
"Ibu,aku bahagia bisa bertemu dengan ibu " Ucap Ayu dengan tiduran di pangkuan seorang perempuan yang nampak cantik mirip dengan nya,wajah Ayu menghadap ke perut dengan kedua lengan ia lingkarkan di pinggang perempuan itu
"Ibu juga bahagia sayang,setelah sekian lama ibu merindukan mu , akhirnya ibu bisa bertemu dan memeluk mu seperti ini "Sahut perempuan itu yang tak lain dan tak bukan adalah ibu kandung Ayu ,yaitu Ayunia ,nama yang sama dengan nya sambil terus mengelus kepala Ayu
"Rasanya aku tak ingin pisah lagi dengan ibu,dari kecil aku selalu mendambakan belaian seorang ibu,tapi hanya bisa aku hayalkan tahu rupa dan wajah nya seperti apa,tapi setelah aku bertemu ayah ,dan melihat foto ibu,aku senang karena ternyata aku sangat mirip dengan ibu.Walau aku tak dapat memeluk ibu tapi aku bahagia karena mengetahui siapa ibu yang sudah mengandung dan melahirkan ku " Ucap Ayu semakin mengeratkan pelukan nya
"Ibu pun sama ,tak ingin lagi berpisah dari mu " Ucap ibu nya
"Tapi ibu tak mau egois nak,ada suami dan anak yang kini tengah menunggu mu ,mereka masih membutuhkan mu bersama mereka ,apalagi ayah mu. Kasihan dia selalu kesepian setelah kepergian ibu,jangan buat ayah mu bersedih karena kamu terlalu lama bersama ibu di sini "Tambah nya
"Tapi ibu,aku tak ingin pisah lagi dari ibu " rengek Ayu
"Iya ,ibu pun sama ,tapi sekarang bukan saat nya untuk mu, kembali lah ,mereka menunggu mu " Ujar ibu nya Ayu seraya melihat ke arah Satria dan Evan yang tengah menggendong bayi
"Kalau aku pergi ,ibu akan sendirian lagi " Ucap Ayu yang nampak enggan meninggalkan ibu nya
"Ibu tidak sendirian,lihat lah ada mereka yang selalu menemani ibu " tunjuk ibu nya Ayu pada sekumpulan anak kecil berpakaian putih
"Mereka siapa ibu?" Tanya Ayu
Tanpa menjawab ibu nya itu tersenyum lalu meraih pergelangan tangan nya dan menuntun nya menuju Satria dan Evan.
"Kembali lah putri ku ,ibu akan selalu melihat mu dari sini"
"Ibu..." Lirih Ayu menatap nanar ibu yang selalu ingin ia dekap itu
Sebuah senyuman mengantarkan Ayu kembali pada kehidupan nya.
Sayup ia mendengar suara lirih seseorang yang tak asing di telinga nya.
"Sayang, lihatlah putri kita cantik seperti kamu. Cepatlah bangun , putri kita merindukan ibu nya ,ia kan sayang " Ucap Evan yang tengah mendekap bayi mungil nya
Evan meraih jemari Ayu lalu menarik tangan nya perlahan untuk di sentuh kan pada bayi nya.
"bayi ku... perempuan" lirih Ayu membatin ,ia belum bisa membuka kedua mata nya sementara bibirnya pun terasa berat untuk di gerakkan
Air mata haru keluar dari kedua mata nya yang masih tertutup. Evan yang melihatnya tentu terkejut sekaligus senang. Ia bahkan sampai menitikkan air matanya.
"Sayang,kamu sudah bisa mendengarkan ku?"tanya Evan dengan suara bergetar
__ADS_1
Tiba-tiba bayi mereka menangis dengan sangat kencang ,mungkin bayi itu lapar atau mungkin ingin segera membangunkan ibu nya.
Mendekat suara tangisan bayi membuat Ayu berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan mata dan menggerakkan jemari nya.
"Ba...yi...ku... "Ucap Ayu terbata sambil menggerakkan jemari tangan nya perlahan
"Sayang, alhamdulillah Ya Allah terima kasih. DOKTER !!!" Teeiak nya sambil berlari ke arah pintu seraya terus memanggil dokter.Karena merasa senang membuat Evan melupakan tombul di samping ranjang untuk memanggil dokter ataupun suster
Mendengar suara Evan berteriak dan membuka pintu ruangan membuat Satria dan Nuari juga Yoga terkejut. Nuari dan Yoga baru saja sampai setelah kemarin mereka datang menjenguk Ayu yang baru dinyatakan koma. Dan hari ini keduanya kembali menengok Ayu.
"Evan ,ada apa? "Tanya Satria langsung berdiri , seorang dokter dan perawat datang setelah berlari
"Dokter istri saya tadi bicara dokter " Tutur Evan
"Baiklah ,tunggu di luar kami akan memeriksa istri anda "
Sementara menunggu dokter memeriksa ,Evan menceritakan tentang kondisi Ayu tadi pada mereka.
"Alhamdulilah " Tak ada kata-kata lain yang terucap dari mulut mereka ,hanya rasa syukur yang tak habis mereka tumpahkan saat itu
Beberapa saat kemudian pintu terbuka ,diter keluar bersama perawat dengan raut wajah yang cerah. Nuari tentu dapat memastikan kabar baik melihat nya.
"Bagaimana dokter ?" Tanya mereka Hampi bersamaan
"Apa saya sudah boleh masuk dokter ?" Tanya Evan tak sabar
"Tentu boleh,tapi berhubungan pasien baru saja bangun dari koma ,jadi disarankan tidak boleh lebih dari satu orang , untuk menjaga kenyamanan pasien " Ucap dokter
"Iya dok kami mengerti ,terima kasih " Ucap Evan
Setelah dokter dan perawat pergi ,Evan bersama bayi nya masuk terlebih dahulu. Dengan langkah pelan dan mata yang berkaca-kaca, Evan mendekati Ayu yang masih terbaring lemah.
"Sayang "lirih Evan
Perlahan Ayu membuka mata ,ia tersenyum ke arah Evan dan tatapan lalu beralih pada bayi di dekapan Evan.
"Putri ku ?"
"Iya sayang ,lihatlah dia cantik seperti mu " Ucap Evan seraya mendekatkan bayi nya
__ADS_1
"Lucu sekali,maafkan mama ya sayang " lirih Ayu seraya menyentuh pipi bayi mungil itu dengan punggung telunjuk nya
"Terima kasih sudah kembali untuk kami " Ucap Evan mencium kening Ayu penuh cinta
"Sudah seharusnya aku kembali,jika tidak kamu pasti akan mencarikan mama baru untuk putri kita ,aku gak mau kamu sama perempuan lain " Cetus Ayu
"Mana mungkin sayang ,aku tidak sedangkal itu,dapat teori darimana itu ?" Tanya Evan bingung
"Dari mimpi " Jawab Ayu asal
Sebenarnya bukan asal ,memang hal itu di bisikan oleh ibu nya Ayu ketika Ayu bersikeras ingin tinggal bersama nya.
Flashback
"Kembali lah putri ku, ibu akan selalu melihatmu dari sini "
"ibu...." lirih Ayu
Ibu nya memeluk Ayu sambil berbisik
"Jika kamu tetap bersama ibu dan tak kembali pada keluarga mu,maka Evan pasti akan mencari kan sosok ibu untuk bayi mu ,apa kamu rela melihat suami mu bersama perempuan lain ?" Tubuh Ayu terpaku apalagi ibu nya pun memberikan sedikit gambaran kehidupan Evan jika tanpa dirinya. Ayu melihat Evan bersama seorang wanita sam bayi nya ,mereka tertawa bersama layak nya sebuah keluarga bahagia.
Sonyak Ayu menggeleng
"Tidak Bu,Evan hanya untuk aku , tidak untuk wanita lain " Ucap Ayu
"Maka dari itu , kembali lah "
"Baik Bu. Tapi aku pasti akan sangat merindukan ibu " Ucap Ayu
"Jika kamu rindu ,cukup kirimkan doa saja untuk ibu,dan hidup lah dengan bahagia ,ibu juga akan ikut bahagia" Ucap ibu nya ,Ayu lalu kembali mengangguk dan segera mendekat pada ayah ,suami dan bayi nya.
Flashback of
Hari-hari berikutnya kondisi Ayu semakin membaik dan sudah diperbolehkan untuk pulang ,tentu saja kabar itu membuat Nuari merasa senang,ia bahkan telah menyiapkan pesta kecil untuk menyambut kepulangan nya.
Tentu nya sudah mendapatkan izin terlebih dahulu dari pemilik rumah yaitu Satria. Pria itu pun tak melarang nya. Justru ia merasa senang karena putri nya selalu di kelilingi orang-orang baik. Keluarga Nuari pun selalu hadir di setiap acara keluarga satria. Kekeluargaan mereka terjalin begitu erat apalagi kini dengan bertambah nya anggota keluarga baru membuat Nuri yang sangat menyukai anak-anak pasti akan selalu ingin menemui cucu nya itu.
"Nenek ,ayo cepat kita ke rumah Tante Ayu,aku mau bantu mamah nyiapin kejutan nya "Seru Raffa tak sabar
__ADS_1
"Iya sabar dong sayang "
Bersambung...