
Di atas jok motor, Silvi masih terus memperhatikan kemana mobil pick up melaju,hingga hampir setengah jam membuntuti akhirnya mobil pick up itu berhenti di sebuah tempat yang mana di sisi kanan dan kiri jalan penuh dengan pohon-pohon besar.
"pak berhenti di sini saja,jangan terlalu dekat " ucap Silvi pada tukang ojek
"baik mbak "
"bapak tunggu di sini ya " pinta Silvi,ketika bapak tukang ojek itu mengangguk barulah Silvi berjalan perlahan menuju ke sebuah pohon yang terdapat semak belukar yang cukup tinggi ,hingga siapa pun tak akan menyadari jika ada seseorang yang tengah bersembunyi di sana
"ayo cepat bantu aku buka terpal nya " seru Jupri karena Renita terlihat celingukan takut jika ada seseorang yang memperhatikan
"iya,sebentar aku hanya memastikan tidak akan ada orang yang melihat kita " ujar Renita
"ck...kamu tenang saja,kawasan ini tak pernah terjamah manusia,meskipun ada hanya beberapa saja ,itu pun di waktu-waktu tertentu saja " ujar Jupri yang memang mengetahui situasi di sana
"kamu yakin bang ?" tanya Renita
"kau lupa, kalau aku adalah salah satu dari orang-orang yang sering keluar masuk hutan ini,jadi kamu tenang saja jika pun ada orang datang,aku yang akan mengurus nya " tutur nya lagi
Hutan itu merupakan hutan lindung yang selalu dijaga oleh warga setempat,sebab di hutan itu terdapat berbagai flora dan fauna yang harus terus di lestarikan dan di pertahanan dari kepunahan,sebab jumlah populasi nya yang makin sedikit.
Dan Jupri adalah salah satu orang yang bertanggung jawab atas kelestarian hutan ini, itu semua berkat ayah nya yang merupakan mantan kepala desa yang di beri kepercayaan oleh pak camat dan pemerintah daerah setempat untuk memantau kelestarian hutan tersebut.
Setelah penutup terpal sudah terbuka,barulah Jupri membopong Nuari seperti membawa karung beras yang ia bawa di pundak nya.
Mereka pun berjalan menapaki jalanan setapak menuju ke sebuah tempat yang Renita sendiri tak tahu,karena ia baru pertama kali datang ke hutan tersebut.
Di tempat nya bersembunyi,Silvi pun segera berjalan dengan sangat hati-hati agar tak menimbulkan suara saat kaki nya berjalan.
Tak lupa ia mensilent ponsel nya agar tak menimbulkan suara ketika ada notif atau seseorang yang menghubungi nya ataupun mengirim pesan.
Dengan jantung berdebar kencang Silvi pun terus mengikuti kemana kedua orang itu membawa Nuari.
Hingga sampai lah mereka di sebuah rumah yang tak begitu besar juga tak kecil dengan atap terbuat dari daun nipah,dinding rumah pun terbuat dari kayu ,di bagian depan rumah itu terdapat bambu di sisi kiri kanan yang diberi lubang yang berjarak dan diberi sumbu pada lubang tersebut. Bambu itu di gunakan untuk menjadi alat penerangan di malam hari.
Renita membuka pintu sementara Jupri segera membawa Nuari yang masih tak sadarkan diri ke dalam.
Di dudukan lah Nuari di atas kursi kayu lalu kedua tangan dan kaki nya di ikat.
"huuuhhh......sekarang kita istirahat saja dulu,sambil menunggu dia sadar bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu" cetus Jupri dengan senyum mesum nya seraya menaik-turunkan alis nya
"haisshh.... kau ini nanti kalau kamu keburu loyo kalau dia sudah bangun gimana ?" tanya Renita sebal
"ya gak mungkin lah,masa baru sekali main sudah loyo"sahut Jupri cengengesan
"kelamaan,kamu langsung saja perkosa dia" cetus Renita
"lah gak bisa gitu dong sayang....gak seru tahu kalau lawan nya dalam keadaan pingsan begitu,kaya main sama mayat,kalau dia bangun kan seru,ada sensasi nya tersendiri ketika dia berontak " tutur Jupri
"memang nya Abang pernah main sama orang pingsan ?" tanya Renita menyelidik
"hehehe....pernah dulu" jawab nya cengengesan
"huuuuh....dasar e*dan" batin Renita
"lalu kita main dimana,masa di sini sih ?" tanya Renita kemudian
"di sini juga gak apa-apa sih kalau kamu mau,biar nanti kalau dia sudah sadar bisa langsung melihat kegiatan kita, siapa tahu dia jadi terangsang melihat adegan kita, biar aku tak susah dan repot membujuk nya " kekeh Jupri
"dasar e*dan" maki Renita yang tak habis fikir dengan suami nya itu
"hehehe....biar e*dan begini kan suami kamu " cengir nya lagi
"tau ah ,gak mau main aku kalau di sini " ucap Renita merajuk
"hm....ya sudah kalau gitu kita main di ruangan sebelah saja,di sana ada kasur lantai " ajak Jupri menarik lengan Renita menuju kamar sebelah
__ADS_1
Sementara di luar rumah,Silvi yang bersembunyi di bawah jendela kayu yang tertutup pun dapat mendengarkan apa yang Renita dan Jupri katakan.
"g*la.... benar-benar g*la mereka berdua " desis nya pelan sambil menggeleng kan kepala nya
Tak lama kemudian terdengar suara-suara aneh yang membuat darah nya berdesir,suara tersebut berasal dari Renita dan Jupri yang tengah melakukan pertarungan panas.
"dasar s*nting....." kecam nya
Telinga nya benar-benar panas mendengar hal itu,ia pun dengan geram segera merogoh ponsel nya lalu tanpa memberi penjelasan sebelum nya ia langsung mengirimkan lokasi dimana dirinya kini berada.
Di sisi lain Yoga yang tengah kebingungan mencari Nuari tiba-tiba mengerut kan kening ketika melihat pesan yang dikirimkan oleh seseorang.
"kenapa dia mengirim kan lokasi ini ?" bingung nya
Karena fikiran nya yang terus berfokus pada Nuari, ia pun enggan menanggapi pesan tersebut.
Namun ponsel nya kembali berbunyi menandakan ada pesan masuk,ia pun kembali melihat nya.
"ck ,apa sih maksudnya" Namun seketika ia membelalakan mata ketika membaca pesan tersebut
"*cepatlah datang ke tempat yang ku kirim kan barusan ,bawa polisi bersama mu,mbak Nuari dalam bahaya,aku tak bisa membantu nya sendirian "
"jangan telpon aku,aku tak mau mereka mendengar suara ku*"
"baiklah aku akan segera ke sana " balas Yoga lalu pergi menuju kantor polisi yang tadi siang ia datangi
Hingga matahari tenggelam Jupri dan Renita baru saja selesai dengan ritual mereka,Jupri pun segera menuju ke ruangan dimana Nuari terikat.
"kenapa masih tak bangun juga,bukan kah reaksi obat bius itu bisa hilang setelah satu jam,ini sudah lebih dari satu jam " gumam Jupri ketika melihat Nuari masih memejam kan mata
"kamu kebanyakan kali bang ngasih obat bius nya " ucap Renita
"enggak kok sesuai anjuran saja " sahut Jupri
"ya sudah lah,kamu istirahat saja dulu,aku juga masih lelah ini ,kita tunggu sebentar lagi ,dia pasti akan bangun " ujar Jupri seraya berjalan menuju ke arah galon ber keran untuk mengambil minum
"tapi nanti kamu langsung siap kan kamera nya,ketika dia sudah bangun ,aku sudah tak sabar mencicipi tubuh nya " ucap Jupri lalu meneguk air hingga tandas
"beres itu sudah diatur " sahut Renita seraya menyiapkan sebuah handycam
"kalian berdua benar-benar keterlaluan" batin Nuari ,yang sebenarnya ia sudah sadar saat ia baru saja di duduk kan dan di ikat di kursi yang ia duduki,bahkan ia pun mendengar dengan jelas kegaduhan yang diciptakan Renita dan Jupri di ruangan sebelah ,selama mereka berdua tengah asyik dengan dunia mereka,ia berusaha untuk membuka ikatan di tangan serta kaki nya
Di luar Silvi sudah merasa pegal,kaki nya pun sudah kesemutan karena harus berjongkok terlalu lama.
"ini mas Yoga kemana sih,lama banget ,untung Nuari belum sadar " batin nya
"uh....mana banyak nyamuk lagi,ini juga semut ikut-ikutan saja,ganggu banget " gerutu nya pelan
Dalam diam dengan kepura-puraan nya yang masih pingsan,Nuari terus mencoba menggerakkan tangan nya yang diikat ke belakang.
Perlahan dan hati-hati agar tak membuat Jupri maupun Renita menyadari pergerakan nya.
"ya.... sedikit lagi " lirih nya dalam hati
Akan tetapi Renita yang tak sengaja melirik ke arah Nuari dan melihat pergerakan kedua tangan nya membuat nya memelotot kan kedua mata nya.
"bang... seperti nya dia sudah sadar,lihat lah " bisik nya tepat di telinga Jupri
Jupri pun menoleh,bibirnya langsung menyeringai melihat nya,perlahan ia berjalan mendekati Nuari tanpa suara.
Hingga tiba-tiba saja Nuari berhenti bergerak ketika merasakan seseorang menyentuh pundak nya.
"gawat.... seperti nya aku ketahuan " Nuari membatin
"rupanya kamu sudah bangun,ck...kenapa tak bilang dari tadi, buang-buang waktu ku saja,ayo buka mata mu " perintah Jupri seraya mencengkram dagu Nuari dan menariknya hingga terarah pada nya,seketika itu juga Nuari membuka mata nya menatap tajam pria yang sudah berani kurang ajar pada nya
__ADS_1
"siapa kamu,dan kenapa kamu melakukan ini padaku?" tanya Nuari dengan mulut yang maju ke depan karena dagunya yang di cengkram oleh Jupri
"nanti juga kau tahu siapa aku,setelah aku berhasil meniduri mu" ucap Jupri membuat Nuari membelalakan mata
"jangan bermimpi,aku tak sudi di sentuh oleh mu " seru Nuari
"hahahaha....tapi kenyataannya sebentar lagi aku akan membuat mu merasakan indah nya bercinta,Renita ....cepat hidupkan kamera nya " perintah nya
"siap " ujar Renita dengan semangat lalu menghidupkan handycam yang ia pegang
"kalian benar-benar kurang ajar ,Renita ...apa salah ku ,kenapa kamu melakukan ini pada ku ?" teriak Nuari setelah dagu nya terlepas dari Jupri ,sebab pria itu tengah membuka baju dan celana jeans nya
"huh...tau gini aku tak perlu repot-repot pakai baju tadi " gumam Jupri pelan
"kau tanya apa salah mu? ya jelas ada lah,karena kamu telah merebut Yoga dari ku,aku benar-benar membenci mu " teriak Renita sambil melemparkan gelas plastik tepat mengenai kepala Nuari
"ahh..."
"tapi....aku dan Yoga sudah sejak lama saling mengenal jauh sebelum kalian bertemu,karena suatu kecelakaan membuatnya melupakan ku dan pergi ,tapi kini dia sudah kembali mengingat ku,dan kenapa Yoga meninggal kan mu,itu karena kesalahan mu sendiri yang berani bermain api di belakang Yoga,jadi salahkan saja diri mu " tutur Nuari
"diam....pokok nya apa pun alasan nya aku tak terima kamu bersama Yoga,jika aku hancur kau pun juga harus hancur,jika aku tak bisa memiliki Yoga,maka ...gadis mana pun tak boleh " teriak Renita seperti orang kesetanan
"Astaghfirullah.....duh ...mas Yoga mana sih ?" gumam Silvi gelisah
"sudah lah Renita jangan buang-buang emosi mu,diam dan segeralah merekam ,lihat bagaimana suami mu ini bekerja,akan ku pastikan dia akan menggeliat penuh kenikmatan setelah merasakan amukan rudal ku " ucap Jupri yang sudah tak sabar,apalagi melihat kulit Nuari yang begitu putih dan mulus,meski tertutup pakaian dan celana jeans ia bisa memastikan betapa putih dan mulus nya gadis yang kini tengah terikat itu
"huuh... baiklah..., hahahaha.....lihat saja setelah ini kau pun akan bernasib sama seperti ku, Yoga tak akan lagi sudi menikahi mu " gelak tawa Renita sampai memenuhi ruangan kecil itu
"ayo bang,aku sudah siap dengan kamera nya " ucap Renita
Perlahan Jupri pun menghampiri Nuari dengan hanya mengenakan ****** *****,tentu saja Nuari yang baru saja melihat penampakan itu merasa takut dan tubuh nya pun bergetar.
"jangan mendekat " teriak Nuari panik
"tapi aku sudah di sini " Jupri menyeringai seraya memainkan rambut indah nya,bahkan Jupri pun mencium lembut rambut yang berbau wangi tersebut
"ja... jangan...kumohon...aku ...bisa berikan apa pun yang kamu mau ,uang, mobil,rumah dan pekerjaan yang layak,aku akan berikan itu,asal jangan kau apa-apa kan aku " ucap Nuari yang mulai terisak
"wah... seperti nya kau memang orang kaya ya,...tapi maaf aku tak menginginkan itu,yang kuingin kan hanyalah tubuh mu ,diam.... dan nikmati saja permainan ku ,aku pastikan kau akan ketagihan hingga meminta nya lagi dan lagi " bisik Jupri di telinga Nuari
"brengs*k....pergi kamu ...jangan lakukan itu padaku" teriak Nuari memalingkan wajah namun Jupri dengan cepat menarik rambut Nuari hingga kepala nya mendongak ke atas
"aakkh.....sakit....."
"jika tidak ingin ada kekerasan maka diamlah" ancam nya
Jupri pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu,ia lalu mendekatkan wajah nya berharap akan ******* dan menicumi bibir mungil itu,namun tiba-tiba
cuiiih'
Nuari meludah tepat di wajah Jupri ,hal itu membuat Jupri berang dan
plak'
"aakkhhh...." rintih Nuari ketika pipi nya di tampar keras,bahkan saking kerasnya pipi nya yang putih pun sampai memerah
"berani nya kau meludahi ku "
"hahaha....rasakan kamu,emang enak,ayo bang cepat lah jangan buang-buang waktu,aku sudah tak sabar melihat nya merintih di bawah kungkungan mu " cibir Renita
"baiklah " tanpa berlama-lama Jupri pun segera melancarkan aksi nya
"tolong.....jangan.....jangan..... aaakkkhhh....."
...***...
__ADS_1