
Setelah puas berkeliling dengan mobil odong-odong,Atha dan Lia nampak lelah dan mengantuk kedua nya pun tertidur di kamar masing-masing.
Dewi hendak memanggil mereka untuk makan ,namun saat melihat kedua cicit nya tertidur lelap ia pun tak tega membangunkan mereka.
Di kantor Gibran tengah merapikan barang-barang dan beberapa dokumen yang berada di atas meja nya. Hal itu sudah jadi kebiasaan nya ketika hendak pulang,ia tak ingin merepotkan orang lain meski seorang OB sekalipun.
"sepertinya aku tak usah bilang kalau mau jemput,biar jadi kejutan " gumam nya
Ia lantas berjalan menuju lift. Saat menunggu pintu lift terbuka Rifki pun datang.
"sudah mau pulang ?" tanya nya
"eh iya pah "sahut Gibran menoleh
Gibran memperhatikan papanya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki kemudian ia tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.
"semakin lama penyakit bucin nya malah makin kronis " batin nya
"ehehehe.....wajarlah nama nya juga cinta mati "sahut Wewe
"eh nek ,jangan kencang-kencang nanti papa denger" seru nya dalam hati
"ehehehe....papa mu gak akan mendengar ,kita kan sedang bertelepati "
"oh iya ya ,aku lupa " batin Gibran lagi
"kenapa kamu ngeliatin papa kaya gitu?" tanya Rifki yang sadar jika sedang diperhatikan
"hehehe....enggak kok pah,cuman hari ini papa terlihat beda saja ,tadi juga saat sedang rapat wajah papah terlihat cerah banget,ada apa nih?" goda nya
"halah...tanpa papa kasih tahu pun kamu pasti sudah tahu " sahut Rifki mencebik
Gibran menggaruk tengkuknya sambil tersenyum.
ting'
Pintu lift pun terbuka , kedua nya masuk dan pintu lift kembali tertutup.Gibran menekan tombol nomor satu yang artinya mereka hendak ke lantai dasar.Lift pun bergerak turun.
Beberapa saat kemudian lift berhenti. Setelah pintu lift terbuka kedua nya melangkah kan kaki keluar,akan tetapi ketika kedua nya sudah sampai di basemen Gibran menghentikan langkah kaki nya,ia menatap punggung Rifki yang tengah menuju mobil nya.
"PAPA.....AWASSS ...." teriak nya
Dengan cepat Gibran pun berlari ke arah Rifki ketika tiba-tiba saja ada mobil lain yang melaju dengan kecepatan penuh melaju ke arah Rifki.
Melihat itu tentu saja Wewe tak tinggal diam.
Hantu itu segera menahan laju mobil itu dengan berdiri di depan mobil yang tengah melaju itu,namun siapa sangka pengemudi mobil itu sudah kehilangan kesadaran akibat serangan jantung ketika hendak keluar dari area basemen ,hingga kaki nya tak sengaja menekan pedal gas.
Gibran berhasil menarik Rifki menjauh ,namun Wewe masih berusaha menghentikan mobil itu ,hingga akhirnya tabrakan pun terjadi.
Braaakk'
Beruntung tabrakan itu tak begitu kencang berkat Wewe yang menahan laju mobil itu.
__ADS_1
Mendengar suara tabrakan orang-orang segera berhamburan untuk melihat nya.
"pak bos...pak bos tidak apa-apa?" tanya security,sebab ia melihat mobil Rifki yang tertabrak , mobil nya pun rusak di bagian samping kanan
"Alhamdulillah... saya tidak apa-apa,tolong segera bantu pemilik mobil itu ! " perintah Rifki
"baik pak bos ! " security tersebut segera membantu pengemudi tadi dibantu dengan beberapa orang
"aku akan telpon ambulan , seperti nya orang itu sedang kritis " ujar Gibran
"iya nak " sahut Rifki yang masih shock
"astaghfirullah.... Alhamdulillah Ya Allah Engkau telah memberi ku perlindungan melalui perantara putera hamba ,Engkau Maha Penolong " lirih Rifki dalam hati nya
Sementara itu Nuari yang sudah bersiap-siap untuk pulang hendak keluar dari ruangan,namun pintu ruangan nya diketuk seseorang. Setelah menjemput Raffa,Nuari kembali ke rumah sakit ,Raffa dititipkan pada art nya.
"masuk " ucap Nuari sambil menggantungkan jas kedokteran nya
"sudah mau pulang?" tanya Evan
"eh dokter Evan,ada apa ?" tanya Nuari
"ck " Evan berdecak lalu duduk di sofa
Nuari yang mengerti pun terkekeh lalu mengikuti duduk di samping Evan.
"maaf ,ini kan di rumah sakit ,gak enak kalau yang lain mendengar aku manggil kamu hanya dengan nama saja "
"ya sudah deh ,tapi kalau sedang di luar jangan begitu ya " ucap Evan
"Alhamdulillah sudah jauh lebih baik,tapi...."
"tapi apa ?" tanya Nuari nampak khawatir
"mama kamu tidak mau menerima bayaran"
"lah bagus dong,kenapa kamu ngeluh?" tanya Nuari
"ya aku kan gak enak,mama kamu abis dari perjalanan jauh malah nyempetin buat datang ke rumah ,pas udah selesai gak mau dibayar "
"ya emang mama orang nya seperti itu,mama gak pernah mau menerima bayaran dalam bentuk apapun,kalau pun menerimanya maka selalu mengatakan berikan saja uang itu pada orang yang lebih membutuhkan" tutur Nuari
"nah cocok !" Evan menjentikkan jarinya
"apa yang cocok ?"
"yang kamu bilang tadi ,mama mu mengatakan seperti itu "ucap Evan, Nuari tersenyum
"mama itu bukan tipe orang matre yang haus akan uang,mama pernah mengatakan hidup itu tidak melulu tentang uang ,meski kenyataan nya segala-galanya butuh uang,orang ber uang akan dihormati begitu pun sebaliknya. Mama bilang uang yang papa kasih sudah lebih dari cukup " tutur Nuari lagi
Evan menganggukkan kepalanya
"ayo kita pulang!" ajak Evan
__ADS_1
"yuk "
Keduanya pun keluar dan berjalan bersama di koridor. Beberapa staf rumah sakit melihat keduanya dengan tatapan berbeda,bagi yang mengetahui hubungan keduanya bersikap biasa. Namun bagi yang tidak tahu mereka mengira jika keduanya ada hubungan spesial.
"padahal kurang gimana ganteng dan tajir suami nya, mentang-mentang cantik, kasihan istri dokter Evan ,mana sedang hamil" kurang lebih begitu isi hati para staf yang tak tahu
Di waktu bersamaan,Yoga yang sudah masuk ke dalam mobil nya ,harus membuka kaca mobil nya sebab Erika tiba-tiba saja datang mengetuk kaca mobil.
"ada apa lagi , apa pesangon nya kurang ?" tanya Yoga
"bukan pak,tapi saya...."
"maaf saya tidak ada waktu untuk meladeni mu,istri ku sudah menunggu " Yoga pun menutup kembali kaca mobil nya ,tak menunggu lama Yoga pun langsung tancap gas meninggal kan Erika yang melongo
"s*al...kenapa pak Yoga sikap nya jadi berubah drastis gitu sih,apa pengaruh sihir ku sudah hilang? padahal hampir sedikit lagi aku mendapat kan nya " Erika nampak kesal karena Yoga benar-benar tak memperdulikan nya
Beberapa saat kemudian Yoga sudah sampai di rumah sakit,nampak Nuari tersenyum menyambut kedatangannya.
"maaf ya kamu nunggu lama " ucap Yoga seraya menyentuh kepala Nuari
"enggak kok ,aku baru saja keluar " sahut Nuari
"kalau begitu aku pulang duluan ya , sampai bertemu besok ,titip salam buat Ayu , assalamualaikum "
"waalaikum salam"
Evan pun berjalan menuju mobil nya setelah mobil Yoga pergi.
"huh...di depan suami nya saja belaga biasa , padahal dibelakang suami nya main serong "
"kamu kalau gak tahu kebenaran nya jangan nuduh sembarangan,mereka hanya berteman,memang dulu dokter Evan menyukai dokter Nuari tapi ditolak "
"ditolak ? kok bisa ,padahal dokter Evan lebih tampan dari suami nya , kalau aku sih gak bakal nolak "
"karena perasaan tak bisa dipaksa "
Mereka pun akhirnya malah mengibahi Evan dan Nuari,beruntung di sana tidak ada siapa-siapa.
Di jalan Nuari membuka ponsel nya yang terus berbunyi, nampak nya beberapa notifikasi dari beberapa berita online. Jika biasa nya ia akan mengabaikan berita itu,kali ini ia merasa penasaran dan membuka salah satu berita yang tengah viral.
"astaghfirullah...." lirih Nuari pelan setelah membaca berita nya
"kenapa sayang ?" tanya Yoga menoleh
"ini loh sayang ,ada ibu-ibu kena hipnotis semua perhiasan ,uang ,dan barang-barang berharga lain nya termasuk mobil hilang ,sekarang ibu itu jadi linglung mungkin karena masih shock " tutur Nuari
"bisa jadi karena pengaruh hipnotis nya belum hilang ,makanya ibu itu masih linglung" timpal Yoga
"iya, seperti nya begitu, kasihan ibu itu ya sayang,susah payah kita mencari uang,sudah dapat apa yang kita mau malah diambil orang "
"yah....begitulah ,mungkin itu sudah rezeki nya maling " cetus Yoga
"ih kamu tuh ,masa dapet maling dibilang rezeki ,ngaco saja "
__ADS_1
bersambung...