Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Perjalanan pulang


__ADS_3

Tidak ada alasan bagi ku untuk berpaling, sedangkan rasa cinta ini sudah terlalu dalam menghujam jantung ku. Pesona mu sungguh sudah merasuk pada hati dan jiwa ku,hingga ketika aku terpejam pun hanya wajah mu lah yang selalu terbayang.


...***...


Hari ini ibu Evan akan pulang ke kampung, sementara Rina akan tinggal seperti yang di rencanakan ibu nya.


Evan pun hanya bisa menghela nafas dengan keputusan ibu nya itu,namun bukan berarti ia akan membiarkan Rina tinggal di apartemen nya.


Meski ia sering merasa kesal dan selalu tak sejalan dengan ibu nya,Evan tak pernah menunjukan sikap tak suka nya itu karena biar bagaimanapun ia adalah ibu kandung nya yang sudah melahirkan dan membesarkan nya.


"ya sudah ibu hati-hati di jalan ya, hubungi aku kalau sudah sampai rumah salam untuk ayah " ucap Evan ketika ibu nya hendak masuk ke dalam sebuah taksi online yang sudah di pesan nya,Evan bahkan meminta driver taksi itu untuk mengantarkan ibu nya hingga sampai di depan rumah


Setelah ibu nya dibawa pergi taksi,Evan pun kembali ke dalam apartemen nya diikuti Rina di belakang nya yang berusaha mengejar dan mengimbangi langkah panjang Evan.


Sesampai nya di dalam apartemen


"ibu mu sudah berangkat?" tanya Ayu


"iya sudah " sahut Evan seraya duduk di kursi ,Ayu yang juga tengah duduk di kursi pun beranjak sebab ia merasa tak enak pada Rina yang juga turut duduk di sana


"kalau gitu aku ke kamar mandi dulu " ucap nya ,Evan pun mengangguk


"Rina " ucap Evan


Rina langsung menoleh ,hatinya bersorak ,bibir nya tersenyum karena baru kali ini Evan memanggil nama nya.


"iya " sahut nya


"bisa kamu ambilkan minum " pinta Evan


"oh tentu saja,sebantar ya " sahut nya girang


Tentu saja ia girang ,sebab ia bisa langsung melakukan apa yang ibu nya Evan katakan pada nya.


"yess.....ini kesempatan aku untuk memberikan air itu ,untung aku menyimpan nya di dapur,kalau di kamar dia bisa curiga " batin nya


Sesampainya di dapur ,Rina segera meraih botol air mineral tersebut yang ia simpan di dalam lemari kabinet,lalu menuangkan nya pada gelas bening.


"hahahaha....setelah ini dia pasti tidak akan menolak aku " batin nya


Dengan percaya diri Rina pun melangkahkan kaki nya menghampiri Evan.


"ini " ucap Rina seraya meletakkan gelas berisi air minum di meja,kening Evan mengernyit


"kenapa hanya air putih ?"


"loh memang nya apa?" tanya Rina


"biasa nya kan........ah sudah lah aku lupa " tanpa ingin melanjutkan ucapan nya Evan pun meneguk air itu


"hahaha....minum lah sampai habis " batin Rina memperhatikan Evan yang tengah minum


Pada saat itu Ayu pun melintas hendak pergi ke dapur


"Ayu...." panggil Evan ,gadis itu menoleh


"iya Evan ,ada apa?" tanya nya


"hey....kok kamu manggil majikan mu tidak sopan sih,dia kan majikan mu ,panggil tuan ,pak atau apa kek,masa manggil nama " seru Rina


"udah gak apa-apa ,oh iya Ayu....bisa kamu buatkan aku minum seperti biasa ?" tanya Evan


"oh baiklah ...." sahut Ayu sambil melirik gelas yang sudah kosong di tangan Evan


Gadis itu pun segera beranjak menuju dapur


"kok minta minum lagi sih ,kan baru saja udah minum ?" tanya Rina heran


"karena aku mau nya yang seger-seger, Ayu tahu minuman kesukaan ku " jawab Evan ,ia lalu memejamkan mata bersandar pada kursi


"bagus , sebentar lagi khasiat dari air jampi-jampi itu pasti bereaksi " ucap Rina membatin


Dengan mata terpejam Evan lalu berkata

__ADS_1


"Rina....."


"iya ?" sahut Rina dengan mata berbinar


"sekarang juga kamu segera kemasi barang-barang mu,aku sudah menyiapkan kos-kosan buat mu ,jarak nya juga tak jauh kok dari apartemen ini,kapan pun kamu bisa datang dan menemani Ayu ketika aku pergi kerja "


"hah..." Rina melongo karena tiba-tiba saja Evan meminta nya untuk pergi,senyuman di bibir nya pun pudar begitu saja


"kenapa diam ?" tanya Evan membuka mata nya menatap wajah terkejut Rina


"ke..kenapa kamu menyuruhku pergi,ibu mu kan meminta ku tinggal di sini "ucap nya


"begini ya,aku memang menyayangi dan menghormati ibu ku,tapi bukan berarti aku mau saja menerima dan menuruti ibu ku,sampai di situ kamu faham kan maksud ku ?" tanya Evan menatap tajam


"maksud mu ,kamu menolak perjodohan kita " lirih Rina pelan


"aku hanya belum kefikiran untuk menikah ataupun hanya sekedar berpacaran,aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku" ujar Evan dalam hati


"juga ingin menata hati ku terlebih dahulu" lanjut nya dalam hati ,walau bagaimanapun ia masih merasa nelangsa karena gadis yang ia sukai sejak dulu sudah menikah dengan pria lain


Evan merupakan senior Nuari saat kuliah dulu, Evan mendekati Nuari karena tak hanya paras nya yang cantik tapi juga kelembutan dan keramahan nya pada siapapun.


"tapi....apa tidak ada sedikit saja kesempatan buat ku untuk dekat dengan mu?" tanya Rina pelan


"kalau hanya untuk sebatas teman tak masalah bagiku ,tapi jika lebih dari itu aku tidak bisa menjanjikan sebab sulit bagi ku untuk membuka hati " ucap Evan tegas


Sementara Ayu yang tengah membuat es lemon di dapur menyungging kan senyum ketika melihat air dalam botol mineral berkurang,rupanya Rina lupa menyimpan kembali botol itu.


"maafin aku ya Rina,karena aku sudah mengganti isi nya,Evan orang baik,dia pantas mendapatkan gadis yang baik juga" batin Ayu


Ia yang juga besar di daerah yang sama dengan Rina pun sangat tahu pasti air apa yang ada dalam botol mineral itu.


"kalau kamu dan ibu nya Evan tidak membahas air itu mungkin aku tidak akan tahu apapun" batin nya lagi


Tadi sebelum kepulangan ibu nya Evan, Ayu tak sengaja mendengar obrolan mereka di dapur,jadi saat kedua nya keluar dengan cepat Ayu membuang air nya dan menggantinya dengan air galon biasa.


Ayu pun tak punya niat lain,ia hanya tak suka dengan cara Rina untuk mendapatkan Evan,bagi nya pria sebaik Evan lebih pantas mendapatkan gadis yang lebih baik,jika pun nanti mereka akan berjodoh pun tidak dengan cara seperti itu ,dan jika Rina gadis baik-baik mana mungkin dia akan melakukan cara itu,fikir Ayu.


Hari itu pun Evan mengantarkan Rina ke kosan yang ia maksud,dekat menurut Evan,tapi jauh bagi Rina,sebab untuk menuju apartemen Rina harus dua kali naik angkot.


kejadian sebelum nya


Saat Rina pergi ke dapur untuk membawakan minum,gadis itu menaruh ponsel nya di meja,Evan yang sudah punya rencana pun menggunakan kesempatan itu untuk menghapus nomor ponsel ibu nya di ponsel Rina,sebab ia yakin jika gadis itu akan mengadu.


Satu Minggu berlalu begitu saja


Yoga dan Nuari pun kini sedang dalam perjalanan pulang.


"kita mampir dulu di pom bensin ya,mau isi bensin sekalian ke toilet sebentar" ucap Yoga sambil menepikan mobil nya


"iya ,aku juga pengen ke toilet ini" sahut Nuari


Tak lama mobil pun berhenti di sebuah pom bensin,setelah mengisi bahan bakar Yoga memarkirkan mobil nya di tempat parkir,lalu kedua nya turun dari mobil dan sama-sama melangkah menuju toilet ,di depan toilet kedua nya berpisah.


Yoga yang memang merasakan mulas di perut nya langsung menunaikan hajat nya , sementara Nuari ia hanya ingin buang air kecil.


Tak lama Nuari pun keluar lebih dulu,ia celingukan mencari Yoga.


"apa Yoga belum selesai ya " gumam nya


"aku tunggu saja lah,Yoga juga gak mungkin pergi gitu saja gak nunggu aku selesai dulu" batin nya kemudian


Nuari pun berdiri di depan cermin besar di luar toilet,ia merapihkan rambut nya yang terlihat kusut.


Namun tiba-tiba saja datang seorang laki-laki dengan mengenakan jaket kulit yang sudah lusuh,celana jeans yang bolong di bagian lutut serta aksesoris serba hitam seperti gelang,anting dan kalung membuat Nuari dapat menyimpulkan jika orang itu adalah seorang preman.


Nuari mencoba bersikap santai meski dalam hati nya ia merasa was-was,kejadian yang hampir merenggut kehormatan nya membuatnya selalu berfikir buruk terhadap laki-laki asing apalagi penampilan nya yang cukup seram bagi nya.


"sudah bayar uang toilet nya ?" tanya pria itu


"sudah bang" sahut Nuari


"bayar sama siapa?" tanya nya lagi

__ADS_1


"itu....saya sudah masukin uang ke kotak itu" jawab Nuari sambil menunjuk sebuah kotak yang berada di samping toilet


"oh....sudah dimasukin, kalau gitu sekarang giliran aku dong yang masukin kamu " seringai pria itu


"maksud nya?" tanya Nuari yang merasa bingung dengan ucapan pria asing di depan nya


"maksud nya....aku mau ngajakin kamu bersenang-senang....kamu cantik ,kulit mu putih...dan.... sepertinya......"


"kamu jangan kurang ajar ya " seru Nuari yang akhirnya mengerti kemana arah pembicaraan pria itu


"gak kurang ajar kok cantik, aku hanya ingin menawarkan kenikmatan saja,kalau mau kita lakukan sekarang di dalam ,mumpung keadaan sepi ,jika tidak pun aku akan tetap memaksa " seringai nya semakin lebar


Nuari yang sudah gemetar pun semakin mundur sementara pria itu semakin mendekat


Namun ketika pria itu baru saja meraih lengan nya, Yoga keluar dan langsung menghajar pria itu hingga babak belur.


"berani kau macam-macam dengan istri ku,aku habisi kau " geram Yoga dengan terus memukuli pria itu yang sudah tak berdaya


"ampun....ampun....saya minta maaf.... ampun...." rintih pria itu memohon


"Yoga....sudah....dia bisa mati kalau kamu pukuli terus seperti itu ,lebih baik kita pergi " ucap Nuari yang sudah merasa tenang


duk'


Untuk yang terakhir Yoga menendang perut pria itu ,hingga pria itu terbatuk.


Yoga pun memeluk Nuari dengan erat.


"kamu tidak apa-apa ?" tanya Yoga


"aku tidak apa-apa " sahut nya


"ayo kita pergi dari sini " ajak Yoga lalu menggandeng lengan istri nya itu pergi dari area toilet


Sesampai nya di depan, Yoga melihat ada petugas kepolisian yang tengah berpatroli,ia pun lantas melaporkan pria yang hendak melecehkan Nuari di toilet tadi.


Setelah itu Yoga dan Nuari pun ikut dengan polisi sebagai saksi sementara Nuari sebagai korban, beruntung pria itu mau mengakui perbuatan nya,hingga Yoga dan Nuari tak berlama-lama di kantor polisi.


Kini kedua nya kembali melanjutkan perjalanan,ketika sudah melaju sekitar 3 kilo tiba-tiba Yoga harus memelankan laju mobil nya,terdengar suara klakson dari beberapa kendaraan roda empat saling bersahutan memekakkan pendengaran.


tiiiiiiiinnnnnn'


tiiiiiiiinnnnnn'


tiiiiiiiinnnnnn'


"belum sampai Jakarta udah macet saja" keluh Yoga


"kira-kira di depan ada apa ya,sampai macet seperti ini" ucap Nuari


Yoga pun membuka kaca jendela mobil nya,dan bertanya pada seorang pengamen jalanan.


"mas....maaf itu di depan ada apa ya?" tanya Yoga


"itu pak,ada truk kontainer pengangkut gajah terguling,salah satu gajah entah mati atau pingsan sedang di evakuasi sementara tim penyelamat masih dalam perjalanan" ujar pengaman tersebut


"oh ya sudah makasih ya mas ,ini ada sedikit " Yoga memberikan uang lima puluh ribu pada pengamen itu ,si pengamen itu pun langsung mengatakan terima kasih lalu pergi setelah nya


"Yoga....jika aku pergi ke sana,gak apa kan,aku mau ikut membantu " ucap Nuari meminta izin


"tentu saja ,tapi kamu harus hati-hati ,nanti setelah aku mendapat kan tempat parkir aku akan menghampirimu" ucap Yoga


Saat ini jalanan memang tengah macet,namun kendaraan-kendaraan masih bisa melaju meski pelan dan perlahan.


"tentu aku akan berhati-hati,aku pergi " ucap Nuari lalu mengecup pipi Yoga sebelum keluar dari mobil


Yoga terus memperhatikan punggung Nuari yang semakin menjauh berjalan ke depan,ia pun tentu terus melajukan mobil nya sampai ia bisa keluar dari jalur macet dan memarkirkan mobil nya.


Beberapa saat kemudian Nuari sudah sampai di TKP. Seekor gajah terlihat tak berdaya di dalam truk kontainer yang masih dalam keadaan terguling.


Ia mendekat namun langkah nya harus terhenti karena ada petugas polisi yang melarangnya mendekat.


"maaf nona ,selain petugas ,orang tak berkepentingan dilarang mendekat "

__ADS_1


...***...


__ADS_2