Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Pertolongan Nagin


__ADS_3

"oh jadi ini istri mu ....sangat cantik ...boleh lah bagi-bagi untuk kami ,hahaha "


"sembarangan jangan kurang ajar kalian" Yoga yang sudah merasa marah pun dengan cepat berlari menghampiri kedua begal itu


Satu begal menghadang , Yoga langsung melayangkan tendangan pada bagian perut begal itu hingga begal itu mundur beberapa langkah.


Mendapat serangan dari calon korban nya membuat begal itu marah dan langsung mencoba menyerang Yoga.


Buk


Buk


Buk


Perkelahian pun tak dapat di hindari, beberapa kali Yoga terkena pukulan dan tendangan di wajah serta tubuh nya,namun tak membuat nya menyerah begitu saja,ia tetap melawan meski ia tak begitu hebat dalam bela diri.


Sementara rekan nya yang lain hanya diam memperhatikan perkelahian itu. Ia menyeringai sebab melihat Yoga yang sudah kewalahan melawan rekan nya.


Buk'


"aakkhhh....." rintih Yoga saat tubuh nya membentur aspal


Kedua begal itu menyeringai berjalan menghampiri Yoga yang sudah terkapar,sementara Nuari dibiarkan tergeletak begitu saja ,pipi kiri nya nampak lebam , tubuh nya pun terasa remuk,Yoga menatap lirih Nuari yang pingsan.


"hahahaha....cuman segitu doang "


"ayo kamu bawa perempuan itu juga mobil nya ,kita biarkan saja dia di sini" ucap salah satu begal pada rekan nya


"ja..ngan harap kalian bisa membawa istri ku pergi " dengan tertatih Yoga berusaha untuk bangkit


"hahahaha....." kedua begal itu nampak tertawa dengan puas


"sudah hampir mati saja masih berlagak kuat,kita habisi saja dia sekalian "


Pada saat bersamaan muncul seekor ular hitam menghampiri Nuari , Yoga pun terkesiap melihat nya,namun ia yakin jika ular itu tak akan menyakiti istrinya.


Kedua begal itu segera menyerang Yoga ,Yoga pun berusaha untuk menghindari serangan mereka,pada saat bersamaan satu begal yang tadi tak sadarkan diri di dalam mobil pun tersadar ,ia langsung keluar dan ikut menyerang Yoga.


Kini posisi Yoga tengah di kepung,ketiga begal itu nampak menyeringai menatap Yoga.


Ketika ketiga begal itu hendak menyerang Yoga dengan bersamaan, tiba-tiba dari arah Nuari seekor ular hitam yang tadinya hanya seukuran lengan orang dewasa tiba-tiba berubah ukuran menjadi lebih besar berkali-kali lipat dari ukuran sebelum nya.


Yoga tersentak,ular itu bergerak ke arah nya.


"hah...i..i..u....u...." salah satu begal yang berada di belakang Yoga pun terkejut melihat nya , tubuh nya sampai menggigil


"woy kenapa lu "


"i..i..itu...." tunjuk nya


Kedua rekan nya pun menoleh, alangkah terkejutnya mereka setelah melihat ada seekor ular raksasa tengah bergerak ke arah mereka.


Yoga menggunakan kesempatan itu untuk menghindari ketiga begal itu dan menghampiri Nuari yang mulai tersadar dari pingsan nya.


"sayang...kamu tak apa-apa?" tanya Yoga merengkuh Nuari

__ADS_1


"aku ....tidak apa-apa,wajah mu " lirih Nuari ketika melihat pipi kiri Yoga nampak lebam


"jangan fikir kan aku,ayo kita pergi dari tempat ini" ajak Yoga seraya meraih tubuh lemas Nuari lalu mengendong nya


"lalu mereka bagaimana?" tanya Nuari menunjuk pada ketiga begal yang sudah terkencing-kencing karena dihampiri ular besar


"biarkan saja, seperti nya ular itu mau menolong kita " ujar Yoga tak ingin menghiraukan ketiga orang jahat itu


"iya ,kamu benar " Nuari pun menurut ketika Yoga membawa nya masuk ke dalam mobil,namun sebelum itu ,Nuari menatap ular itu yang juga menatap pada nya


"lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan tapi tidak untuk membunuh mereka " ucap Nuari


Ketiga begal itu terkesiap mendengar ucapan Nuari , sementara ular itu nampak melebarkan kepala nya seraya membuka mulut nya lebar-lebar membuat ketiga begal itu semakin ketakutan.


"terima kasih Nagin "ucap Nuari pelan


Rupanya ular itu merupakan perwujudan siluman ular bernama Nagin salah satu makhluk astral yang berada di rumah nya yang juga merupakan salah satu makhluk astral teman kakak nya 'Gibran.


Nagin di perintahkan Wowo untuk menolong Nuari juga Yoga yang tengah dalam kesulitan. Nuari sendiri bisa langsung tahu jika ular itu merupakan siluman ular teman Gibran.


"kamu bilang apa ?" tanya Yoga


"aku hanya berterima kasih pada Nagin,lihat lah luka di leher ku sudah hilang bukan " ujar Nuari yang berada di gendongan Yoga


"lah iya ,kemana luka kamu ?" tanya Yoga bingung


"itu karena Nagin yang mengobati ku " sahut Nuari


"Nagin?" kening Yoga berkerut


"iya , Nagin,siluman ular teman nya kak Gibran ,aku kan pernah cerita ke kamu " ucap Nuari lagi


"oh iya ,astaga....jadi itu beneran?" tanya nya setelah shock


"jadi kamu fikir cerita ku itu bohong " ujar Nuari


"ayo kita segera masuk mobil,gak pegel apa kamu gendong aku terus ,aku berat loh " lanjut Nuari


"eh iya " Yoga pun segera memasukan Nuari ke bangku penumpang depan


Ketika Yoga hendak masuk ke dalam mobil ketiga begal itu berteriak , Yoga pun menoleh, nampak ular itu tengah melilit ketiga orang itu secara bersamaan lalu mengangkat nya ke udara dan melepas kan ketiga nya hingga ketiga nya jatuh bergulingan di jalan aspal.


"hiiy..." Yoga bergidik ngeri lalu cepat-cepat ia masuk dan menutup pintu mobil nya


"semoga saja ini hanya mimpi " bisik hati nya


Sementara itu di tempat lain ,Nuri nampak terlihat gelisah. Sejati nya batin seorang ibu memang kuat, ketika ada sesuatu yang terjadi pada anak-anak nya ,ia pasti akan merasakan nya.


"kamu kenapa sih dari tadi terlihat tak tenang begitu?" tanya Rifki yang melihat kegelisahan istri nya itu


"tak tahu mas ,kok perasaan ku tak enak terus dari tadi " jawab Nuri lirih


"istighfar sayang , aku pun merasakan hal yang sama,tapi kita berdoa saja semoga tak terjadi apa-apa " ucap Rifki yang juga merasa tak enak sedari tadi ,namun ia bisa mengelola perasaan nya menjadi lebih tenang ketimbang Nuri


"astaghfirullah halazim.....Ya Allah semoga tidak terjadi sesuatu pada anak-anak ku " lirih nya pelan

__ADS_1


Kedua nya kini tengah berada di kamar,setelah memastikan Dewi sudah istirahat di kamar nya.


Nuri maupun Rifki ,keduanya memang tak tahu apa yang tengah terjadi pada anak dan menantu mereka,sebab Wowo tidak memberi tahu kedua nya.


Di dapur ,nampak Aranta dan Gibran tengah sibuk dengan bahan dan alat-alat memasak,semenjak hamil Aranta selalu menginginkan makanan rumah,ia sama sekali tak ingin jajan di luaran,maunya dirinya sendiri atau Gibran yang masak.


Terdengar suara deru mesin mobil di depan ,Aranta yang nganggur pun beranjak untuk melihat siapa yang datang.


"aku lihat dulu siapa yang datang ya " ucap Aranta ,Gibran mengangguk


Aranta pun berjalan menuju pintu ,ia tersenyum ketika melihat kedua adik ipar nya yang datang. Akan tetapi ia mengerut kan kening ketika melihat wajah Yoga di bagian pipi kiri nampak lebam.


"assalamu'alaikum kak " ucap Nuari


"waalaikum salam ...itu....wajah kamu kenapa ?" tanya Aranta


"biasa kok kak,nama nya juga cowok " sahut Nuari


"kamu berantem ,sama siapa ?" tanya Aranta lagi


"tadi ada orang jahat di jalan ,tapi beruntung ada Nagin yang datang menolong,kita selamat deh meski Yoga harus lebam-lebam begini" sahut Nuari


"oh gitu,ya sudah kalau gitu kalian istirahat saja ,dan segera obati lebam nya,itu pasti sakit banget deh sampe biru begitu "


"iya kak ,eh iya mana nenek ?" tanya Nuari yang langsung menanyakan keberadaan nenek nya


"nenek sedang istirahat di kamar nya,sudah jangan ganggu dulu,obati saja dulu suami mu ,kasihan dia " ucap Aranta


"iya kak ,kalau gitu kita ke kamar dulu "


Aranta menatap punggung kedua nya ,ia menghela nafas


"seperti nya Yoga sudah tahu tentang Nagin,kalau enggak pasti dia sudah terlihat bingung dari tadi " gumam Aranta pelan


Aranta pun kembali ke dapur


"siapa yang datang" tanya Gibran yang sedang menyajikan makanan buatan nya di meja makan


"Ari dan Yoga ,oh iya sayang kamu tahu gak?"


"apa ?" tanya Gibran


"itu......" Aranta pun menceritakan apa yang terjadi pada Nuari dan Yoga ,Gibran pun nampak mengangguk seraya menengok ke jendela


"pantas saja aku tak merasakan keberadaan Nagin , rupanya dia pergi nolongin Ari " kata Gibran


"tapi syukurlah kalau mereka tak apa-apa " ucap Gibran lagi


Di tempat lain dalam waktu bersamaan


Evan tengah melakukan video call bersama kedua orang tua nya,ayah nya masih di rawat intensif di rumah sakit ,sebab kondisi nya belum benar-benar pulih.


"maafin aku ya yah,ayah belum sembuh benar aku malah pergi " ucap Evan merasa menyesal


"iya tidak apa-apa,ayah mengerti ,terus sekarang bagaimana keadaan atasan kamu itu?" tanya ayah Evan nampak memaklumi ,karena baginya dokter Satria bukan hanya atasan putra nya tapi sudah seperti ayah kedua bagi putra nya itu,sebab dari awal karir putra nya dokter Satria banyak turut andil dalam kesuksesan putra nya itu,bahkan tanpa sepengetahuan Evan dokter Satria sering membantu Evan ketika Evan mengalami kesulitan saat kuliah dulu,dan rupanya ayah Evan mengetahui hal itu

__ADS_1


Bagaimana ayah Evan bisa mengenal dokter Satria ? nanti ada penjelasan nya ,sekarang waktu nya kita bersambung dulu ya....


...***...


__ADS_2