Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 58


__ADS_3

Teeeeettt'


Jam sekolah sudah selesai,para siswa mulai memenuhi koridor,ada yamg berjalan sambil mengobrol ada pula yang sambil bercanda bahkan saling kejar.


Raffa ,Atha ,dan Lia sudah sampai di parkiran. Atha dan Raffa langsung pulang , sementara Lia ia hendak ke tempat latihan taekwondo. Sudah satu Minggu gadis itu tak datang karena banyak nya tugas sekolah yang menyita waktu nya , sementara Raffa dan Atha tidak begitu menyukai taekwondo tapi bukan berarti mereka tak bisa bela diri.


"Kamu hati-hati ya " Ucap Atha saat Lia hendak menaiki mobil berbeda


"Iya ,Abang tenang saja ,aku juga bisa jaga diri kok,kalau ada apa-apa kan aku bisa panggil Tante Nagin" Sahut Lia


Nagin memang masih bersama anak-anak itu ,hanya saja ia tak pernah mengikuti Atha ataupun Lia. Ia akan datang jika Lia atau Atha memanggil nya. Sementara Ki Jamal masih selalu mengikuti Raffa kemana pun ia pergi ,hanya saja jika di area sekolahan Ki Jamal akan stay di dalam guci tak kasat mata yang selalu Raffa bawa. Raffa sendiri sudah tahu jika guci tersebut tidak akan bisa dilihat sembarangan orang jadi ia lebih leluasa membawa nya,meski begitu ia harus terus berhati-hati sebab tak sedikit juga ada orang yang memiliki kemampuan seperti nya.


Lia menatap mobil yang membawa kakak dan sepupu nya.Saat ia hendak membuka pintu mobil seseorang menarik lengan nya.


"Lia , kamu sengaja ya " Ucap Weni dengan nada kesal


"Sengaja apa ?" Tanya Lia sok polos


"Kamu jangan pura-pura ya ,aku tahu kamu sengaja mau ngerjain aku. Kalau kamu gak mau kasih contekan ya tinggal bilang saja , gak usah buat aku malu segala ! Gara-gara kamu aku jadi kena sanksi" Sentak Weni seraya menujuk tepat di depan wajah Lia


"Loh,aku kan gak sengaja Weni, beneran deh ,aku gak tahu kalau buku nya ketuker " Kilah Lia


"Halah ,alasan "


"Ya terserah kalau kamu gak percaya , aku beneran gak sengaja juga " Ucap Lia seraya menunduk


Tiba-tiba seseorang datang,ia berdiri di belakang Weni hingga gadis itu tak mengetahui kedatangan nya.


"Ada apa ini?" Tanya nya ,Weni yang mengenal suara tersebut sontak menoleh


"Pak Riki " Gumam nya pelan


"Bagus ya,sudah tidak mengerjakan tugas ,malah minta nyontek tugas teman kamu ,sekarang kamu malah marah-marah dan menyalahkan Lia. Harusnya kamu introspeksi diri ,bukan malah seperti ini. Sudah kamu pulang lah ,ini sudah jam nya pulang sekolah " Ucap guru itu meminta Weni segera pergi


"Iya pak " Jawab Weni sebal


"Ingat untuk tidak mengulangi nya lagi,kalau lupa mengerjakan lebih baik mengerjakan di sekolah daripada harus meminta contekan pada yang lain" Peringat guru itu sebelum Weni benar-benar pergi


"Iya pak ,saya permisi " Weni pun akhirnya pergi dengan perasan kesal. Guru itu menggelengkan kepala dengan tingkah Weni


"Kami tidak apa-apa?" Tanya guru itu pada Lia


"Saya ? Memang nya saya kenapa pak ?" Tanya Lia menujuk dirinya sendiri


"Tadi Weni marah-marah sama kamu "


"Oh itu,iya pak saya tidak apa-apa " Jawab Lia


"Dua saudara mu mana ?" tanya guru itu lagi ,ia selalu melihat Lia bersama kedua saudaranya namun kali ini ia tak melihat mereka


"Mereka sudah pulang duluan pak,kalau begitu saya duluan pak , assalamualaikum " Lia membuka pintu mobil nya lalu masuk


"Waalaikumsalam " Jawab guru itu lalu melihat kepergian mobil yang membawa anak murid nya pergi

__ADS_1


Saat itu ponsel nya pun berbunyi


"Ya,gimana ......oh iya , sekarang aku langsung ke sana,......iya tapi hanya satu kali ini saja soal nya aku sibuk banget ....ok "


"Dibilang aku sibuk juga "ia mencebik


Setelah menerima telpon itu,guru muda itu segera menuju mobil nya yang terparkir di tempat parkir khusus guru.


Sementara itu,Raffa dan Atha sudah sampai di rumah ,karena Raffa satu mobil bersama Atha,ia pun pulang ke rumah nenek nya.


"Assalamualaikum" Ucap Raffa dan Atha bersamaan


"Waalaikumsalam " Jawab Dewi. Dewi pun kini semakin tua ,ia sudah sering sakit-sakitan apalagi dokter sudah memvonis nya terkena penyakit diabetes. Dewi pun semakin berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan.


Nuri bahkan mempekerjakan koki khusus untuk memasakan makanan untuk ibu mertua nya. Setiap asupan gula dan garam selalu dipantau oleh Nuri.


"Loh,kok kalian cuman berdua,mana Lia ?"tanya nya yang tak melihat cicit perempuan nya


"Biasa lah Oma,Lia sedang latihan taekwondo" Jawab Atha setelah mencium punggung tangan Oma nya,Raffa pun melakukan hal yang sama


"Kalian kok gak ikutan ?" Tanya Dewi lagi


"Enggak ah Oma,males "jawab kedua nya


"Hm,...ya sudah kalau gitu sama kalian ganti baju dulu,setelah itu makan ,kalian belum makan siang kan?"


"Belum Oma. Kalau gitu kami ke kamar dulu" Atha dan Raffa pun memasuki kamar masing-masing


Sesaat setelah Raffa masuk ke dalam kamar nya , tiba-tiba Ki Jamal memberitahu nya sesuatu yang membangkitkan emosi nya.


"Ok , tuan muda " Dalam sekejap Raffa pun kini berpindah tempat


"Di mana Vania ?" Tanya nya pada Ki Jamal


"Vania dikunci di dalam gudang,tuan muda ,dan itu mereka yang melakukan nya " Tunjuk Ki Jamal pada tiga orang gadis berseragam SMP . Vania sekarang sudah masuk SMP kelas dua. Karena kepintarannya ia mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas akselerasi yang mana ia bisa loncat kelas. Jika seharusnya ia saat ini masih duduk di bangku SD kini di usianya yang masih dua belas tahun sudah memasuki SMP.


Hal itu pula yang membuat Vania tak disukai bagi beberapa teman sekelas nya. Usia dan kepintaran nya selalu jadi bahan untuk membully gadis itu.


"Buat mereka tak bisa pergi kemana-mana,aku mau nolongin Vania dulu" Raffa segera pergi menuju gudang. Tak begitu sulit untuk nya mengetahui dimana letak gudang ,karena ia pernah bersekolah juga di sana


Brugh'


Brugh'


Brugh'


"Buka ! Siapa saja tolong bukakan pintu nya ,aku kekunci di sini !" Teriak Vania ketakutan


Mendengar suara ketakutan Vania ,Raffa segera membuka pintu yang terkunci,beruntung kunci nya masih menempel pada pintu.


Ctek'


Krieeeettt'

__ADS_1


Pintu berderit karena engsel yang mulai berkarat.


"Kak Raffa !" Seru Vania langsung memeluk remaja pria itu. Raffa dapat merasakan ketakutan pada gadis itu. Tubuhnya bergetar disertai isakan,Raffa yang tak tega mencoba menenangkan Vania dengan mengusap kepala nya


"Ayo kita pergi " Ajak Raffa ,ia tak ingin banyak bertanya apapun di tengah keadaan Vania saat ini


Raffa membawa Vania ke sebuah taman tak jauh dari sekolah Vania.


"Mau minum ?" Tawar Raffa setelah menemukan tempat duduk di bawah pohon yang rindang. Vania mengangguk


"Sebentar aku beli dulu" Raffa beranjak menuju sebuah mini market ,namun ketika hendak membayar minuman ia terdiam


"Mati aku ! Aku lupa bawa uang " Gumam nya pelan. Antrian yang cukup panjang membuat nya kembali ke rak dagangan,ia menuju bagian yang nampak sepi ,yaitu di bagian persabunan.


Dengan berlagak layak nya memilih barang,ia menutupi mulut nya dengan satu tangan nya ,kemudian berucap


"Ki Jamal ,datang lah ", Jika ia membawa ponsel pasti ia akan berpura-pura menelpon seperti yang biasa ia lakukan ketika berinteraksi dengan sosok jin penjaga nya di muka umum


"Iya tuan muda " Sahut Ki Jamal yang sudah berada di samping nya


"Tolong bawain aku uang ya,ada di saku celana seragam aku ,sekalian sama dompet nya juga "


"Ok ! Ada lagi ?" Tanya Ki Jamal


"Sekalian bawain motor juga lah ,nanti aku ngantar Vania pakai apa coba " Sahut Raffa lagi


"Ok ! Siap laksanakan " Ki Jamal pun menghilang ,namun kemudian ia muncul kembali ,akan tetapi jin itu malah menyenggol rak hingga menjatuhkan satu botol shampo


Sontak saja orang-orang yang gak jauh dari nya menengok ke arah Raffa.


"Maaf ,gak sengaja " Lirih Raffa


"Kamu sih om jin ,gak hati-hati. Ada apa sih kok balik lagi ?" Tanya Raffa berbisik


"Saya lupa nanya ,motor nya mau dibawa ke sini atau di luar ?" Tanya nya


"Sekalian saja om jin simpan motor nya di depan kasir,biar kaget mereka semua " Ucap Raffa gemas


"Oh,gitu ya " Ki Jamal nampak menganggukkan kepala ,namun Raffa menepuk kening nya


"Gitu apa ?" Tanya Raffa


"Motor nya di bawa ke sini " Lagi-lagi Raffa menepuk kening nya ,Raffa semakin gemas hingga ia pun kelepasan


"Bawa ke parkiran taman om jin ,cari tempat yang kira-kira gak ada orang biar gak lihat motor yang tiba-tiba ada" pekik nya gemas


"Oalah,bilang ke dari tadi " ucap Ki Jamal lalu kembali menghilang


Sadar jika dirinya jadi pusat perhatian ,Raffa pun jadi salah tingkah . Ia menyugar rambut nya lalu berjalan sambil bersiul.


"Gara-gara om jin,aku jadi keki gini,mana pengunjung nya rame banget ini,kenapa juga om jin malah jadi lola" Gerutu Raffa dalam hati


Seorang kasir dari tadi memperhatikan perilaku Raffa pada layar monitor cctv semenjak suara benda jatuh tadi. Ia mengerutkan kening saat melihat jika Raffa seperti sedang berbicara dengan seseorang tapi disana tidak ada siapa-siapa.

__ADS_1


"Kok bisa ada yang jatuh,padahal letak nya jauh dari pria itu ,masa iya kesenggol ? Sama siapa kesenggol nya ?"


Bersambung....


__ADS_2