
"Mau ngapain kamu ikut ? Besok kan kamu masih harus sekolah ,nanti kesiangan gimana ?" Tanya Nuri heran ,karena tak biasanya cucunya itu ingin ikut dengan nya
Lia terdiam,ia bingung alasan apa yang akan ia katakan. Tak mungkin jika ia mengatakan ingin bertemu Riki.Namun kemudian otak cerdas nya langsung bekerja.
"Aku penasaran melihat nenek beraksi,siapa tahu aku bisa belajar biar aku juga bisa seperti nenek " ucap Lia
"Tapi besok kamu masih harus sekolah. Nenek tidak mau kamu jadi sakit karena kurang tidur"Tolak Nuri yang memang sangat tahu kondisi cucu perempuan nya itu
Lia tentu berbeda dengan Atha yang jarang sakit. Lia cenderung lebih mudah sakit,apalagi jika ia kurang tidur ditambah kelelahan.Lewat pukul sepuluh malam ia belum tidur maka dapat dipastikan jika esok nya akan lemas bahkan demam.
"Tapi nek "
"Gak ada tapi-tapian ,nanti kalau kamu sudah sakit,nenek yang disalahkan "Ucap Nuri tetap pada pendiriannya
"Yah,nenek " lirih Lia lemas
"Sudah, sebaiknya kamu segera ganti pakaian mu,lalu setelah itu shalat. Belum shalat dhuhur kan ?" Tanya Nuri
Lia menggeleng. "Belum nek ,ya udah aku ke kamar dulu" Sahut Lia tak bersemangat
"Selesai shalat kamu makan siang ya " Ucap Nuri lagi
"Hm,iya nek " Jawab Lia lalu kembali melanjutkan langkah nya
"Kenapa dengan anak itu ,tumben banget ingin ikut " lirih Nuri menggelengkan kepala nya
"Mungkin karena rindu " Cetus Wowo
"Rindu ?Kok rindu?" Tanya Nuri bingung
"Ya iya lah ,secara orang yang hendak kita bantu adalah pria yang sudah melamar cucu mu " Ucap Wowo memberi tahu alasan Lia ingin ikut dengan nya
"Masa sih ? Bukan nya Lia belum memberikan jawaban ?" Tanya nya
"Memang. Tapi sadar atau tidak ,yang jelas cucu mu itu juga menaruh hati pada pria itu " Ucap Wowo lagi
"Jadi Lia itu calon istri nya mas Riki" Gumam Yuli
Di kamar nya ,Lia uring-uringan.Ia kesal karena tak diperbolehkan ikut ,tapi ia sendiri tahu jika nenek nya melarang untuk kebaikan nya sendiri.
"Ya sudah lah,lebih baik aku shalat dulu" Lia pun segera pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu
Sementara di sekolah ,nampak Raffa dan Atha masih berada di ruangan OSIS.
"Kita masih lama gak sih,pegel banget nih pinggang ,pengen rebahan "bisik Raffa pada Atha di samping nya
"Gak tahu "Jawab Atha singkat
"Ya elah ,kalau pembahasan nya tetep nyewa dangdut koplo sih mending kita balik aja,bikin males " Ucap Raffa
"Lagian ngapain pake dangdut koplo segala sih ,kan masih bisa yang lain,misal nya grup band gitu " gerutu Raffa yang tak setuju dengan ide sang Ketua OSIS
Bukan tanpa alasan mereka hendak menyewa hiburan seperti itu.Karena beberapa bulan lagi akan digelar kenaikan kelas sekaligus untuk acara kelulusan. Dari awal Raffa menolak gagasan nya itu karena menurut nya lebih baik mengadakan acara seperti biasanya. Bukan ia tak suka musik koplo hanya saja Raffa lebih tak suka melihat penampilan para biduan nya yang teramat seksi.
__ADS_1
"Jadi deal ya,aku mau ngasih proposal ini ke pihak sekolah,semoga di ACC " Ucap si ketua OSIS
"Terserah deh,semoga aja ditolak. Ada-ada saja ,dia fikir acara nikahan pake koploan segala " Gumam Raffa pelan
"Interupsi pak ketu !" Ujar salah satu anggota OSIS yang lain
"Iya ,Ferry ?"
"Jika seandainya di ACC tolong kondisi kan untuk pakaian para penyanyi nya " Ucap Ferry yang merupakan salah satu anggota OSIS kerohanian
"Nah,cakep itu " gumam Raffa
"Ok itu bisa diatur, baiklah rapat hari ini selesai,nanti kita adakan rapat lagi jika sudah ada keputusan,sambil menunggu kita persiapkan diri kita untuk ujian Minggu depan "Ucap nya,setelah itu rapat pun bubar
Raffa dan Atha berjalan sambil saling bercanda.Mereka segera menuju mobil masing-masing.
"Lama nunggu ya mang ?" Tanya Raffa pada mang Dadang
"Lumayan den,sambil nunggu bisa tidur sampai mimpi saya ,hehe..." jawab mang Dadang nyengir
"Hm, kesempatan ya,kalau di rumah gak bisa tidur siang " celetuk Raffa
"Hehehe,iya den.Di rumah kan harus kerja ,kalau mamang tidur siapa yang motongin rumput dan bersihin kolam renang dari daun-daun yang berjatuhan tertiup angin " Sahut mang Dadang kembali nyengir
"Iya deh,terserah mamang saja yang penting mamang bahagia dan sehat " ucap Raffa
"Ini ngomong-ngomong den Raffa mampir dulu ke rumah non Vania seperti biasa?" Tanya mang Dadang saat mulai menjalankan mobil
"Enggak deh,kita langsung pulang saja,sudah sore juga " Jawab nya
Sementara itu Atha yang juga sedang di dalam mobil terkejut ketika tiba-tiba saja sopir nya mengerem mendadak.
Ckiiiiiittt'
"Astaghfirullah,ada apa pak?" Tanya nya yang hampir membentur kursi depan nya
"Itu tadi apa ya ?"Tanya supir nya
"Tadi apa pak ?" Tanya Atha
"Itu,tadi ada sekelebat yang lewat depan mobil,kaya burung tapi kok besar ya " Ucap sopir nya
"Burung? Mana ada burung keliaran di kota,bapak ada-ada saja " Atha tak ingin ambil pusing dengan ucapan sopir nya ,ia pun meminta sopir nya untuk kembali melajukan mobil nya
Sementara di sisi jalan lain nampak seorang gadis cantik berkulit putih menurunkan anak laki-laki yang tadi ia selamatkan.Anak laki-laki itu berusia sekitar dua tahunan. Gerakan nya yang super cepat membuat siapa pun tak dapat melihat gerakan nya ,bahkan sopir tadi pun sampai mengira burung.Sopir itu tidak sadar jika ia hampir menabrak anak kecil.
"Lain kali hati-hati,jangan berjalan di jalanan seorang diri. Orang tua kamu mana ?" Tanya nya ,namun anak itu menggeleng kan kepala
"Kamu gak tahu ?" Tanya nya
"Terus tadi kamu sama siapa?" Tanya gadis itu lagi
"Ma om " Jawab anak laki-laki itu yang belum lancar berbicara
__ADS_1
"Sama om? " anak itu mengangguk
"Terus om nya mana ?" Tanya gadis itu lagi
"Nda au,adi egi te tana" Jawab anak itu sambil menunjuk
"Ini anak ngomong apa ya?" Gumam nya bingung sambil melihat ke arah yang ditunjuk anak itu
"Om nya pergi ke sana ?" Tanya gadis itu lagi menerka-nerka ucapan anak kecil itu ,anak itu pun mengangguk
"Apa jangan-jangan anak ini sengaja ditinggal ya,kalau iya benar-benar kebangetan tuh orang "
"Nama kamu siapa dek ?" Tanya nya
"Tamil "
"Tamil?" kening nya berkerut
"Ukan,api Tamil " Ucap anak itu
"Iya , Tamil kan ,nama kamu Tamil"
"Iiihhh....di ilang ukan ya ukan " Anak itu tampak melihat kedua tangan nya di depan perut
"Ya Allah gini amat bicara sama bocil,tanya google kira-kira ada translate nya gak sih" gadis itu nampak menggaruk kepala nya
Pukul tujuh malam lewat empat puluh lima menit,Nuri sedang bersiap untuk pergi ke rumah mama nya Riki.
"Kamu yakin pergi sendiri sayang ?" Tanya Rifki
"Aku gak sendiri kok ,kan Wowo juga ikut " Ucap Nuri seraya mengenakan hijab nya
"Iya sih ,tapi tetap saja aku khawatir sayang,apa aku tak usah datang saja ya,biar aku ikut kamu saja " Cetus Rifki seraya memeluk Nuri yang tengah merapikan penampilan nya
"Jangan dong mas,gak enak sama para staf kamu kalau kamu gak datang ,kan kamu yang buat acaranya"Sahut Nuri melarang suami nya ,malam ini memang ada acara kantor yang di gelar di kafe peninggalan Dewi
"Lagian kamu sendiri sih malah nyanggupi segala,kan kamu tahu sendiri kalau malam ini ada acara kantor " Ucap Rifki mencebik
"Kalau ada yang datang minta tolong masa aku cuekin,apalagi ini menyangkut cucu kita loh" Ucap Nuri
"Cucu kita? Yang mana?"
"Yang paling cantik diantara kedua cucu laki-laki kita " tutur Nuri seraya berbalik dan menatap Rifki
"Lia? Emang apa hubungannya dengan Lia sayang?" tanya Rifki heran
"Karena yang akan aku bantu adalah mamanya pria yang sudah melamar cucu kita " Jawab Nuri,meski ia tak tahu seperti apa wajah pria yang melamar cucu perempuan nya,ia hanya tahu dari apa yang dikatakan Wowo kepada nya
"Oya ?"
"Iya mas,aku ingin tahu seperti apa pria itu. Nanti setelah selesai aku langsung ke tempat kamu ,akan aku pastikan masalah nya cepat selesai" Ucap Nuri membujuk suami nya
"Ya sudah kalau begitu,kamu hati-hati ya " ucap Rifki menyentuh kepala Nuri
__ADS_1
Meski usia mereka sudah tak lagi muda, keromantisan keduanya tak kalah dari pasangan muda. Rifki yang bucin,Nuri yang penyayang membuat hubungan mereka selalu terlihat harmonis dan bikin iri pasangan lain.
Bersambung....