Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 42


__ADS_3

Persaingan bisnis membuat dua kubu menjadi saling berusaha menjatuhkan dan mengunggulkan diri. Begitu pula yang terjadi pada Antonio dan Bramana. Bahkan Antonio yang ingin mengalahkan saingan nya Bramana dengan menggunakan orang terdekat Bramana ,yaitu Ardie putra sulung Bramana. Antonio menculik Ardie dan membawa nya jauh dari kota asal nya. Awal nya Antonio hanya ingin menculik dan membuang Ardie jauh,namun karena ia lagi-lagi kalah tender dari Bramana ,ia murka dan gelap mata ,apalagi istrinya yang selalu menyalahkan nya dan selalu membandingkan nya dengan sosok Bramana membuat nya tak bisa lagi berfikir jernih.


Antonio memasangkan bom pada tubuh Ardie,lalu melepas nya begitu saja hingga Ardie sampai di komplek perumahan Nuari. Remaja itu ketakutan juga kebingungan. Ia ingin melepas bom tersebut yang dirancang sedemikian rupa hingga menempel pada rompi yang dikenakan nya. Ardie sangat ketakutan ,ia ingin meminta tolong siapa saja yang dapat melepaskan bom tersebut ,namun ia takut ketika nanti bom nya sedang berusaha dilepaskan bom itu akan meledak dan melukai orang lain. Ia sungguh sangat dilema saat ini.


Dengan bingung ia berjalan ke tempat kosong,namun tangan nya terus berusaha melepas rompi ber bom itu tanpa ia sadari jika ia telah menarik kabel yang salah. Tanpa aba-aba terlebih dahulu bom itu langsung meledak bersamaan dengan hancurnya tubuh remaja itu.


DUARRR'


Kepala nya sampai terputus dan terpental jauh hingga masuk ke dalam pekarangan rumah orang lain.


"Jadi seperti itu " gumam Raffa


"Kasihan sekali kakak. Dunia bisnis memang sangat kejam,aku gak mau ah ngikutin usaha nya kakek ,uncle ,dan papa. Tapi,apa mereka akan baik-baik saja, aku jadi takut ada orang yang berusaha mencelakai kakek,uncle dan papa " Ucap bocah itu


Tok tok tok


Sosok Ardie tiba-tiba menghilang


"Padahal orang lain gak bakal lihat kak Ardie,kenapa pergi "gumam nya


"Sayang ,kamu sudah tidur ?" Terdengar suara Nuari dari luar kamar


"Belum mah,masuk saja ,gak dikunci kok pintu nya " Teriak Raffa


Cklek'


"Ada apa mah? "Tanya Raffa


"Mama mau bilang besok pagi setelah nganter Raffa ke sekolah mama harus pergi untuk memeriksa hewan yang baru didatangkan dari Afrika,nanti pulang nya sama Atha dan Lia ya,ke rumah nenek " Ucap Nuari


"Asyiiik ke rumah nenek " seru Raffa girang


"seneng banget sih mau ke rumah nenek "


"Iya dong mah,di rumah nenek kan ada Atha dan Lia,ada teman main ,di sini aku main sendirian saja gak seru "Sahut Raffa memanyunkan bibir nya


"Ya udah kalau begitu kamu tidur ya"


"Iya mah, selamat malam " Raffa merebahkan diri lalu Nuari menyelimuti nya


"Selamat malam juga sayang " Setelah itu Nuari meninggal kamar Raffa setelah sebelumnya mencium kening Raffa


Keesokan harinya


Seperti yang sudah di katakan Nuari semalam,pagi ini setelah ia mengantar putra nya ke sekolah ia berangkat menuju pelabuhan. Ia dan beberapa rekan satu profesi nya tengah menunggu kedatangan kapal yang membawa beberapa satwa untuk di kirim ke salah satu kebun binatang di Jakarta.

__ADS_1


Sebelum di kirim menuju kebun binatang, satwa-satwa tersebut lebih dulu di periksa kondisi kesehatan nya lalu di bawa ke tempat karantina terlebih dahulu.


Di lain tempat,Raffa yang tengah belajar menjadi tidak fokus karena hantu Ardie selalu mengikuti nya.


"Kakak,lebih baik pergi ,aku gak bisa bantu kakak,kan aku masih kecil,orang dewasa gak akan ada yang mau percaya "Lirih nya pelan


"Kamu kenapa sih Raffa ? Kamu bicara sama siapa ?" Tanya Chika


"Enggak ,ini nyamuk daritadi ngiung-ngiung deket telinga aku ,berisik " Jawab Raffa ngarang


"Oh kirain kamu bicara sama siapa " Ucap Chika


Jam istirahat pun tiba. Semua anak-anak diminta untuk memakan bekal makanan yang mereka bawa dari rumah. Peraturan sekolah tidak membolehkan anak didik nya untuk jajan. Para penjual makanan pun dilarang keras untuk berjualan di area sekolah. Hal itu sengaja diberlakukan setelah sebelumnya terjadi keracunan massal. Itu terjadi sebelum Raffa ,Atha dan Lia masuk sekolah.


"Kamu bawa bekal apa ?"Tanya Lia pada Raffa


"Sosis telur ,kamu mau?" Tawar nya


"Enggak ah ,aku kan alergi telur "Tolak Lia


Lia memang alergi terhadap makanan yahg mengandung banyak protein.Seperti telur ,dan makanan laut. Namun berbanding terbalik dengan Atha. Atha sama sekali tak mempunyai alergi apapun.


Jika sudah kambuh alergi nya ,Lia akan merasa gatal dan bentol di sekujur tubuh nya. Tak jarang rasa sesak pun sering ia rasakan.


"Jangan diliatin terus bang,nanti malah kita yang diikuti" Bisik Lia


"Iya tahu,aku cuma lihat sekilas kok "Sahut Atha


"Kok hantu itu seperti ngikutin kamu ?" tanya Atha pada Raffa


"Gak tahu ,mungkin karena meninggal nya tepat di depan rumah aku " Jawab Raffa


"Meninggal di depan rumah ? Kok bisa ?" Tanya Lia


"Oh yang sekarang berita nya sedang rame itu ya " Tanya Atha. Raffa pun mengangguk


"Wah ,kakak nya hebat , jadi artis ya sekarang ,berita nya vilar " Seru Lia


"Viral ,bukan vilar " Ucap Atha ,sedangkan Lia malah mencebik


Saat itu Raffa melihat Chika yang sedang makan sendiri. Raffa pun beranjak.


"Kamu mau kemana?" Tanya Atha


"Mau ajakin Chika ke sini bolehkan ?" Tanya nya

__ADS_1


"Boleh lah , masa enggak, Chika kan teman kita"Sahut Lia


Raffa pun menghampiri Chika yang hendak memakan makanan nya.


"Chika makan nya bareng aku sama Atha dan Lia yuk "Ajak nya


"Hm....." Chika menoleh pada kedua sepupu Raffa ,nampak Atha dan Lia melambaikan tangan mereka pada Chika


"Tapi....."


"Kok tapi ,kenapa ?" Tanya Raffa. Chika teringat kata-kata papa nya


"Tapi kan papa pernah bilang buat gak boleh deket-deket Raffa ,apalagi Tante Nuari " batin nya ,padahal maksud Arjun bukan harus menjauhi Raffa apalagi Nuari. Maksud Arjun ia tak ingin putri nya berharap sesuatu yang tak mungkin seperti menginginkan Nuari menjadi mama nya tentu itu hal yang sangat tidak mungkin mengingat Nuari merupakan perempuan bersuami. Akan berbeda cerita nya jika Nuari tak bersuami mungkin Arjun akan mengabulkan permintaan putri nya itu. Hanya saja mungkin cara penyampaian nya yang salah sehingga Chika beranggapan tak boleh terlalu dekat dengan Raffa apalagi Nuari.


"Ya udah ayo " Ucap Chika setelah sempat ragu ,ia sendiri tak mengerti apa maksud papa nya


"Kamu bawa bekal apa Chika ?" Tanya Lia setelah Chika bergabung


"Roti panggang telur "


"Wah sepertinya enak " Gumam Lia


"Kamu mau ?" tanya Chika


"Mau sih ,tapi ada telur nya ,aku gak bisa makan telur " Sahut Lia murung


"Kenapa gak bisa ?" Chika nampak bingung


"Kamu mau sosis punya aku gak ?" Tanya Raffa menawari Chika


"Mau mau "Sahut Chika cepat


"Kalau gitu kita tukeran makanan yuk !" Ajak Raffa


"Hm...bilang saja mau makanan punya Chika ,pake ngajakin tukeran makanan segala " Celetuk Atha


"Hehehe.....tahu saja ,iya aku mau makanan punya kamu ,abis kelihatan nya enak gitu ,mau minta kan malu ya udah aku ngajakin tukeran " cengir Raffa


"Huuuuh dasar Raffa " Lia nampak menyoraki saudara sepupunya itu


Chika pun langsung memberikan makanan nya pada Raffa begitu pun dengan Raffa. Mereka akhirnya menikmati bekal makanan mereka sebelum jam pelajaran kembali dimulai.


Saat jam istirahat habis ,para guru segera memberi arahan agar semua murid mencuci tangan dan masuk kembali ke dalam kelas. Saat itu pula sosok Ardie kembali munculm Namun Raffa segera memanggil Ki Jamal agar ia tak terus diganggu hantu baru itu. Raffa tak seperti Gibran yang mana Gibran akan merasa senang dan menjadikan hantu sebagai pelampiasan keusilan nya,tak jarang juga para hantu suka kena bully-an dari Gibran. Berbeda dengan Raffa yang cenderung merasa risih dan tak mau terlalu ikut campur masalah perhantuan.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2