Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Mimpi buruk


__ADS_3

Tak ada yang lebih memalukan ketika salah faham, begitu pula yang di rasakan Yoga saat ini.


Ia hanya tersenyum kikuk pada Febry yang kini tengah melipat tangan di depan d*da.


"ck...lain kali tanya dulu baik-baik,jangan asal pergi saja,gimana sih " ucap Febry berdecak


"hehehe...maaf aku terlalu cemburu " lirih Yoga meringis senyum


"bagus sih kalau cemburu itu artinya kau mencintai keponakan ku ini,tapi kamu harus bisa mengolah diri,jangan sampai rasa cemburu mu menghancurkan kan segala nya,faham " ucap Febry menasehati


"i...iya om ...maaf ,dan terima kasih nasehat nya,akan aku ingat baik-baik,kedepan nya aku akan lebih dewasa lagi" ucap Yoga


"ya...baiklah ,oh iya karena sekarang kamu sudah ada yang jaga,om pamit ya,sebentar lagi mama papa mu pasti datang " ucap Febry ,Nuari pun mengangguk


Hingga beberapa saat kemudian Febry pun melenggang pergi meninggalkan ruangan rawat.


"kenapa kamu baru datang ?" tanya Nuari


"maaf ,tadi aku habis beres-beres rumah,berantakan dan kotor banget,kamu tahu sendiri kan aku dan mama cukup lama meninggalkan rumah itu,jadinya semua debu ada di mana-mana" jelas Yoga


"oh...aku fikir kamu lupa lagi pada ku " lirih Nuari


"ya tidak dong ,masa aku mau ngelupain kamu lagi sih,sudah cukup aku membuat mu menangis,aku gak mau kamu kembali bersedih " tutur Yoga seraya mengusap pucuk kepala gadis itu


"aku juga mau minta maaf lagi soal yang tadi, aku benar-benar cemburu saat melihat mu sedekat itu tadi " lirih Yoga


"iya ,gak apa-apa ,aku ngerti kok,tapi untuk kedepannya kamu jangan seperti itu lagi ya,jangan terlalu percaya dengan apa yang kamu lihat tanpa mendengar penjelasan nya,terkadang apa yang kita lihat memang tak seperti yang kita kira " sahut Nuari seraya menatap dengan tatapan teduh membuat Yoga merasa nyaman menatap nya


"iya ,aku janji "


**


Malam pun menyambut ,Nuari dan Rifki pun sudah sampai di rumah sakit. Kini mereka tengah makan malam bersama di ruangan itu.


Sementara di tempat lain


Gibran yang baru selesai mengerjakan pekerjaan kantor nya di ruang kerja memilih untuk ke kamar nya,ia mengerutkan kening ketika melihat Aranta nampak melamun.


Gibran pun perlahan melangkah mendekati istri nya itu.


"sayang,kamu kenapa ,kok melamun ,ada masalah ?" tanya Gibran ketika ia melihat Aranta nampak memandangi jendela dengan tatapan kosong.


Aranta menggeleng lalu tersenyum


"aku mau jagung bakar " ucap nya tiba-tiba sambil mengedip-ngedipkan mata ,Gibran mengerutkan kening nya


"jagung bakar ? malam-malam begini ?" tanya Gibran ,Aranta mengangguk cepat


"iya ,gak tahu kenapa tiba-tiba kefikiran banget,kayanya makan jagung bakar enak deh,ayok kita cari yang jualan jagung bakar " rengek Aranta


"tapi kemana nyarinya ?" Gibran nampak menggaruk kepala nya tak gatal


"kemana saja,yuk cepetan mumpung belum terlalu malam juga"rengek nya lagi


Mau tidak mau Gibran pun mengiyakan kemauan istri nya ,ia cukup aneh dengan tingkah laku istrinya beberapa hari ini.


"baiklah,kamu ganti pakaian gih ,masa iya pakai gaun tipis begini "


"ok " sahut Aranta penuh semangat ,ia bahkan membuka gaun tidur nya begitu saja di depan Gibran, membuat Gibran melotot tak percaya, selama tujuh tahun mereka hidup bersama baru kali ini melihat Aranta yang seperti itu, biasa nya Aranta tak mau jika berganti pakaian di depan suami nya sendiri meskipun mereka sudah saling tahu dalam nya masing-masing,namun rasa malu selalu saja ada pada diri Aranta.


"ada apa dengan istri ku " gumam nya dalam hati


"yuk ,aku sudah siap" Aranta sudah memakai gamis dan jilbab instan nya

__ADS_1


"ok kita berangkat ,tapi kalau gak nemu kita cari makanan lain saja ya " ucap Gibran


"gak mau , pokok nya harus jagung bakar " Aranta tetap kekeuh pada keinginan nya


"huuuuuffftt....ya sudah iya...iya...kita cari sampai dapat,bila perlu kita pergi ke puncak,di sana kan banyak yang jualan"


"yeeeaayyy.....makasih suami ku ,makin lope-lope deh ,muach..." setelah mendaratkan ciuman di pipi Gibran,Aranta pun kembali mengajak suami nya itu untuk segera bangkit dari duduk nya


"ayo..."


"iya ,iya aku pakai jaket dulu, kamu juga jangan lupa pakai jaket ya , di luar pasti dingin" ucap Gibran yang juga menyambar jaket milik Aranta lalu membantu memakai nya


Setelah itu mereka pun pergi untuk mencari penjual jagung bakar.


Sementara di rumah sakit


Nuari masih senyum-senyum sendiri karena mengingat kejadian sore tadi ,dimana Yoga telah salah faham terhadap om nya,apalagi melihat wajah Yoga yang seperti kepiting rebus saat om nya itu terus menggoda pria itu.


"Ari.... kamu kenapa sayang ,ada yang lucu ?" tanya Nuri bingung melihat putri nya


"ah gak apa-apa kok ma,hanya sedikit teringat sesuatu saja " sahut nya


"apa itu ?" tanya Rifki


"ada deh ,papa mau tahu saja "


Rifki pun hanya menghela nafas sembari menggeleng


"Yoga,om mau bicara sebentar dengan mu,boleh?" tanya Rifki beralih pada Yoga


"tentu om,katakan saja " sahut Yoga, Nuari yang tahu apa yang akan papannya katakan pun menjadi berdebar


"om mau tanya , apa kamu benar-benar serius pada Ari ?" tanya nya to the poin


"insyaallah saya benar-benar serius om " sahut Yoga lantang ,tak ada keraguan di mata nya dan Rifki tahu itu


"insyaallah... secepat nya,tapi aku belum bisa mengatakan kapan karena kan perlu beberapa persiapan ,mama saya juga masih berada di Pontianak ,rencana nya saya mau jemput mama bersama Ari ,apa tidak apa-apa aku mengajak Ari ikut menjemput mama,soal nya aku sudah berjanji pada mama untuk membawa Ari ke sana " ucap Yoga langsung meminta izin


"sebenarnya sih ,keberatan ya , soalnya kalian kan pergi nya berdua,tapi karena om percaya pada mu,om izinkan,asal kau berjanji untuk menjaga Ari selama di sana" ucap Rifki membuat gadis yang berada di atas tempat tidur tersenyum


"Alhamdulillah....terima kasih om dan Tante sudah percaya pada ku , insyaallah aku akan menjaga nya dengan baik " ucap Yoga seraya melirik gadis pujaan hati nya


Di tempat lain ,Gibran dan Aranta masih berputar-putar mencari keberadaan penjual jagung bakar namun yang di cari tak kunjung ketemu.


"biasa nya di sini sering ada yang jualan ,kok sekarang gak ada ya " gumam Gibran saat berhenti di sebuah jalan yang terdapat beberapa penjual angkringan


"kita tanya saja " usul Aranta


"baiklah ,kamu tunggu di sini saja ya ,biar aku yang turun " ucap Gibran seraya keluar dari mobil nya


Gibran berjalan ke arah gerobak martabak


"mas,maaf numpang tanya,yang biasa jualan jagung bakar kemana ya,kok sekarang gak jualan ?"tanya nya


"waduh,saya tak tahu mas,sudah tiga malam orang nya gak jualan,mungkin sakit ,atau apa saya kurang tahu " sahut penjual martabak itu


"seperti itu ya,makasih ya mas " Gibran pun segera kembali ke dalam mobil


"gimana ,apa katanya ?"tanya Aranta tak sabar


"katanya sudah tiga malam gak jualan,gak ada yang tahu juga kemana " tutur Gibran apa adanya


"yah ,terus gimana dong " wajah Aranta tiba-tiba terlihat murung

__ADS_1


"memang nya kamu mau banget makan jagung bakar ?" tanya Gibran yang di jawab anggukan oleh Aranta


"huuuuh....aku coba searching deh , siapa tahu ada yang jualan deket-deket sini " Gibran pun dengan cepat merogoh ponsel nya lalu mulai berselancar mencari apa yang diinginkan istri nya


Beberapa saat kemudian terdengar helaan nafas dari Gibran


"akhirnya...nemu juga " Gibran melirik pada Aranta yang ternyata sudah terlelap


Gibran pun menurunkan sedikit sandaran kursi agar Aranta lebih nyaman.


Ia pun lalu melajukan mobilnya


Dua puluh menit kemudian ia sampai di sebuah kafe sederhana ,tanpa membangunkan Aranta ,Gibran memilih untuk masuk ke dalam kafe.


Rupanya keadaan kafe memang tengah ramai ,Gibran pun harus rela mengantre untuk mendapatkan apa yang istri nya ingin kan.


Di tengah kegiatannya yang tengah menunggu ,terdapat tiga orang gadis yang duduk tak jauh dari nya,ketiga nya menatap tak berkedip ke arah Gibran.


Mereka mulai berbisik.


"eh...siapa tuh ganteng banget "


"kaya nya sendirian deh ,kita samperin yuk"


Namun baru saja ketiga gadis itu hendak beranjak,pesanan Gibran pun jadi dan ia langsung membayar nya.


Ketiga gadis itu tak ingin kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengan Gibran,mereka lalu mengejar Gibran hingga ke luar.


"woow .... orang kaya rupanya,mobil nya saja keren begini "batin salah satu gadis


Ketiga mata gadis itu nampak membulat melihat mobil yang di tuju oleh Gibran


"gila ini sih sultan nama nya " mereka menatap penuh kekaguman melihat sosok Gibran di tambah mobil mewah nya


Di dalam mobil ,Aranta mulai mengerjapkan mata,ia melihat sekeliling yang nampak asing bagi nya,ia pun menoleh ke luar dimana suami nya tengah berjalan sambil menenteng sebuah bungkusan.


Belum juga Gibran membuka pintu depan mobil nya ,Aranta sudah keluar terlebih dahulu.


"sayang ,mana sudah dapet jagung bakar nya ?" tanya Aranta penuh harap


"tentu,ini " Gibran yang tadinya hendak membuka pintu depan mobil nya pun malah berjalan ke arah istri nya


Dengan tatapan berbinar Aranta melihat ke arah bungkusan itu ,ia lalu menerima bungkusan yang berisi jagung bakar itu dari Gibran.


"kita makan di sana yuk , sepertinya menyenangkan " tunjuk Aranta ke arah sebuah air mancur sederhana ,disana terdapat kursi yang terbuat dari besi.


"baiklah yuk " Gibran pun mengikuti keinginan istri nya,ia menggandeng tangan istri nya seakan tak ingin terpisah kan


Sementara para gadis yang tadi hendak mendekati nya pun hanya bisa diam dengan mulut ternganga.


"yaaah....udah ada gandengan nya ternyata " lirih ketiga nya lalu kembali masuk ke dalam kafe sederhana itu


Kembali ke rumah sakit


Nuari yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun dengan nafas tersengal-sengal.


Dilihatnya kedua orang tua nya juga tengah tidur di kasur lipat yang sudah di sediakan rumah sakit,tatapan nya beralih pada sosok pria yang menjadi peran utama dalam mimpi buruk nya barusan juga tengah tidur di sofa.


Ia menghembuskan nafas nya lega karena yang ia alami baru saja hanyalah mimpi.


"Tuhan...jangan sampai mimpi itu menjadi nyata,aku tak sanggup lagi jika harus kembali kehilangan nya,bukan aku menolak takdir mu ,tapi izin kan aku untuk hidup bahagia bersama nya"


Dalam mimpi nya ,Nuari melihat Yoga yang kembali meninggalkan nya karena suatu kecelakaan, hal itu pula yang membuat nya terbangun dari tidur lelap nya.

__ADS_1


"tenang lah Ari ...itu hanya mimpi ,lebih baik aku shalat ,agar aku merasa lebih tenang "


...***...


__ADS_2