
Akhirnya tanpa ingin mendengarkan ocehan ketiga anak itu,pria tersebut dengan cepat menggendong Lia dan berlari memasukan nya ke dalam mobil. Tanpa memperdulikan kedua anak laki-laki yang tertinggal ,pria itu segera tancap gas meninggalkan sekolah.
Kejadian sangat cepat hingga wali kelas pun tak sempat mencegah ,ia berteriak histeris memanggil banyak orang.
"Toloooong.... toloooong....."
"Ada apa Bu ?" Orang-orang sudah nampak berkerumun ,dari penjual makanan keliling,penjaga sekolah ,juga orang-orang yang lewat pun berdatangan
"Penculik ! Ada anak diculik " Teriak nya histeris
"Mana penculik nya ,mana ?" Tanya mereka
"Kesana,dia bawa murid saya ke sana " Tunjuk nya ke arah mobil tadi pergi
"Waduh sudah jauh ,kita lapor polisi saja " Ucap salah satu warga
"Biar saya bantu kejar , mudah-mudahan masih bisa di kejar " Ujar seorang driver ojol yang kebetulan ada di sana. Tanpa tahu mobil jenis apa yang digunakan si penculik ,kang ojol itu langsung tancap gas
Beberapa saat kemudian Nuari datang bersama Yoga, begitupun Gibran yang juga datang sesama Aranta. Mendapat kabar dari Nuari perihal orang asing itu,Aranta pergi dengan tergesa hingga tak sempat menanggalkan jas putih kedokteran nya.
Gibran sendiri tak begitu panik karena sebelum nya Wewe sudah memberitahu nya sebelum Aranta memberitahu. Namun bukan berarti Gibran tak khawatir,ia justru sangat mengkhawatirkan anak dan keponakan nya.
"MAMA....PAPA...." Teriak Atha dan Raffa
"Raffa " Nuari segera memeluk putra nya
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Gibran. Pria itu tak melihat putri nya di sana
"Lia mana ?" Tanya Aranta
"Hah,iya.Lia mana ?" Tanya Nuari ikut bertanya
Atha menoleh pada Raffa. "Lia sedang dibawa jalan-jalan sama om ....siapa nama nya ya,kamu tahu nama om tadi ?" Tanya Raffa pada Atha
"Aku gak tahu ,om tadi kan gak ngasih tahu nama nya,pas ditanya juga jawab nya teman nya papa " Jawab Atha apa ada nya
"Astaghfirullah "Aranta nampak lemas mendengar putri nya dibawa orang tak dikenal
"Kalian tenang saja ,Nagin sudah berada bersama Lia " Ucap Ki Jamal
"Ehehehe.....Lia akan baik-baik saja " Timpal Wewe
Gibran mengangguk kecil
"Maaf kan saya bu,saya lalai menjaga Lia " Isak wali kelas merasa bersalah
"Tidak apa-apa Bu,putri kami pasti baik-baik saja ,ibu tak usah khawatir" Ucap Gibran terlihat sangat tenang , orang-orang yang di sana pun nampak mengerutkan kening melihat ketenangan pada diri Gibran.
"Heran,baru kali ini ada orang yang anak nya diculik dia terlihat tenang-tenang saja,atau mungkin dia ayah sambung nya? Iya bisa jadi " Fikir salah satu yang di sana
Sementara itu Lia yang saat ini sedang berada di dalam mobil yang tengah melaju nampak banyak bertanya hingga pria yang menculik nya merasa jengah dan enggan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membuat kepala nya ingin pecah itu.
"Om mau bawa aku kemana ?"
__ADS_1
"Diantar pulang " Jawab pria itu acuh
" Kok Atha dan Raffa gak di ajak ? Bukan nya tadi mau bawa kami bertiga ,kok jadinya cuman aku ? Kalau om ajak mereka juga pasti seru deh ,aku bosan kalau sendiri" Tanya Lia lagi
"Biar om antar kamu saja dulu,nanti om jemput mereka " Jawab nya dengan terus mengemudikan mobil
"Nanti om nya capek bolak-balik dong ,kenapa gak sekalian saja , lagi pula kenapa om seperti nya terburu-buru sekali?"
"Terus kenapa ini jalan nya ke sini ,ini bukan jalan menuju rumah ? Kita mau kemana ? Kalau nanti mama sama papa nyariin aku gimana ? Om bisa tolong telponin papa di g,katanya teman nya papa "
"Hiiiih,nih anak daritadi mulut nya gak bisa diam " Gemas nya dalam hati
"Om kenapa diam ?"
Tak ingin menghiraukan pertanyaan gadis kecil di samping nya,pria itu menambah kecepatan laju mobil nya.
"Om jangan ngebut-ngebut dong ,aku takut"
Lia kemudian menoleh ke belakang ,dimana di sana sudah ada Nagin. Ekor nya yang panjang nampak tak muat hingga ekornya menjuntai sampai ke depan,namun pria yang sedang fokus pada jalanan tak dapat melihat nya.
"Kamu tenang saja ,dia tidak bisa membawa mu jauh-jauh" ucap nya
Benar apa yang dikatakan siluman ular itu. Tanpa di sadari pria itu,mobil nya kini kembali ke tempat dimana ia membawa Lia dan meninggalkan kedua sodaranya.
"Kok malah kembali ke sini" Gumam nya bingung
Orang-orang termasuk wali kelas menoleh.
Sontak semua orang di sana segera menyerbu mobil itu.pria di balik kemudi panik dan hendak kembali melajukan mobil nya. Namun sial nya mesin mobil nya tiba-tiba mati.
"Kenapa malah mati nih mobil " Pria itu semakin panik
"Kita mau jemput kedua kakak ku ?" Tanya Lia. Ia yang harusnya memanggil Raffa adik sepupu selalu menganggap jika Raffa adalah kakak nya
"Diam " Pria itu membentak
Namun tiba-tiba pintu mobil terbuka karena seseorang membuka nya dari luar. Sebuah tangan kekar berbalut kain kemeja putih menarik nya keluar mobil.
"Berani kau membentak putri ku "
Bug'
Gibran memukul pria itu hingga jatuh tersungkur
"Yeee.....papa keren..." sorak Atha bertepuk tangan
Aranta membuka pintu depan dimana Lia masih duduk di dalam nya.
"Sayang ,kamu tidak apa-apa?" Aranta cepat membawa Lia dan memeluk nya
"Aku gak apa-apa kok mah ,om itu cuman ngajak aku jalan-jalan" Sahut Lia nampak biasa saja ,tak ada gurat takut dari wajah nya
Orang-orang yang sudah merasa geram hendak mengeroyok pria itu ,namun Gibran berhasil menahan mereka.
__ADS_1
"Jangan main hakim sendiri,apalagi putri saya baik-baik saja ,kita cukup laporkan dia ke posisi. Biar polisi yang mengurus nya" Ucap Gibran ,ia pun hanya memukul pria itu hanya sekali
"Siapa sebenarnya kamu ? Untuk apa kamu menculik putri ku ? Kau butuh uang ? Berapa? "
Tak ada sahutan dari pria itu ,tapi ia malah menyeringai menatap Gibran seakan menantang nya.
"Ehehehe....dia sakit hati pada mu?" Ucap Wewe
"Kamu sakit hati padaku karena apa ?" Tanya Gibran
Gluk'
"Ke,..kenapa dia bisa tahu " Batin nya
"Ehehehe...seperti nya ada hubungan nya dengan pekerjaan, beberapa waktu lalu kamu memecat pegawai karena ketahuan mencuri uang ,dia itu adik nya ,mungkin dia belum tahu apa alasan kakak nya dipecat " Tutur Wewe
"Masalah kakak mu kenapa bisa dipecat ,itu karena kesalahan nya sendiri.Dia mencuri uang para karyawan dan itu ia lakukan tak hanya sekali. Meski dipecat pun dia tetap mendapat pesangon malah aku memberi nya lebih ,beruntung dia tidak aku bawa ke polisi,jadi kenapa kamu sakit hati pada ku dan melampiaskan nya pada anak ku ?" Tanya Gibran . Semakin terkesiap lah orang itu karena ia belum berkata apapun tapi Gibran sudah tahu masalah nya
"Apa dia bisa baca fikiran ku " batin pria itu lagi
"Pulanglah ,aku memaafkan mu. Tapi jika kamu kembali melakukan hal seperti ini lagi aku pastikan tak hanya penjara yang menunggu mu " Ucap Gibran yang tak mau memperpanjang masalah ,baginya itu hanya kesalahpahaman,bahkan putri nya pun tidak apa-apa
Selepas pria itu pergi ,keadaan kembali normal. Orang-orang sudah membubarkan diri.
"Bapak beneran tidak mau membawa kejadian ini ke polisi ,orang itu bisa saja kembali melakukan nya , bagaimana kalau anak-anak kembali terancam ?" Wali kelas nampak tak setuju dengan keputusan
"Maka jangan harap orang tadi bisa lolos begitu saja " Sahut Gibran . Ia tak seperti Rifki yang bisa berlaku kejam pada orang yang mengusik keluarga nya. Meski begitu keluarga nya tak ada yang tahu tentang kekejaman Rifki.Hanya Gibran yang tahu sisi lain dari papa nya itu.
Setelah itu Gibran berpamitan pada wali kelas. Mereka pun pulang.
Di jalan , Yoga nampak terdiam.Ia terus mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Sementara Nuari tengah menasehati putra nya itu.
"Kamu jangan mudah percaya sama orang asing ya,bahaya "
"Takut di culik seperti kita tadi ga mah?"
"Nah itu ,tahu. Kenapa tadi bilang nya jalan-jalan?" Bingung Nuari
"Hehehehe...." Raffa hanya cengengesan
"Kok kak Gibran seakan bisa membaca fikiran orang tadi? Apa benar kata orang-orang kalau kak Gibran memang bisa membaca fikiran orang lain "
"Kok kita pulang ke rumah si h ?" Tanya Raffa ketika merasa sudah sampai
"Loh,memang nya kemana sayang ?" Tanya Yoga
"Ke rumah Tante Ayu,mau lihat calon istri aku " Cetus Raffa
Sontak Nuari dan Yoga pun saling tatap.
"Kecil nya begini,gimana kalau udah besar" lirih Yoga
Bersambung.....
__ADS_1