
Waktu sudah menujukan pukul 16:45. Lia yang sudah mengganti pakaian nya pun hendak keluar dari dalam toilet. Akan tetapi saat ia sedang berjalan sebuah kaki terlihat menghalangi langkah nya ,ia dengan sigap melompati nya.
"Iseng saja sih dari tadi " Gumam nya menoleh pada sosok kuntilanak yang tadi melempar nya dengan ulat
"Apa ? Kenapa liatin aku kaya gitu banget ?" Tanya Lia tanpa rasa takut sama sekali
"khikhikhi....." kuntilanak itu malah terkikik untuk menakuti , tetapi diluar dugaan sang kunti, Lia malah bereaksi sebalik nya
"Astaga....mbak Kunti, suara tertawa mu lucu sekali,wajah nya juga sangat menggemaskan " Ucapan nya itu sukses membuat kuntilanak itu berhenti tertawa dan menatap taman Lia
"Yeee ....biasa saja kali liatnya ,aku colok mata mu tau rasa "ucap nya seraya menggerakan telunjuk nya seakan hendak mencolok. Kuntilanak itu mundur menjauh namun Lia malah tertawa terpingkal-pingkal
"Tapi bo'ong,hahaha....ups " Ia segera menutup mulut nya karena tertawa terlalu keras
"Gak ada yang denger kan" gumam nya seraya menoleh ke arah pintu
"Udah ya mbak,aku keluar ,dadah "
Lia pergi keluar dari toilet,hantu kuntilanak itu nampak menyeringai menatap kepergian Lia. Kuntilanak itu langsung menghilang disertai suara tawa nya yang khas.
Tiba-tiba,Lia terjatuh karena sesuatu menarik kaki nya.
Bruukk'
Srreeettt'
Tubuh Lia bergerak dengan sendirinya seperti ada seseorang yang menyeretnya.
Brugh'
"Akkhh" Lia merintih kesakitan ketika tubuh nya mengenai dinding
"Khikhikhi........" Kuntilanak tad kembali muncul dengan seringaian nya menyeramkan
"Apa mau mu? Kenapa kamu menyakiti ku ?" Tanya Lia menatap kuntilanak itu
"Khikhikhi.......kenapa kamu tak takut padaku,harus nya kau takut "
"Kenapa aku mesti takut? Setiap hari aku melihat hantu seperti mu berseliweran di rumah ku " Ucap Lia lalu berdiri
Namun tiba-tiba kuntilanak itu bergerak cepat mencekik Lia dan mengangkat nya hingga kedua kaki nya melayang,hingga lebih dari tiga puluh senti dari lantai.
"Le.... lepas kan" lirih Lia seraya terus menendang-nendang kuntilanak itu. Namun aneh nya kedua kaki nya seakan menendang angin ,tak mengenai kuntilanak tersebut
"Kenapa aku tak bisa menyentuh nya "Batin nya
"Hihihihi......aku kesal kenapa kamu tak takut padaku "
"Kkhhh...." Lia ingin berteriak namun suaranya tertahan di tenggorokan
__ADS_1
"Tante Nagin,tolong aku " Ucap Lia membatin
Pada saat itu Riki yang merasa Lia sudah terlalu lama pergi ke toilet,menyusul nya. Ia begitu shock saat melihat Lia sudah melayang dengan memegangi lehernya.
"Hah....Li...Lia "
Di saat bersamaan Nagin datang ,ia langsung mengibaskan ekor nya menghantam kuntilanak itu.
Bruukk'
Seketika Lia terjatuh dan langsung terbatuk-batuk.
"Uhhuukk.... Uhhuukk...."
"Lia ,kamu tidak apa-apa,tadi itu apa ,kenapa kamu bisa melayang ?" Tanya Riki memberondong Lia dengan pertanyaan
"Pak,cerita nya nanti saja" Ucap Lia di sela-sela batuk nya
Riki membantu Lia bangun dan berjalan ,akan tetapi pergelangan kaki Lia terkilir hingga ia tak mampu berjalan dengan benar.
"Kenapa?" Tanya Riki
"Seperti nya kaki aku terkilir" Sahut Lia
"Ya sudah kalau gitu naiklah" Riki berjongkok di depan Lia
"Ya mau gendong kamu lah,katanya kaki kamu sakit "Cetus Riki
Lia terkesiap ."Enggak ah ,aku jalan saja ,gak apa-apa bisa kok " Lia menolak dan berjalan tertatih
Riki menghela nafas,"Yakin bisa ?" tanya Riki
"Iya bisa pak,nih bukti nya aku sudah sampai di sini" Jawab Lia yang sudah berjalan beberapa langkah di depan
"Tapi itu lama jalan nya " Ucap Riki
"Ya gak apa-apa,biar lama jalan nya yang penting kan gak digendong,kita belum muhrim gak boleh " Kata Lia ,Riki menaikan satu alis nya
"Belum muhrim? Jadi apa kita akan jadi muhrim ?" Tanya Riki
"Hah,emang nya aku tadi bilang belum ya,kok gak ngerasa ,hehehe....maaf deh mungkin aku salah ngomong " Wajah Lia seketika memerah karena merasa malu sudah salah bicara
Tiba-tiba Lia bergeser ketika kuntilanak itu jatuh ke arah nya akibat serangan dari Nagin.
"Rasain ,emang enak ,makanya jangan macam-macam sama aku ,lihat sendiri kan penjaga aku kaya apa " Cetus Lia mengejek kuntilanak itu
"Ampun,maaf gak lagi-lagi aku mengganggu mu " Ucap kuntilanak itu seraya meringis kesakitan
"Kamu bicara sama siapa ?" Tanya Riki kembali kebingungan
__ADS_1
"Enggak ,bukan siapa-siapa,ya udah sebaik nya kita segera pergi " Lia segera berjalan perlahan meninggalkan Riki yang menggaruk pelipis nya
"Dia kenapa sih ,kok aneh banget dari tadi. Eh ,kok tiba-tiba aku merinding , hiiiy..... jangan-jangan......" Riki bergidik ia teringat dengan segala keanehan pada Lia ,ia pun menyimpulkan keanehan Lia ada hubungan nya dengan hal ghaib
Sementara itu di dalam sebuah kamar,seorang gadis remaja tengah berbicara sendiri dengan memegang sebuah boneka Barbie. Boneka itu masih terlihat bagus karena ia selalu merawat dan menjaga boneka tersebut dengan baik.
"Apa aku utarakan saja perasaan ku pada nya ? " ucap nya pelan
"Tapi bagaimana kalau dia tidak memiliki perasaan yang sama,kan aku malu "
"Tapi kalau aku gak bilang aku gak bakal tahu bagaimana perasaan nya terhadap ku, dia juga kenapa sih gak pernah mengutarakan perasaan nya "
Tok tok tok
"Sayang,papa boleh masuk ?" Mendengar ketukan pintu dan suara papa nya ,gadis itu beranjak membuka pintu kamar nya yang ia kunci
ctek'
"Kok tumben pintu nya di kunci sih ?" Tanya papa nya
"Hehehe ....iya pah,maaf tadinya aku mau tidur biar gak keganggu,tapi ternyata aku gak bisa tidur " Sahut nya seraya tersenyum
"Hm,....bener mau tidur ,apa sedang telepon sama Raffa ,jadi gak mau diganggu ?" Tanya papa nya menggoda putri nya itu
"Ah ,papa apa sih ,enggak kok " Chika nampak tersipu mendapat kan godaan dari papa nya
"Ya ampun,anak papa ternyata cepat banget ya besar nya ,papa jadi merasa tua loh sekarang " canda Arjun sambil mengusap kepala putri nya
"Gimana sekolah kamu hari ini ?" Tanya nya duduk di tepi tempat tidur
"Ya gitu-gitu saja sih " Jawab Chika
"Sayang ,emang nya kamu dan Raffa pacaran?" Tanya Arjun to the poin
"Enggak ,kita hanya berteman,kenapa memang nya pah?" Tanya Chika
"Gak apa-apa cuman nanya saja , tapi apa kamu menyukai nya ?" Tanya nya lagi
"Papa kok nanya gitu sih ,tumben banget ?" Tanya Chika yang malah balik bertanya
"Bukan apa-apa,papa hanya tidak mau putri papa satu-satunya kenapa-kenapa. Apa papa bisa minta satu hal ?"
"Apa pah? Papa ih bikin aku deg-degan saja deh " Chika menatap papa nya dengan sangat serius
"Jatuh cinta itu wajar ,karena itu anugrah,tapi papa harap kamu tidak terlalu berlebihan dengan perasaan kamu ,sebab kita tidak tahu seperti apa kedepannya nanti,dan....papa ingin kamu fokus ke pendidikan kamu " Tutur Arjun . Bukan tak apa dia berbicara seperti itu ,sebab saat perjalanan menuju kantor ia tak sengaja melihat Raffa tengah bersama Vania. Ia sendiri kini sudah tak bekerja lagi di tempat Yoga. Arjun kini menjabat sebagai anggota dewan.
Sikap Raffa dan perlakuan Raffa terhadap Vania membuat nya teringat akan putri kesayangan nya ,ia tahu bagaimana perasaan putrinya terhadap Raffa. Karena selama ini Chika selalu menceritakan kegiatan nya jika berkaitan dengan Raffa. Dari sana ia dapat menarik kesimpulan jika Chika memang menyukai Raffa.
Bersambung....
__ADS_1