
Setelah Nuari selesai memuntahkan isi perut nya,Yoga lantas menggendong Nuari ala bridal dan membawa nya ke kamar mandi.
Dengan hati-hati Yoga menurunkan Nuari di depan wastafel. Keadaan kedua nya masih sama-sama polos.
Gegas Nuari membersihkan mulut nya lalu mencuci wajah nya. Ia hendak mandi namun di larang oleh Yoga.
"gak usah mandi masih sangat larut,nanti kamu masuk angin "
"baiklah " Nuari pun menurut dan hanya mencuci wajah juga mulut nya ,tak lupa ia juga membersihkan area wanita nya
Setelah selesai Yoga kembali menggendong Nuari ,meski pada awal nya Nuari menolak.
"kamu segera pakai baju mu,aku juga mau membersihkan diri dulu" ucap Yoga
"iya ,tapi itu bagaimana ?" tanya Nuari menujuk muntahan nya di depan pintu kamar mandi
"itu buat aku sekalian yang bersihkan,kamu di sini saja " ucap Yoga
"tapi..."
"udah gak usah banyak tapi,gak apa-apa kok aku gak jijik ,kan itu muntahan kamu,yang keluar dari bawah tubuh mu juga aku suka apalagi yang ini" ucap Yoga tersenyum
"iih...kamu mah malah begitu jawab nya " Nuari tersipu malu
"hehehe....kok wajah nya merah begini sih hem,bikin gemes saja " Yoga pun tak dapat menahan diri untuk tak mencium kedua pipi istrinya itu yang sudah merona
"hm... Yoga sudah,sana pergi ke kamar mandi,anu mu tuh gelantungan terus kasihan nanti masuk angin " seru Nuari mencoba melepaskan diri dari Yoga
"kalau masuk angin tinggal masukin lagi saja ke sarang nya " sahut Yoga terkekeh
"hii....bisa saja ya kamu jawab nya,udah ah awas ,aku mual lagi nih " rengek Nuari yang memang kembali merasa mual
"seperti nya kamu masuk angin,ya sudah kamu cepat pakai pakaian nya " Yoga pun beranjak menuju kamar mandi
Setelah selesai membersihkan diri, Yoga memakai jubah mandi yang tergantung di kamar mandi.
Lalu ia pun mulai membersihkan muntahan Nuari, benar-benar ekspresi nya tak menujukan rasa jijik atau pun geli.
Nuari yang melihat nya pun hanya bisa menatap haru pada suami nya itu. Ia tak dapat berkata-kata.
Selesai membersihkan nya Yoga pun menghampiri Nuari dan berbaring di samping nya.
"kenapa belum tidur hem?" tanya Yoga
"aku nunggu kamu "
"ya sudah sini deketan dong, aku mau tidur sambil peluk kamu " pinta Yoga , Nuari pun menggeser tubuh nya mendekat pada Yoga
Mereka pun tertidur dalam posisi saling berpelukan.
Keesokan hari nya
Nuari terbangun karena merasa perut nya seolah diaduk-aduk,ia pun bergegas menuju kamar mandi lalu memuntahkan isi perut nya.
__ADS_1
"huueekkk....."
"huueekkk...."
Yoga terbangun karena mendengar Nuari yang tengah muntah di kamar mandi,ia pun beranjak bangun lalu menghampiri kamar mandi.
"sayang ..." panggil nya
Karena pintu kamar mandi tak di kunci Yoga langsung masuk dan mendapati Nuari yang tengah berjongkok di depan kloset dengan keringat yang sudah membanjiri tubuh nya.
"Ya Allah....sayang " Yoga melihat wajah Nuari yang sangat pucat
"huueekkk...."
Yoga pun memijat tengkuk Nuari dengan perasaan cemas dan khawatir.
Setelah selesai memuntahkan isi perut nya ,Nuari pun di bawa ke kamar mereka lalu kemudian dia baringkan istrinya itu di tempat tidur.
"kita ke rumah sakit ya,aku takut kamu kenapa-kenapa" ucap Yoga seraya mengusap peluh di kening Nuari lalu menggenggam tangan nya
"gak perlu ,aku gak apa-apa kok,mungkin hanya masuk angin saja,kamu tak perlu khawatir begitu " jawab Nuari
"istirahat sebentar pasti aku sembuh kok " lanjut nya
"ya sudah , kamu hari ini tak usah masuk kerja dulu ya,tinggal di rumah dan istirahat saja,aku juga hari ini tak masuk,mau nemenin kamu " ucap Yoga
"gak boleh gitu dong, aku gak apa-apa di rumah kan ada bibi yang akan nemenin aku,kamu berangkat kerja saja,gak enak sama karyawan lain kalau kamu gak masuk,apa kata mereka nanti kalau kamu bolos kerja , sementara kamu kan masih terbilang baru gabung di sana " ucap Nuari
"nanti aku kabari kamu terus biar kamu gak kefikiran " ucap Nuari yang tetap meminta Yoga untuk pergi ke kantor
"ya sudah ,tapi kamu janji ya kalau ada apa-apa cepat hubungi aku " ucap Yoga pada akhirnya
Akhirnya Yoga pun berangkat ke kantor dengan perasaan was-was.
Di tempat lain Evan ,dokter Satria dan Ayu akan bersiap menuju kantor polisi untuk dimintai keterangan Ayu sebagai korban dan Evan saksi , sementara dokter Satria sebagai pelapor.
Ayu sudah mengenakan pakaian ganti yang sudah dibelikan Evan tadi pagi. Dokter Satria terus memperhatikan Evan yang begitu perhatian pada Ayu pun merasa senang,entah kenapa ia merasa kedua nya cocok,ia berharap dalam hati nya jika Ayu memang benar-benar putri kandung nya,dan akan setuju jika keduanya melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
"nanti di sana kamu katakan saja yang sebenarnya tentang kejadian semalam,juga keterlibatan om angkat mu " ucap Evan pada Ayu
"iya " sahut Ayu
"kamu tak usah takut,kita berdua ada bersama mu " ujar Dokter Satria
Ayu mengangguk sebagai jawaban,ia sendiri merasa aneh ketika mata nya bersitatap dengan dokter paruh baya itu.
Tak berselang lama ketiga nya pun sampai di kantor polisi dan segera memasuki kantor polisi tersebut.
Ayu pun langsung di mintai keterangan begitu juga dengan Evan dan dokter Satria.
Selama lebih dari tiga puluh menit akhirnya ketiga nya pun selesai,dan segera kembali ke Jakarta, sementara Jhony kini tengah di buru alias buron.
"dokter kenapa?" tanya Evan
__ADS_1
Kini mereka sudah berada di dalam mobil.
"Sebenarnya saya penasaran dengan nama Jhony yang kamu sebut-sebut dari tadi" ucap dokter Satria
"penasaran kenapa?" tanya Evan
"Dulu saya punya teman nama nya Jhony,kita berteman saat pertama kali masuk bangku kuliah, singkat cerita kami bertemu dengan Ayunia,mendiang istri ku,kita sering terlibat dalam sebuah projek di kampus hingga benih-benih cinta diantara kita mulai tumbuh,namun rupanya Johny juga memiliki perasaan yang sama pada Ayu,hingga pertemanan kami pun semakin renggang,apalagi ketika kami memutuskan untuk menikah,semenjak pernikahan kami,dia sudah tak pernah terlihat lagi di kampus ,rumah nya pun ia jual,sampai suatu ketika aku mengetahui jika dia sudah di DO dari kampus karena kasus obat terlarang,dan hingga sampai saat ini aku tak pernah tahu dimana keberadaan nya,setelah mendengar nama itu kembali ,entah kenapa saya merasa Jhony yang Ayu sebut kan adalah Jhony yang sama " tutur dokter Satria menjelaskan sedikit masa lalu nya
"mungkin hanya kebetulan nama nya sama dok" sahut Evan
"ya...semoga saja "
Sementara Ayu dirinya terdiam setelah mendengar kata-kata dokter Satria.
"kenapa nama mendiang istrinya sama dengan nama ku " lirih nya dalam hati
Kembali pada Nuari
Wanita cantik itu merasa bosan berada di kamar terus,ia pun beranjak dari kamar nya,menuruni tangga dan masuk ke dapur.
"hm...kenapa rasanya aku pengen makan puding ya,apalagi yang rasa coklat " gumam nya
Nuari mencari dan memilih puding yang masih dalam kemasan.
"nah , ini dia " ucap Nuari lalu bergegas menyiapkan bahan lain nya seperti gula dan coklat batang, meskipun bubuk puding nya sudah berperisa coklat,Nuari tetap menambahkan coklat batang agar rasa coklat nya semakin kuat
"loh ,nyonya sedang apa ?" tanya bibi art yang baru memasuki dapur
"bikin puding bi "sahut Nuari seraya menyalakan kompor
"kenapa nyonya tidak bilang,sini biar saya saja yang buat,nyonya tunggu saja " ucap bibi art merasa tak enak
"tidak apa-apa bi,gak susah kok " sahut Nuari
"tapi nyonya nanti tuan marah jika tahu nyonya masuk dapur " ujar bibi art yang memang sudah diwanti-wanti oleh Yoga agar Nuari jangan sampai melakukan apapun
"nanti saya yang akan bicara pada nya,bibi kerjakan saja pekerjaan bibi yang lain " ucap Nuari yang memang hanya ingin memakan puding buatan nya sendiri
"baik lah nyonya,kalau begitu bibi mau lanjut setrika baju " pamit bibi art akhirnya
"iya bi "
Nuari pun terus mengaduk cairan puding yang sudah ia panaskan di atas kompor sampai mendidih setelah itu ia pun menuangkan puding yang masih panas itu ke dalam cetakan plastik berukuran sedang berbentuk bundar.
"sebaik nya aku tunggu dulu sampai asap nya hilang lalu aku masukin deh ke kulkas " gumam nya
Sambil menunggu asap nya berkurang Nuari membersihkan terlebih dahulu panci bekas nya memasak puding.
Setelah dirasa cukup,Nuari pun memasukan puding tersebut ke dalam lemari es.
"lebih baik aku mandi dulu deh,berasa lengket banget ini " gumam nya , sebenarnya ia sudah mandi tadi pagi hanya saja saat ini ia tiba-tiba merasa kegerahan,tak menunggu waktu lama Nuari pun segera menyegarkan tubuh nya
...***...
__ADS_1