Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 75


__ADS_3

Acara pengajian empat puluh hari pun selesai.Semua anggota keluarga turut membereskan ruangan yang digunakan untuk acara pengajian. Keluarga Riswan pun turut hadir dan ikut membantu. Meski di sana sudah ada para art tapi mereka tetap tak ingin berpangku tangan,dan itu pula yang membuat para art di sana merasa betah bekerja di sana. Bahkan banyak art sebelah yang merasa iri karena mereka mendapat majikan yang super baik dan pengertian terhadap para art nya.


"Alhamdulillah,kerjaan bibi jadi lebih ringan ini,makasih ya Bu " ucap art pada ibu Maryam


"Iya ,gak apa-apa,rumah ini kan besar kalau hanya dikerjakan kalian mau sampai kapan selesai nya ,keburu capek. Kami juga gak ada kegiatan masa mau nonton yang kerja "tutur Maryam


"Iya ,ibu benar. Pekerjaan walau seberat apapun pasti akan cepat selesai bila dikerjakan bersama" Ucap Nuri menimpali


"Iya Bu,terima kasih " sahut art lain


"Kok terima kasih ?" Tanya Nuri


"Iya Bu,karena dengan begini saya dan yang lain jadi makin betah kerja di sini,ibu dan yang lain baik banget soal nya, sampai-sampai sudah seperti keluarga sendiri " ucap art lagi


"Alhamdulillah kalau bibi dan yang lain betah,aku senang dengar nya.Ya sudah kalau begitu kalian istirahat saja ,untuk nanti malam kalian masak makanan buat kalian saja,kami mau makan di luar " Ucap Nuri


"Iya Bu ,kalau begitu kami permisi" para art pun berpamitan untuk ke belakang,entah mereka akan beristirahat seperti yang diperintahkan majikan nya atau malah melakukan hal lain


"Ibu juga istirahat ya,nanti malam aku akan ajak ibu dan yang yang lain makan di luar ,kebetulan aku mau ada janji temu sama klien ,jadi bisa langsung sekalian " Ujar Nuri


"Ya sudah kalau gitu,tapi kamu lihat ayah kamu tidak daritadi ibu gak lihat ?" tanya Maryam


"Oh, tadi ayah ikut Riswan gak tahu mau kemana " Sahut Nuri


Riswan dan keluarga nya baru sampai di saat pengajian hendak di mulai. Haris sendiri kini sedang bersama Rifki dan para laki-laki lain nya tengah menikmati minuman dingin.


"Gimana bisnis kamu ?" Tanya Rifki


"Ya gitu-gitu saja ,malah baru-baru ini perusahaan kena demo, gara-gara gaji udah tiga bulan gak dibayar" Sahut Haris


"Lho,kok gitu,apa perusahaan paman ada masalah ,kenapa gak minta bantuan papa ?" Tanya Gibran


"Sebenarnya tidak ada masalah apapun,semua gaji sudah diurus sebagai mana mestinya,hanya saja ada beberapa staff perusahaan yang melakukan korupsi,tapi masalah itu sudah selesai semua karyawan sudah mendapatkan gaji mereka kembali ,dan mereka yang salah sudah mendapatkan hukuman nya " jelas Haris


"Tapi,gimana dengan restoran dan kafe paman ,apa tidak ada masalah ?" tanya Yoga


"Alhamdulillah,untuk resto dan kafe masih aman ,malah mau nambah cabang ,kamu sendiri gimana resto kamu?" Tanya Haris balik


"Alhamdulillah,paman meski dulu sempat terjadi kebakaran tapi kini resto sudah semakin berkembang pesat ,mungkin saya merasa beruntung karena insiden itu dulu,karena kalau tidak kebakaran mungkin resto itu masih gitu-gitu saja tampilan nya" Tutur Yoga


"Benar juga ya,sekarang resto kamu jadi semakin besar kalau tidak salah bangunan resto kamu sekarang ada lima lantai ya ?" Tanya Haris lagi


"Iya , Alhamdulillah,di lantai satu masakan khas Indonesia,lantai dua makanan Korea ,lantai tiga makanan khas orang timur ,di lantai empat makanan khas China , sementara di lantai lima makanan khas Eropa" tutur Yoga

__ADS_1


"Benar-benar menakjubkan konsep resto kamu ,koki nya pun juga gak kaleng-kaleng,paman pernah mampir ke resto kamu saat ada kerjaan di Pontianak beberapa bulan yang lalu , pelayanan nya juga sangat baik ,salut paman pada mu " puji Haris


"Ah,paman bisa saja " Yoga nampak meringis


Di taman belakang nampak Raffa dan Vania berada.Keduanya tengah duduk sambil memasukan kaki mereka ke dalam air kolam. Sesekali Vania tertawa cekikikan karena merasa geli pada telapak kaki nya ketika ikan-ikan mengerubuti dan menggigit nya.


"Khikhikhi ....aduh geli " Lirih nya


"Vania " Panggil Raffa


"Iya kak " Ucap Vania seraya menoleh pada nya


"Gimana di sekolah ,mereka masih sering bully kamu gak ?" Tanya Raffa


"Enggak kok,kenapa memang nya kak ?" Tanya Vania lagi


"Gak kok ,cuman nanya saja. Syukurlah kalau mereka udah ga pernah mengganggu mu,kalua mereka kembali berulah jangan sungkan bilang ke aku ya "


"Memang nya kak Raffa mau ngapain kalau mereka masih mengganggu ku ?" Tanya Vania menatap Raffa


"Ada deh ,yang pasti aku akan membuat mereka jera.Siapa pun tidak boleh ada yang menganggu kesayangan aku " Sahut Raffa sambil mengacak rambut Vania gemas


"Kak,memang nya kakak serius mau nikahin aku nanti ?"


"Kalau aku gak mau gimana ?" Tanya Vania ragu. Ia takut jika pria di samping nya akan marah dengan pertanyaan nya


Seketika Raffa terdiam ,lalu menatap Vania tajam.


"Apa ada pria lain yang ada di hati mu saat ini?"


"Eng...nggak " jawab Vania gugup


"Kita berdua memang sudah ditakdirkan berjodoh,kamu harus ingat itu. Aku harap hubungan kita akan mulus tanpa ada drama orang ketiga ,ke empat apalagi ke lima. Aku sungguh-sungguh mencintai mu Vania. Aku harap kamu tidak pernah membuat peluang pria lain masuk di kehidupan mu" Sebenarnya Raffa merasa kesal dengan pertanyaan Vania ,hanya saja ia tak ingin merusak suasana.


"maaf jika pertanyaan aku menyinggung kak Raffa,aku tidak bermaksud apa-apa" lirih Vania


"Enggak kok , aku hanya takut saja jika kamu malah menyukai pria lain jika itu sampai terjadi aku akan mau bunuh diri saja " Ucap Raffa sungguh-sungguh


"Ih,jangan kak! Nanti siapa yang akan melindungi aku kalau kakak tidak ada " rengek Vania


"Nah itu tahu,makanya jangan macam-macam,sekali saja kamu berduaan dengan pria lain,maka aku akan benar-benar pergi " Ucap Raffa sama sekali tak ada keraguan di hati nya


Vania mengangguk lalu merangkul lengan Raffa dan menyandarkan kepala di pundak nya.

__ADS_1


"Apa kamu cinta aku juga ?"tanya Raffa


"Entahlah kak ,aku tidak tahu,yang pasti aku merasa nyaman dan aman kalau bersama kak Raffa,tapi ...." Ucapan Vania terhenti


"Tapi kenapa ?"


"Aku gak suka lihat kakak bersama kak Chika. Rasanya kaya kesel campur sedih gitu,itu kenapa ya kak ?" Tanya Vania yang memang tidak mengerti dengan yang ia rasakan


Raffa tersenyum." itu artinya kamu juga cinta aku,dan itu yang dinamakan cemburu. Cemburu tanda cinta " Sahut Raffa


"Masa sih ?" Tanya Vania seraya mengangkat kepala dan menatap Raffa


"kalau gak percaya tanya saja sama pak haji " Gurau Raffa


"Pak haji? kok pak haji ?" Kening Vania berkerut karena merasa bingung


"Iya ,pak haji. Seperti pada animasi anak 'adit sopo jarwo itu loh ,yang dikit-dikit tanya saja pak haji " tutur Raffa


"Ih,kak Raffa apa sih garing banget " Vania beranjak


"Loh ,mau kemana ?" Tanya Raffa heran


"Masuk ah ,malu ada yang ngintip " Sahut Vania seraya melirik ke arah pilar ,Raffa pun mengikuti arah pandang Vania


"Loh,kok dia bisa tahu ada yang ngintip ?" Batin Raffa


"Kok kamu bisa melihat nya ?" Tanya Raffa seraya menoleh pada Vania ,namun Vania sudah tak ada di sana


"Jiaaahh,dia udah pergi. Tapi ,masa iya dia bisa lihat pocong itu " Gumam Raffa


Di sudut lain ,Chika yang saat ini tengah bersama Lia meringis pilu melihat kedekatan Raffa dan Vania.


"Lia, seperti nya aku harus segera pulang deh" ucap nya


"Kok cepet amat sih , nanti saja deh pulang nya " ucap Lia


"udah sore,aku lupa belum mengerjakan PR,kalau malam ngerjain nya suka gak fokus karena ngantuk " Ucap Chika beralasan


"PR apaan?" tanya Lia mengerutkan kening


"PR matematika,masa kamu lupa"


"Haiisss,......iya aku lupa. Untung ada kamu yang ngingetin "

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2