polisi tadi setelah kepergian Yoga dan tentu saja Yoga tak dapat mendengar nya
"aku harus bagaimana,kemana aku harus mencari mu,apa yang akan aku katakan pada keluarga mu jika terjadi apa-apa dengan mu " Yoga kalut,ia mengacak-acak rambut nya frustasi ,fikiran nya sangat kacau saat ini,namun ia terus berusaha berfikir kemana Renita dan Jupri membawa Nuari pergi,ke desa mereka itu mustahil
"Ya Allah....berilah petunjuk mu,kemana aku harus mencari nya " ia terduduk di trotoar dengan tatapan kosong ke depan , lalu terdengar suara adzan berkumandang dari beberapa masjid yang berdiri berjauhan namun suara adzan nya terdengar bersahutan,menandakan jika waktu nya shalat ashar
"lebih baik aku shalat dulu agar fikiran ku tenang dan memudahkan ku untuk berfikir kemana aku harus mencari nya " lirih Yoga seraya bangkit dan berjalan menuju sebuah masjid yang tak jauh dari tempat nya
Sementara di dalam sebuah mobil pick up yang tengah melaju menuju kawasan hutan terdengar suara tawa seorang wanita mendominasi sebuah percakapan.
"hahahaha..... akhirnya kita bisa menculik nya,aku benar-benar benci pada nya " tawa nya terdengar menggelegar di dalam mobil itu
"kau senang sekarang?" tanya si pria
"tentu saja, tapi ini bukan apa-apa,aku masih belum puas sebelum memberikan pelajaran pada nya " ucap si wanita
"lalu apa yang mau kamu lakukan pada gadis itu,jika ingin menghabisi nya lebih baik jangan deh,sayang dia cantik kalau harus mati secepat ini " tanya si pria
__ADS_1
"aku tidak akan sejahat dan sesadis itu kok,cukup buat dia sama seperti ku,hamil anak mu,buat gadis itu meratapi nasib nya,dengan begitu ia pasti akan merasa jijik dengan dirinya sendiri dan tentunya Yoga pun tak sudi menikahi nya,sama ketika Yoga yang juga membuang ku setelah tahu keadaan ku" ucap Renita dengan seringainya
Ya....orang itu adalah Renita dan Jupri
"hm....tapi kamu benar-benar tak keberatan jika aku menggauli nya ?" tanya Jupri
"tentu saja tidak ,bahkan aku akan jadi penonton yang akan sangat puas melihat mu menggarap nya,atau bila perlu aku akan merekam nya untuk kenang-kenangan" sahur Renita membuat Jupri bersorak
"yess.....terima kasih kau memang istri paling pengertian,tapi apa kalau bukan dengan gadis itu aku masih bisa melakukan nya dengan yang lain ?" tanya Jupri iseng
"terserah saja,tapi aku juga tak ingin kamu mengekang ku,aku juga mau merasakan bercinta dengan pria lain" sahut Renita
"ok deal "
Kedua orang itu memang benar-benar pasangan yang cocok, sama-sama gendeng dan ed*n.
Kejadian sebelum nya
Nuari tidak sadar jika ada seseorang yang tengah mengintai nya,karena terburu-buru akibat kantung kemih nya yang sudah sangat penuh gadis itu pun segera masuk ke dalam salah satu bilik toilet
Saat ia sudah selesai ia pun membuka pintu dan tiba-tiba seseorang membekap mulut nya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius sebelum nya lalu mencoba membawa nya keluar.
"hmmmppphhh...... hmmmppphhh...."
Nuari yang masih sadar pun mencoba untuk melawan dengan menendang-nendang kaki nya ke arah orang di belakang nya namun pergerakan nya semakin melemah akibat obat bius yang ia hisap,sebelum kesadaran nya benar-benar hilang,Nuari meraih kalung nya lalu menarik nya hingga putus dan ia jatuhkan begitu saja, berharap seseorang menemukan nya terutama Yoga.
Setelah itu Nuari pun benar-benar kehilangan kesadaran nya.
Kondisi warung yang ramai membuat para pekerja di rumah makan itu tak ngeh saat Jupri membopong Nuari keluar lewat jalan samping ,mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing,jalan itu pun merupakan jalan yang sering digunakan para juru masak ataupun pelayan.
Akan tetapi saat keduanya tengah berusaha menaikan Nuari ke dalam mobil pick up , seseorang tak sengaja melihat nya lalu bersembunyi memperhatikan ,tak lupa ia pun memfoto plat nomor nya.
"itu kan Nuari ... mau dibawa kemana,dan siapa mereka ?" batin nya sambil terus memperhatikan
"aku harus mengatakan pada mas Yoga" gumam nya lagi seraya hendak menghubungi Yoga dengan ponsel nya ,namun ia urungkan karena mobil pick up tersebut sudah mulai bergerak meninggalkan tempat itu
"ah nanti saja, lebih baik aku ikuti saja dulu kemana pergi nya,daripada kehilangan jejak " ia pun segera mencari tukang ojek
"pak , tolong ikuti mobil pick up itu ,tapi jangan sampai ketahuan" pinta nya pada tukang ojek
"siap mbak "
"aku memang tak suka pada nya,aku cemburu melihat nya bersama mas Yoga,tapi aku tak tega melihat nya seperti itu, mereka pasti sedang menculik nya " batin nya seraya terus memperhatikan kemana mobil itu melaju
...***...
__ADS_1