
Matahari kini sudah kembali bersinar meski cahaya hangat nya terhalang awan kelabu. Cuaca pagi hari yang mendung sama mendung nya dengan suasana hati seorang pria yang kini tengah berdiri di depan jendela kaca. Jendela kaca yang besar menampakan pemandangan ibu kota yang nampak padat dengan gedung-gedung perkantoran.
Meski begitu ia sama sekali tak melihat pada pemandangan di luar nya itu. Hati dan fikiran nya kini tengah tertuju pada istri nya yang kini sudah pergi ke luar kota untuk membantu seorang paranormal.
"Kalau saja hari ini tidak ada pertemuan penting,aku pasti sudah ikut bersama nya"Sesal nya
Sementara di tempat lain Nuari sudah mengantar Raffa ke sekolah. Hari ini wanita itu membawa mobil sendiri sebab ia akan pergi ke sebuah penangkaran.
"Jadi aku pergi sendiri?" Tanya Nuari pada Evan
"Iya ,maaf ya,semua tenaga medis di sini susah berangkat untuk memvaksin unggas-unggas dan hewan peliharaan" sesal Evan ,ia sendiri harus stay di rumah sakit
"Oh,ya sudah deh gak apa-apa " Ucap Nuari sama sekali tidak mempermasalahkan
Sekitar pukul sepuluh pagi,Nuari pun berangkat ke sebuah penangkaran ular di daerah Purwakarta. Sebuah penangkaran milik pribadi yang sengaja di dirikan karena hobi dan kecintaan nya pada hewan reptil seperti ular.
Sekitar satu jam empat puluh delapan menit,Nuari sampai di Purwakarta. Ia kemudian mengikuti arah jalan yang ditunjukkan layar ponsel nya menuju alamat penangkaran itu.
"Ini beneran ke arah sini, tapi kok daritadi hutan melulu sih ,apa aku salah jalan " Nuari bergumam
Ia kemudian menghentikan laju mobil nya. Lalu meraih ponsel yang ia letakan di dashboard. Nuari pun segera menghubungi seseorang.
"Halo,ini saya mau tanya ,lokasi yang di kirim via Sherlock apa benar,soal nya daritadi jalan yang saya lalui hutan terus ?" Tanya Nuari
"Benar Bu,ibu pasti saat ini berada di hutan jati?"
"Iya , seperti nya ini hutan jati" Sahut Nuari sambil memperhatikan sekitar
"Kalau begitu ibu lurus saja nanti ada warung kopi di persimpangan jalan ,ibu ikuti jalan arah kiri nanti ada pom bensin dan pemukiman warga,nanti ada toko besar bertuliskan Amsyong ,saya akan menunggu ibu di toko itu " Tutur orang yang dihubungi Nuari
"Ok baiklah ,terima kasih informasinya " Setelah panggilan telpon terputus ,Nuari kembali melanjutkan perjalanan
"Warung kopi di persimpangan ya,baiklah "
Nuari kembali memacu kendaraan nya mengikuti jalan lurus yang dikatakan orang tadi. Beberapa menit kemudian Nuari dapat melihat sebuah warung kecil dengan beberapa motor terparkir di pinggir jalan.
"Mungkin itu warung kopi nya" Gumam nya pelan
"Nah bener kan ,itu persimpangan" tambah nya lagi
Nuari pun mengambil jalur kiri sesuai perkataan orang tadi.
"Nah,itu pom bensin ,berarti itu toko nya,baiklah aku ke toko itu ,kan katanya dia yang nunggu di sana "
Setelah memarkir mobil nya di depan toko, seorang pria muda sudah menunggu nya.
"Bu dokter?" Tanya pemuda itu menghampiri
"Iya,kamu yang di telpon tadi ?"Tanya Nuari
__ADS_1
"Betul Bu " jawab nya, " Ternyata dokter nya masih muda ,cantik lagi"Batin pemuda itu
"Oh iya , perkenalkan saya Raffi ,pemuda paling keren dan kece di kampung ini, asisten nya mas Dandi" Ucap pemuda itu nampak percaya diri
"Saya Nuari "
"Wah nama yang cantik,secantik orang nya" Raffi malah tebar pesona pada Nuari,yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah nya
"Mari Bu dokter,sudah ditinggu mas Dandi " Ujar Raffi
Nuari tersenyum lalu mengikuti pemuda itu.
"Gang Doli " Gumam Nuari
"Kenapa bu dokter?" Tanya Raffi yang tak sengaja mendengar gumaman nya
"Enggak,itu nama gang nya berasa familiar banget " Sahut Nuari
"Ouh,kirain apa "
"Apa masih jauh penangkaran nya ?" Tanya Nuari sebab ia sudah berjalan cukup jauh dari pemukiman warga dan kini memasuki area pesawahan
"Tidak kok Bu dokter , itu sudah terlihat , penangkaran nya sengaja dibangun terpisah dari pemukiman,sebab takut ada anak-anak main di sekitar penangkaran kan bahaya ,apalagi anak-anak kan tingkat keingintahuan nya sangat besar , meski sudah dilarang pun malah tetap saja bandel karena rasa penasaran itu " tutur Raffi
"Iya ,benar juga " Nuari mengangguk setuju
"Assalamualaikum "Ucap Nuari
"Waalaikumsalam,anda dokter hewan nya ?" Tanya Dandi menatap ragu pada Nuari yang hanya mengenakan baju casual dengan sepatu kets warna putih dengan poletan warna mera muda, rambut nya pun dibiarkan tergerai dengan jepitan rambut di sisi kiri. Penampilan Nuari sudah mirip seperti anak remaja. Nuari yang memiliki wajah baby face makin terlihat seperti seorang gadis remaja.
"Iya ,saya Nuari " Ucap Nuari sambil mengulurkan tangan ,pria yang merupakan pemilik penangkaran pun menyambut ukuran tangan nya
"Jadi dia yang namanya dokter Nuari ,aku sering mendengar berita tentang nya ,tapi aku tak pernah menyangka jika ternyata dia terlihat masih sangat muda "Bisik Dandi dalam hati nya
"Dandi " Ucap nya
"Jadi,di sini ada berapa jenis ular ?" Tanya Nuari sambil melihat ular-ular yang berada di dalam kotak kaca
"Ada banyak jenis ular di sini,ada ular mamba hitam atau black mamba,ular anaconda,ular sanca kembang ,ular weling ,ular derik ,ular kobra,dan beberapa jenis ular berbisa lain nya . Tapi di sini lebih banyak ular jenis kobra. Jenis ular kobra nya pun beragam, diantaranya ada korban jawa dan kobra Sumatera" Tutur Dandi. Mereka berbincang sambil berjalan diantara kandang atau kotak kaca berisikan ular. Setiap kotak kaca di isi dengan satu ekor ular.
"Lalu itu jenis kobra apa ,kok warna nya kuning ?" Tanya Nuari
"Itu jenis kobra Tanjung atau kobra Cape. Ular jenis ini merupakan ular endemik di benua Afrika bagian selatan.Penduduk Afrika Selatan menyebut nya geelslang ,bruinkapel,atau koperkapel karena variasi pewarnaan pada tubuh nya " Tutur Dandi menjelaskan
"Oh,lucu ya " Cetus Nuari
"Iya sih lucu ,tapi kalau matuk wasalam deh " Ucap Raffi
"Iya makanya kalau berhadapan dengan ular mau jenis apapun kita harus hati-hati " Ujar Nuari
__ADS_1
Setelah puas melihat-lihat,Nuari mengikuti Dandi menuju ruang inkubator. Di sana terdapat puluhan telur ular siap netas ,bahkan ada beberapa telur yang sudah menetas dengan bayi-bayi ular yang nampak lucu dimata dokter cantik itu.
"Ini ular jenis apa yang baru menetas ?" Tanya Nuari yang selalu merasa penasaran
"Kalau yang ini belum dikasih nama karena ini merupakan hasil dari persilangan" Jawab Dandi
"Ouh ..." Nuari mengangguk
Setelah itu Nuari mulai melakukan pekerjaan nya. Dandi si pemilik peternakan pun juga sangat kooperatif,ia benar-benar tak membahas masalah pribadi,semua nya murni masalah pekerjaan.
Namun berbeda dengan Raffi.Pemuda itu tidak tahu berita yang beredar mengenai Nuari. Bukan tak tahu sama sekali hanya saja ia tak tahu pastinya siapa Nuari yang dalam berita tersebut.
Sementara di tempat lain,Nuri dan Laras baru sampai di sebuah kafe. Mereka akan bertemu dengan orang yang akan mereka bantu.
Seorang perempuan bersama seorang pria nampak sudah menunggu. Si pria melambaikan tangan ke arah Nuri dan Laras ketika kedua nya baru memasuki kafe.
"Maaf,lama menunggu" Ucap Laras
"Oh,tidak sama sekali Bu,kami juga baru sampai beberapa menit yang lalu.Mari silahkan duduk " Ujar pemuda itu
"Baik,terima kasih " Nuri dan Laras pun duduk
Nuri melihat pada wanita muda yang dari tadi hanya tersenyum melihat kedatangan nya.
"Aura nya memang berbeda ,pantas makhluk itu mengincar nya. Bahkan tak hanya makhluk itu saja,makhluk lain pun pasti akan mengincar nya juga jika saja tidak ada makhluk pesugihan itu" Nuri membatin
"Manis sekali " Wowo yang selalu ikut bersama Nuri pun merasa tertarik akan aura di tubuh nya
"Wowo,jangan macam-macam,ingat kamu sekarang sudah masuk jin muslim" Peringatan Nuri pada makhluk astral penjaga nya dalam hati
"Hehehehe,....aku hanya mengatakan yang sebenarnya kalau wanita itu darah nya pasti manis " Sahut Wowo
Nuri menggeleng pelan lalu kembali menatap wanita di depan nya.
"Jadi anda berdua yang akan membantu saya?" Tanya gadis itu penuh harap
"Insyaallah,semoga semuanya dimudahkan ya,kita sama-sama berdoa dan berjuang,tapi saya minta kamu pun ikut berjuang untuk terbebas dari para makhluk yang menginginkan mu,jangan hanya bergantung pada kami berdua ,karena sesungguhnya keberhasilan kami berasal dari orang yang kami bantu" Tutur Nuri
Gadis itu terdiam ,mencerna ucapan Nuri.
"Tapi sebelum nya saya mau tanya ,apa sebelum nya kamu pernah melakukan suatu ritual ?"Tanya Laras
Deg'
Gadis itu terkesiap ,dan langsung menoleh pada pria di samping nya,lalu menoleh lagi menatap bergantian Laras dan Nuri .
"Sa...saya....
Bersambung......
__ADS_1