
Renita masih terpaku dengan mata melotot setelah mengenali siapa gadis yang bersama Yoga.
"dasar anak nakal,kenapa kamu tak bilang kalau hari ini kalian datang hah,kamu bilang besok kalian kesini,tahu kalian datang hari ini mama akan masak yang banyak,sekarang kalian mau makan apa,nasi cuman sedikit lauk nya gak ada,haduh....kau ini" omel Bu Nur Aini pada Yoga,namun yang kena omel malah nyengir tanpa merasa berdosa
"gak apa-apa Tante,kita sudah makan kok tadi di jalan ,nanti aku bantuin deh masak nya " ucap Nuari
"maaf mah, aku kan mau buat kejutan,lagian sore ini mama tak usah masak,kita akan pergi makan di luar " sahut Yoga seraya memeluk mama nya
"ah.... baik lah kali ini kamu mama maaf kan,oh ya sayang yuk masuk,kamu pasti capek kan,Tante kangen banget sama kamu nak" ujar Bu Nur Aini seraya mengajak Nuari masuk
"loh kok aku gak diajak masuk juga " protes Yoga
"kamu bisa masuk sendiri kan " ucap Bu Nur Aini tanpa menoleh
Yoga hanya tersenyum sambil menggeleng pelan.
Saat ketiga nya baru akan melangkah masuk tiba-tiba Renita berseru
"tunggu .....jadi kalian sudah saling mengenal sebelum nya ?"tanya Renita dengan ekspresi tak percaya
"iya,Nuari ini cinta pertama nya Yoga,mereka terpisah karena suatu alasan dan kini mereka kembali di pertemukan,jadi Tante mohon kamu jangan usik hidup Yoga lagi,jalani saja kehidupan mu bersama anak dan suami mu " sahut Bu Nur Aini yang sudah merasa muak dengan sikap Renita ,sebab selama Yoga tidak ada perempuan itu terus saja menanyakan Yoga ,sebab nomor ponsel nya sudah di blokir oleh Yoga,membuat Renita nekat mendatangi Bu Nur Aini terus,namun berkali-kali pula Bu Nur Aini mengingat kan agar Renita berhenti kepo terhadap Yoga.
Entah apa yang saat ini ada di fikiran wanita itu,semua orang bahkan sudah menggunjingkan nya,bahkan sampai ada yang mengatakan jika Renita perempuan tak tahu malu. Sudah punya suami mana hamil masih ngejar-ngejar pria lain,namun seakan tutup telinga Renita tak pernah menggubris ucapan orang-orang terhadap nya apalagi respon Jupri pun biasa saja saat mendengar bahkan melihat kelakuan istri nya,membuat Renita semakin tak tahu diri.
"APA.....cinta pertama....itu tidak mungkin" sangkal nya
"kenapa tidak mungkin ,sudahlah jangan ganggu aku lagi,sekarang aku sudah bahagia dengan pilihan ku,kami juga akan menikah dalam waktu dekat ini,jadi urus saja hidup mu sendiri" ucap Yoga menatap dingin pada wanita yang hampir saja dia nikahi
"tapi Yoga ...aku masih mencintai mu,aku tidak bahagia dengan bang Jupri ,aku mau kamu " rengek Renita menarik lengan Yoga
"cinta ? cinta yang seperti apa yang kamu maksud, kalau kamu beneran cinta pada ku kamu tidak akan mudah memberikan kehormatan mu begitu saja pada pria lain,tapi aku berterima kasih banyak padamu,sebab dengan kehamilan mu ini aku jadi tahu perempuan macam apa kau ini,tadi nya aku bingung harus mengatakan apa untuk membatalkan pernikahan kita, tapi Kuasa Allah lah yang memberikan jalan agar aku terhindar dari kepura-puraan mu " ujar Yoga dengan menghempaskan kasar tangan Renita yang bergelayut manja di lengan nya
"tap...tapi...."
"sudahlah sebaiknya kamu pergi,aku capek ingin istirahat " usir Yoga lalu menarik lengan Nuari untuk segera masuk ke dalam rumah ,di ikuti Bu Nur Aini yang langsung menutup pintu
"iiih.....awas saja ya kalian,aku akan buat perhitungan terutama kau Nuari " geram Renita dengan mengepalkan kedua tangan nya bahkan saking menahan amarah nya gigi nya sampai gemeretuk dengan nafas kembang kempis
Dengan menghentakkan kaki nya kesal Renita pun pergi meninggalkan rumah itu.
Hal itu pun menjadi tontonan para tetangga yang masih berada di sana,mereka pun kembali bergunjing ria kembali.
"apa kalian lihat-lihat"sewot Renita pada orang-orang itu
"yee... suka-suka kita dong ,mata punya kita,mau lihat apapun terserah kita ya kan,huuh dasar gak punya malu "
"astaghfirullah....sadarlah Renita sekarang status mu sudah berganti jadi istri orang ditambah kamu juga tengah hamil,jangan lagi ngejar-ngejar Yoga,biarkan dia bahagia dengan pilihan nya ,kamu pun harus bisa hidup bahagia "
"alah.... sudahlah tak perlu kalian menasehati ku ,kaya hidup kalian sudah bener saja " seru Renita seraya berlalu begitu saja
"astaghfirullah..... amit-amit Ya Allah....jangan sampai anak cucu ku ,dan semua keturunan ku punya sifat dan sikap seperti itu,iih.... nauzubillah himindzalik"
"sudah lah ,percuma kau menasehati nya, orangtua nya saja sudah angkat tangan apalagi kita yang bukan siapa-siapa nya,bukan nya di dengar malah seperti tadi kan ,biarlah nanti juga dia kena azab "
"bener itu "
"sudah-sudah sebaik nya kita bubar "
__ADS_1
Para ibu-ibu kepo itu pun segera membubarkan diri.
Di dalam rumah
"kalian beristirahat lah pasti kalian capek kan,karena kamar di rumahnya ini hanya dua, tidak apa kan kalau kamu tidur di kamar Tante ?" tanya Bu Nur Aini
"iya gak apa-apa kok Tante " sahut Nuari
"jangan ,Ari bisa tidur di kamar ku " sela Yoga
"jangan gila kamu,kalian bukan muhrim mana boleh tidur di kamar yang sama " seru Bu Nur Aini
"mama sayang ....aku belum selesai bicara loh , maksud aku tuh gini , Ari tidur di kamar ku,biar aku tidur di sini " ucap Yoga menjelaskan
"oh gitu toh ,kirain "
Hari beranjak petang, Yoga yang mengatakan akan mengajak mereka makan malam di luar pun hendak memboyong kedua perempuan yang ia sayangi ke sebuah restoran.
Sebuah taksi berhenti tepat di depan rumah Yoga,para tetangga yang terdekat pun kembali kepo dan mengintip di jendela ,bahkan ada juga yang pura-pura keluar hanya untuk memindahkan sangkar burung.
Hal itu karena belum pernah ada satu kendaraan apa pun yang berhenti di depan rumah itu jadi sekali nya ada taksi jiwa kepo mereka pun meronta.
"kamu pesan taksi ?" tanya Nuari
"ehm...iya ,ayo " ajak Yoga mengajak kedua wanita berbeda generasi itu ,Nuari dan Bu Nur Aini duduk di bangku penumpang belakang sedangkan Yoga di bangku depan di samping pak sopir
"kenapa tadi kamu tak bawa taksi sampai sini ,kita malah harus berjalan beberapa meter dari jalan raya " cicit Nuari
"hehehe....maaf aku hanya ingin sedikit pamer pada warga kalau aku punya calon istri yang cantik nya gak ketulungan " kekeh Yoga membuat pipi Nuari memerah
"tenang saja,anggap di taksi ini hanya ada kalian berdua,tak ada perempuan tua ini dan juga pak sopir " sindir Bu Nur Aini sambil menengok ke arah luar kaca
Yoga terkekeh dan kembali melihat ke arah depan.
Satu jam kemudian mereka pun sampai di sebuah restoran yang dimaksud.Ketiga nya masuk dan memilih tempat duduk yang berada di dekat pintu masuk,sebab malam itu pengunjung cukup ramai hanya beberapa meja saja yang kosong,salah satu nya meja yang mereka tempati saat ini.
"ayo ,pesan apa pun yang kalian ingin kan" ucap Yoga seraya memberikan sebuah kartu seukuran buku tulis dengan deretan menu-menu makanan dan minuman yang berada di meja itu pada kedua wanita di depan nya
Setelah memastikan makanan dan minuman apa yang mereka ingin kan Yoga pun melambaikan tangan nya pada seorang pelayan.
Pelayan itu terkesiap melihat siapa yang duduk di meja tersebut,dengan senyum merekah pelayan wanita itu segera merapikan penampilan nya lalu bergegas menghampiri Yoga.
"mas Yoga ,lama tak bertemu ya,bagaimana kabar nya ?" sapa pelayan wanita itu
"Alhamdulillah kabar saya baik,bapak dan ibu mana,kok tak terlihat ?" tanya Yoga
"oh,ibu dan bapak biasa di dapur, mereka sangat sibuk ,mas Yoga lihat sendiri kan pengunjung yang datang cukup ramai " wanita itu melirik ke arah Bu Nur Aini dan Nuari , tatapan nya berubah ketika melihat Nuari
"kalian sudah saling mengenal ?" tanya Bu Nur Aini mentatap keduanya
"iya Bu,kita .... " sahut wanita itu
"kita partner kerja mah ,kebetulan resto ini aku yang modalin,dan keluarga Silvi yang menjalankan nya" tutur Yoga menyela ucapan Silvi
"hah....kamu yang modalin,jadi itu artinya resto ini milik mu?"tanya Bu Nur Aini terkejut
"iya Bu,mas Yoga lah pemilik nya " sahut Silvi seraya menebar senyum manis nya
__ADS_1
"siapa wanita ini ?" batin Silvi menatap tak suka pada Nuari
"ya ampun Yoga,kenapa kamu tak pernah mengatakan nya pada mama kalau kamu punya restoran "tanya Bu Nur Aini
"kamu siap kan beberapa makanan ini ya " pinta Yoga pada Silvi
"siap mas Yoga, sebentar ya " Silvi pun segera pergi untuk segera meyiapkan makanan yang diminta Yoga,meski hatinya masih bertanya-tanya dengan keberadaan Nuari
Setelah kepergian Silvi, Yoga menghela nafas lalu menatap mama nya kemudian berucap
"bukan nya tak mau bilang mah ,hanya saja aku masih menyewa di sini ,rencana nya jika waktu sewa nya sudah habis aku mau membayar lunas tempat ini ,dan setelah tempat ini benar-benar sah menjadi milik ku aku akan bilang pada mama "tutur Yoga menjelaskan
Tak butuh waktu lama pesanan makanan pun tiba,Dibantu kedua adik nya, Silvi menyajikan makanan di meja.Bukan hanya itu saja suami istri yang merupakan orang tua Silvi pun menghampiri.
"selamat datang mas Yoga,apa kabar ?" sapa pak Muhidin
"kabar baik pak,bapak sendiri bagaimana kabar nya,maaf saya jarang datang" ucap Yoga menyalami pria paruh baya itu
"Alhamdulillah kami juga sangat baik mas Yoga" ucap pak Muhidin
"oh iya pak,Bu ,semuanya kenalkan ini mama saya,dan ini calon istri saya Nuari insyaallah dalam waktu dekat kami akan menikah " ucap Yoga seraya melirik pada kedua wanita yang dari tadi hanya diam
"calon istri "lirih Silvi terkejut ,sontak saja raut wajah terlihat berubah tak secerah tadi
"wah ,selamat kalau begitu ,kalian terlihat sangat cocok dan serasi " ucap ibu Sina istri dari pak Muhidin
"iya Bu,terima kasih " sahut Yoga membalas senyuman dari wanita paruh baya itu
"kalau begitu silahkan di nikmati makanan nya ya,maaf jika ada yang masih kurang mas Yoga bisa langsung beritahu kami,kami masih banyak pekerjaan di belakang" ucap pak Muhidin pamit undur diri
"iya pak terima kasih "
Keluarga itu pun segera meninggalkan meja Yoga. Silvi yang merasa kesal pun hanya bisa terdiam dengan menahan sakit di hati nya.Bahkan gadis itu tak menyadari jika kedua orang tua nya sudah tak ada di sana.
"apa masih ada yang kamu ingin sampai kan?" tanya Nuari menginterupsi pendengaran Silvi ,hingga gadis itu mengangkat kepala dan menoleh pada Nuari
"eh...m...maaf ,saya permisi" ucap nya tergagap ,namun dengan tatapan yang tertuju pada Yoga
Nuari yang melihat itu pun akhirnya mengerti jika gadis itu mempunyai perasaan yang lain terhadap Yoga, kemudian Nuari melihat Yoga yang justru malah menatap nya,membuat ia tersipu sementara Bu Nur Aini segera menyibukkan diri dengan makanan yang ada di depan nya
"kamu kenapa liatin aku kaya gitu " tanya Nuari setelah kepergian Silvi
"memang nya gak boleh aku liatin kamu, daripada aku liatin Silvi,nanti kamu marah,lagipula rasanya hati ku selalu merasa adem saat melihat wajah mu " celetuk Yoga hingga membuat gadis itu mencebik kesal
"sejak kapan anak Tante ini pandai ngegombal sih ?" tanya Nuari pada Bu Nur Aini yang langsung menoleh
Namun bukan nya jawaban yang didapat,malah kekehan yang dilakukan Bu Nur Aini
"hahaha.... entah lah ,sudah biarkan saja anak nakal itu,ayo kita makan saja makanan kita "
"hm...iya Tante benar " gadis itu pun segera menyantap makanan nya
Akan tetapi seorang gadis yang berdiri di depan pintu dapur menatap sinis ke arah Nuari dengan sedikit menyungging kan bibir nya,apalagi saat ia melihat Nuari nampak lahap memakan makanan nya.
"dari awal aku sudah merasa tak suka dengan keberadaan nya,untung saja aku langsung memasukan obat pencahar ke dalam makanan nya,aku pastikan sepulang dari sini dia tak akan berhenti keluar masuk kamar mandi "batin nya bersorak
...***...
__ADS_1