
Setelah memberikan uang tunai sebesar lima juta rupiah itu, Nuari dan Yoga bergegas meninggalkan rumah sederhana itu dengan membawa kotak kaca di bantu dengan pak Andi.
Di lokasi proyek pembangunan jalan layang Nuari segera menghubungi pihak kebun bintang.
Dokter cantik itu nampak berbicara serius di telpon,hingga akhirnya ia tersenyum lega lalu menyimpan ponsel nya ke dalam tas milik nya.
"sudah sayang ?" tanya Yoga
"Alhamdulillah sudah,pihak kebun binatang sama sekali tak keberatan menerima ular itu, menurut informasi katanya mereka akan datang menjemput ular-ular itu sore nanti,mungkin akan sampai sini malam hari "jawab Nuari
"apa kamu tak keberatan jika kita nunggu mereka datang,aku tak akan merasa tenang jika tidak melihat ular-ular itu dibawa dengan mata ku sendiri" tambah nya
"tak masalah, tapi masalah nya kamu pasti lelah bukan,apalagi malam masih lama,masa kita mau menunggu nya di sini,kamu harus istirahat agar junior kita juga sehat di dalam sini" ujar Yoga seraya mengusap-ngusap perut rata itu
"tapi aku tak mau meninggalkan mereka sayang ...aku takut orang-orang akan berbuat sesuatu pada mereka " rengek Nuari yang sama sekali enggan beranjak dari tempat nya
Dari tadi orang-orang yang berada di proyek itu menatap ngeri pada Nuari dan Yoga yang berada tepat di depan ular anaconda besar beserta anak-anaknya,apalagi terlihat beberapa ekor ada yang merayap dan membelit tangan hingga pundak Nuari. Sebenarnya Yoga pun takut dan ngeri terhadap ular itu namun ia percaya dan yakin jika bersama Nuari ia akan aman.
"akan aku kasih peringatan pada mereka agar tak ada satu pun yang berani mengusik ular-ular ini "ucap Yoga
Nuari mengangguk ,Yoga pun beranjak dan menghampiri para pekerja proyek juga orang-orang di sekitar. Pria itu terlihat berbicara serius pada mereka.
"lihat lah suami ku tengah mengusahakan agar kalian tidak diapa-apa kan oleh orang-orang itu,kalian akan aman " ucap Nuari berbicara pada ular itu seakan ia bicara pada seorang teman nya
Beberapa saat kemudian Yoga sudah kembali
"sudah ?" tanya Nuari
"sudah sayang,mereka sudah aku peringatkan agar tak mengganggu ular-ular itu,sekarang kita cari makan yuk " ajak Yoga
"baiklah ,kalian tetap di sini jangan kemana-mana,aku akan kembali nanti " ucap Nuari menoleh pada induk ular anaconda itu yang nampak diam
"yuk sayang " ajak Yoga lagi
Sambil berjalan Nuari terus saja menoleh pada ular itu,hati nya masih merasa tak tenang meninggalkan nya. Namun ia juga membenarkan ucapan Yoga yang tak mungkin tetap diam di sana sementara perut nya juga sudah keroncongan,maka dengan berat hati ia pun harus meninggalkan ular-ular itu.
Orang-orang di sana juga sebenarnya enggan untuk mengusik ular itu,tak hanya karena ukuran nya yang super jumbo namun mereka juga takut di jadikan santapan ular itu. Jangan kan ular sebesar itu melihat ular kecil pun mereka sudah bergidik takut.
Yoga membawa Nuari ke sebuah kedai makanan tak jauh dari lokasi proyek,awal nya Yoga hendak membawa Nuari ke sebuah kafe di pusat kota desa itu akan tetapi Nuari menolak karena jarak nya yang cukup jauh,maka ia akan lebih lama meninggalakan ular-ular itu. Yoga pun pasrah dengan keinginan istri nya itu.
"mau makan apa ,aku pesan kan?" tanya Yoga ketika mereka baru saja masuk ke dalam kedai itu
"makanan yang paling laku di sini saja,tapi aku mau disuapin " ucap Nuari seraya tersenyum menatap Yoga
"ok,dengan senang hati "
Yoga pun beranjak untuk memesankan makanan nya.
__ADS_1
Tak berselang lama Yoga kembali dengan membawa beberapa makanan yang memang menu favorit di sana.
Namun kemudian Nuari mengerut kan kening melihat makanan yang Yoga letakkan di meja depan nya.
"kenapa? " tanya Yoga yang dapat melihat perubahan raut wajah istri nya itu
"aku mendadak tak berselera,aku mau mie ayam dan sate keong " ucap Nuari polos
"hah....sate keong?" tanya Yoga sedikit terkejut
Jika mie ayam ia masih bisa usahakan mencari nya karena hampir di setiap tempat pasti ada yang jual,tapi jika sate keong kemana dia akan mencari nya.
"iya sate keong sawah ,seperti yang di ponsel ini,seperti nya enak " ucap Nuari seraya menunjukan ponsel nya yang tengah memutar video seseorang yang tengah menikmati sate keong
"ya ampun kemana aku harus mencari nya,dasar bumil tahu saja makanan yang susah di cari ?" batin Yoga meringis
"baiklah ,nanti akan aku carikan ,tapi ini makan dulu ya kan sayang sudah dibeli makanan nya " ucap Yoga yang mencoba mengalihkan keinginan nya ,siapa tahu jika perut nya sudah kenyang Nuari akan lupa dengan sate keong nya.
"tapi aku gak lapar ,aku mau nya makan mie ayam dan sate keong " lirih Nuari
"iya aku ngerti ,tapi sedikit saja ya kasihan junior kita ,pasti dia juga lapar " bujuk Yoga
"bener ya sedikit saja " sahut Nuari yang luluh karena janin di dalam perut nya
"iya ,sini duduk nya deketan biar mudah nyiapin nya " pinta Yoga
Entah kenapa saat ini hati nya tiba-tiba sedih ketika makanan yang ia ingin kan belum ia dapat kan,dengan sangat terpaksa pula Nuari memakan makanan yang sudah di pesankan Yoga.
Melihat itu Yoga pun menghela nafas,ia yang sudah sangat lapar pun segera memakan makanan nya dengan terus memperhatikan istrinya yang nampak tak bernafsu dengan makanan nya.
Namun tiba-tiba saja Yoga terkesiap ketika mendengar isakan tertahan dari Nuari.
"sayang ....kenapa hem? " tanya Yoga
Namun Nuari hanya diam dan menggeleng dengan tak menghentikan isakan nya,air mata nya pun sudah bercucuran.
"ya ampun sayang,maafkan aku,bukan aku tak ingin mencari nya tapi aku hanya tak mau kamu sakit karena telat makan ,tapi bukan berarti aku mengabaikan keinginan mu " ucap Yoga merengkuh Nuari dalam pelukan nya
"huuuuhhuuu.....aku benar-benar menginginkan nya " tangis Nuari pun pecah dan semakin mengundang perhatian orang-orang
" baiklah ayo kita cari makanan yang kamu ingin kan,sudah jangan nangis lagi ok "ucap Yoga dan langsung diangguki Nuari
Kedua nya pun beranjak lalu membayar makanan nya belum habis itu.
Ketika keduanya hendak keluar dari kedai itu seseorang tiba-tiba menghampiri
"maaf apa mbak nya tengah ngidam ?" tanya seorang ibu-ibu bertubuh tambun ,sedari tadi ia memperhatikan Nuari karena memang tempat duduk nya yang tak jauh dari Nuari ,melihat gerak-gerik nya ia pun faham dengan apa yang terjadi pada Nuari
__ADS_1
"iya seperti nya begitu Bu " jawab Yoga
"begini kebetulan menantu saya jualan mie ayam,dan saya sendiri sering mencari keong sawah untuk di jual,kebetulan di rumah masih ada keong nya belum saya jual ,bagaimana kalau saya buat kan sate nya,kasihan janin nya takut ileran " ucap ibu paruh baya itu
"beneran Bu ?" tanya Nuari menatap penuh binar pada ibu paruh baya itu
"iya ,yuk ikut saya ke rumah , tapi maaf rumah saya jelek " ucap nya
"wah kalau gitu terima kasih banyak bu,ya sudah kita ikut sama ibu "sambut Yoga lega
"terima kasih Ya Allah, Engkau langsung menjawab kegundahan ku " batin Yoga penuh syukur
Yoga merasa sangat bersyukur setelah ibu-ibu itu menawarkan diri memberikan makanan yang Nuari ingin kan,dengan begitu ia tak perlu berkeliling mencari nya.
Di tempat lain
Evan sudah sampai apartemen nya,biasa nya jika pulang aroma masakan langsung menusuk di penciuman nya, tapi kali ini tak ada aroma yang membuat cacing dalam perut nya berisik.
Sepi , hening ,dan sunyi
Hanya beberapa Minggu Ayu di apartemen nya namun mampu membuat suasana hati nya berbeda ketika gadis itu tak ada di sana.
"huuuuuffftt....kenapa rasanya sepi sekali "gumam nya
Ia mendudukan diri nya di kursi tempat biasa ia dan Ayu menonton televisi di malam hari sebelum kantuk menyerang.
"huh...masa iya aku sudah mulai move on " dengus nya seraya tersenyum tipis
Ia bukan pria polos yang tak mengerti dengan apa yang ia rasakan saat ini,namun bukan berarti ia juga langsung membenarkan perasaan nya.
Apalagi status Ayu baru di ketahui merupakan putri dari atasan nya,membuat nya harus menjaga hati nya,karena rasa sungkan terhadap atasan nya itu membuat nya harus semakin menjaga sikap.
Tak terasa Evan pun terlelap dengan masih mengenakan pakaian kerja nya juga sepatu yang masih terpasang di ruangan itu.
**
Nuari tengah menikmati mie ayam yang dibuatkan menantu si ibu tadi, ia nampak begitu lahap sekali ,sementara Yoga bersama ibu itu tengah membuat bumbu sate sementara menunggu keong nya di rebus dahulu sebelum di olah.
Setelah beberapa menit di rebus Yoga membantu mengeluarkan daging keong nya dan segera membersihkan lalu kemudian di tusuk nya satu persatu ke tusukan sate.
Peluh nya membanjiri tubuh dan wajah,sesekali Yoga mengusap kening juga wajah nya ,ia terus mengipasi sate-sate itu sambil sesekali dibolak-balik.
"demi istri yang tengah ngidam aku rela " lirih nya , sebenarnya ia sangat geli melihat sate itu ,sebab ini kali pertama ia membuat sate dari daging keong sawah
Ia pun tersenyum ketika membayangkan jika Nuari akan sangat senang dan lahap memakan sate keong nya ,maka Yoga pun sangat bersemangat,apalagi Nuari mengatakan ingin memakan sate keong buatan Yoga
Beberapa saat kemudian sate keong pun jadi ,dengan senyum lebar Yoga membawa sate keong yang sudah di bumbui itu ke hadapan Nuari,namun senyuman nya memudar ketika Nuari tiba-tiba meminta Yoga yang memakan nya.
__ADS_1
...***...