Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 8


__ADS_3

Anak-anak nampak bermain di ruang bermain yang lumayan luas. Di ruangan tersebut terdapat perosotan,ayunan , kuda-kuda an yang terbuat dari rotan, trampolin,dan masih banyak lagi lain nya.


"anak-anak yuk istirahat dulu main nya,kita makan buah dulu Oma sudah potongkan , jadi kalian bisa langsung memakan nya" seru Dewi seraya membawa mangkuk besar yang berisi potongan beberapa buah-buahan


"asyiiik makasih Oma " ucap anak-anak itu nampak antusias


"baiklah kalian makan dulu ya,Tante Nagin juga mau istirahat " ucap Nagin yang memang sudah merasa lelah karena dari semenjak kedatangan nya Raffa tak pernah mau turun dari tubuhnya


Ketiga anak itu menyahut dengan menganggukkan kepala mereka.


Sementara anak-anak tengah menikmati buah-buahan, Nuari dan Gibran tengah menuju ke hotel dimana Yoga berada.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai.


"ini hotel nya?" tanya Nuari sedikit ragu


"iya ,yuk masuk ! Nek Wewe sudah di dalam jagain Yoga" sahut Gibran


Kedua nya pun berjalan menuju pintu masuk hotel tersebut,namun begitu mereka melewati pintu ,seorang resepsionis menyapa.


"selamat sore, selamat datang di hotel kami,mau pesan berapa kamar?"


"maaf mbak kami ke sini bukan untuk menginap,tapi kami sedang mencari seseorang" sahut Gibran


"mohon maaf untuk kenyamanan tamu,kami tidak bisa memberikan informasi mengenai para tamu kami "


"tapi ini darurat mbak " ucap Nuari


"mohon maaf sekali lagi ,ini sudah peraturan nya seperti itu"


"mbak ,saya harus mencari suami saya ,dia datang bersama belatung nangka " cetus Nuari


Resepsionis itu nampak mengerutkan keningnya mendengar kata belatung nangka


"maaf ,ini maksud nya apa ya Bu,belatung nangka apa?"


"pelakor....suami saya dibawa pelakor ,tolong jangan mempersulit keadaan ,saya mohon " lirih Nuari dengan mata sudah berkaca-kaca


"tolong jangan mempersulit keadaan ,atau saya akan laporkan pada polisi jika di hotel ini sering digunakan untuk prostitusi"


"tidak...! Jangan...ok baiklah ,atas nama siapa yang anda berdua cari " ucap resepsionis nya itu sedikit ketakutan ,karena awal nya ia mengira jika mereka adalah pasangan kekasih yang akan cek in ,namun nyata nya tebakan nya salah,ia yang awalnya tak ingin membantu pun akhirnya mau membantu setelah diancam oleh Gibran


" Yogaswara " ucap Nuari


"sebentar saya carikan terlebih dahulu" resepsionisnya tersebut mengecek pada buku tamu ,namun setelah beberapa saat mencari resepsionis itu menggelengkan kepala


"maaf bu,tidak ada daftar tamu yang bernama Yogaswara"


"kak...bagaimana ini...apa kita salah masuk hotel?" tanya Nuari nampak cemas


Gibran menghela nafas lalu bertanya lagi


"atas nama Erika ?" tanya nya


"sebentar saya cek kembali"


"iya ,ada pak,baru beberapa jam yang lalu check in " ujar resepsionis setelah mengecek buku tamu


"di kamar berapa ?" tanya Nuari tak sabar


"ada di kamar 203 lantai 4 "


"ok makasih mbak ,ayo kak !"


Resepsionis itu menghela nafas kasar


Nuari dan Yoga terus berjalan dan mencari kamar bernomor 203 ,banyak sosok astral di sana mencoba menarik perhatian Gibran karena mereka tahu Gibran dapat melihat mereka ,namun Gibran sama sekali tak menghiraukan nya.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian keduanya sampai di depan pintu kamar bernomor 203.


Nuari tak sabar dan langsung membuka pintu yang kebetulan tak dikunci ,namun begitu ia membuka pintu ,ia membelalak kan mata ketika melihat Yoga tengah menggendong Erika yang tak sadarkan diri.


Kejadian sebelum nya


Erika yang masih merasa kebingungan pun hendak pergi dari kamar hotel itu,namun pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Yoga.


"kamu balik lagi " ucap Yoga tersenyum namun Erika hanya diam dengan mata tak berkedip,sungguh ia takut melihat wajah buruk rupa nya Yoga


Sementara Wewe malah terus terkekeh-kekeh melihat nya


Yoga pun berjalan menghampiri nya ,namun Erika malah berteriak histeris


"TIDAK..... PERGIIII....!!!"


Bruukk'


Erika pun pingsan


Kembali ke masa sekarang


"Yoga " lirih Nuari


"kalian...kenapa ke sini?" tanya Yoga


"harus nya kami yang nanya ,kamu ngapain di sini?" tanya Gibran ,ia menoleh pada Wewe


"ehehehe.....tenang ,dia aman " Wewe mengacungkan jempol nya


Nuari pun berbalik dan hendak pergi namun dicegah Gibran.


"dia tak sadar dengan apa yang dia lakukan ,tenang lah " bisik Gibran


"tapi kak "


Akhirnya Nuari pun tak jadi pergi ,ia terus menatap nanar Yoga yang juga menatap nya ,Yoga memang tak menyadari apa yang dia lakukan tapi ada rasa bersalah dari raut wajah nya.


Gibran membiarkan Yoga meletakan Erika terlebih dahulu di tempat tidur.


Kemudian Gibran mendekat namun dicegah oleh Yoga.


"kamu mau apa ?" tanya nya


"menyembuhkan nya " sahut Gibran datar


"dek,sini daun kelor nya ?" pinta Gibran menjulurkan tangannya


"ini kak " sahut Nuari memberikan satu ikat daun kelor yang ia simpan di dalam tas nya


"untuk apa daun itu?" tanya Yoga lagi


"diam ,lihat ...dan perhatikan saja " tegas Gibran


Gibran pun membacakan beberapa ayat-ayat Al-Qur'an setelah itu ia tiup kan pada daun kelor yang ia genggam ,dan setelah nya Gibran sapu kan pada kepala ,wajah serta beberapa bagian tubuh Erika yang dipasangi susuk.


Cahaya kekuningan berpendar pada tubuh Erika ,namun hanya Gibran saja yang dapat melihat nya. Selang beberapa menit kemudian muncul bintik-bintik putih disekitar wajah ,d*da,panggul ,dan bagian terlarang meski tertutup rok Gibran dapat melihat jika sesuatu telah keluar dari bagian itu.


Yoga terkesiap melihat ada yang keluar dari tubuh Erika.


"itu....."


"susuk " ucap Gibran


"susuk?" tanya Yoga


"iya ,dia menggunakan susuk untuk bisa menarik perhatian laki-laki termasuk kamu "

__ADS_1


"aku ?" tanya Yoga lagi


pluk'


pluk'


pluk'


Susuk yang digunakan Erika telah keluar seluruh nya ,benda itu terlihat sangat berkilauan.


"rupanya dia menggunakan berlian sebagai susuk" gumam Nuari


"padahal tanpa harus menggunakan susuk pun dia sudah cantik" tambah Nuari membatin


Sementara itu di rumah


Anak-anak yang masih bermain nampak mengantuk setelah menghabiskan buah-buahan yang sudah dipotong-potong,mereka yang sudah tak bisa menahan kantuk pun tertidur begitu saja. Atha tertidur di bawah perosotan,Lia di depan rumah boneka sambil memeluk boneka beruang, sementara Raffa tertidur di dalam tenda kecil.


Jika anak-anak tengah tertidur lain hal nya dengan para makhluk tak kasat mata penjaga anak-anak,Nagin dan Ki Broto alias Ki Jamal yang sering dipanggil om jin malah asik bermain lempar bola. Mereka bergantian melempar bola lalu menangkap nya.


Dewi yang tadi meninggalkan anak-anak setelah memakan potongan buah-buahan yang ia berikan kembali menghampiri mereka,sampai di depan pintu ia mengerutkan kening ketika tak mendengar suara anak-anak.


"kok sepi ?" batin nya


Karena penasaran ia pun masuk


"stop...ada yang masuk "seru Ki Jamal ,permainan mereka pun terhenti


"Masya Allah.......ini mereka ketiduran? apa pingsan ? "


Malam hari nya


Nuari menitipkan Raffa di rumah Nuri ,sementara dirinya akan meruqiah Yoga bersama Gibran, bahkan Aranta pun turut serta.


"bi,tolong ambilkan ember kecil ya " pinta Nuari pada bibi art


"baik Bu "


Tak lama kemudian bibi art datang membawa ember kecil sesuai permintaan Nuari.


"ini Bu "


"iya ,makasih ya bi "


Bibi art tak kembali ke belakang karena penasaran akan apa yang akan dilakukan majikan nya.


Aranta duduk di samping Nuari yang nampak tegang ,ia merangkul adik ipar nya sambil terus mengelus punggung nya.


"kita sama-sama berdoa biar Yoga cepat terlepas dari ilmu hitam itu" bisik Aranta


"iya kak "


Gibran meminta Yoga untuk duduk bersila pada karpet, meski bingung Yoga tetap mengikuti arahan kakak ipar nya.


Melihat jika Yoga sudah siap, Gibran pun memulai melantunkan ayat-ayat Al Qur'an.


"ayo nek...bantu aku " batin Gibran pada Wewe


"ehehehe..... baru kali ini ada setan ikut meruqiah manusia "


Di awal bacaan nya , Yoga tak bereaksi apa-apa,ia bahkan sempat mengikuti Gibran membaca ayat Al Qur'an,namun begitu sampai di akhir Yoga mulai terlihat gelisah ,keringat nya mengalir dengan deras,wajah nya memerah,ia mulai mual ,Nuari beranjak mendekat kan ember ke hadapan Yoga.


"huuueeekkk...... huueekkk...."


Cairan hitam kental keluar dari mulut Yoga,bau nya yang tak sedap membuat Nuari ikut mual.


"Ya Allah...busuk sekali " lirih Nuari membatin

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2