Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 9


__ADS_3

Di kamar hotel,Erika baru sadarkan diri dari pingsan nya,ia menatap sekeliling namun tak mendapati Yoga di sana ,ia menghela nafas panjang.


"kemana pak Yoga? apa tadi aku mimpi , kenapa pak Yoga berubah jadi menyeramkan" batin nya ,ia belum sadar jika susuk yang selama ini ia bangga-banggakan sudah rontok semua,bahkan kemampuan nya dalam ilmu pelet pun sudah tiada ,ia memang masih menghafal mantra nya namun mantra itu tak akan bisa sampai mengenai orang yang ia tuju. Itu karena Gibran telah mengeluarkan ilmu hitam nya Erika sesaat setelah semua susuk nya rontok. Berlian yang menjadi susuk yang sudah berhasil di keluarkan pun sudah dilenyapkan oleh Gibran.


"ih ,kok aku jadi linglung begini ya,sebenarnya apa yang sudah terjadi " gumam nya pelan


"kemana pula pak Yoga,kenapa dia meninggalkan ku sendiri , apa kita sudah melakukan sesuatu?"


Erika lantas meraih ponsel dan melihat jam di layar nya.


"hah...jam sepuluh malam !" pekik nya


"astaga...kenapa aku sampai ketiduran sampai semalam ini ?"


Sementara itu


Yoga yang sudah selesai di ruqyah pun nampak lemas di pangkuan Nuari.


"ini...minum lah dulu" Gibran memberian air yang sudah di doa kan pada Yoga


"makasih kak " ucap Nuari


Nuari pun membantu mendudukkan Yoga dan mambantunya meminumkan air tersebut.


"bismillah dulu " ucap Nuari


"bismillahirrahmanirrahim...."


gluk'


gluk'


gluk'


Yoga meminum air itu sampai habis


"ehehehe....haus banget kaya nya" celetuk Wewe


"baiklah ,sekarang kamu istirahat kami mau pulang,jangan buat fikiran mu kosong setelah ini ya " ucap Gibran


"untuk Raffa biar dia menginap saja di sana,sudah sangat malam kalau kalian mau jemput,apalagi keadaan Yoga yang masih lemes begitu"


"iya kak "


"kami pulang dulu kalau ada apa-apa cepat hubungi kami" ucap Aranta merangkul adik ipar nya


"iya kak ,kalian hati-hati "


Setelah kakak nya pulang ,Nuari membantu Yoga ke kamar mereka.


"maaf ya sayang aku jadi ngerepotin kamu " ucap Yoga lirih


"Yoga....kau sudah kembali?" tanya Nuari dengan mata berkaca-kaca


"memang nya aku habis darimana sayang ?" tanya Yoga


"huuuhhuuu....terima kasih....karena kamu sudah kembali pada ku,aku gak tahu mesti bagaimana jika kamu benar-benar melupakan ku huuuhhuuu....." bukan nya menjawab pertanyaan Yoga,Nuari malah menangis sampai tersedu-sedu


Yoga semakin bingung dibuat nya


"sayang , kamu kenapa sih?" tanya Yoga lagi


"kamu hampir saja melupakan ku ,aku tuh sedih,dan benci , selama beberapa hari kamu kaya cuekin aku, kamu tak mau peduli perasaan ku " ucap Nuari mengeluarkan uneg-uneg nya


"masa sih? "

__ADS_1


"iya,kamu ingat Erika ?" tanya Nuari


"Erika sekretaris baru aku ? kenapa memang nya ?" tanya Yoga lagi


Nuari pun menceritakan apa yang terjadi pada Yoga selama beberapa hari yang cukup menguras emosi dan air mata.


"baiklah besok aku akan langsung pecat dia " ucap Yoga tegas


"beneran?" tanya Nuari


"tentu saja, jika aku tetap mempertahankan nya bukan tak mungkin dia akan melakukan hal yang sama lagi pada ku"


"kamu itu harus selalu berhati-hati dan waspada,jangan pernah mengosongkan fikiran mu,itulah yang membuat Erika jadi lebih mudah memperdaya mu dengan ilmu hitam dan susuk nya "


"iya sayang ,maaf...mungkin karena permasalahan di anak cabang yang di luar kota itu membuat aku stress ,jadinya aku lebih mudah terpengaruh "lirih Yoga setelah ia menyadari kesalahannya


"ya sudah lebih baik kita istirahat,kita akan jemput Raffa pagi-pagi " ujar Nuari lalu merebahkan tubuh nya disusul Yoga,mereka tidur degan saling berpelukan


Di tempat lain di waktu bersamaan


"sayang kamu sudah sampai mana ,ini sudah mau larut malan loh masa dari tadi belum sampai-sampai juga ?" tanya Rifki dengan terus berdiri menghadap ke arah pintu gerbang ,saat ini ia berada di balkon kamar nya


"ini ...sudah masuk pintu komplek kok , lima menit lagi sampai" sahut Nuri


"ya sudah aku tunggu,aku gak bisa tidur kalau kamu belum pulang ,rasanya hatiku hampa tanpa mu "


"yee...malah ngegombal ,ingat umur tuh ingat cucu " seru Nuri mencebik


"aku ingat kok ,makanya rasaku padamu


tak akan pernah berkurang malah tambah dan tambah besar "


"iya ... iya deh ,sudah dulu ya ini aku udah di depan "


sambungan telepon pun terputus


"hm...mas Rifki selalu saja begitu ,bucin banget sih udah punya cucu juga" keluh Nuri merasa kesal namun ia malah tersenyum , entah ia harus bersyukur atau malu,mengingat usia mereka yang sudah tak lagi muda namun tingkah suami nya itu tak ubah nya seorang pemuda yang baru pertama jatuh cinta


Ia dapat melihat jika suami nya sedang berdiri di balkon ,Rifki melambaikan tangan lalu bergegas turun menghampiri Nuri di bawah.


"assalamualaikum...." ucap Nuri ketika pintu utama terbuka ,Rifki tersenyum dengan merentangkan kedua tangan nya untuk menyambut istri nya itu


"waalaikum salam ....istri ku " Rifki mengerutkan kan kening ketika Nuri tak juga memeluknya


"kok gak di peluk ?" tanya nya


"huuuuuffftt......kamu tuh mas " gemas Nuri langsung memeluk Rifki


"kenapa malam banget pulang nya sayang? bukan nya kamu bilang tadi sudah sampai Jakarta ? harus nya dua jam yang lalu kamu udah sampai " tanya Rifki tak sabar


"sabar dong ,masuk dulu ,kasih aku nafas dulu " ucap Nuri seraya mencubit gemas hidung suami nya itu


"ya sudah yuk kita ke kamar ,aku kasih kamu nafas buatan " celetuk Rifki


"huuu...mau nya kamu itu mas ,udah ah aku mandi dulu,nanti aku cerita ok " Nuri pun berlalu ke kamar nya meninggal kan Rifki yang masih berdiri di ambang pintu


Rifki lalu menutup pintu tak lupa mengunci nya.


"padahal tak perlu dikunci pun rumah ini akan aman " gumam bang Popo yang berdiri di luar tepat nya di depan pintu


Beberapa saat setelah Nuri selesai mandi


"jadi gimana ceritanya kamu pulang selarut ini hem? " tanya Rifki seraya memeluk Nuri dari belakang ,Nuri yang sedang menyisir rambut di depan meja rias nya pun menatap suaminya dari cermin


"jadi tadi tuh aku mampir dulu ke rumah dokter Satria mas " jawab Nuri

__ADS_1


"dokter Satria? ngapain kamu ke sana sayang?" tanya Rifki mengerut kak kening


"tadi pagi saat di perjalanan Ari nelpon katanya anak nya dokter Satria kena guna-guna gitu,makanya aku mampir dulu untuk membantu nya,kasihan Ayu padahal dia sedang hamil tapi masih aja ada yang mau mengganggu nya " tutur Nuri lirih


"memang nya kenapa lagi ? masih dengan orang yang sama ?" tanya Rifki


"ya... begitu lah "


Rifki mengatakan itu memang karena Ayu tak hanya kali ini mendapat kiriman guna-guna. Di awal pernikahan nya Ayu sempat muntah darah hingga benda tajam seperti paku dan potongan beling turut jadi muntahan nya.


Kehamilan nya pun sering dibuat keguguran hingga membuat Ayu terpuruk dan meminta Evan untuk menikah lagi karena ia merasa gagal menjadi istri nya,dan hal itu tentu ditentang keras oleh Evan.


Empat kali keguguran membuat dokter Satria termasuk Evan mau tak mau harus mengikuti saran orang-orang agar Ayu membawa jimat penangkal seperti bawang putih dan bangle, tentunya kedua benda itu didapat bukan dari sembarangan orang.


"terus apakah gejala nya sama seperti yang sudah-sudah?" tanya Rifki lagi


"tidak ,kali ini guna-guna itu tidak menyerang kesehatan nya ,melainkan mental nya,Ayu selalu ketakutan saat melihat Evan ,dan orang itu sengaja ingin membuat Ayu gila dengan memanipulasi penglihatan Ayu terhadap Evan " tutur Nuri


"astaghfirullah....kasihan sekali,siapa orang yang sudah tega mengirimkan guna-guna pada nya "


"entahlah mas,yang pasti aku bisa merasakan kemarahan,dan kecemburuan "


"lalu sekarang keadaan nya bagaimana sayang?"


"alhamdulilah sudah lebih baik, Ayu sudah tak lagi takut melihat Evan, aku juga sudah memagari rumah nya agar tak dapat ditembus ilmu hitam" tutur Nuri


"Masya Allah....aku benar-benar tak menyangka jika kamu bisa jadi paranormal hebat ,cantik lagi " puji Rifki


"enggak kok mas ,jangan berlebihan , aku gak mau disebut paranormal,aku ya aku,sudah yuk tidur aku sangat lelah " ucap Nuri yang memang sudah merasa sangat lelah karena aktifitas nya hari ini yang benar-benar menguras tenaga


"gimana kalau aku cas biar tubuh ku kembali fit ?" tanya Rifki genit


"hm...modus bilang saja pengen"


"hehe.... itu juga kalau boleh ,tapi seperti nya kamu sangat lelah ,jadi lain kali saja deh " lirih Rifki


"boleh kok " sahut Nuri cepat


"beneran?" tanya Rifki dengan maya berbinar


"he'em "Nuri mengangguk


Malam ini pun menjadi malam panjang yang panas bagi pasutri itu.


Keesokan hari nya


Pagi-pagi sekali Yoga sudah terlihat rapih dan segar , bagaimana tidak semalam ia dan Nuari habis bergulat sangat sengit. Dan ketika sudah selesai kedua nya sholat malam bersama dan dilanjutkan bertadarus sampai Nuari ketiduran , tentu nya mereka sudah mandi besar terlebih dahulu.


Sebelum berangkat ke kantor, Yoga dan Nuari pergi ke rumah orangtuanya untuk mengantarkan pakaian seragam untuk Raffa.


Sementara Raffa sendiri saat ini sudah selesai mandi dan sarapan,ia masih mengenakan pakaian santai sebab masih menunggu seragam nya datang,padahal disana ada seragam milik Atha namun karena ukuran tubuh nya yang agak gempal menjadikan pakaian Atha tak muat di Raffa.


Raffa sendiri tengah menunggu orang tua nya sambil menonton televisi ditemani Ki Jamal.


"kamu sih badan nya kegedean,jadi baju ku gak muat di kamu,coba kalau gak gede gitu pasti tak usah menunggu Tante Ari "cetus Atha yang sudah rapih dengan seragam nya


"biarin,sirik saja "


"siapa yang sirik ,enggak tuh"


Beberapa saat kemudian terdengar suara deru mesin mobil di depan ,Raffa pun berlari menuju halaman depan. Namun langkah nya terhenti ketika melihat Yoga. Senyuman nya terlihat sangat lebar.


"bagaimana hasil kerja om ?" tanya Gibran tiba-tiba sudah berdiri di samping Raffa


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2