Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 77


__ADS_3

Jam pelajaran berakhir. Lia nampak berjalan sendirian di koridor sementara Raffa dan Atha akan mengikuti ekstrakulikuler.


Saat itu Lia berjalan dengan tatapan kosong. Entah apa yang tengah ia fikir kan. Tiba-tiba


Bruukk'


Ia menabrak seseorang.Gadis itu mendongak.


"Hah,apa aku halu " lirih nya pelan


"Mikirin apa sih ,dari tadi kelihatan nya melamun terus sampai gak kelihatan orang di depan nya " Tadi ia merasa heran melihat Lia yang berjalan dengan wajah murung dan mata terlihat kosong ,makanya ia sengaja berdiri di tengah-tengah jalan


"Pak Riki? Eh,masa sih ,masa iya pak Riki " Gumam Lia sambil memukul-mukul pelan kepala nya ,ia merasa jika dirinya berhalusinasi dan salah melihat


"Hey, apa-apa an kamu ,sakit kepala kamu nanti " Riki menangkap tangan Lia hingga gadis itu terkesiap


"Pak Riki?" Tanya nya lagi


"Iya ,ini saya.Kenapa ?" Tanya Riki balik namun ia masih memegangi pergelangan tangan Lia


"Jadi beneran pak Riki ,aku gak halu,kenapa pak Riki ada di sini,bukan nya pak Riki sudah pergi ?" Tanya Lia lagi


Riki tersenyum lalu kemudian ia menyentil pelan kening Lia." Jadi dari tadi kamu mikirin aku ,sampai jalan gak lihat apa yang ada di depan kamu ?" Tebak Riki. Lia terkesiap dan segera menarik lengan nya. Ia terlihat gugup karena pria di depan nya tiba-tiba ada di hadapan nya.


"Iya....eh,eng...enggak kok ,siapa juga yang mikirin pak Riki. Kurang kerjaan banget "Sangkal nya sambil melihat ke sembarang arah


"Masa sih? " Riki terkekeh melihat tingkah murid nya itu. Entah mengapa melihat Lia yang salah tingkah seperti itu malah membuat nya semakin gemas


"Ya udah kalau bapak gak percaya,kalau begitu saya permisi" Lia memilih untuk kabur karena tak ingin menjadi semakin salah tingkah


Riki tak mencegah kepergian Lia ,namun ia malah mengikuti gadis itu hingga sampai depan gerbang sekolah.


Sampai parkiran Lia celingukan mencari mobil nya." Duh,kang Dadang mana sih masa iya belum datang " gumam nya


Ada beberapa supir yang bekerja di rumah orangtua nya ,salah satunya bernama kang Dadang.Saat Lia hendak menelpon supir nya sebuah sedan merah berhenti di depan nya .


"Yuk,biar aku yang antar !" Ucap Riki dari dalam mobil


"Gak usah pak ,biar saya nunggu supir saja " Tolak Lia tanpa ingin menatap gurunya lama-lama


"Huuuuuh...." Riki menghembuskan nafas lalu keluar dari dalam mobil


"Ayo,aku gak mau ada penolakan " Riki meminta Lia segera naik ke dalam mobil nya setelah ia membuka kan pintu depan untuk Lia


"Bapak kok maksa ?" Tanya Lia menautkan kedua alis nya


"Ayo cantik ,manis , imut ckckckck....." Ucap Riki seraya menggerakkan tangan seolah ia hendak memberi makan ayam


"Ih,dikira aku ayam apa ,kok gitu sih " Lia merengut sebal namun hatinya begitu berbunga-bunga karena disebut cantik ,manis dan imut .


"Hehehehe,makanya ayo naik ,aku gak gigit kok ,cuman mau antar kamu pulang,sambil nanti ada yang ingin aku bicarakan " Ucap Riki terkekeh

__ADS_1


"Mau bicara apa ?" Tanya Lia


"Ya kamu masuk dulu lah ,nanti aku bahas sambil jalan " Sahut Riki


"Kok sambil jalan ,bukan nya kita naik mobil ?" Tanya Lia mendadak lemot


"Hiiiihh,bukan jalan itu maksudnya,tapi di perjalanan nanti aku bahas apa yang bakal aku bicarakan " Gemas Riki


"O...oh...hehehe ...maaf aku kurang nyimak " lirih Lia malu


"Astaga apa yang terjadi pada ku? Kenapa aku mendadak lemot gini sih " batin nya


"Ya udah yuk naik !" Ajak Riki lagi


"Hah ,aku naik mobil pak Riki ?" Tanya Lia lagi


"Iya ,ayo nanti aku samakan sama ayam lagi loh " Canda Riki


"Eh,enak saja. Cantik-cantik gini disamain dengan ayam ,ya udah iya aku naik " Lia akhirnya masuk dan Riki segera menutup pintu lalu ia berlari kecil menuju tempat duduk nya di sisi lain.


Perlahan mobil pun melaju meninggalkan area sekolah.Di balik gerobak penjual minuman nampak seseorang tersenyum setelah berhasil mengambil beberapa foto Riki dan Lia. Ia lalu mengirimkan foto-foto tersebut pada seseorang. Siapa lagi kalau bukan Ferro. Setelah itu orang itu pun pergi meninggalkan gerobak nya begitu saja. Setelah kepergian orang tadi ,nampak seorang pria paruh baya dengan nafas tersengal berlari ke arah gerobak tersebut.


"weladalah,....di sini toh rupanya ,aku cari kemana-mana kamu. Halah ndok...ndok kamu kok bisa sampai sini ,siapa yang bawa kamu " Ucap nya sambil mengusap-usap gerobak jualan nya.


Sementara itu ,di tempat lain Ferro nampak tersenyum licik setelah melihat foto-foto yang ia dapatkan dari anak buah nya.


"Jadi gadis ini yang saat ini tengah dekat dengan nya,cantik juga. Sepertinya akan sangat menyenangkan jika aku bermain-main dengan nya " Gumam nya


"Ih,mikir apa sih aku ini ,mungkin saja pak Riki emang mau nganter aku karena kasihan padaku ,bukan nya ada maksud lain " gumam nya membatin


"Kamu tumben pulang sendiri,mana kedua bodyguard mu ?" tanya Riki yang menanyakan Atha dan Raffa namun yang ditanya nampak sibuk dengan pemikiran nya sendiri


"Athalia Azkia Gifhari " Panggil Riki dengan menyebut nama lengkap nya


"Iya,saya hadir " Spontan Lia mengangkat tangan


"Hihihihi....lucu kamu ,mikirin apa sih ?" Riki terkikik


Seketika Lia pun meringis malu."Mati aku ... kenapa sih aku gini lagi ,kan malu-malu in,kalau dia ilfeel gimana " fikir nya


"Eh ,tapi gak apa-apa juga deh dia ilfeel,bodo amat " batin nya


"Loh,kok kita kesini pak ?" Tanya Lia ketika Riki membawa nya ke sebuah kafe


"Kita makan dulu,aku lapar soal nya " Ucap Riki tanpa ingin mendengar persetujuan Lia ,ia sudah turun terlebih dahulu lalu membuka kan pintu untuk Lia


"Tapi aku enggak " Ucap Lia


"Jangan bohong. Aku tahu kamu tidak makan apapun di sekolah,jam istirahat kamu gak keluar kelas tadi. Bahkan sampai jam pelajaran selesai aku yakin kamu tidak makan apapun kan? Tebak Riki


"Bapak kok tahu ,apa bapak memata-matai ku ?" Tanya Lia

__ADS_1


"Enggak ,cuman feeling saja. Ya sudah yuk nanti aku yang akan minta maaf sama orangtua kamu kalau kamu pulang nya telat " Ucap Riki seraya menarik Lia masuk


Lia tak merespon kata-kata Riki karena ia malah gagal fokus karena lengan nya ditarik. Tatapan nya pun terus mengarah pada pergelangan tangan nya.


"Kamu mau pesan makanan apa ?" Tanya Riki


"Euh,...hm...apa saja deh atau samakan saja dengan bapak " Jawab Lia yang masih belum fokus. Saat ini jantung nya terus berdebar-debar hingga ia tak bisa konsentrasi memikirkan makanan apa yang ia ingin kan


"Tapi kamu gak ada riwayat alergi apapun kan ?" Tanya Riki memastikan ,ia tak ingin makanan yang ia berikan bisa berdampak buruk terhadap gadis itu,Lia menggeleng


"Ok , kalau gitu tunggu sebentar" Riki beranjak untuk memesan makanan


"Kok berasa ada yang aneh ya,kenapa pak Riki ngomong nya aku kamu ?" batin Lia lirih


"Kenapa juga pak Riki ngajakin aku ke sini,bukan nya langsung diantar pulang juga,katanya dia ada urusan.Apa pacar nya gak nyariin ya " batin nya lagi


Beberapa saat kemudian Riki kembali dengan membawa dua gelas minuman segar.


"Ini ,lumayan sambil nunggu makanan datang " ucap nya


"Makasih ya pak ,jadi enak deh" Lia meringis


"Iya tak apa" sahut Riki


Lia pun meraih minum nya karena ia sudah merasa haus,akan tetapi sebelum minum gadis itu bertanya terlebih dahulu pada guru nya itu.


"Oh iya pak ,kata bapak ,bapak ada urusan kok masih ada di sekolah ,sekarang malah ngajakin aku makan di sini ,nanti pacar nya nyariin gimana ?" Tanya Lia ,rasanya ia sudah lega saat pertanyaan nya itu sudah ia lontarkan,sebab daritadi ia terus bergumam di dalam hati nya saja ,hingga ia merasa penasaran


"Nanya nya banyak amat ,aku jadi bingung mesti jawab yang mana dulu" Riki terkekeh


"Ya terserah bapak saja mau jawab yang mana dulu,kalau aku tanya satu-satu takut nya malah keburu lupa mau tanya apa " Sahut Lia jujur


"Masalah nya aku yang lupa kamu tanya apa saja " Riki kembali terkekeh


"Maaf , bercanda,aku masih ingat kok pertanyaan kamu. Untuk urusan yang aku katakan bisa aku selesaikan besok lagi,makanya aku masih ada di sekolah ,tapi terima kasih ya kamu udah mau gantiin aku buat ngasih materi tadi ,kamu hebat loh udah seperti guru beneran " Ucap Riki yang tadi sempat melihat Lia menyampaikan materi yang ia berikan pada nya


"Ah ,bapak bisa saja " Lia tersanjung menerima sanjungan guru nya itu , sampai-sampai kini wajah nya sudah merona ,Lia lantas meneguk minuman nya


"Beneran kok ,lagian aku gak punya pacar kok ,orang calon nya saja masih belum tau "Ucap Riki seraya menyeruput minuman nya


"Loh,katanya bapak sudah punya calon ,kok calon nya belum tau , maksudnya gimana sih " Lia jadi bingung dengan ucapan nya


"Ya belum tahu bagaimana perasaan nya terhadap aku ,apa dia juga suka aku apa enggak " tutur Riki


"Ya kalau gitu kenapa bapak gak ungkapin saja perasaan bapak ,siapa tahu cewek yang bapak taksir juga naksir bapak " Ucap Lia dengan perasaan yang tak karuan rasanya


"Ini juga mau aku utarakan ,jadi .....apa kamu mau jadi calon istri aku ?" Lia yang tengah minum pun seketika menyemburkan minum nya


"Fffhhhuuuuuaaahhhh...."


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2